Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEBANGGAAN TERHADAP ORGANISASI SEBAGAI MEDIATOR HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA Sihotang, Fitriana Nursinta; P. Tommy Y. S. Suyasa; Jap Tji Beng
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.3558.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji Peran Kebanggaan Terhadap Organisasi Sebagai Mediator Hubungan Antara Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Kepuasan Kerja. Kebanggaan terhadap organisasi merupakan perasaan bangga yang individu rasakan sebagai hasil pengidentifikasian diri dengan organisasi yang memiliki reputasi dan rekam jejak yang bagus, di mana individu tersebut terlibat. Keseimbangan kehidupan kerja adalah kemampuan individu untuk membagi waktunya secara seimbang untuk kepentingan yang bersifat pekerjaan, seperti penyelesaian tugas, dan non-pekerjaan atau di luar pekerjaan, seperti keluarga, hobi, pendidikan, dan olah raga. Kepuasan kerja adalah variabel yang merefleksikan perasaan individu mengenai pekerjaannya dan aspek lingkungan kerjanya. Jumlah sampel penelitian adalah 111 dengan menggunakan sample convenience sampling. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebangaan terhadap organisasi sebagai full mediator dalam hubungan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja. Oleh karena itu kebanggaan organisasi dapat meningkatkan pengaruh keseimbangan kehidupan kerja terhadap kepuasan kerja. Nilai hubungan keseimbangan kehidupan kerja dan kebanggaan terhadap organisasi adalah t = 2.53. Kebangaan terhadap organisasi dan kepuasan kerja adalah t = 8.43. Keseimbangan kehidupan kerja terhadap kepuasan kerja adalah t = 1.16. Karyawan yang memiliki kenyamanan dalam pekerjaannya dan memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang efektif, akan merasa bangga bekerja pada perusahaan tersebut. Kebangaan terhadap organisasi menunjukkan perasaan yang kuat dan peduli yang dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
KEPRIBADIAN CONSCIENTIOUSNESS SEBAGAI MODERATOR ANTARA PERILAKU CYBERLOAFING DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) Fakkar, Elisabeth Juliarti; Suyasa, P. Tommy Y. S.
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.9198.2023

Abstract

Fenomena “cyberslacking” atau “cyberloafing” merupakan bentuk dari penyimpangan produksi di tempat kerja (workplace production deviance), di mana selain berdampak negatif, beberapa peneliti juga menemukan adanya dampak positif dari perilaku cyberloafing, misalnya sebagai coping stress. Beberapa hasil penelitian terdahulu belum mampu menjelaskan secara konsisten hubungan antara cyberloafing dan perilaku kerja lainnya, termasuk Organizational Citizenship behavior (OCB). Penelitian ini bertujuan menguji peran kepribadian conscientiousness sebagai moderator hubungan antara perilaku cyberloafing dan Organizational Citizenship behavior (OCB). Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 125 orang, yaitu karyawan yang sehari-hari bekerja menggunakan komputer dan akses internet. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online yang terdiri dari tiga pengukuran yaitu cyberloafing, kepribadian conscientiousness, dan OCB. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan korelasi Pearson dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing tidak berhubungan dengan Organizational Citizenship behavior (OCB), kecuali pada dimensi browsing-cyberloafing dan OCB-O menunjukkan hubungan negatif. Selain itu kepribadian conscientiousness tidak terbukti berperan sebagai moderator hubungan antara perilaku cyberloafing dan Organizational Citizenship behavior (OCB). Namun individu dengan tingkat kepribadian conscientiousness rendah lebih berpengaruh secara signfikan terhadap hubungan antara perilaku cyberloafing dan Organizational Citizenship behavior (OCB).
Inovatif di Tengah-Tengah Tuntutan Kerja: Apakah Sumber Daya Pekerjaan Berperan Sebagai Moderator? Masita, Danny; Suyasa, P. Tommy Y. S.
PUBLIKA : Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 11 No. 2 (2025): Publika : Jurnal Ilmu Administrasi Publik
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jiap.2025.22345

Abstract

One of the efforts to improve public services is by enhancing the capacity and quality of civil servants (ASN). In this regard, Widyaiswara plays a crucial role as the front line in conducting education and training. Widyaiswara is required to deliver knowledge in an innovative manner. Through innovative behavior, Widyaiswara is expected to make learning more engaging, enjoyable, and effective for trainees. This study examines the role of job resources as a moderator between job demands and innovative behavior in Widyaiswara. The study involved 101 participants, with the majority (51.5%) being male. The instrument used to measure innovative work behavior was the Innovative Behavior Scale, while job demands and job resources were measured using the Job Demand-Resource (JD-R) Scale. The results indicate that job resources function as a moderator. Among participants with low job resources, job demands had no effect on increasing or decreasing innovative work behavior. However, among participants with high job resources, job demands actually contributed to an increase in innovative work behavior
The Role of Childhood Trauma in Marital Conflict: A Study on Wives Lahdji, Mona; Sahrani, Riana; Suyasa, P. Tommy Y. S.
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 9, No 2 (2025): VOL. 9 NO. 2 OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v9i2.33535

Abstract

This study explores the role of childhood trauma in marital conflict among wives in Indonesia. Childhood trauma refers to negative experiences caused by physical or psychological abuse, neglect, or sexual assault. The primary objective of this study was to investigate how childhood trauma can predict marital conflict within households. A quantitative correlational design was used, involving 203 wives who had been married for at least one year, aged between 21 and 63 years. Data were collected using the Childhood Trauma Questionnaire and the Marital Conflict Questionnaire. Spearman’s rho correlation analysis revealed a significant positive relationship between childhood trauma and marital conflict. The more individuals experience childhood trauma, the higher the level of marital conflict. Significant correlations were found between childhood trauma and marital conflict frequency, conflict impact, and emotional impact, with emotional abuse being the strongest predictor. The findings also show that emotional abuse in childhood is the strongest predictor of emotional impact during marital conflicts. Therefore, this study emphasizes the importance of considering childhood trauma in understanding marital dynamics and its impact on conflict.
Peran Resiliensi Sebagai Mediator Pada Hubungan Afek Negatif Dan Keterikatan Kerja Angelina, Stephanie; Y.S. Suyasa, P. Tommy
GEMA EKONOMI Vol 12 No 2 (2023): GEMA EKONOMI
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/https://doi.org/10.55129/.v12i4.2927

Abstract

This research was conducted to see the role of resilience as a mediating variable in negative affect and work engagement. This research used quantitative research method such as non-probability sampling technique with convenience sampling on 110 employees in store division at PT X, which is a retail company. Participants characteristics in this research are having at least one year of service and minimum education of SMA/SMK. The questionnaire was filled out by the research participants by online and contained of three measuring instruments, namely the Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) by Schaufeli et al. (2006) to measure work engagement, the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) ) developed by Connor & Davidson (2003) to measure resilience, and 10 negative items from the Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) developed by Watson & Clark (1988) to measure negative affect. Data processing was carried out using SPSS version 27.0 and additional program named PROCESS Macro by Hayes (2018) to test the role of mediation. The results showed that negative affect and work engagement had a significant negative relationship (p<0.01). The results of subsequent tests found that resilience acts as a partial mediation in the negative affect relationship and engagement with a significant mediating role with a total effect of -0.377. Thus employee resilience can be a factor affecting work engagement and resilience can also be influenced by employee negative affect
GAMBARAN CHARACTER STRENGTHS PADA REMAJA YANG BERMINAT TERHADAP PERTANIAN Cecilia Tiara Putri; P. Tommy Y. S. Suyasa
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.229

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan karakter (character strengths) yang dimiliki oleh mahasiswa yang berminat terhadap pertanian. Pertanian adalah kegiatan menanam (bercocok tanam), memelihara tanaman, hingga membuahkan hasil. Pertanian merupakan salah satu tujuan yang dicanangkan oleh PBB dalam rangka pelestarian kehidupan di muka bumi (on the land / SDGs No. 12). Individu yang berminat terhadap pertanian memiliki sejumlah kekuatan karakter (character strengths) yang menarik untuk dipahami. Menurut Peterson dan Seligman (2004) kekuatan karakter terdiri dari enam kebajikan inti, yaitu: (a) kemanusiaan (humanity), (b) keadilan (justice), (c) kesederhanaan (temperance), (d) keberanian (courage). (e) kebijaksanaan (wisdom), dan (f) transenden (transcendence). Partisipan penelitian ini berjumlah tiga orang, terdiri dari satu laki-laki, dan dua orang perempuan berusia 21-22 tahun; pernah ikut serta dalam program pelestarian/pengembangan pertanian. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipan memiliki indikasi kekuatan karakter: humanity (love, kindness), justice (fairness, teamwork, leadership), wisdom (judgement [open mindedness], love of learning, curiosity), transcendence (hope, humor).
Psychosocial Experiences of Indonesian Performing Musicians In Building a Sustainable Career Djuanto, Aurelia S.; Y. S. Suyasa, P. Tommy
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 4 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i4.224

Abstract

This study explores the challenges and strategies of Indonesian musicians in establishing sustainable careers from psychosocial experiences. The study utilizes Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) on six professional musicians with over ten years of experience. The findings reveal the importance of adaptation, personal growth, maintaining passion, and creativity. The study concludes that happiness, health, and productivity are crucial for career sustainability, emphasizing the interrelation of personal identity, social support, and career dynamics in the music industry. The research highlights the need for musicians to navigate psychosocial challenges effectively to build long-term, fulfilling careers.
Construct validity test on the Indonesian version of Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (CDSES) Suyasa, P. Tommy Y. S.; Jessyca, Jessyca; Oktaviani, Felita; Fahditia, Amala
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/178400

Abstract

This study aimed to assess the construct validity of Indonesian version of the Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (CDSES) by conducting a convergent evidence test. This version comprised 30 items that measured individual confidence in making career-related decision across seven dimensions, including occupational information (OI), goal selection (GS), self-appraisal (SA), school achievement (ScA), problem-solving (PS), social support (SS), and planning. Despite passing the content validity test, CDSES-Indonesian version lacked psychometric properties in terms of convergent evidence. A construct validation analysis was carried out, incorporating the NEO-PI instruments developed by Costa & McCrae in 1992 into CDSES-Indonesia version. This study involved 211 respondents, including 123 women and 88 men aged between 17 and 35, all being university students. Google Form was used as a platform to distribute the questionnaires for the two measuring instruments to the participants. The results showed a significant relationship between CDSES and personality traits. Four personality traits, namely conscientiousness, openness, extraversion, and agreeableness, exhibited positive correlations with CDSES, while neuroticism showed a negative relationship.
CINTAI PEKERJAAN, TEMUKAN KEBAHAGIAAN: MENUJU KINERJA OPTIMAL Suyasa, P. Tommy Y. S.; Irkas, Adhwa Umniyyah Danur; Putri, Angiza Ananda; Amadeus, Felix; Tardy, Giovanni Christine; Husna, Nurul
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26082

Abstract

This community service activity aims to enhance knowledge, understanding, and inspiration among the members of ASAK St. Bernadet, Pinang. ASAK members are students who receive scholarships from the church. As students, they require information to assist them in preparing for their careers. Students face difficulties in obtaining career preparation information, and some students who are already employed also struggle in the workplace, such as experiencing a mismatch between their career and field of study, lacking information about the required soft and hard skills for specific job positions, and more. Therefore, we are organizing a seminar to address the needs of students in better preparing themselves for their careers. Career readiness will be discussed through topics such as achieving job satisfaction and becoming good organizational citizens (OCB). This activity aims to provide an overview and knowledge of career readiness and ultimately enable participants to apply their knowledge when they enter the workforce in the future. The results of the conducted seminar show that 47% of participants gained better knowledge on the seminar topics. Additionally, 76% expressed satisfaction with the seminar, and 84% stated that they acquired valuable new information that can be applied in their future workplaces. The outcomes of this activity will include intellectual property rights recognition, publication in journals, and articles published in mass media. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan inspirasi kepada anggota ASAK St. Bernadet, Pinang. Anggota ASAK ini merupakan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari gereja. Sebagai mahasiswa, mereka membutuhkan informasi yang dapat membantu dalam mempersiapkan karir. Mahasiswa kesulitan untuk mendapatkan informasi terkait persiapan karir dan beberapa mahasiswa yang sudah bekerja juga mengalami kesulitan di tempat kerja seperti ketidakcocokan karir dengan bidang kuliah, tidak memiliki informasi mengenai kebutuhan kemampuan soft dan hard dalam posisi pekerjaan dan sebagainya. Oleh karena itu, kami mengadakan seminar dalam rangka menjawab kebutuhan mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk memulai karir. Kesiapan berkarir ini akan dibahas melalui pembahasan mengenai cara agar bisa menjadi puas dengan pekerjaan (job satisfaction) dan juga cara untuk menjadi warga organisasi yang baik (OCB). Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pengetahuan mengenai kesiapan berkarir dan pada akhirnya mampu mengaplikasikan pengetahuannya ketika sudah bekerja di masa yang akan datang. Hasil dari seminar yang telah dilakukan adalah diketahui bahwa sebanyak 47% peserta memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai topik seminar ini. Sebanyak 76% menyatakan bahwa mereka puas dengan adanya seminar ini. Dan sebanyak 84% mengatakan bahwa mereka mendapatkan banyak informasi baru yang dapat dipelajari dan diaplikasikan nantinya di tempat kerja. Luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini berupa pengakuan HKI, publikasi di jurnal dan penerbitan artikel di media massa.
PERAN HUBUNGAN BAIK ANTARA PELATIH DAN ATLET DALAM MENGHADAPI SITUASI PERUBAHAN DAN TANTANGAN Suyasa, P. Tommy Y. S.; Nurbani, Anna; Indarji, M Kharis Agung
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31882

Abstract

A good relationship between coach and athlete is an important factor for athletes in achieving success in sports. The quality of good relationships between coaches and athletes is complex, dynamic and multidimensional based on various aspects such as communication, trust, motivation, feedback, goal setting, and satisfaction. The success of a coach-athlete relationship depends on how effectively they work together to achieve a common goal. To improve good relationships between coaches and athletes, training activities are needed to discuss, understand and apply the characteristics of the quality of good relationships. The quality of good relationships between coaches and athletes is associated with the changing situations that are often faced such as: (a) changes in rules, (b) match schedules that come suddenly, (c) changes in player positions related to the situation/conditions during the match, changes in roles. These various changes cannot be avoided. The attitude needed is not to worry about changes that continue to occur, but to always be ready to improve the skills needed in these changing situations. A sign of success in dealing with changing situations is an attitude of satisfaction with oneself, with colleagues, with the coach, and with the situation in general. Participants in this workshop activity were approximately 30 young Indonesian basketball players along with several coaches and management. It is hoped that this activity can have a positive impact in improving relationships between coaches and basketball athletes, as well as helping in developing skills and satisfaction of athletes in the 18 year age group. ABSTRAK Hubungan baik antara pelatih dan atlet (Coach-Athlete Relationship) merupakan faktor penting bagi atlet dalam mencapai kesuksesan dalam olahraga. Demikian pula dalam olahraga basket, hubungan baik antara pelatih dan atlet, sangat diperlukan. Kualitas hubungan baik antara pelatih dan atlet bersifat kompleks, dinamis, dan multidimensi. Kualitas hubungan ini didasarkan pada berbagai aspek seperti komunikasi, kepercayaan, motivasi, umpan balik, penetapan tujuan, dan kepuasan. Keberhasilan dari hubungan pelatih-atlet bergantung pada seberapa efektif mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Untuk meningkatkan hubungan baik antara pelatih dan atlet, dibutuhkan suatu kegiatan pelatihan untuk membahas, mendiskusikan, memahami, dan mengaplikasikan ciri-ciri kualitas hubungan baik antara pelatih dan atlet. Kualitas hubungan baik antara pelatih dan atlet dikaitkan dengan situasi perubahan yang sering kali dihadapi. Situasi perubahan yang dimaksud mencakup: (a) perubahan aturan, (b) jadwal pertanding yang datang tiba-tiba, (c) pergantian posisi pemain terkait situasi/kondisi saat pertandingan, perubahan tugas/peran. Berbagai perubahan tersebut, tidak bisa dihindari. Sikap yang diperlukan adalah, tidak khawatir terhadap perubahan yang terus terjadi, tetapi selalu siap untuk meningkatkan/mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan pada situasi yang berubah tersebut. Tanda dari keberhasilan dalam menghadapi perubahan situasi adalah sikap puas baik terhadap diri sendiri, terhadap rekan, terhadap pelatih, dan terhadap situasi pada umumnya. Partisipan dalam kegiatan workshop ini kurang lebih 30 orang pemain basket Indonesia muda basketball beserta beberapa pelatih dan pihak manajemen. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan hubungan antara pelatih dan atlet basket, serta membantu dalam pengembangan keterampilan serta kepuasan para atlet kelompok umur (K.U) 18 tahun dalam berlatih dan berkompetisi
Co-Authors Agung, Nicolette Kevin Rose Albertha Haga Ciptaningtyas Alexander Abraham Daeng Kuma Amadeus, Felix Amala Fahditia Angelina Alvina Ayuprilani Appulembang, Yeni Anna Ariyanti, Tita Aulia Aurelia S. Djuanto Bonar Hutapea Cecilia Tiara Putri Debora Basaria Dian Ardianti Dinah Kartana Djuanto, Aurelia S. Fahditia, Amala Fakkar, Elisabeth Juliarti Felita Oktaviani Felita Oktaviani Felycia Klaviera Mulyana Florencia Irena Florensia Louhenapessy Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Dewi Goodman, Wayne K. Hanna Christina Uranus Harsoyo, Tania Talitha Hartanto, Steffi Hayfatunisa, Gea I Made Budiana Ignatius Roni Setyawan Indarji, M Kharis Agung Irkas, Adhwa Umniyyah Danur Ismoro Reza Prima Putra Jap Tji Beng Jaya, Edo S. Jessica Jessica Jessica Jessica Jessyca Jessyca Jessyca, Jessyca Joyce Natalia Setiawan Kevin Djasa Lahdji, Mona Lie, Daniel Lie, Daniel Lilies Nuraini Linda Wati Lukas Juliano Luthfiyah, Sahla Ikhlasul Maghfira, Naya Astri Mar'at, Samsunuwijati Masita, Danny Mirda Sari Ningtyas Dara Pertiwi Mona Lahdji Mulyatri, Lydia Mutiara, Raden Naomi Margaretha Hutahaean* Naomi Soetikno Nurbani, Anna Nurul Husna Oktaviani, Felita Puspa Putri Sajuthi Putri, Angiza Ananda Rae, Olivia Beatrix Rahaditya, R. Raja O. Tumanggor Rasai Tumcala, Gabi Manuru Riana Sahrani Riska Umami Lia Sari Rita Markus Idulfilastri Rizki Dwi Prasetya Sagunda Nur F, Valentin Sari, Meylisa Permata Sartika Zumria Sebastiaan Rothmann Sihotang, Fitriana Nursinta Siti Djauharoh Stephanie Angelina Stephanus Arbi Setyastoro Storch, Eric A. Suci Fadhla Hasanah Sugiarto, Winoto Tardy, Giovanni Christine Taruman, Evangel Chloe Theresia Meirosa Purba Ticoalu, Christiana L. Tumanggor, Raja O. Tumanggor, Raja Oloan Vallerie Meijer Venesia, Venesia Wibisono Ghany Fitriadi Wijaya, Erik Yenike Margaret Isak Yuliana Yuliana Yunita Christiana Zamralita Zamralita