Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Respon Kandungan Klorofil, Nitrogen dan Kadar Air Daun Terhadap Aplikasi Pemupukan ZA Pada Tanaman Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc) Adelina, Rasmita; Harahap, Sriwinaty; Nasution, Yusriani; Siregar, Septi Agustina; Budi, Rahmad Setia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7559

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon kandungan klorofil, nitrogen dan kadar air daun terhadap aplikasi pemupukan ZA pada tanaman salak sidimpuan dengan membandingkan kandungan klorofil, nitrogen dan Kadar Air sebelum dan sesudah pemupukan. Penelitian ini  dilaksanakan dari  bulan Maret  sampai dengan Juli, di pertanaman salak yang berlokasi di desa Palopat Maria Kec. Padangsidimpuan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan pada ketinggian tempat ± 400 mdpl. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survei dengan Tehnik Purposive Sampling dalam penentuan tanaman sampel. Jumlah tanaman sampel 10. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Uji Independent Sampel T – test. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa Perbandingan Kandungan Klorofil daun tanaman salak sebelum dan sesudah pemupukan tidak berbeda nyata. Perbandingan Kandungan Nitrogen daun tanaman salak sebelum dan sesudah pemupukan berbeda nyata. Perbandingan Kandungan Kadar Air daun tanaman salak sebelum dan sesudah pemupukan berbeda nyata.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Bekas Penambangan Tradisional Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq) di Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal Hasibuan, Azhari; Nasution, Yusriani; Lubis, Erwin Syah; Adelina, Rasmita
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 8, No 2 (2024): JASc (Journal of Agribusiness Sciences)
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v8i2.21385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan bekas penambangan tradisional pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq) di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal. Enam komposit tanah sampel digunakan dalam penelitian ini sebagai bahan baku penelitian. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel di Desa Aek Manyuruk, Desa Simpang Bajole, dan Desa Bandar Limabung. Investigasi ini dilakukan dengan menggunakan analisis laboratorium dan metode kerja lapangan. Tahap ini diawali dengan observasi wilayah sekitar, dilanjutkan dengan penentuan koordinat pengambilan sampel. Analisis laboratorium meliputi: Tanah tekstur, KTK, Ca (dd), Mg (dd), Na (dd), K (dd), dan C-organik. Hasil evaluasi kepatuhan lahan menunjukkan kondisi kesesuaian lahan sesuai (S2) dengan faktor pembatas bahaya erosi bulan kering (wa), KTK (nr), bahaya basa (nr), dan ringan (eh).
Pengaruh Polyacrylamide (PAM) Dan Kompos Pelepah Salak Terhadap Sifat Fisik Dan Ketahanan Tanah Pada Erosi Lereng Salak (Salacca sumatera Becc) Di Kabupaten Tapanuli Selatan Siregar, Rita Hayati; Nasution, Yusriani; Harahap, Rasmita Adelina; Pulungan, Sutan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10280

Abstract

Tanaman salak sebagai tanaman konservasi harus dipertahankan namun dibarengi dengan tindakan konservasi lainnya seperti  penambahan bahan  pemantap tanah (Polyacrylamide)  dan amelioran lain agar produktifitas tanah dapat ditingkatkan dan terhindar dari erosi. Tujuan penelitian mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan polyacrylamide (PAM), mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan kompos pelepah salak dan mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan PAM dan kompos pelepah salak.  Penelitian  ini menggunakan  metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan, terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 satuan percobaan. Faktor 1: Dosis Polyacrylamide M0 = Kontrol  M1 = 30 gr/tanaman, M2 = 60 gr/tanaman, M3 = 90 gr/tanaman, Faktor 2: Kompos Pelepah Salak, K0  =   kontrol    P0    (Kompos Pupuk Kandang), K1  =  kompos  P1 (Campuran Kompos Pelepah Salak + Pupuk Kandang), K2 = kompos P2 (Campuran Kompos Pelepah Salak + Pupuk Kandang + Polyacrylamide). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan PAM tidak pengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air tanah, dan berat volume tanah, namun penggunaan kompos berpengaruh nyata (P0.05) terhadap berat volume tanah dan kadar air tanah, kombinasi perlakuan PAM dengan kompos pelepah salak berpengaruh nyata terhadap fraksi pasir dan kadar air tanah, pemberian  PAM dan  Kompos Pelepah Salak dapat menurunkan laju erosi pada perlakuan M1K2 (Polyacrylamide 30 gr/tanaman+kompos pelepah salak+pupuk kandang) menjadi 20,05 ton/ha/tahun
Analisis Perbandingan Produksi Dan Pendapatan Kelapa Sawit Yang Dipupuk Dengan Tidak Dipupuk Ramadianto, Ramadianto; Pulungan, Sutan; Nasution, Yusriani; Harahap, Rasmita Adelina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10559

Abstract

Kecamatan Angkola Sangkunur merupakan salah satu kecamatan penghasil kelapa sawit di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas buah dan hasil panen secara signifikan sehingga akan mempengaruhi harga kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor produksi dan pendapatan kelapa sawit yang dipupuk dan tidak dipupuk. Metode penelitian menggunakan metode survei, eksperimen, dan analisis deskriptif di lokasi Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil penelitian didapatkan kelapa sawit yang dipupuk memiliki peningkatan rata-rata produksi sebesar 84,38 % dari rata-rata produksi kelapa sawit yang tidak dipupuk. Selanjutnya segi peningkatan rata-rata pendapatan sebesar 72,58 % dari rata-rata pendapatan kelapa sawit yang tidak dipupuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Besaran biaya pengeluaran untuk pupuk yang digunakan per bulan pada tanaman kelapa sawit yang dipupuk adalah sebesar Rp. 345.508,32.
Edukasi Pendugaan Unsur Hara Tanah Berdasarkan Uji Nyala Lampu Dalam Rangka Pengabdian Masyarakat Di Desa Simatohir, Kecamatan Padangsidempuan Angkola Julu, Padangsidempuan. Amnah, Rizky; Adelina, Rasmita; Siregar, Erin Alawiyah; Pane, Doharni; Harahap, Sriwinaty; Nasution, Yusriani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9477

Abstract

Unsur hara merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan produksi tanaman. Kandungan unsur hara tanah harus tetap dijaga ketersediaannya agar tidak menjadi faktor pembatas bagi tanaman. Pengetahuan tentang kandungan unsur hara yang terdapat di dalam tanah perlu diketahui dalam rangka pengelolaan kesuburan tanah. Pengukuran kandungan unsur hara dalam tanah biasanya dilakukan dengan analisis kimia di laboratorium yang membutuhkan biaya mahal. Terdapat cara lain yang dapat digunakan oleh petani untuk mengukur kandungan unsur hara yang dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga. Cara tersebut adalah dengan alat Uji nyala lampu.  Uji nyala lampu merupakan metode sederhana untuk menduga kandungan hara dalam tanah yang bersifat kualitatif, yaitu hanya berdasarkan nyala lampu. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada petani tentang petingnya pengelolaan kesuburan tanah dan pendugaan kandungan hara dalam tanah dengan uji nyala lampu. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Simatohir, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi serta metode praktek. Hasil dari kegiatan ini diperoleh bahwa para peserta sangat antusias dan responsif yang ditandai dengan adanya pertanyaan dari peserta. Berdasarkan hasil uji nyala lampu, tanah desa Simatohir mengandung cukup unsur hara namun perlu dikelola agar kesuburannya dapat ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan bahan organik seperti kompos
Kajian Pemupukan Kelapa Sawit Di Kecamatan Muara Batang Toru Tapanuli Selatan Sahwana, Hendra; Pulungan, Sutan; Nasution, Yusriani; Harahap, Rasmita Adelina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9949

Abstract

Pemupukan merupakan suatu kegiatan penambahan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemupukan kelapa sawit harus dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung produktivitas tanaman. Kecamatan Muara Batang Toru merupakan salah satu dari lima belas kecamatan yang ada di Tapanuli Selatan dan menjadi salah satu kecamatan yang menjadi sentra produksi sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan petani sawit di Kecamatan Muara Batang Toru tidak memupuk tanaman sawitnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan pada bulan Juli 2024 dengan konsentrasi pengumpulan data dilaksanakan di aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Batang Toru.  Subjek penelitian adalah petani kelapa sawit dan objek penelitian adalah pemupukan kelapa sawit. Teknik pengumpulan data dengan observasi mendalam dan yang menjadi responden adalah petani sawit yang tidak melakukan pemupukan sebanyak 27 orang dengan analisis kualitatif secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa alasan petani tidak memupuk sawitnya adalah; 1) Tidak mempunyai uang untuk memupuk. 2) Harga pupuk yang mahal, 3) produksi sawit yang dipupuk tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk pupuk, dan 4) Kadang pupuk susah didapat. Kesimpulan adalah petani tidak memiliki modal banyak untuk pemupukan kelapa sawit
Inovasi Pupuk Organik dalam Budidaya Kangkung, Bayam dan Sawi di Desa Sinyior Kecamatan Angkola Barat Siregar, Erin Alawiyah; Amnah, Rizky; Pulungan, Sutan; Syafiruddin; Nasution, Yusriani; Adelina, Rasmita; Yanty, Dini Puspita
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i1.472

Abstract

Pertanian organik semakin penting untuk keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan petani, terutama di wilayah pedesaan. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat merusak kualitas tanah dan lingkungan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Sinyior dalam budidaya sayuran menggunakan pupuk organik seperti teh kompos dan POC (Pupuk Organik Cair) untuk meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. Mitra dalam pengabdian ini adalah kelompok petani di Desa Sinyior. Metode yang digunakan meliputi pelatihan pembuatan teh kompos, penerapan teknik budidaya, serta pendampingan dalam proses pemeliharaan tanaman. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa tanaman sawi, kangkung, dan bayam yang dibudidayakan dengan menggunakan teknik ini tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang berkualitas. Pemupukan organik terbukti efektif dalam meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian. Pengabdian ini penting karena memberikan alternatif solusi pertanian ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung keberlanjutan pertanian di Desa Sinyior
Evaluasi Kesesuaian Lahan Komoditas Pangan Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan Nasution, Yusriani; Erwinsyah, Erwinsyah; Syafiruddin, Syafiruddin; Romadhona, Beny; Lubis, Yeni; Nover, Johanes Lan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10797

Abstract

Pertanian Terpadu dan Terintegrasi merupakan program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Data karakteristik lahan dan ketersediaan bahan organik diperlukan untuk mendapatkan sumber daya pupuk organik dalam pembuatan pupuk organik. Metode Penelitian dengan Metode Survey pengambilan sampel tanah purposive sampling, setiap desa 4 sampel dikompositkan menjadi 1 sampel. Jumlah seluruh sampel 21 sampel. Metode evaluasi Lahan yang digunakan metode matching. Data lahan pada lahan pertanian termasuk kedalam potensi bahan organik sebagai bahan pembuatan kompos dan identifikasi tanaman masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sumber daya pupuk organik dan kesesuaian lahan komoditi pangan pada 21 Desa/Kelurahan. Hasil penelitian adalah 16 (tujuh belas) desa mempunyai factor pembatas berat kelas (S3) sesuai marjinal pada kelas kesesuaian lahan actual yaitu media perakaran (tekstur tanah agak kasar sampai kasar, dan ketersediaan hara. Sedangkan 5 desa tergolong kelas kesesuaian lahan Aktual N (tidak sesuai) pada penggunaan lahan komoditi pertanian
Analisis Perbandingan Produksi Dan Pendapatan Kelapa Sawit Yang Dipupuk Dengan Tidak Dipupuk Ramadianto, Ramadianto; Pulungan, Sutan; Nasution, Yusriani; Harahap, Rasmita Adelina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10975

Abstract

Kecamatan Angkola Sangkunur merupakan salah satu kecamatan penghasil kelapa sawit di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas buah dan hasil panen secara signifikan sehingga akan mempengaruhi harga kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor produksi dan pendapatan kelapa sawit yang dipupuk dan tidak dipupuk. Metode penelitian menggunakan metode survei, eksperimen, dan analisis deskriptif di lokasi Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil penelitian didapatkan kelapa sawit yang dipupuk memiliki peningkatan rata-rata produksi sebesar 84,38 % dari rata-rata produksi kelapa sawit yang tidak dipupuk. Selanjutnya segi peningkatan rata-rata pendapatan sebesar 72,58 % dari rata-rata pendapatan kelapa sawit yang tidak dipupuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Besaran biaya pengeluaran untuk pupuk yang digunakan per bulan pada tanaman kelapa sawit yang dipupuk adalah sebesar Rp. 345.508,32
Study of Land Characteristics in West Angkola and Marancar in Relation to the Fruit Quality of Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) Wahyuni, Sri; Nasution, Yusriani; Pulungan, Sutan; Adelina, Rasmita; Lubis, Erwin Syah; Harahap, Sri Winaty
International Journal of Natural Science Studies and Development (IJOSS) Vol. 2 No. 2 (2025): IJOSS
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijoss.v2i2.23

Abstract

Salak Sidimpuan is one of the leading crops and is favored by the people of South Tapanuli due to its unique taste and fruit appearance compared to salak grown outside the region. This type of salak primarily grows in the central salak production areas, particularly in Angkola Barat and Marancar sub-districts. This study aims to identify the differences in land characteristics for salak cultivation in Angkola Barat and Marancar, and to determine the relationship between land characteristics and the fruit quality of Salak Sidimpuan. The research method employed a field survey and purposive sampling, a sampling technique based on specific criteria. Statistical analysis was performed using an independent samples t-test and linear regression with SPSS software. The results of the t-test showed that land characteristics such as organic carbon (C-organic), phosphorus (P), and total dissolved solids (TDS) of the fruit in Angkola Barat and Marancar did not differ significantly. However, cation exchange capacity (CEC), nitrogen (N), and fruit weight showed significant differences. Regression analysis revealed that C-organic, CEC, N, P, and potassium (K) had a positive correlation with fruit quality in Angkola Barat, with correlation coefficients of 0.079, 0.670, 0.041, 0.651, and 0.412, respectively.