Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of the Make a Match Cooperative Learning Model Assisted by Picture Cards in Classroom Science Learning Putri Monika Syari; Sulistiyono Sulistiyono; Yadri Irwansyah
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 01 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1456

Abstract

Education plays an important role in improving the quality and integrity of individuals. Education is also a consciously designed and carried out effort to create a teaching and learning process and learning environment that allows students to actively develop their potential. This study aims to determine the mastery of science learning outcomes among fifth-grade students at SD Negeri 59 Lubuklinggau through the application of the Make a Match cooperative model using picture cards. The main problem in this study was the low student learning outcomes, with only 26.92% achieving the mastery score. The research method used was a quantitative pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 26 fifth-grade students. Data were collected through objective tests and analyzed using a one-sample t-test. The results showed an increase in the average score from 58,97 (pretest) to 74,36 (posttest). The hypothesis test obtained a calculated t-value (2.202) > t-table (1.708), thus concluding that the application of the Make a Match model using picture cards significantly improved the science learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri 59 Lubuklinggau.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Kemandirian Belajar Siswa SMP Leo Charli; M. Syahrun Effendi; Sulistiyono Sulistiyono
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v20i1.4281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) guna meningkatkan literasi digital dan kemandirian belajar siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan berupa e-modul interaktif yang memuat materi pembelajaran, video, tautan digital, serta aktivitas pemecahan masalah berbasis PBL. Subjek uji coba adalah siswa SMP yang mengikuti pembelajaran menggunakan e-modul yang dikembangkan. Data penelitian dikumpulkan melalui angket, tes, dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sangat valid berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, dan bahasa. Selain itu, e-modul juga dinilai sangat praktis oleh siswa. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan literasi digital siswa dari rata-rata 67,63 menjadi 86,80 dengan peningkatan sebesar 19,17 poin, serta peningkatan kemandirian belajar dari 70,18 menjadi 88,08 dengan peningkatan sebesar 17,90 poin. Dengan demikian, e-modul interaktif berbasis PBL efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kemandirian belajar siswa SMP. Produk ini direkomendasikan sebagai salah satu inovasi media pembelajaran pada era digital dan pembelajaran abad ke-21.
KETERKAITAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA Wahyu Arini; Sulistiyono Sulistiyono
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa program studi pendidikan fisika Universitas PGRI Silampari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-kasualitas dengan sampel jenuh yang melibatkan seluruh mahasiswa aktif. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner self-efficacy yang mengacu pada General Self-Efficacy Scale (GSES) dan tes berbasis soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk menilai kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi uji asumsi klasik.Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,028 < 0,05 dengan nilai t hitung sebesar 2,252, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dan positif antara self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah. Artinya, semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin baik kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah fisika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Temuan ini penting untuk dijadikan dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa demi mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Pembelajaran Fisika Siswa Eva Juwita; Wahyu Ariani; Endang Lovisia; Sulistiyono Sulistiyono; Yaspin Yolanda
Science and Physics Education Journal (SPEJ) Vol. 8 No. 2 (2025): SPEJ (Science and Physic Education Journal)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/257y5393

Abstract

Abstract: This study aims to measure the science learning outcomes of grade VIII.1 students at Sukamana State Junior High School after implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) model. This research method was conducted in three meetings consisting of a pre-test, learning with the CTL model, and a post-test. The results of the pre-test of 33 students showed an average score of 58.8 with a standard deviation of 11.9, with only 3 students achieving a score of 70 or higher. After learning using the CTL model, post-test scores showed a significant increase, with an average of 89, the highest score being 100, and the lowest score being 60. This increase indicates that students have successfully understood the material on vibrations, waves, and sound and are able to relate it to examples in everyday life. Based on the comparison of the pre-test and post-test results, it can be concluded that the implementation of the CTL learning model successfully improved student learning outcomes.   Keywords: Learning Outcomes, Pretest, Posttest, CTL
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU SMP NEGERI SUMBER REJO KECAMATAN MEGANG SAKTI Merti Triyanti; Sulistiyono Sulistiyono
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i1.2593

Abstract

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam mengembangkan pengetahuannya, salah satunya adalah dengan menulis, salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah berupa kemampuan menulis artikel ilmiah tidak dapat dipisahkannya kegiatan menulis bagi seorang guru yang dituntut harus selalu kreatif dalam membuat tulisannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam penulisan artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah untuk penyampaian materi terkait penulisan karya ilmiah dan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan artikel secara langsung. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru dalam mempublikasikan karya tulis ilmiah yang di publish dalam jurnal.
Sosialisasi Alat Penjernih Air Sederhana Skala Rumah Tangga Dengan Metode Filtrasi di Desa Margabaru Kecamatan Muara Lakitan Sulistiyono Sulistiyono; Merti Triyanti; Ivoni Susanti
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i2.2683

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia, sehingga ketersediaannya sangatlah penting. Dalam keseharian air dimanfaatkan tidak hanya terbatas untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga untuk fasilitas umum, sosial dan ekonomi. Kebutuhan air bersih terus meningkat seiring dengan perkembangan populasi manusia. Melalui pertumbuhan penduduk, terjadi pergerakan dinamik dalam masyarakat baik dalam segi kepadatan, sosial maupun ekonomi, sehingga kebutuhan dan permintaan air bersih pun akan terus meningkat. Kondisi fisik air sumur terlihat jernih dan tidak berbau. Namun saat hujan, dapat menjadi keruh akibat naiknya tanah dan lumpur. Masyarakat menggunakan sumber air sumur untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan diatas, solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi pengelolaan air dengan sistem penyaringan sederhana. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarkat ini menghadirkan solusi alternatif pembuatan alat filtrasi sederhana untuk digunakan menyaring kekeruhan air yang sering digunakan skala rumahan.
Sosialisasi Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Bagi Pendidik di Lingkungan SD Negeri Sukaraja Kabupaten Musi Rawas Utara Wahidin Wahidin; Sulistiyono Sulistiyono; Minarni Minarni
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3292

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik mengenai pentingnya literasi dan strategi pelaksanaannya di sekolah. Literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah cermah dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menunjukkan komitmen terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Hal ini penting karena guru memiliki peran strategis sebagai motor penggerak literasi, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah secara umum. Sosialisasi ini juga menjadi momentum bagi guru untuk bekerja sama dengan pihak lain, seperti kepala sekolah, pustakawan, dan orang tua siswa. Kolaborasi ini memastikan keberlanjutan program literasi dan membangun ekosistem sekolah yang mendukung tumbuhnya minat baca siswa.
Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Kegiatan Pembelajaran di SD Negeri 4 Megang Sakti Sulistiyono Sulistiyono; Wahyu Arini; Dona Ningrum Mawardi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3508

Abstract

Kegiatan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di SD Negeri 4 Megang Sakti bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi secara efektif di dalam kelas. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, berbasis kebutuhan, dan berorientasi pada praktik langsung. Langkah awal dimulai dengan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi tingkat literasi digital guru serta kondisi sarana prasarana pendukung. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki keterbatasan dalam penggunaan perangkat dan aplikasi digital, serta infrastruktur yang belum memadai. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang program pelatihan dan workshop yang menitikberatkan pada penggunaan aplikasi yang mudah diakses, seperti PowerPoint, Canva, Google Form, dan Quizizz. Selama pelatihan, guru didorong untuk membuat media ajar digital dan mensimulasikannya dalam konteks pembelajaran. Selanjutnya, proses implementasi dilakukan di kelas dengan pendampingan langsung, termasuk observasi dan pemberian umpan balik. Monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru, mendorong kreativitas, dan memperkaya metode pembelajaran. Selain itu, penggunaan media digital terbukti meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas proses belajar mengajar dan membuktikan bahwa dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, guru-guru di sekolah dasar dapat beradaptasi dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana Menggunakan Barang Bekas untuk Guru SD Negeri 2 Marga Baru Sulistiyono Sulistiyono; M. Syahrun Effendi; Leo Charli
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3648

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 2 Marga Baru dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran sederhana dengan menggunakan barang bekas. Kegiatan ini dilator belakangi berdasarkan pada rendahnya pemanfaatan media pembelajaran di sekolah dasar akibat keterbatasan fasilitas dan belum optimalnya kemampuan guru dalam mengembangkan alat bantu ajar yang inovatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, workshop, implementasi media di kelas, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru terkait media pembelajaran, terciptanya berbagai produk media berbasis barang bekas yang kreatif dan relevan, serta meningkatnya antusiasme guru dalam berinovasi. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah rumah tangga secara edukatif dan ramah lingkungan. Kegiatan ini berdampak positif terhadap proses pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna, serta mendorong terciptanya budaya pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pendampingan serupa sangat disarankan untuk direplikasi di sekolah dasar lainnya.
Edukasi Fisika Terapan: Automated Drip Irrigation Bagi Ibu-Ibu PKK Kelurahan Sidorejo Kota Lubuklinggau Wahyu Arini; Sulistiyono Sulistiyono
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.3920

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Sidorejo Kota Lubuklinggau dalam menerapkan teknologi irigasi tetes otomatis (automated drip irrigation) berbasis fisika terapan. Permasalahan utama mitra meliputi penyiraman tanaman yang masih dilakukan secara manual, pemborosan air, serta kurangnya pemahaman tentang teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu edukasi konsep fisika dasar yang relevan (tekanan fluida, gravitasi, debit aliran, dan otomatisasi), demonstrasi alat, praktik perakitan sistem irigasi, uji coba lapangan, serta pendampingan lanjutan. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan selama dua hari, dan hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan skor pemahaman rata-rata meningkat dari 38 menjadi 88. Peserta mampu merakit dan mengoperasikan sistem irigasi dengan baik, dan uji coba lapangan menunjukkan penghematan air hingga ±40% dibandingkan penyiraman manual. Selain peningkatan pengetahuan teknis, kegiatan ini menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan antusiasme peserta dalam mengaplikasikan teknologi berbasis fisika di lingkungan rumah tangga.