Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN (RELAPSE) PADA PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI BNNP SULAWESI SELATAN Ismaya; Esse Puji Pawenrusi; Marisna Eka Yulianita
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.576

Abstract

Latar belakang: Terjadinya kekambuhan (relapse) pada penyalahguna narkotika yang telah mengikuti rehabilitasi menjadi hambatan tersendiri bagi upaya pemberantasan narkotika. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan bahwa dari 6.000 penyalahguna narkotika yang menjalani proses penyembuhan setiap tahun, sekitar 40% diantaranya kembali menggunakan narkotika. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan/relaps pada penyalahguna narkotika di Klinik Pratama Adi Pradana BNN Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang penyalahguna narkotika yang sedang atau pernah mengalami kekambuhan (relapse) pasca mengikuti program rehabilitasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil: Analisis menunjukkan nilai signifikansi p = 0,016 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi diperoleh yaitu r =-0,484. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan/relapse pada penyalahguna narkotika. Hasil ini bermakna semakin kuat dukungan keluarga, semakin rendah kekambuhan. Kesimpulan: Semakin tinggi dukungan keluarga yang dirasakan responden, maka kekambuhan (relapse) akan semakin rendah. Oleh karena itu, pihak keluarga diharapkan mampu untuk menyediakan waktu dan memberikan pendampingan terhadap anggota keluarga yang sedang menjalani masa rehabilitasi. Selain itu, diharapkan pihak penyedia layanan meningkatkan layanan rehabilitasi berbasis pendampingan keluarga.
PENGARUH KOMPRES HANGAT JAHE MERAH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS BAREBBO Nurfitri; Esse Puji Pawenrusi; Andi Nur Aisyah
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.581

Abstract

Latar belakang: Prevalensi asam urat 1-4% di dunia dan insidensi 0,1-0,3%. Terapi komplementer seperti kompres jahe hangat. hiperurisemia/artritis gout. Kompres hangat jahe merah memberikan efek panas memberikan efek vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan peningkatan sirkulasi darah dan menurunkan nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri pada pasien asam urat di Puskesmas Barebbo Kabupaten Bone. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Barebbo Bone dengan total sampel 20 responden yang diperoleh dengan purposive sampling. Jenis penelitian yaitu observasional deskriptif dengan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental, pengukuran dilakukan sebelum di beri perlakuan dan sesudah di berikan perlakuan. Penilaian nyeri dengan menggunakan numeric pain rating scale (NPRS) dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Tingkat nyeri sebelum perlakuan nyeri berat terkontrol sebanyak 11 (55%), tingkat nyeri sesudah perlakuan sebanyak 12 (60%), hasil uji Wilcoxon, menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai value sesudah kompres adalah sebesar 0,000. Kompres hangat jahe merah memberikan efek panas dan pedas dari jahe tersebut dapat menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan sirkulasi darah dan menurunkan nyeri. Kesimpulan: Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri pada pasien asam urat.
GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA DI SMAN 5 MAROS Esse Puji Pawenrusi; Husnul Arbma Burhan; Hardianti; Iskandar Zulkarnaen; Sitti Nurhadijah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.665

Abstract

Latar belakang: Data World Health Organization menyebutkan lebih dari 350 juta orang di dunia mengalami stres. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia melaporkan 80% kasus bunuh diri remaja tahun 2022 berkaitan dengan kegagalan hubungan percintaan. Observasi di SMA Negeri 5 Maros menunjukkan 373 dari 611 siswa pernah mengalami putus cinta dalam setahun terakhir, dengan dampak seperti sulit tidur, hilang semangat, hingga menyakiti diri sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada remaja yang mengalami putus cinta di SMA Negeri 5 Maros. Metode: Survei deskriptif dengan sampel terdiri dari 193 siswa SMA Negeri 5 Maros yang pernah mengalami putus cinta dalam satu tahun terakhir, dipilih menggunakan teknik proportional systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS-14) dan Breakup Distress Scale (BDS). Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Menunjukkan bahwa Sebanyak 76,7% mengalami putus cinta ringan dan 55,4% mengalami stres berat. Mayoritas responden perempuan (63,2%) dan mulai pacaran usia 9–14 tahun (83,2%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas remaja (55,4%) dari total kasus mengalami stress berat dan menggambarkan putus cinta ringan sebanyak (76,7%) dari total kasus. Intervensi dari guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk membantu remaja mengelola stress akibat hubungan romantis.
Co-Authors A. Tenri Batari Candrayani Ade Isfi Hayatu Ulfa Alvhina Damayanti Aman, Andryanto Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Andi Abad Jemma Andi Indah Fajrina Andi Nur Aisyah Andi Rizky Amaliah Andi Wahyuni Andi Wahyuni Anugrah, Tiara Dwi Athira Nurul Annisa Ayu Lestari Ayumar, Andi Bairsady, Riona Fransina Dewi Hikmah Marisda Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Eka Wahyuni Eka Wahyuni Ernayulianti Ernayulianti Fatmawati Fitria Handayani Gresina Kabinubun Gunawan Halmina Ilyas Hardianti Hardianti Harlina Harlina Hasna Hilmiah Hilmiah Husnul Arbma Burhan Ilham Syam Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Ismaya Ivon, Ivon Jufri Kamariana, Kamariana Kasma, Andi Yulia La Mansyur La Tiwu Mangin, Kartini Maria Mitani Kewaru Marice Popla Marisna Eka Yulianita Marisna Eka Yulianita Matheus Costantinus Lodar Melki Husain Muh. Dzul Ikram Muh. Dzulkifli MN Muhammad Hatta Nadya Aulia Syahrir Najihah Najihah Neli Maesak Nour Sriyanah Nur Alfiana Damayanti Nurfadillah Nurfitri Nurfitri Nurhida Nurleli Nurleli Nurul Amalia Pratama, Ahmad Surya Pratiwi, Dewi Sari Rahma Yulis Rahmawati Rahmawati Rasmawati Rasmawati Renaldi M Riamilah Riamilah Sarafia Inggrit Djeujana Sitti Nurhadijah Sri Eka Putri Sri Syatriani Sri Wahyuni Ningsi ST. Nadia Astuti ST.Nur Nadya yulianti Suarni Suarni Suarni Suciawati Sudariari Sudariari Sudarni Suradi Efendi Viralin Abas Yasinta Mau Yati, Mimi Yonarti Sulu Padang Ipang Yulinar Zaiful Yunita Zamaa, Muhammad Sahlan Zulfiqrie Iskandar