Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN USIA DINI DI DESA SWADAYA KECAMATAN LIBURENG KABUPATEN BONE TAHUN 2015 Esse Puji Pawenrusi; Yunita
Jurnal Mitrasehat Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v5i1.149

Abstract

Kehamilan pada masa remaja mempunyai resiko medis yang cukup tinggi,karena pada masa remaja ini, alat reproduksi belum cukup matang untuk melakukanfungsinya.Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun.MenurutWHO tahun 2012, menunjukkan bahwa sebanyak 16 juta kelahiran terjadi pada ibu yangberusia 15-19 tahun.Komplikasi dari kehamilan dan persalinan merupakan penyebabutama kematian anak perempuan berusia 15-19 tahun di negara-negara berkembang.risiko terjadinya kematian ibu dan kematian bayi yang baru lahir 50% lebih tinggi dilahirkanoleh ibu di bawah usia 20 tahun dibandingkan pada ibu yang hamil di usia 20 tahun keatas. Berdasarkan Riskesdas tahun 2010, angka perkawinan usia dini (15-19 tahun) masihtinggi, yakni 46,7%.Tujuan penelitian ini adalah diketahui gambaran pengetahuan dan sikap remajaputri tentang kehamilan usia dini di Desa Swadaya Kecamatan Libureng Kabupaten Bone.Jenis penelitian ini adalah Deskriptif.Jumlah populasi yaitu 75 orang, dengantehnik pengambilan sampel Accidental Sampling.Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak55 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuancukup yaitu sebanyak 48 (87,3 %) remaja putri dan responden yang memiliki sikap baikyaitu sebanyak 48 (87,3 %) remaja putri.Simpulan penelitian ini sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan dansikap yang baik mengenai kehamilan usia dini.Disarankan agar remaja putri lebihmenambah wawasan tentang organ reproduksi wanita dan risiko kehamilan usia dini agardapat mencegah terjadinya kehamilan usia dini.
PERILAKU IBU DALAM PENANGANAN DINI GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATTINGALLOANG KOTA MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Maria Mitani Kewaru
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.164

Abstract

Faktor pengetahuan merupakan hal penting yang dibutuhkan dalam menangani gizi buruk. Pengetahuan yang baik tentang gizi buruk mempermudah ibu dalam menangani gizi buruk. Semakin banyak yang ibu tahu tentang bahaya gizi buruk dan penanganannya maka penyakit gizi buruk semakin mudah ditangani oleh ibu. Sikap dan tindakan ibu juga merupakan faktor yang penting yang diperlukan ibu dalam menangani gizi buruk. Jika sikap ibu dalam merespon gizi buruk tepat maka balitanya akan terhindar dan tidak terkena gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam penanganan dini gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Patingalloang Kota Makassar. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif yang sifatnya mengeksplorasi informasi dari informan. Informan dalam penelitian ini adalah ibu -ibu balita yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Pattingalloang Kota Makassar dan memiliki balita dan bisa memberikan informasi dengan menggunakan teknik purposif sampling dengan jumlah informan sebanyak 18 orang Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Pengetahuan ibu tentang Gizi Buruk cukup, dimana ibu mengetahui pengertian, penyebab, tanda–tanda dan cara pencegahan Gizi Buruk, sikap ibu tentang penanganan Gizi Buruk positif, dimana ibu memberikan gizi seimbang dan pola pengasuhan yang baik pada balitanya , tindakan ibu juga positif tetang pengobatan pada balitaya dimana ibu melakukan penanganan dengan memilih penanganan dari Dokter, Puskesmas atau Rumah Sakit. Dalam penelitian ini disarankan agar pengetahuan, sikap dan tindakan ibu ibu dalam penanganan Gizi Buruk dipertahankan, dan sebaiknya Dinas Kesehatan terkait agar lebih meningkatkan lagi sosialisasi tentang penanganan Gizi Buruk dengan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu balita atau membuat pelatihan khusus untuk ibu balita, sehingga angka prevalensi Gizi Buruk bisa diminimalisir dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat optimal.
Gambaran Dukungan Suami dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Ibu Persit di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar Andi Wahyuni; Esse Puji Pawenrusi; Nurhida
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.321

Abstract

Keluarga Berencana (KB) dalam perspektif organisasai kesehatan dunia yaitu suatu bentuk tindakan yang mengontrol pasangan suami istri untuk memilih kelahiran yang tidak diinginkan dan kelahiran yang diinginkan, menetapkan jumlah anak dalam keluarga, dan mengatur interval di antara kehamilan. Hasil Penelitian ini diperoleh responden terbanyak pada kategori umur yaitu antara 26-35 tahun terdapat 45 orang (60.0%), pada kategori pekerjaan responden terbanyak pada responden yang memiliki pekerjaan sebagai PNS sebanyak 27 orang (36.0%), pada kategori pemilihan jenis KB responden terbanyak yaitu pada pemilihan jenis KB IUD yaitu sebanyak 34 orang (45.3%) dan gambaran dukungan suami dalam pemilihan alat kontrasepsi pada ibu persit di RS TK. II Pelamonia Makassar sebanyak 74 orang (98.7%) yang mendapatkan dukungan dari suami dan sebanyak satu orang (1.3%) yang kurang mendapatkan dukungan dari suami untuk penggunaan kontrasepsi.
HUBUNGAN MANAJEMEN STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA JAYA Andi Wahyuni; Esse Puji Pawenrusi; La Mansyur La Tiwu
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.400

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah yang mengalir melalui pembuluh nadi (arteri), tempat mengalirnya darah dari jantung, dikenal sebagai tekanan darah. Menurut informasi yang dikumpulkan peneliti, Puskesmas Tamalanrea Jaya memiliki 1294 pasien hipertensi pada tahun 2021, dengan 609 laki-laki. dan 685 wanita. Kemudian pada bulan Januari dan Februari 2022 sebanyak 97 orang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini apakah adalah untuk mengetahui hubungan antara manajemen stres dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami Hipertensi diwilayah kerja puskesmas Tamalanrea Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel yaitu 62 pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen stres yang baik dengan tekanan darah normal berjumlah 30 responden (77,0%) untuk manajemen stres baik dengan tekanan darah tinggi berjumlah 9 responden (23,0%), sedangkan manajemen stres yang kurang baik dengan tekanan darah normal berjumlah 7 responden (30,0%) dan manajemen stres kurang baik dengan tekanan darah tinggi berjumlah 16 responden (70,0%). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan p-value=0.001 (p<0,005). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh menunjukan ada hubungan yang sangat signifikan antara manajemen stres dengan tekanan darah pada pasien hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya. Untuk masyarakat diharapkan agar dapat selalu melakukan pemeriksaan rutin ke pelayanan kesehatan jika terdapat gejala penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN JAJAN DENGAN KEJADIAN TIFOID DI RUMAH SAKIT PELAMONIA TK. II MAKASSAR Nurfitri; Esse Puji Pawenrusi; Hasna
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.401

Abstract

Latar belakang: Kondisi hidup yang lebih baik dan pengenalan antibiotik mengakibatkan penurunan drastis morbiditas dan mortalitas demam tifoid di negara-negara industri. Namun, penyakit ini terus menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak wilayah berkembang di Afrika, Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Pada perkiraan tahun 2019, terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya, yang mengakibatkan sekitar 110.000 kematian per tahun. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan jajan dengan kejadian tifoid di rumah sakit Pelamonia TK II Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RS. TK II Pelamonia Makassar. Penelitian ini dilakukan di RS. TK II Pelamonia Makassar. Populasi sebanyak 135 orang Di RS. TK II Pelamonia Makassar dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 45 responden. Analisis data menggunakan uji cji-square. Hasil: Pada penelitian ini diperoleh umur terbanyak adalah 21-30 tahun 26 responden (57.8%), dan kelompok umur terendah 41-50 tahun sebanyak 4 responden (8.9%), dengan jenis kelamin perempuan 24 responden (53.3%) dan jenis kelamin laki-laki 21 tahun (46.7%) dan tingkat pendidikan tertinggi S1 sebanyak 35 responden (77.8%). Dan untuk tingkat pengetahuan baik 18 responden (43.3%), cukup 17 responden (31.0%) dan kurang 10 responden (25.7%). Dan untuk pelaksanaan kebiasaan makan di luar rumah baik 35 responden (77.8%) dan buruk 10 responden (22.2%). Hubungan antara pengetahuan dengan kejadian tifoid di RS. TK II Pelamonia Makassar dengan nilai p 0.000. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan jajan dengan kejadian tifoid di rumah sakit Pelamonia TK II Makassar.
HUBUNGAN UMUR DAN KELELAHAN DENGAN STRES KERJA PADA HOME INDUSTRY LAUNDRY DI KOTA MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Sudarni
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.449

Abstract

Latar belakang: Ketika seseorang mengalami stres kerja, mereka berada di bawah tekanan fisik dan mental di tempat kerja. Sejak tahun 1990-an, 80% dari semua kompensasi pekerja kesehatan telah digunakan untuk membayar penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, sedangkan di Inggris (UK), 71% manajer melaporkan mengalami masalah dengan kesehatan fisik dan mental mereka sebagai akibat dari stres. Manajer ini diidentifikasi di Australia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara umur dan kelelahan dengan stres kerja pada home industry laundry Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang ada pada home industry laundry dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang menggunakan pendekatan total sampling. Uji chi square digunakan dalam penelitian ini. Hasil: Hubungan umur dengan stres kerja menunjukkan bahwa dari 59 responden berdasarkan uji statistik chi-square dengan Fisher’s Exact Test didapatkan nilai p value=1000 ini menyiratkan bahwa ada hubungan antara kelelahan dan stres kerja tetapi tidak antara usia dan stres kerja. (p = 0.006<p value 0.05). Kesimpulan: Untuk pekerja agar dapat mengelolah stres dengan baik misalnya dengan menonton atau melakukan kegiatan yang menyenangkan di sela jam istirahat dan juga melakukan olahraga ringan di sela jam istirahat.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Andi Wahyuni; Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Muh. Dzul Ikram
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.499

Abstract

Latar belakang: Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Dari 34 provinsi di Indonesia, beberapa provinsi memiliki kasus hipertensi di atas rata-rata nasional. Sulawesi Selatan (27%), Sumatera Barat (27%), Jawa Barat (26%), Jawa Timur (25%). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kassi-kassi kota makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi adalah masyarakat yang menderita hipertensi. Sampel sebanyak 82 orang ditentukan dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner DASS, Aktivitas fisik, dan PSQI sebagai intrumen pengumpulan data. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang stres sebanyak 55 orang (83.3%), yang aktivitas fisik kategori sedang sebanyak 36 orang (69.2%), hipertensi yang kualitas tidur kategori buruk sebanyak 39 orang (86.7%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi suquare menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,019(p<0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara stres, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Saran dalam penelitian ini bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk terjadinya hipertensi yaitu memperbaiki pola hidup.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Muhammad Sahlan Zamaa; Esse Puji Pawenrusi; Renaldi M; Gunawan
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.501

Abstract

Latar belakang: Gangguan pada saluran pencernaan merupakan salah satu gangguan yang sering dikeluhkan dan telah menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Satu dari sekian banyak gangguan pada saluran pencernaan yang sering terjadi yaitu dispepsia. Buruknya pola makan seperti tidak sarapan pagi menyebabkan asam lambung yang diproduksi mengikis lapisan lambung sehingga menimbulkan berbagai gejala dispepsia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 900 dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling dengan besar sampel 90 responden. Hasil: analisis statistik dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai p 0,000 (p < 0,05), yang berarti ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Disarankan kepada penderita dispepsia agar lebih memperhatikan pola makannya, terutama merutinkan sarapan pagi setiap hari untuk menurunkan gejala dispepsia yang diderita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA HOME INDUSTRY LAUNDRY DI KOTA MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Sri Wahyuni Ningsi
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.566

Abstract

Stres kerja merupakan tekanan yang dirasakan oleh karyawan sebagai akibat dari tumbuhnya tuntutan pekerjaan untuk menjadi produktif dan efisien, stress terjadi ketika pekerja tidak dapat menangani tuntutan pekerjaan mereka. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) 450 juta orang di indonesia atau 10% dari total penduduk yang mengalami stress kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan beban kerja, masa kerja dan lama kerja dengan stres kerja pada home industry laundry di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross sectional. Populassi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berada pada home industry laundry di jalan Maccini Raya dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan dari 59 responden bahwa sebanyak 41 orang (69.5%) yang mengalami stres sedang, 47 orang (79.7%) yang memiliki beban kerja sedang, 31 orang (52.5%) yang memiliki masa kerja lama, dan 34 orang (57.6) yang memiliki jam kerja tidak berisiko, dari hasil uji chi-square bivariat ada hubungan antara beban kerja (p 0.004 < 0.05), masa kerja (p 0.050 < 0.05), lama kerja (p.0.038 < 0.05) dengan stres kerja. Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara beban kerja , masa kerja, dan lama kerja dengan stres kerja. Dengan penelitian ini diharapkan untuk pemilik home industry laundry menambah tenaga kerja agar tidak terjadi beban yang berlebihan bagi pekerja dan memberikan jam kerja yang sesuai dengan aturan pemerintah agar mengurangi kejadian stres pada pekerja.
PENGARUH SENAM TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA SEWAKTU PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD DR. PALALOI MAROS Sri Syatriani; Halmina Ilyas; Esse Puji Pawenrusi; Fatmawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.573

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus adalah penyakit akibat pola hidup yang tidak sehat seperti makan tinggi gula, dan berkurangnya aktifitas fisik. Prevalensi diabetes mellitus di Indonesia sebanyak 19,5 juta, di Sulawesi Selatan sebanyak 41.497 orang, dan di Kabupaten Maros sebanyak 1.858 orang. Diabetes mellitus dapat menimbulkan komplikasi serta dampak negatif terhadap kesehatan. Komplikasi dapat dicegah dengan mengontrol kadar gula darah melalui senam. Tujuan: Diketahuinya pengaruh senam terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian menggunakan desain one group pre and post test. Populasi dan sampel yaitu semua penderita diabetes mellitus di RSUD dr. Palaloi sebanyak 22 orang. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes glukosa dan formulir observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian menemukan terdapat penurunan kadar gula darah sebelum dan sesudah senam dengan rata-rata kadar gula darah sebelum senam 285 mg/dl dan setelah senam 180,38 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 < α 0,05 dengan demikian senam berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Terdapat pengaruh senam terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus. Penyandang diabetes mellitus dianjurkan secara rutin melakukan senam sekitar 45 menit dengan frekuensi 3-5 kali setiap minggu.
Co-Authors A. Tenri Batari Candrayani Ade Isfi Hayatu Ulfa Alvhina Damayanti Aman, Andryanto Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Andi Abad Jemma Andi Indah Fajrina Andi Nur Aisyah Andi Rizky Amaliah Andi Wahyuni Andi Wahyuni Anugrah, Tiara Dwi Athira Nurul Annisa Ayu Lestari Ayumar, Andi Bairsady, Riona Fransina Dewi Hikmah Marisda Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Eka Wahyuni Eka Wahyuni Ernayulianti Ernayulianti Fatmawati Fitria Handayani Gresina Kabinubun Gunawan Halmina Ilyas Hardianti Hardianti Harlina Harlina Hasna Hilmiah Hilmiah Husnul Arbma Burhan Ilham Syam Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Ismaya Ivon, Ivon Jufri Kamariana, Kamariana Kasma, Andi Yulia La Mansyur La Tiwu Mangin, Kartini Maria Mitani Kewaru Marice Popla Marisna Eka Yulianita Marisna Eka Yulianita Matheus Costantinus Lodar Melki Husain Muh. Dzul Ikram Muh. Dzulkifli MN Muhammad Hatta Nadya Aulia Syahrir Najihah Najihah Neli Maesak Nour Sriyanah Nur Alfiana Damayanti Nurfadillah Nurfitri Nurfitri Nurhida Nurleli Nurleli Nurul Amalia Pratama, Ahmad Surya Pratiwi, Dewi Sari Rahma Yulis Rahmawati Rahmawati Rasmawati Rasmawati Renaldi M Riamilah Riamilah Sarafia Inggrit Djeujana Sitti Nurhadijah Sri Eka Putri Sri Syatriani Sri Wahyuni Ningsi ST. Nadia Astuti ST.Nur Nadya yulianti Suarni Suarni Suarni Suciawati Sudariari Sudariari Sudarni Suradi Efendi Viralin Abas Yasinta Mau Yati, Mimi Yonarti Sulu Padang Ipang Yulinar Zaiful Yunita Zamaa, Muhammad Sahlan Zulfiqrie Iskandar