Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI DAN GERAKAN MAKAN IKAN DENGAN OLAHAN BAKSO UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BULULOE KABUPATEN JENEPONTO Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Suarni; Andi Indah Fajrina; Viralin Abas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.388

Abstract

Latar belakang: Gerakan makan ikan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan konsumsi ikan Indonesia. Konsumsi ikan dengan kandungan protein merupakan upaya untuk pencegahan stunting. Tujuan: kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya konsumsi ikan dan Gerakan makan ikan dengan olahan bakso dalam upaya pencegahan stunting. Metode: kegiatan berupa pemberian edukasi melalui penyuluhan pada ibu yang memiliki anak usia sekolah Dasar dan pemberian olahan bakso berbahan dasar ikan sebanyak 14 ibu di Desa Bululoe kabupaten Jeneponto. Hasil: menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan. usia anak mulai diberi makan ikan paling banyak kategori usia 1-3 tahun sebanyak 6 orang (43%), Sebagian besar ibu tidak pernah mengolah ikan dalam bentuk camilan sebanyak 12 orang (85.7%), anak yang tidak gemar makan ikan Sebagian besar disebabkan karena tidak suka baunya dan tidak suka rasanya masing-masing 5 orang (35.7%) dan semua responden dan anak menyukai rasa olahan bakso dari ikan (100%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi berupa penyuluhan, serta semua menyukai olahan bakso berbahan dasar ikan.
RATU CERIA (REMAJA TANGGUH CEGAH ANEMIA) UPT SMP NEGERI 1 KELARA Dewi Purnama Windasari; Iskandar Zulkarnaen; Esse Puji Pawenrusi; Gresina Kabinubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.427

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu keadaan dengan kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari normal. Anemia gizi besi pada remaja putri beresiko lebih tinggi karena menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingg amudah terkena masalah Kesehatan. Tujuan: untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah terjadinya anemia. Metode: Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyuluhan yang di bawakan oleh narasumber dan pembentukan Ratu Ceria (Remaja Tanggu Cega Anemia). Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui sekolah anak dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe, Pembentukan dan pelatihan Kader RATU CERIA. Hasil: Setelah diberikan Penyuluhan mengenai Anemia pada siswa diberikan Kembali kuesioner posttest, Siswa dapat menjawab soal dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 13 siswa (81,25%) dan dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 3 siswa (5\18,75%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi.
GITA CERDIK (GERAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN CEGAH DIARE DAN KECACINGAN) Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Nour Sriyanah; Renaldi M; Athira Nurul Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.456

Abstract

Latar Belakang : Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung maupun dengan kontak tidak langsung Metode : berdasarkan penyuluhan yang dilakukan dengan pemaparan materi dan pemutaran video edukasi serta dilakukannya demonstrasi cuci tangan pakai sabun pada siswa sekolah kelas 5 dengan jumlah siswa 15 orang. Waktu pelaksanaan pada hari Sabtu 25 Mei 2024 di SDN 74 Bira-Bira. Hasil : Sebelum diberikan edukasi terdapat 10 siswa ( 66,7%) yang memiliki pengetahuan Baik dan terdapat 5 siswa (33,3%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait Cuci Tangan Pakai Sabun. Setelah dilakukan edukasi. Terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori Tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 siswa (93,3%) dan tingkat pengetahuan kategori kategori kurang sebanyak 1 siswi (6,7%). Dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh anak sekolah SDN 7 Bira-Bira setelah dilakukan Penyuluhan GITA CERDIK ( Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Diare dan Kecacingan. Kesimpulan : Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan kegiatan edukasi dengan sampel 15 oorang siswa melalui pemaparan materi, pemutaran video dan demonstrasi cuci tangan pakai sabun ini secara keseluran sangat efektif, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar kelas 5 SDN 74 Bira-Bira. Keyboard : Cuci tangan, diare, kecacingan
EDUKASI MENGENAI TIMBANG (TINGKATKAN GIZI SEIMBANG ) PADA SISWA SD 74 BIRA-BIRA KECAMATAN BISSAPU Esse Puji Pawenrusi; Dewi Purnama Windasari; Nour Sriyanah; Jufri; A. Tenri Batari Candrayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.459

Abstract

Latar belakang: Prevalensi masalah gizi anak usia sekolah masih tinggi, padahal Indonesia memiliki Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Sosialisasi PGS dalam bentuk pendidikan gizi dan praktik gizi untuk mengaplikasikannya sangat penting dilakukan pada anak usia sekolah.Dinkes Sulawesi Selatan mencatat pada tahun 2015 prevalensi gizi kurang di daerah Kabupaten Bantaeng adalah sebanyak 10,3%. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi, praktik gizi, dan status gizi pada anak Sekolah Dasar. Hasil Pendidikan gizi meningkatkan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup. Pendidikan gizi yang diberikan belum dapat meningkatkan praktik membawa makanan gizi seimbang secara signifikan. Status gizi setelah pendidikan gizi menunjukkan perubahan jumlah untuk setiap kategori. Sebagian besar subjek berstatus gizi normal. Hasil uji beda menunjukkan pendidikan gizi memberikan perbedaan nyata antara: pengetahuan gizi pre test dan post test 1 (p=0,000; p0,05), pengetahuan gizi dengan status gizi dan praktik membawa makanan gizi seimbang (p>0,05), kecuali pengetahuan gizi post test II dengan praktik membawa makanan gizi seimbang observasi ke-4 (p=0,001; p<0,05). Kesimpulan: Terjadi perubahan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup setelah diberikan intervensi. Terjadi peningkatan kemudian penurunan subjek yang membawa makanan gizi seimbang setelah intervensi. Tidak terjadi perbedaan signifikan status gizi subjek sebelum dan setelah intervensi. Sebaiknyapihaksekolahmelakukanpenyuluhansetiapbulanyaataumelakukan program makananseimbang
PERLOMBAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL Aminullah; Nurleli; Esse Puji Pawenrusi; Yonarti Sulu Padang Ipang; Sri Eka Putri; ST.Nur Nadya yulianti; Melki Husain; Sarafia Inggrit Djeujana; Alvhina Damayanti; Yulinar Zaiful
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.464

Abstract

Latar belakang: Stunting dan wasting merupakan permasalahan gizi yang menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia. Posyandu sebagai salah satu wadah skrining awal kesehatan menjadi titik penting dalam memotong rantai pemahaman yang kurang terkait kesehatan. Kader posyandu merupakan salah satu penyambung informasi yang efektif pada masyarakat agar rantai kebiasaan yang mengakibatkan stunting bisa dihilangkan. Penelitian Sari 2021 menjelaskan bahwa peningkatan keterampilan kader posyandu dan melakukan KIE mengenai stunting dapat meningkatkan upaya pencegahan stunting (Sari, Angraini, & Oktaria, 2021). Tujuan: Adanya pembekalan pemberian PMT ini agar para kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengenai pentingnya memperhatikan gizi makanan pada ibu hamil dan anak balita dalam mencegah stunting pada anak. Metode:. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu kader posyandu yang berada di wilayah Puskesmas Dampang,Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng dengan tahap awal. Tahap pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Hasil: Dalam penerapan pembuatan menu PMT, dari 5 posyandu yang mengikuti kegiatan demonstrasi masak yang menerapkan pembuatan menu PMT dengan menggunakan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan didaerah masing-masing dengan alasan kenapa kelompok kami memliki panggan lokal ini karena optimalisasi pemanfaatan pangan lokal atau pangan yang ada di sekitar masyarakat merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi terbatasnya akses pangan keluarga. Dengan adanya upaya pemanfaatan pangan lokal, masyarakat desa khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah dapat meminimalisir alokasi pendapatan keluarga untuk membeli pangan. Kesimpulan: Edukasi pembuatan PMT pangan lokal dapat diterapkan kader posyandu di wilayah masing-masing dengan membuat menu yang beragam. PMT dapat dibuat dengan bahan baku yang banyak tersedia di wilayah masing-masing. Pemanfaatan makanan lokal memberikan manfaat penting dalam pencegahan stunting dengan pemenuhan gizi pada anak. Intervensi penggunaan maknan lokal sebagai MPASI memberikan hasil positif dalam pencegahan stunting pada anak
EDUKASI PENTINGNYA KONSUMSI IKAN PADA SISWA DI SD NEGERI 48 LAPPAE KABUPATEN SINJAI Andi Abad Jemma; Kamariana; Esse Puji Pawenrusi; Marisna Eka Yulianita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.586

Abstract

Latar belakang: Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Demi tercapainya sumber daya manusia yang berkualitas, diperlukan konsumsi pangan yang bergizi. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, termasuk kelompok anak usia sekolah. Tujuan: Tujuannya agar siswa-siswi memahami dan mengetahui manfaat serta kandungan gizi yang terdapat dalam ikan. Solusi yang diberikan dalam sosialisasi ini mencakup penyampaian materi tentang pentingnya mengonsumsi ikan dan ajakan untuk membiasakan diri gemar makan ikan. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah dalam bentuk sosialisasi mengenai manfaat mengonsumsi ikan kepada siswa-siswi kelas 4 SDN 48 Lappae. Hasil: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan membentuk kesadaran baru mengenai pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan pertumbuhan anak. Kesimpulan: Sosialisasi memberikan dampak positif terhadap pengetahuan dan sikap siswa terhadap konsumsi ikan, terbukti dari peningkatan hasil post-test dan respon siswa.
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI MA AL-KHAERAT DESA BIJI NANGKA KECAMATAN SINJAI BORONG Fitria Handayani; Nurleli; Renaldi M; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.597

Abstract

Latar belakang: Remaja putri rentan untuk mengalami anemia karena kebutuhan akan nutrisi terkait dengan percepatan pertumbuhan, kehilangan darah menstruasi, malnutrisi dan asupan zat besi yang buruk. Anemia menurut WHO terjadi pada anak bila kadar Haemoglobin dalam darah kurang dari normal (<12 gr/dl). Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai anemia Metode: Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan seluruh siswi MA Al-Khaerat sebagai populasi. Sampel diambil dengan cara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Pre dan Post test untuk menilai tingkat pengetahuan tentang anemia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan disajikan dalam tabel. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan remaja putri setelah menerima intervensi. Pengetahuan Awal yang Rendah Pada tahap pre-test, skor rata-rata pengetahuan remaja putri menunjukkan bahwa pemahaman mereka mengenai anemia masih sangat rendah. Kesimpulan: Investasi dalam program edukasi kesehatan, khususnya mengenai anemia, pada kelompok remaja putri merupakan langkah krusial yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan.
PERI (PEMBERIAN EDUKASI REMAJA TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE) DI SMPN 33 SINJAI Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi; Suciawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.605

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius, disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi gizi. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kesehatan reproduksi, dan produktivitas. Tujuan: Edukasi tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe menjadi upaya strategis dalam pencegahan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMPN 33 Sinjai pada Mei 2025 dengan melibatkan 37 siswi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan setelah penyuluhan. Metode ceramah digunakan dengan bantuan media PowerPoint, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum penyuluhan, sebanyak 69,2% siswi memiliki pengetahuan kurang tentang Anemia. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan: 86,5% responden menunjukkan pengetahuan cukup. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar sekitar 51,35% dalam jumlah siswa yang memahami materi dengan lebih baik setelah intervensi dilakukan. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Penyuluhan gizi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Anemia. Edukasi yang berkelanjutan dan terstruktur sangat diperlukan sebagai langkah preventif jangka panjang untuk menurunkan angka anemia di kalangan remaja.
PENYULUHAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT DAN REMAJA PUTRI DI KELURAHAN LEMBANG GANTARANGKEKE Esse Puji Pawenrusi; Nurfadillah; Kamariana; Yasinta Mau; Andi Rizky Amaliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.609

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data primer yang sudah kami kumpulkan sebelumnya di kelurahan Lembang Gantaran Keke, masih tingginya angka pernikahan dini sebanyak 119 orang dengan presentase 56,9% dikarenakan tradisi,pergaulan bebas dan perjodohan yang sudah ada serta keterbatasan dari segi ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang dampak negatif dari pernikahan dini seperti risiko kesehatan,mental dan keterbatasan peluang pendidikan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan remaja putri tentang pentingnya dampak negatif dari pernikahan dini seperti risiko kesehatan,mental dan keterbatasan peluang pendidikan. Metode: :Menilai pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada masyarakat dan remaja putri. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Hasil: Diperoleh hasil sebelum dilakukan penyuluhan Tingkat pengatahuan Remaja dan Masyarakat yang kategori cukup 10 orang (40%), sedangkan remaja dan masyarakat yang memiliki pengetahuan yang katagori kurang sebanyak 15 orang (60%). Setelah dilakukan penyuluhan tentang dampak pernikahan dini pada remaja dan masyarakat ,dilakukan post tes dan didapatkan hasil pengetahuan remaja putri yang kategori cukup sebanyak 20 orang (80%) dan 5 orang (20%) yang memiliki pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan dampak pernikahan dini terhadap masyarakat dan remaja putri adanya peningkatan pengetahuan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI POSYANDU DAHLIA 2 WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI KOTA MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Mitrasehat Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v4i1.143

Abstract

Secara demografi populasi lansia meningkat dari tahun ke tahun, saat ini diperkirakan jumlah lansia sekitar 629 juta sehingga perlu perhatian terhadap masalah-masalah lansia . Salah satu perhatian pemerintah yaitu dengan membentuk posyandu lansia untuk meningkatkan kesejahteraan lansia apabila mereka memanfaatkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di Posyandu Dhlia 2 wilayah kerja Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan Cross Sectional, dengan jumlah sampel sebesar 33 orang yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan Chi Square diperoleh ada hubungan antara pengetahuan (p=0.000), sikap petugas kesehatan (p=0.003), jarak (p=0.007), dukungan keluarga (p=0.003) dengan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap petugas kesehatan, jarak, dukungan keluarga dengan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Saran dari peneliti, petugas kesehatan maupun kader posyandu lansia hendaknya secara proaktif dapat menjaring atau mengajak lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia, melalui suatu kegiatan edukatif yang menjelaskan akan manfaat dan keuntungan mengikuti kegiatan posyandu lansia.
Co-Authors A. Tenri Batari Candrayani Ade Isfi Hayatu Ulfa Alvhina Damayanti Aman, Andryanto Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Andi Abad Jemma Andi Indah Fajrina Andi Nur Aisyah Andi Rizky Amaliah Andi Wahyuni Andi Wahyuni Anugrah, Tiara Dwi Athira Nurul Annisa Ayu Lestari Ayumar, Andi Bairsady, Riona Fransina Dewi Hikmah Marisda Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Eka Wahyuni Eka Wahyuni Ernayulianti Ernayulianti Fatmawati Fitria Handayani Gresina Kabinubun Gunawan Halmina Ilyas Hardianti Hardianti Harlina Harlina Hasna Hilmiah Hilmiah Husnul Arbma Burhan Ilham Syam Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Ismaya Ivon, Ivon Jufri Kamariana, Kamariana Kasma, Andi Yulia La Mansyur La Tiwu Mangin, Kartini Maria Mitani Kewaru Marice Popla Marisna Eka Yulianita Marisna Eka Yulianita Matheus Costantinus Lodar Melki Husain Muh. Dzul Ikram Muh. Dzulkifli MN Muhammad Hatta Nadya Aulia Syahrir Najihah Najihah Neli Maesak Nour Sriyanah Nur Alfiana Damayanti Nurfadillah Nurfitri Nurfitri Nurhida Nurleli Nurleli Nurul Amalia Pratama, Ahmad Surya Pratiwi, Dewi Sari Rahma Yulis Rahmawati Rahmawati Rasmawati Rasmawati Renaldi M Riamilah Riamilah Sarafia Inggrit Djeujana Sitti Nurhadijah Sri Eka Putri Sri Syatriani Sri Wahyuni Ningsi ST. Nadia Astuti ST.Nur Nadya yulianti Suarni Suarni Suarni Suciawati Sudariari Sudariari Sudarni Suradi Efendi Viralin Abas Yasinta Mau Yati, Mimi Yonarti Sulu Padang Ipang Yulinar Zaiful Yunita Zamaa, Muhammad Sahlan Zulfiqrie Iskandar