Claim Missing Document
Check
Articles

Teachers’ Challenges in ICT Integration for Early Childhood Education: A Systematic Literature Review Hawa Nurul Jannah; Rita Mariyana; Moh Syaikhol Hadi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1500

Abstract

Teachers still encounter obstacles when trying to include ICT into early childhood education, despite the growing importance of this practice in promoting digital literacy and age-appropriate learning. Researchers in this study want to learn more about current trends in the field and the obstacles that educators have when trying to include technology into their work with young children. Using the criteria outlined in PRISMA 2020, a systematic literature review was performed using 23 journal articles indexed by Scopus and published between 2016 and 2025. Studies that focused on teachers' experiences, both empirically and conceptually, made up the unit of analysis. Data were analyzed using thematic synthesis and bibliometric mapping to identify patterns and trends. The findings reveal growing research interest in ICT-ECE, alongside persistent barriers related to infrastructure, limited professional development, low TPACK levels, and difficulties aligning ICT with play-based pedagogy. These results imply the need for context-sensitive ICT integration models and sustained teacher capacity building to inform policy and practice.
Media Digital dalam Pembelajaran Literasi Finansial Anak Usia Dini Rina Mustika; Rita Mariyana; Badru Zaman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025): November - December 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital dalam pembelajaran literasi finansial anak usia dini, khususnya pada jenjang taman kanak-kanak, melalui pendekatan literature review deskriptif-analitis. Kajian ini menelaah artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020-2025 dengan melakukan pencarian pada beberapa basis data seperti Google Scholar, DOAJ, ERIC, dan Garuda. Dari 62 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, sebanyak 22 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut menggunakan teknik content analysis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media digital seperti permainan edukatif, aplikasi interaktif, video animasi, dan augmented reality efektif dalam meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep dasar keuangan, termasuk pengenalan uang, kebiasaan menabung, serta pembedaan kebutuhan dan keinginan. Media digital juga terbukti meningkatkan motivasi belajar dan memperkaya pengalaman belajar apabila dirancang interaktif, kontekstual, dan sesuai tahap perkembangan anak. Namun, beberapa kendala teridentifikasi, antara lain keterbatasan literasi digital pendidik, akses perangkat teknologi, serta risiko distraksi pada penggunaan digital. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pendampingan guru dan orang tua, serta pengembangan kebijakan pembelajaran PAUD yang mendukung integrasi media digital secara efektif. Kajian ini memberikan dasar teoretis dan praktis bagi penelitian selanjutnya, terutama terkait pengembangan model pembelajaran literasi finansial berbasis teknologi di pendidikan anak usia dini.
Keteladanan dan Pembiasaan sebagai Landasan Strategi Guru dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Oktavika Dewi Rukmandari; Rita Mariyana; Aan Listiana
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1710

Abstract

Pendidikan karakter anak usia dini menuntut keterpaduan antara dimensi moral, sosial, dan spiritual melalui pengalaman langsung yang berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keteladanan dan pembiasaan sebagai dua landasan strategis dalam pembentukan karakter anak usia dini dengan merujuk pada teori moral klasik Lickona, Bandura, dan Ki Hajar Dewantara, serta hasil penelitian empiris periode 2019–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan sumber literatur dari database Garuda, Google Scholar, Scopus, dan DOAJ menggunakan kata kunci teacher character education, modeling, habituation, moral development, early childhood, dan religious-based education. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai figur moral, fasilitator, dan perancang lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter anak. Keteladanan menjadi model perilaku melalui mekanisme observational learning, sedangkan pembiasaan menumbuhkan internalisasi nilai melalui pengulangan bermakna. Nilai religius memperkuat dimensi spiritual dan integritas moral anak. Sinergi keduanya menghasilkan pembentukan karakter yang stabil, kontekstual, dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Children's Behavioral Problems and the Need for Digital Guidance Services: A Survey of Kindergarten Teachers in Indonesia Listiana, Aan; Hikmatyar, Aditya Aditama Putri; Bacotang, Juppri; Rachmawati, Yeni; Mariyana, Rita
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 11 No 2 (2026): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v11i2.30076

Abstract

Behavioral problems in early childhood represent a persistent challenge for kindergarten teachers, particularly in low- and middle-income country contexts where access to professional counseling and child mental health support is severely constrained. This study aimed to (1) identify the types and frequency of children's behavioral problems most commonly encountered by kindergarten teachers in Indonesia, and (2) examine teachers' perceived needs for the features of a digital guidance service application. Employing a descriptive quantitative needs assessment design, data were collected from 115 kindergarten teachers across diverse regions of Indonesia (West Java, East Kalimantan, Maluku, and South Sumatra) via an online questionnaire. The instrument, comprising 15 Likert-scaled application feature items, demonstrated strong psychometric properties (Cronbach's α = 0.92; KMO = 0.87). Physical aggression (hitting/pushing peers) was the most prevalent behavioral problem (51.7%), with 69.8% of teachers encountering behavioral problems at least three times per month. All 15 digital application features received positive evaluations (means: 3.95–4.60). Practical handling tips (M = 4.60), video tutorials (M = 4.59), and informational articles (M = 4.58) were ranked highest. Professional consultation features were positively evaluated but ranked lower than self-accessible educational resources. These findings provide an empirical foundation for developing teacher-centered digital guidance services that are practical, affordable, and contextually responsive to the realities of early childhood education in Indonesia. Future experimental and participatory design studies are warranted to validate and translate these needs into effective application features.
The Effect of Nature Based Learning Model On The Computational Thinking of Early Childhood Fakhita Indira Haris; Rita Mariyana; Badru Zaman
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): May - Agustus 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1693

Abstract

Computational thinking has become an essential competency in 21st-century education, yet its integration into early childhood learning remains limited. This study aimed to examine the effect of the nature based learning model on the computational thinking abilities of children aged 5–6 years. A quantitative approach with a quasi-experimental, non-equivalent control group design was employed involving 32 children selected through purposive sampling. Data were collected using performance-based assessments, observation, and documentation, and analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results revealed a significant improvement in children's computational thinking following the intervention (Z = −3.563, p = .007). These findings indicate that the nature based learning model effectively promotes computational thinking through authentic learning experiences and may serve as an alternative instructional approach for strengthening 21st-century skills in early childhood education
Penguatan Nilai Kasih Sayang Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Perilaku Qur'ani Iis Aisah; Mubiar Agustin; Rita Mariyana
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2598

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian, perilaku prososial, serta perkembangan sosial-emosional anak. Salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan sejak dini adalah kasih sayang (rahmah) yang dalam perspektif Islam menjadi inti ajaran Al-Qur'an dan keteladanan Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wassalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penguatan nilai kasih sayang anak usia dini melalui pembiasaan perilaku Qur'ani dalam kegiatan harian sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di TK Daarut Tauhid Bandung. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping, orang tua, dan peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan perilaku Qur'ani yang dilakukan secara konsisten melalui kegiatan salam, senyum, sapa, doa bersama, berbagi, tolong-menolong, penghormatan kepada guru, menjaga kebersihan, dan keteladanan guru mampu memperkuat nilai kasih sayang pada anak usia dini. Proses internalisasi berlangsung melalui tahapan pengenalan nilai, pembiasaan, dan internalisasi yang didukung oleh budaya sekolah Islami, keteladanan guru, pengalaman langsung anak, serta kolaborasi dengan keluarga.
Strengthening Mothers’ Roles in the Family Economy through Entrepreneurship Training for Frozen Nila (Tilapia) MSMEs to Support Early Childhood Development Rudiyanto; Rita Mariyana; Heny Djoehaeni; Badru Zaman; Aditya Aditama Putri; Thessa Elisabeth Sinaga
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 4 (2026): November (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i4.22816

Abstract

Mothers in rural areas often serve dual roles as primary caregivers and educators of young children and as potential contributors to household economies. However, their entrepreneurial potential often receives limited systematic support. This community service program aims to strengthen mothers’ entrepreneurial skills and economic roles through training in frozen tilapia processing under the brand name “Nila Frost” in Kampung Rancakandong, Sukamelang Village, Subang Regency, Indonesia. The program also seeks to indirectly support early childhood development by strengthening household economic capacity. The implementation involved 12 participants who received entrepreneurship and business management training, hands-on fish-processing instruction covering sorting, freezing, and vacuum packaging based on the 3C principles of cleanliness, cold storage, and speed, as well as branding, cost calculation, pricing, and digital marketing training using Instagram, Facebook, and WhatsApp Business. Program implementation was evaluated using observation sheets, and the data were analyzed descriptively. The results indicate that participants developed their knowledge and practical skills in value-added, food-safe, and market-oriented tilapia processing. These skills have the potential to create additional household income opportunities and improve children’s access to high-quality animal protein. The program highlights the contribution of women’s economic empowerment to the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 3 (Good Health and Well-Being) through the promotion of safe and nutritious food, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) through the potential reduction of post-harvest losses and more efficient packaging, and SDG 17 (Partnerships for the Goals) through collaboration among universities, businesses, and local communities. By strengthening mothers’ entrepreneurial capacities and household economic resilience, this initiative may also indirectly contribute to improved parenting practices and early childhood development.
Analisis Deskriptif Tren Keterpaparan Teknologi Digital Anak Usia Dini Berdasarkan Data BPS 2020–2024 Andik Rahmatiah; Rita Mariyana
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2712

Abstract

Penggunaan telepon seluler (HP) dan internet oleh anak usia dini terus meningkat, tetapi bukti yang menyandingkan tren nasional dengan kondisi daerah masih terbatas. Penelitian ini mendeskripsikan tren penggunaan HP dan akses internet anak usia dini di Indonesia serta posisi Provinsi Jambi berdasarkan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis deskriptif kuantitatif menggunakan selisih poin persentase dan rasio perubahan yang dihitung dengan Microsoft Excel. Secara nasional, penggunaan HP anak usia 0–6 tahun naik dari 33,44% (2022) menjadi 39,71% (2024), sedangkan akses internet naik dari 24,96% menjadi 35,57% (rasio perubahan 42,51%), sehingga selisih HP–internet menyempit. Pada 2024, penggunaan tertinggi ada pada usia 5–6 tahun, tetapi anak di bawah satu tahun juga sudah terpapar. Di Provinsi Jambi, akses internet penduduk usia 5 tahun ke atas meningkat dari 41,34% (2020) menjadi 56,07% (2021), masih di bawah angka nasional 2020 (53,73%), dan pada 2024 sebanyak 74,88% anak usia 5–17 tahun mengakses internet. Karena populasi indikatornya berbeda, angka Jambi merupakan proksi dan tidak dibandingkan langsung dengan angka anak usia dini. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan orang tua dan literasi digital keluarga.
Pegaruh Project Based Learning terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Anak Usia Dini Laela Nurhayati; Heny Djoehaeni; Rita Mariyana; Ine Rahaju
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 7 No. 2 (2024): May - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v7i2.645

Abstract

Kemampuan anak usia dini bukan hanya calistung yang bisa baca dan berhitung saja, tetapi bagaimana anak dapat memaknai simbol huruf dan angka sebagai bagian dari literasi numerasi yang menjadi kemampuan anak akan simbol huruf dan angka dapat ia pergunakan dalam kehidupan sehari-harinya terus terkuatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan literasi numerasi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan Pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest Design. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa project based learning memiliki pengaruh terhadap kemampuan Literasi numerasi anak usia dini. Karena setelah diterapkan model pembelajaran project based learning dapat menunjukan kemampuan dasar untuk memecahkan masalah matematis dalam konteks nyata, meningkatkan daya pikir kritis, dan membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep numerasi, kreatif dan kolaboratif. Anak dapat mengenali dan melihat hubungan antar pola, simbol dan data.