Claim Missing Document
Check
Articles

The Mediating Role of Cultural Intelligence in the Relationship between the Openness to Experience Personality Trait and Job Satisfaction among Expatriates Lie, Daniel; Suyasa, P. Tommy Y. S.; Wijaya, Erik
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 20, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study has explored the role of cultural intelligence as a mediator in the relationship between the openness to experience personality trait and job satisfaction among expatriates. Expatriates were required to fill up online questionnaires to measure all the three variables. This study used a regression and bootstrapping analysis to test the hypothesis in a sample of 265 expatriates. The result indicates that the variance in job satisfaction accountable to the openness to experience personality trait is fully mediated through cultural intelligence. This finding provides evidence that possessing cultural intelligence acts as a mechanism in which an open expatriate could feel satisfied with his or her job. Moreover, this study discusses the practical implications especially for multinational companies and suggests some future research directions.
Materialistic Value and Credit Card Usage as Predictors of Compulsive Clothing Buying among Young Adult Women Sari, Meylisa Permata; Suyasa, P. Tommy Y. S.
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 21, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the role of the centrality/success and happiness dimensions of materialistic value, and credit card usage to predict compulsive clothing buying behavior of young adult women, and to determine which factor can be a better predictor. Multiple regression analysis was conducted utilising IBM SPSS 21 to analyse the statistics. In all, 154 young adult women participated in this study. This research finds that centrality/success dimension, happiness dimension, and credit card usage can predict compulsive clothing buying among young women. Furthermore, the results also show that the dimension of materialistic value is a better predictor of compulsive clothing buying behavior compared to credit card usage. Further implications, limitations, discussion, and future research directions are discussed in the paper.
Pentingkah Efikasi Diri dalam Mempertahankan Keterikatan Kerja Saat Terjadi Restrukturisasi? Yunita Christiana; P. Tommy Y.S. Suyasa; Raja Oloan Tumanggor
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p105-113

Abstract

Dampak dari pandemik COVID-19 menyebabkan banyak perusahaan harus melakukan perubahan terutama di elemen struktur organisasi. Perubahan tersebut menimbulkan tuntutan pekerjaan bagi karyawan. Tuntutan kerja merupakan karakteristik pekerjaan yang dapat menimbulkan ketegangan sehingga menjadi variabel yang menghambat peningkatan keterikatan kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan efikasi diri sebagai salah satu sumber daya agar karyawan dapat yakin dan mampu dalam mengatasi tantangan pekerjaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 181 partisipan yang merupakan karyawan di perusahaan swasta dari level staff hingga manajerial, memiliki banyak fungsi dan mengalami restrukturisasi.  Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan UWES-17, Job Demads-Resources Questionnaire dan General Self-efficacy. Teknik dalam penelitian ini menggunakan non-propability sampling dengan desain penelitian kuantitatif korelasional. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Moderated Regression. Hasil menunjukkan tuntutan kerja berperan negatif terhadap keterikatan kerja dan efikasi tidak signifikan memoderasi hubungan yang dibentuk. Artinya, pada karyawan dengan efikasi diri yang tinggi atau rendah tuntutan pekerjaan tetap berperan negatif terhadap keterikatan kerja. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya terkait work engagement dan personal resource pada perusahaan yang mengalami restrukturisasi.
Pengembangan Alat Ukur Kreativitas Pada Mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur Yeni Anna Appulembang; P. Tommy Y.S. Suyasa
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2014): Provitae
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v6i1.226

Abstract

Creativity is very important in all fields, Architecture is one of them because architecture is the art and technique of designing the enclosure of space for human use. The architect must be creative and capable of thinking, feeling and convey spatial ideas. Therefore more important to measure their ability on creativity for applicant’s architecture student when the process entrance examinations. The purpose of research is to develop an instrument to measure the creativity architecture students. In this research, the researcher was using quantitative method. A total of participants 275 . Percentile rank norm was utilized to determine creativity architecture students. In this research were measure content validity, construct validity and internal consistency reliability. To measure content validity, researcher was given the instrument to five panel of expert. Internal consistency reliability was 0.8. The research results in the form of instruments to measure creativity architecture students. The results are then used as a means of used to selecting students applying for the architecture study program.Keywords : architecture, creativity
Peran Ganda Perempuan Terhadap Kinerja dan Kualitas Kerja Naomi Margaretha Hutahaean*; Wibisono Ghany Fitriadi; P. Tommy Y. S. Suyasa
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25617

Abstract

Education is one of the basics in the current era of globalization, many women are working as workers rather than taking care of the household. In general, a high level of education with adequate access to employment makes women feel comfortable with their lives completing work outside the home. At this time not only husbands have to work to meet the needs of their families, but many wives also work. In this study the authors will reveal the performance of working mothers who will be influenced by dual role conflicts that can be experienced by dual role conflicts that can be experienced by working mothers. With a high intensity of dual role conflict, a working mother contributes to a decrease in her performance because a working mother will experience depression, increased stress, increased physical complaints and low energy levels. The data that has been obtained will be analyzed qualitatively which will be in the form of descriptions rather than numbers.
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN INTENSI KELUAR KERJA (STUDI META-ANALISIS) Jessica Jessica; P. Tommy Y. S. Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.9990.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dan intensi keluar kerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode meta-analisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa artikel penelitian diambil dari website resmi APA, PsycINFO. Sebanyak 22 artikel berhasil dikumpulkan sebagai data penelitian dan dari artikel tersebut didapatkan 33 studi. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja dan intensi keluar kerja memiliki hubungan negatif. Hal tersebut menjelaskan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja yang didapatkan karyawan, maka tingkat intensi keluar kerja akan menjadi semakin rendah. Berlaku juga hal sebaliknya, jika kepuasan kerja rendah, maka intensi keluar kerja yang terjadi akan semakin tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesimpulan dari keseluruhan artikel yang digunakan menyatakan bahwa kepuasan kerja masih berperan cukup besar dalam memprediksi intensi keluar kerja.
Construct validity test on the Indonesian version of Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (CDSES) P. Tommy Y. S. Suyasa; Jessyca Jessyca; Felita Oktaviani; Amala Fahditia
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/178400

Abstract

This study aimed to assess the construct validity of Indonesian version of the Career Decision-Making Self-Efficacy Scale (CDSES) by conducting a convergent evidence test. This version comprised 30 items that measured individual confidence in making career-related decision across seven dimensions, including occupational information (OI), goal selection (GS), self-appraisal (SA), school achievement (ScA), problem-solving (PS), social support (SS), and planning. Despite passing the content validity test, CDSES-Indonesian version lacked psychometric properties in terms of convergent evidence. A construct validation analysis was carried out, incorporating the NEO-PI instruments developed by Costa & McCrae in 1992 into CDSES-Indonesia version. This study involved 211 respondents, including 123 women and 88 men aged between 17 and 35, all being university students. Google Form was used as a platform to distribute the questionnaires for the two measuring instruments to the participants. The results showed a significant relationship between CDSES and personality traits. Four personality traits, namely conscientiousness, openness, extraversion, and agreeableness, exhibited positive correlations with CDSES, while neuroticism showed a negative relationship.
Psychosocial Experiences of Indonesian Performing Musicians In Building a Sustainable Career Aurelia S. Djuanto; P. Tommy Y. S. Suyasa
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 4 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i4.224

Abstract

This study explores the challenges and strategies of Indonesian musicians in establishing sustainable careers from psychosocial experiences. The study utilizes Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) on six professional musicians with over ten years of experience. The findings reveal the importance of adaptation, personal growth, maintaining passion, and creativity. The study concludes that happiness, health, and productivity are crucial for career sustainability, emphasizing the interrelation of personal identity, social support, and career dynamics in the music industry. The research highlights the need for musicians to navigate psychosocial challenges effectively to build long-term, fulfilling careers.
Peran Dukungan Atasan terhadap Intensi Keluar Karyawan: Kepuasan Kerja sebagai Mediator Suyasa, P. Tommy Y. S.; Mulyatri, Lydia; Sebastiaan Rothmann
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.409

Abstract

Pandemi telah menciptakan kondisi yang menantang terhadap cara kerja tradisional selama ini bahkan hingga saat ini selepas pandemi. Manajer menjadi harus beradaptasi secara cepat ke kondisi “tidak tahu yang tidak diketahui” sebagaimana mereka berusaha mendukung karyawan di lingkungan kerja untuk beradaptasi dengan perubahan. Karyawan yang pada umumnya menghabiskan sebagian besar waktunya di perusahaan dengan batasan-batasan fisik sekarang harus menyesuaian diri dengan cepat dalam kondisi bekerja remote ataupun hybrid ataupun kembali bekerja di kantor. Berbagai penelitian di seluruh dunia dilakukan untuk mendukung upaya mengeksplorasi berbagai hal yang dinilai efektif dalam penyusunan strategi kepuasan kerja karyawan. Organisasi juga menyadari bahwa ketidakpuasan kerja dapat berkontribusi terhadap intention to leave yang dapat berdampak negatif pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran dukungan atasan dalam memprediksi intensi untuk keluar pada karyawan dengan kepuasan kerja sebagai mediator. Peneliti akan membahas aspek dukungan atasan ini lebih komprehensif dengan menggunakan 3 dimensi yang berasal dari self-determination theory, yaitu dukungan otonomi, kompetensi serta keterkaitan. Partisipan penelitian adalah 337 karyawan dengan status permanen perusahaan berusia produktif dari berbagai departemen dan bidang industri di jabodetabek. Pengambilan data dilakukan melalui survey dengan metode convenience sampling sebagai bagian dari metode non-probability sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah. Supervisor Behaviour Scale (SBS), Intention to leave Scale (ILS), Job Satisfaction Survey (JSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja memediasi secara penuh variabel dukungan atasan dalam memprediksi intensi untuk keluar. Dengan kata lain, semakin tingginya dukungan atasan dapat memprediksi turunnya intensi karyawan untuk keluar melalui peran mediasi dari meningkatnya kepuasan kerja karyawan.
GAMBARAN CHARACTER STRENGTHS PADA REMAJA YANG BERMINAT TERHADAP PERTANIAN Cecilia Tiara Putri; P. Tommy Y. S. Suyasa
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.229

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan karakter (character strengths) yang dimiliki oleh mahasiswa yang berminat terhadap pertanian. Pertanian adalah kegiatan menanam (bercocok tanam), memelihara tanaman, hingga membuahkan hasil. Pertanian merupakan salah satu tujuan yang dicanangkan oleh PBB dalam rangka pelestarian kehidupan di muka bumi (on the land / SDGs No. 12). Individu yang berminat terhadap pertanian memiliki sejumlah kekuatan karakter (character strengths) yang menarik untuk dipahami. Menurut Peterson dan Seligman (2004) kekuatan karakter terdiri dari enam kebajikan inti, yaitu: (a) kemanusiaan (humanity), (b) keadilan (justice), (c) kesederhanaan (temperance), (d) keberanian (courage). (e) kebijaksanaan (wisdom), dan (f) transenden (transcendence). Partisipan penelitian ini berjumlah tiga orang, terdiri dari satu laki-laki, dan dua orang perempuan berusia 21-22 tahun; pernah ikut serta dalam program pelestarian/pengembangan pertanian. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa partisipan memiliki indikasi kekuatan karakter: humanity (love, kindness), justice (fairness, teamwork, leadership), wisdom (judgement [open mindedness], love of learning, curiosity), transcendence (hope, humor).
Co-Authors Agung, Nicolette Kevin Rose Albertha Haga Ciptaningtyas Alexander Abraham Daeng Kuma Amadeus, Felix Amala Fahditia Angelina Alvina Ayuprilani Appulembang, Yeni Anna Ariyanti, Tita Aulia Aurelia S. Djuanto Bonar Hutapea Cecilia Tiara Putri Debora Basaria Dewi, Fransisca I. R. Dian Ardianti Dinah Kartana Djuanto, Aurelia S. Fahditia, Amala Fakkar, Elisabeth Juliarti Felita Oktaviani Felita Oktaviani Felycia Klaviera Mulyana Florencia Irena Florensia Louhenapessy Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Dewi Goodman, Wayne K. Hanna Christina Uranus Harsoyo, Tania Talitha Hartanto, Steffi Hayfatunisa, Gea I Made Budiana Ignatius Roni Setyawan Indarji, M Kharis Agung Irkas, Adhwa Umniyyah Danur Ismoro Reza Prima Putra Jap Tji Beng Jaya, Edo S. Jessica Jessica Jessica Jessica Jessyca Jessyca Jessyca, Jessyca Joyce Natalia Setiawan Kevin Djasa Lahdji, Mona Lie, Daniel Lie, Daniel Lilies Nuraini Linda Wati Lukas Juliano Luthfiyah, Sahla Ikhlasul Maghfira, Naya Astri Mar'at, Samsunuwijati Masita, Danny Mirda Sari Ningtyas Dara Pertiwi Mona Lahdji Mulyatri, Lydia Mutiara, Raden Naomi Margaretha Hutahaean* Naomi Soetikno Nurbani, Anna Nurcintame, Nydia Putri Nurul Husna Oktaviani, Felita Puspa Putri Sajuthi Putri, Angiza Ananda Rae, Olivia Beatrix Rahaditya, R. Raja O. Tumanggor Rasai Tumcala, Gabi Manuru Riana Sahrani Riska Umami Lia Sari Rita Markus Idulfilastri Rizki Dwi Prasetya Sagunda Nur F, Valentin Sari, Meylisa Permata Sartika Zumria Sebastiaan Rothmann Sihotang, Fitriana Nursinta Siti Djauharoh Stephanie Angelina Stephanus Arbi Setyastoro Storch, Eric A. Suci Fadhla Hasanah Sugiarto, Winoto Tardy, Giovanni Christine Taruman, Evangel Chloe Theresia Meirosa Purba Ticoalu, Christiana L. Tumanggor, Raja O. Tumanggor, Raja Oloan Vallerie Meijer Venesia, Venesia Wibisono Ghany Fitriadi Wijaya, Erik Yenike Margaret Isak Yuliana Yuliana Yunita Christiana Zamralita Zamralita