Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

SIKAP DAN PERSEPSI MASYARAKAT DESA MANGUNANG SEBERANG TERHADAP KEGIATAN PENDAMPINGAN TIM PASCASARJANA ULM TENTANG TEKNOLOGI INOVASI GULA AREN DAN PENGEMASANNYA Rosidah Muis Radam; Dina Naemah; Arfa Agustina Rezekiah; Yuniarti Yuniarti; Muthia Elma; Yusuf Aziz
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1487.534 KB) | DOI: 10.20527/jht.v8i2.9053

Abstract

he purpose of this research is to measure the level of perception and attitude towards the mentoring post-graduate team. The method used in data collection is a live interview using structured questionnaires and direct observations to measure the skills of respondents. Purpossive Random samplingtechniqueto 20 respondents was applied. The parameters are observed counseling/socialization activities, the training of sugar-making innovations, the training of palm sugar products and the training of liquid sugar products and the packaging of brown sugar products. The results showed that public attitudes and perception of socialization activities showed 100% understand the content of material, demonstration processing of palm sugar Products innovations 60% understand and will try to cultivate, 40% understand just do not try to cultivate; Demonstration brown sugarprocessing 85% understand and will try to do, and 15% just look at the process and would try for livelihood needs, processing liquid sugar 50% who enthusiastically understand and 50% less understanding, packaging the product modeled 75% understand and interested, 25% do not understand and have no desire to make packaging.
PENGOLAHAN GULA AREN (Arrenga Pinnata Merr) DI DESA BANUA HANYAR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Rosidah R Radam; Arfa Agustina Rezekiah
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1902.052 KB) | DOI: 10.20527/jht.v3i3.2279

Abstract

Gula aren salah satu pemanis yang telah diproduksi oleh bangsa Indonesia sejak lama. Gula aren sebagai alternatif bahan pemanis makanan dan merupakan mata pencaharian sampingan bagi kebanyakan masyarakat di Desa Banua Hanyar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produktivitas dan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Objek penelitian ini adalah pembuat gula aren. Data yang dikumpulkan terdiri dari  karakteristik responden, proses pembuatan gula aren, perhitungan produktivitas dan kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat. Produktivitas gula aren (Arenga pinnata Merr) berkisar antara 0,465 Kg/hari hingga 1,137 kg/hari. Kontribusi dari pengolahan gula aren sebesar 60,48% dari pendapatan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat termasuk dalam golongan termiskin dengan pendapatan tahunan per kapita Rp.962 919,- atau setara dengan 148 kg beras. Disarankan perlu pembentukan kelompok tani dengan tujuan keseragaman dalam harga pasar gula aren. Peningkatan kualitas dengan peningkatan bentuk cetakan, kemasan dan aneka  rasa. Sehingga produk gula aren dapat dijual di pasar modern.Palm sugar is a sweetener that has been produced by the nation of Indonesia since long ago.  Palm sugar as an alternative sweetener foodstuffs as well as an second job for most people in the Banua Hanyar village.  The purpose of this research to know the productivity and contribution to community income. The object of this research is the maker of palm sugar. Data collected as data characteristics, the process of making palm sugar, calculation of productivity and its contribution to household income. Productivity sugar palm (Arenga pinnata Merr) ranged from 0.465 Kg / day up to 1,137 kg / day. Contributions from processing palm sugar by 60.48% of household income. The level of welfare including in the poorest of the poor with annual income  per capita of IDR 962 919, - or the equivalent of 148 kg of rice.  Need formation of farmer groups with the goal of uniformity in the market price of palm sugar. Improved quality with improved shape of the mold, packaging and various flavors. So that the products of palm sugar can be sold on the modern markets.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BUAH RAMBUTAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEIAHTERAAN MASYARAKAT PEDESAAN HUTAN DI DESA KOLAM KIRI Arfa Agustina Rezekiah; Adistina Fitriani
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i3.6009

Abstract

Rambutan is a native fruit plant that grows in Southeast Asia. The rambutan yield is generally consumed directly or through a canning process to have a selling value. Kolam Kiri Village, Wanaraya District, Barito Kuala, South Kalimantan Province is one of the centers producing rambutan fruit. Kolam Kiri Village society has problems, especially during the rambutan harvest. The selling value of rambutan fruit is very low and the fruit decomposes. The research purpose is to diversify processed rambutan fruit to improve the prosperity of the Kolam Kiri Village. The results of the research diversification product rambutan is rambutan juice, rambutan cocktail and chipc rambutan seed and an increase of Kolam Kiri community Village until 50% after product diversification.Rambutan adalah tanaman buah asli yang tumbuh di Asia Tenggara. Hasil rambutan umumnya dikonsumsi langsung atau melalui proses pengalengan untuk memiliki nilai jual. Desa Kolam Kiri, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan adalah salah satu sentra penghasil buah rambutan. Masyarakat Desa Kolam Kiri memiliki masalah, terutama pada saat panen rambutan. Nilai jual buah rambutan rendah dan buahnya terbuang percuma. Tujuan penelitian adalah untuk mendiversifikasi buah rambutan yang diolah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kolam Kiri. Hasil dari penelitian diversi ikasi produk rambutan adalah jus rambutan, koktail rambutan dan biji rambutan dan peningkatan pendapatan masyarakat Desa Kolam Kiri hingga 50% setelah diversifikasi produk.
ANALISIS PRESTASI KERJA PERSEMAIAN PADA AREAL KEBUN BIBIT PUTERA PANNJALU UPT CEMPAKA DI KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Nur Vitta Sari; Arfa Agustina Rezekiah; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i3.9635

Abstract

The achievement of this work is done to identify the necessary work time in the nursery of the Putera Pannjalu seed Garden by knowing the level of efficient work achievement. This research aims to calculate the performance of work on seedlings at the Putera Pannjalu Nursery TIU (Technical Implementing Unit) Cempaka. The working time measurement uses a Cumulative method. Cumulative method is a method used in the actual work time measurement of any working element that the hand continues to run without returning to zero to the end. Work time measurement is performed on each activity cycle. Measuring the performance of seedlings in the plantation of PT. Putera Pannjalu TIU Cempaka consists of filling activities such as polybag, weaning, watering, maintenance and grow grass. Working performance measurement time at 07:30 am to 16:30 pm for seven days. The result of the polybag filling measurement is done by three workers with an average obtained for one week produce 202 polybag/hour/person, for the weaning activities by three workers with an average of 639 polybag/hour/person. While in measuring the performance of watering work performed by two workers get an average work performance of 79,838 polybag/hour/person. On the treatment activities acquired average of 19,739 polybag/hour/person and for the average performance of the work of the material of 14,898 polybag/hr/person. The results of the measurement of work performance in the Putera Pannjalu nursery of TIU Cempaka are influenced by age, sex and duration of work.
PERSEPSI MASYARAKAT SUKU DAYAK HANTAKAN BARABAI TERHADAP KEGIATAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) ANEKA OLAHAN BUAH DURIAN Arfa Agustina Rezekiah; Rosidah Rosidah; Siti Hamidah
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i2.1523

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan pada masyarakat suku dayak Kecamatan Hantakan di desa Haruyan Dayak dan desa Patikalain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam upaya pengolahan produk buah durian. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data evaluasi adalah wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur untuk data kuantitatif dan atau menggunakan kuesioner terbuka untuk data kualitatif, observasi (pengamatan langsung) untuk mengukur keterampilan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Persepsi masyarakat tentang kegiatan Pengabdian Pada masyarakat yang dilakukan, dari 25 responden masyarakat desa Haruyan Dayak dan 25 orang dari desa Patikalain menunjukkan 80% setuju dan isi materi mudah dipahami masyarakat dan 20 % kurang memahami. Sikap masyarakat tentang demontrasi pengolahan aneka olahan buah durian 85 % memahami dan mengetahui dan selebihnya 15 % tidak tahu dan kurarng memahami. Persepsi tentang kemasan produk yang dicontohkan Tim Pengabdi 64 % setuju dan tertarik, 20 % tidak tahu apakah nanti kalau membuat produk makanan dan minuman hanya untuk dikonsumsi sendiri dan 16% tidak faham dan tidak punya keinginan untuk membuat kemasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dayak adalah tingkat pendidikan, pengetahuan yang turun temurun serta mata pencaharian masyarakat dayak sebagai petani. Kata kunci : Persepsi, Suku dayak, Ipteks bagi masyarakat, Aneka olahan buah durian
KUALITAS MADU HUTAN KECAMATAN TABUKAN BARITO KUALA DAN KEMUNGKINAN PENGEMBANGANNYA Rosidah Radam; Arfa Agustina Rezekiah; Eva Prihatiningtyas
Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v4i2.3605

Abstract

Honey have a various colour, smell, and taste, depending on the dominant plants in their surroundings. Honey May consumed as Food agent and traditional cure, containing nectar or exudate-sugar from the plants collected by honeybees that benefit for traditional Cure in Community. Honey utility dependent on its Product purity. This Research is aimed to observe the quality of Common honey that collected from Tabukan Residence, so that we can give suggestion for further development. Honey quality Test is occupied in Laboratory of Research and Industrial Standardization Board Banjarbaru South Kalimantan. Honey quality Test Parameters are: Water content, Ash level, insoluble solid, reductor sugar, and sucrose Sugar content. The result shows that natural honey in Tabukan regency containing Water content 17%, Ash level 0.26%, insoluble solid 1.41%, reductor Sugar 65.63%, and sucrose Sugar content 3.82%. Comparing with the SNI 01-3545-2004 honey quality standards, the honey in this Research have a very good quality, because it fulfilled all Test parameter requirements. Thus, insoluble solid gains 1.41% which is higher from the 0.5% maximum SNI standard. So we can suggest that Natural Honey in Tabukan Regency May be developed by stump system.Madu memiliki warna, aroma dan rasa yang berbeda-beda,tergantung pada jenis tanaman yang banyak tumbuh di sekitarnya. Madu digunakan sebagai agen makanan dan obat tradisional, mengandung nektar atau gula eksudat dari tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu serta merupakan salah satu obat tradisional yangdigunakan oleh masyarakat. Khasiat madu sangat ditentukan dengan kemurnian produk madu yang  dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahuikualitas madu yang diperoleh di Kecamatan Tabukan yang banyak dipasarkan dan digunakan masyarakat, sehingga dapat dipikirkan pengembangannya. Pengujian kualitas madu dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru Kalimantan Selatan. Parameter uji  kualitas madu  adalah : Kadar air,  Kadar abu, benda padattak larut air, Gula Pereduksi, dan Kadar gula Sukrosa. Data hasil pengujian kualitas madu ditabulasi dan disimpulkan secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa madu alam Kecamatan Tabukan mengandung kadar air 17 %, kadar abu 0,26 %, benda padat yang tak larut dalam air 1,41 %, kadar  gula pereduksi 65,63 %, Kadar Gula Sukrosa 3,82 %, Hasil   uji madu  tersebut  berkualitas sangat baik karena sudah memenuhi persyaratan  standar mutu madu SNI 01-3545-2004. Kecuali benda padatyang tak larut air 1,41 % lebih tinggi dari SNI 01-3545-2004 yaitu maksimal 0,5 %. Oleh karena itu madu alam Kecamatan Tabukan tersebut dapat dikembangkan melalui peternakan lebah dengan sistem stup.
KARAKTERISTIK BRIKET ARANG TUMBUHAN BAWAH HUTAN RAWA GAMBUT Susilawati Susilawati; Arfa Agustina Rezekiah; Yusanto Nugroho; Trisnu Satriadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14122

Abstract

Minyak bumi adalah energi yang tidak dapat diperbaharui, tetapi dalam kehidupan sehari-hari bahan bakar minyak masih menjadi pilihan utama sehingga akan mengakibatkan menipisnya cadangan minyak bumi. Hal ini menyebabkan timbulnya kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan bahan bakar di masa yang akan datang, dengan demikian perlu diupayakan sumber energi alternaltif lain yang berasal dari bahan baku yang bersifat kontinyu dan dapat diperbaharui seperti energi biomassa yaitu biobriket.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biobriket yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan bawah lahan gambut di hutan lindung Liang Anggang. Parameter yang digunakan uji karakteristik briket arang tersebut meliputi kerapatan, nilai kalor, kadar abu, kadar air, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat. Analisis pengujian briket arang menggunakan metode box and whisker plot 3 x 5 (3 ulangan dan 10 perlakuan). Hasil kualitas briket arang pada pengujian kerapatandengan rata-rata berkisar pada nilai 0,4890 gr/cm3 - 0,6632 gr/cm3, semakin tinggi nilai kerapatan maka semakin baik pula, dikarenakan briket tidak cepat habis pada saat dibakar. Hasil pengujian nilai kalor berkisar pada 3718,80 kal/gr - 6388,53 kal/gr, pengujian kadar abu bernilai pada 5,6433% - 35,6733%, pengujian kadar air menghasilkan 4,2300% - 9,6600%, dan memiliki nilai zat terbang pada 36,6067% - 50,7800%, serta menghasilkan kadar karbon terikat pada nilai 21,1133% - 57,4800%. Hasil uji briket yang memenuhi SNI yaitu rata-rata pada nilai kerapatan, nilai kalor, dan kadar air, sedangkan untuk kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat tidak memenuhi SNI, hasil uji yang tidak memenuhi standar dapat disebabkan karena pada proses pengarangan bahan baku dan pembuatan/pencetakan briket kurang maksimal, atau bahkan dari bahan bakunya itu sendiri.
PEMANFAATAN SUMBERDAYA HUTAN OLEH SUKU DAYAK MERATUS KALIMANTAN SELATAN Arfa Agustina Rezekiah; Abdi Fithria; Adi Rahmadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11273

Abstract

Dayak Meratus in Loklahung Village, Loksado District, South Hulu Sungai Regency, South Kalimantan is one of the tribes living around the forest. They use forest resources to meet their daily needs. This research aims to analized the utilization of types and the forms of forest resources by indigenous peoples.   Data collecting that used in this research are in-depth interviews and field observations. The analysis of data used tabulation matrix and qualitative description. The results showed that the utilization of forest resources is inherited from ancestors. The utilization of forest resources is mostly carried out in the forest in the form of activities: (1) Finding fuel and firewood; (2) Hunting; (3) Looking for handicraft materials; (4) Looking for nontimber forest products and (5). Looking for medicinal ingredients.  The perception of dayak meratus people to the impact of forest resource utilization both flora and fauna belongs to the moderate category.
ANALISA USAHA LEBAH MADU HUTAN DAN KUALITASNYA BUSINESS ANALYSIS AND QUALITY OF FOREST HONEY BEE Fatriani Fatriani; Arfa Agustina Rezekiah; Adistina Fitriani
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v2i1.1619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa biaya, pendapatan dan keuntungan usaha lebah madu serta menganalisa kualitas madu yang dihasilkan oleh usaha lebah madu. Lokasi penelitian berada di Desa Telaga Langsat Kecamatan Tangkisung Kabupaten Tanah Laut. Biaya dari usaha lebah madu terhadap 214 stup atau kotak lebah madu sebesar Rp. 114.717.000,00. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 463.083.000,00 per tahun. Hasil uji laboratorium, parameter yang memenuhi standar SNI adalah kadar abu, kadar kotoran, dan kadar tembaga sedangkan kadar gula masih jauh di bawah SNI.Kata Kunci: analisa usaha, lebah madu, kualitas
CADANGAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN TANAH PADA BERBAGAI SISTEM PENUTUPAN LAHAN DI SUB-SUB DAS AMANDIT Syam’ani Syam’ani; Arfa Agustina Rezekiah; Susilawati Susilawati; Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i2.1531

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cadangan karbon pada berbagai sistem penutupan lahan terutama pada sistem penggunaan lahan yang ada di lokasi. Pengukuran cadangan karbon dilakukan pada setiap karakter penggunaan lahan. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 15 kelas penggunaan lahan. Selanjutnya, cadangan karbon diukur pada masing-masing 15 titik penggunaan lahan tersebut, yang meliputi hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, lahan terbuka, pemukiman, pertambangan, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering campur semak, semak belukar, semak belukar rawa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon pada Hutan Primer sebesar 214.234558 Mg/ha,  Hutan Rawa sebesar 109.5401358 Mg/ha, Hutan Sekunder sebesar 76.398847 Mg/ha, Hutan Tanaman sebesar 52.24720899 Mg/ha, Kebun Campuran sebesar 75.91800164 Mg/ha, Kebun Sawit sebesar 37.09233138 Mg/ha, Permukiman sebesar 39.759732 Mg/ha, Rawa sebesar 2.75091684 Mg/ha, Sawah sebesar 1.539459 Mg/ha, Semak Belukar sebesar 4.352907065 Mg/ha, Semak Belukar Rawa sebesar 9.147026299 Mg/ha, dan Tegalan sebesar 1.15919241 Mg/ha. Dengan demikian, total penyimpanan karbon terbesar terdapat pada penggunaan lahan Hutan Primer, dilanjutkan penggunaan lahan Hutan Rawa dan Hutan Sekunder. Sementara total penyimpanan C terkecil terdapat pada penggunaan lahan Tegalan.Kata Kunci: Cadangan karbon, emisi karbon, biomassa, penggunaan lahan, amandit
Co-Authors - Asysyifa - Susilawati Abdi Fithria Abdi Fithria Abdi Fithria Abdul Haliq Sudin M. Batalipu Adi Rahmadi Adi Rahmadi Adistina Fitriani Ahmad Yunani Akbar, Pani Ali, Syamani D Ali, Syam’ani D. Alvhian Noor, Andi Azizah, Noor Aida Candra Candra Damaris Payung Daniel Itta Dewi Ratna Wulan Dewi, Nurul Mellyana Dicky Renaldy Dina Naemah Dionisius Marhaen Gloi Murin Diva, Achmad Arya Eko Budi Setiawan Eko Rini Indrayatie Elis Muslichah Elok Koeswindarti Eny Dwi Pujawati Eva Prihatiningtyas Eva Prihatiningtyas Fahmi, Hilman Fajar Fajar Fatriani Fatriani Ferry, Ferry Firdaus, Noor Fonny Rianawati Friska Septian Pratiwi Gadis Yuniar Paradika Gunawan Gunawan Gunawansyah Gunawansyah Guspianur, Selimi Gusti Syeransyah Rudy Hafizianor Hafizianor Hafizianor Hafizianor, Hafizianor Hamdani Fauzi Jarkasi, Jarkasi Jose Alphama Junaedi Junaedi Junaedi Junaedi Kamil, Naufal Noor Kanti, Rina Kissinger Kissinger Lolyta Lolyta M. Aldi Rahmat Magdalena Yoesran Mitha Permata Amelia Mochamad Arief Soendjoto Mochamad Arief Soendjoto Mufidah Asy’ari Muhammad Dedi Muhammad Hasbi Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Reza Ramadhani Muhammad Ruslan Muhammad Ruslan Muthia Elma Najla, Siti Naparin, Muhammad Nindra Nindra Noor Arida Fauzana Normela Rachmawati Novita Indah Nurnaini Nur Vitta Sari Nur Vitta Sari Nurhasanah Nurhasanah Oktaliana Riadi Putri Prakoso, Yudo Pramudya, Firman Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma Prima Dunia Rahmadi Noor Rina Kanti Rina Muhayah Noor Pitri Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Risnawati Risnawati Rosidah - Rosidah Radam Saputri Aulia Sariana Sariana, Sariana Shiba, Yasinta Nur Siti Hamidah Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati SYAHRANI SYAHRANI Syam'ani Syam'ani, Syam'ani Syamani D. Ali Syam’ani, Syam’ani Tisha Wildayanti Ramadhini Trisnu Satriadi Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Wahyudi, Firman Pramudya Rahmat Wahyuni Ilham Wahyuni Ilham Yasinta Nur Shiba Yasinta Nur Shiba Yazid Busthami Yuniarti Yuniarti Yusanto Nugroho Yusanto Nugroho Yusuf Aziz