Claim Missing Document
Check
Articles

CEGAH RISIKO ANEMIA UNTUK REMAJA PUTRI SERTA PEMBERIAN TABLET FE DI MA DARUS SHAFAA KELURAHAN BALAKIA SINJAI BARAT Ilham Syam; Hardianti; Esse Puji Pawenrusi; Ayu Fatmawati Nurjannah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.595

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan masalah gizi yang sering dialami remaja putri dan berdampak pada kesehatan, konsentrasi belajar, serta produktivitas. Salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi untuk menjaga kadar hemoglobin. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri terkait anemia, gejala, penyebab, serta cara pencegahannya. Metode: Kegiatan mencakup sosialisasi materi, pembagian tablet Fe, diskusi interaktif, serta evaluasi berupa post test dan lomba ranking 1. Kegiatan dilaksanakan di MA Darus Shafaa, Kelurahan Balakia, Kecamatan Sinjai Barat pada 14 Mei 2025 dengan melibatkan 14 siswi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, dimana pengetahuan baik pada peserta meningkat dari 28,6% saat pre test menjadi 71,4% setelah post test. Antusiasme siswi juga terlihat dari keterlibatan aktif selama diskusi dan evaluasi. Kesimpulan: Sosialisasi dan pembagian TTD terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia. Kegiatan ini diharapkan mendorong terbentuknya perilaku sehat pada remaja putri sekaligus menjadi langkah preventif dalam menurunkan risiko anemia dan dampak jangka panjangnya.
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI MA AL-KHAERAT DESA BIJI NANGKA KECAMATAN SINJAI BORONG Fitria Handayani; Nurleli; Renaldi M; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.597

Abstract

Latar belakang: Remaja putri rentan untuk mengalami anemia karena kebutuhan akan nutrisi terkait dengan percepatan pertumbuhan, kehilangan darah menstruasi, malnutrisi dan asupan zat besi yang buruk. Anemia menurut WHO terjadi pada anak bila kadar Haemoglobin dalam darah kurang dari normal (<12 gr/dl). Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai anemia Metode: Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan seluruh siswi MA Al-Khaerat sebagai populasi. Sampel diambil dengan cara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Pre dan Post test untuk menilai tingkat pengetahuan tentang anemia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan disajikan dalam tabel. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan remaja putri setelah menerima intervensi. Pengetahuan Awal yang Rendah Pada tahap pre-test, skor rata-rata pengetahuan remaja putri menunjukkan bahwa pemahaman mereka mengenai anemia masih sangat rendah. Kesimpulan: Investasi dalam program edukasi kesehatan, khususnya mengenai anemia, pada kelompok remaja putri merupakan langkah krusial yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan.
PERI (PEMBERIAN EDUKASI REMAJA TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE) DI SMPN 33 SINJAI Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi; Suciawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.605

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius, disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi gizi. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kesehatan reproduksi, dan produktivitas. Tujuan: Edukasi tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe menjadi upaya strategis dalam pencegahan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMPN 33 Sinjai pada Mei 2025 dengan melibatkan 37 siswi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan setelah penyuluhan. Metode ceramah digunakan dengan bantuan media PowerPoint, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum penyuluhan, sebanyak 69,2% siswi memiliki pengetahuan kurang tentang Anemia. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan: 86,5% responden menunjukkan pengetahuan cukup. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar sekitar 51,35% dalam jumlah siswa yang memahami materi dengan lebih baik setelah intervensi dilakukan. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Penyuluhan gizi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Anemia. Edukasi yang berkelanjutan dan terstruktur sangat diperlukan sebagai langkah preventif jangka panjang untuk menurunkan angka anemia di kalangan remaja.
PENYULUHAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT DAN REMAJA PUTRI DI KELURAHAN LEMBANG GANTARANGKEKE Esse Puji Pawenrusi; Nurfadillah; Kamariana; Yasinta Mau; Andi Rizky Amaliah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.609

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data primer yang sudah kami kumpulkan sebelumnya di kelurahan Lembang Gantaran Keke, masih tingginya angka pernikahan dini sebanyak 119 orang dengan presentase 56,9% dikarenakan tradisi,pergaulan bebas dan perjodohan yang sudah ada serta keterbatasan dari segi ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang dampak negatif dari pernikahan dini seperti risiko kesehatan,mental dan keterbatasan peluang pendidikan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan remaja putri tentang pentingnya dampak negatif dari pernikahan dini seperti risiko kesehatan,mental dan keterbatasan peluang pendidikan. Metode: :Menilai pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada masyarakat dan remaja putri. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Hasil: Diperoleh hasil sebelum dilakukan penyuluhan Tingkat pengatahuan Remaja dan Masyarakat yang kategori cukup 10 orang (40%), sedangkan remaja dan masyarakat yang memiliki pengetahuan yang katagori kurang sebanyak 15 orang (60%). Setelah dilakukan penyuluhan tentang dampak pernikahan dini pada remaja dan masyarakat ,dilakukan post tes dan didapatkan hasil pengetahuan remaja putri yang kategori cukup sebanyak 20 orang (80%) dan 5 orang (20%) yang memiliki pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan dampak pernikahan dini terhadap masyarakat dan remaja putri adanya peningkatan pengetahuan.
The Relationship between Online Game Addiction and Verbal Bullying in Adolescents at a Junior High School in Makassar Iskandar Zulkarnaen; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar; Riona Fransina Bairsady
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1872

Abstract

Online gaming addiction is the habit of playing games excessively, exceeding 3-4 hours per day. Meanwhile, verbal bullying is a form of bullying carried out through words such as nicknames, reproaches, and cruel criticism. According to WHO (2020), the prevalence of verbal bullying in Indonesia reached 37% in girls and 42% in boys. The purpose of this study aims to determine the relationship between online game addiction and verbal bullying in adolescents at Advent Makassar Junior High School. The method of this study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The number of respondents was 69 students who were taken through total sampling technique. The research instrument is a questionnaire that has been validated and used to measure the level of online game addiction and the intensity of verbal bullying. The results showed that of the 50 respondents who experienced online game addiction, 41 students (82.0%) had a high level of verbal bullying, and 9 students (18.0%) had a low level. While of the 19 respondents who were not addicted, 7 students (36.8%) experienced high verbal bullying and 12 students (63.2%) at a low level. The chi-square test results show a p value = 0.001 (p < 0.05), which means there is a significant relationship between online game addiction and verbal bullying. The conclusion is that there is a significant relationship between online game addiction and verbal bullying behavior among adolescents at Advent Junior High School Makassar.
Gambaran Pengetahuan Masyarakat terkait Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas Muhammad Sahlan Zamaa; Esse Puji Pawenrusi; Hasdar; Ratna Mahmud
Cindoku : Jurnal Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/cindoku.v3i1.424

Abstract

A traffic accident is an unexpected and unintentional incident on the road that can result in injury or even death. Providing first aid appropriate to the victim's condition is crucial for ordinary people before medical personnel can provide further treatment. The Sungguminasa Police Traffic Unit database in Gowa Regency indicates that throughout 2024, there were 78 accidents with 4 fatalities. This study aims to determine the public's knowledge about first aid for traffic accident victims in Bontoramba Village, Somba Opu District, Gowa Regency. This study used a descriptive survey research method. The population was 657 people with a sample size of 80 respondents using a simple random sampling technique. The results of this study indicate that most of the community (56.25%) have insufficient knowledge regarding providing first aid to accident victims. The conclusion of this study is that public knowledge regarding first aid for traffic accidents is still largely lacking. It is recommended that local community health center health promotion officers provide information and education as well as simulations on first aid for traffic accident victims through ongoing health education activities. And to the Gowa district government to evaluate and improve the service system in the field of completeness of first aid facilities and infrastructure for traffic accident victims.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Jufri; Miftahul Akbar
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.134

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang telah lama diketahui dan menjadi penyebab kematian di seluruh dunia Kualitas hidup penderita TBC merupakan ukuran penting karena berhubungan dengan keadaan sesak yang akan menyulitkan penderita melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari atau terganggu status fungsionalnya seperti merawat diri, mobilitas, makan, berpakaian dan aktivitas rumah tangga, tambahkan tujuan pneliian (lihat tujuan umum penelitian). Metode peneliitian menggunakan desain penelitian deskriptif dengan tehnik aksidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien penyakit tuberkulosis (tb paru) di balai besar kesehatan paru masyarakat makassar jumlah populasi pada 7 bulan terakhir adalah 483 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 37 responden diketahui bahwa responden yang menderita TB paru diketahui bahwa responden dengan kualitas hidup buruk sebanyak 16 responden (43.2%), sedangkan kulaitas hidup baik sebanyak 21 responden (56.8%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reponden yang menderita TB paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar dengan kualitas hidup yang terbanyak iyalah kualitas hidup baik sebanyak 21 responden (59.5%). Simpulan dari penelitian ini adalah usia juga dapat mempengaruhi kualitas hidup pada pasien tuberkulosis paru dimana pada usia lanjut dapat mempengaruhi kemampuan fisik nya yang mulai menurun. Disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih luas dengan variabel yang berbeda kepada pasien tuberculosis.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DARATAN DAN KEPULAUAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OHOIRA KABUPATEN MALUKU TENGGARA Esse Puji Pawenrusi; ANDI AYUMAR; Elisabeth Liesye Renjaan
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.203

Abstract

Data Riskesdas tahun 2013, menghasilkan berbagai peta masalah kesehatan dankecenderungannya, dari bayi lahir sampai dewasa. Propinsi yang prevalensinya status giziburuk cukup tinggi (>50%)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berhubungan pengetahuan, pendapatan,peran kader dengan status gizi.Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional.Populasi dari penelitan ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ohoira.Pengambilan sampel menggunakan teknik Purpusive sampling dengan pilihan jumlah balitaterbanyak di bagian daratan dan kepulauan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancaradan kuesioner, menggunakan Antropometri dengan mengukur BB/TB.Hasil penelitian didapatkan status gizi tidak normal 11 (9,6%), gizi normal 104(90,4%). Hasil Analisis bivariat tidak terdapat hubungan status gizi dengan pengetahuan ibumendapatkan nilai ρ 0,582 > 0,05. Terdapat tidak ada hubungan status gizi denganpendapatan keluarga dengan nilai ρ 0,387 > 0,05. Terdapat juga tidak ada hubungan antarastatus gizi dengan peran kader Posyandu dengan nilai ρ 0,361> 0,05.Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuanibu dengan status gizi, tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizidan tidak ada hubungan antara peran kader dengan status gizi.Diharapkan ibu dapatmenerapkan pengetahuan gizi pada balitanya, diharapkan pendapatan kurang,dapatmemenuhi asupan sesuai AKG, diharapkan kader lebih pro-aktif.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA Andi Yulia Kasma; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar; Yulianti
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.214

Abstract

Lansia sangat rentan terhadap gangguan pola tidur (insomnia), keluhan tidur biasanya terjadi adalah kesulitan untuk tertidur, kesulitan untuk tetap tertidur, terbangun lebih awal, terbangun di malam hari dan mengantuk yang berlebihan. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan. Gangguan mental yang erat hubungannya dengan gangguan tidur adalah kecemasan, kecemasan pada lansia memperkirakan antara 10%-20% yang berusia lebih dari 65 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 lansia. Instrument penelitian pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan yang cemas sebanyak 35 responden, lansia yang mengalami insomnia sebanyak 25 responden (71,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 10 responden (29,6%), sedangkan lansia yang tidak cemas sebanyak 27 responden, lansia yang mengalami insomnia 12 responden (44,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 15 responden (55,6%).Pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square, maka diperoleh nilai ρ = 0,032, Artinya, lebih kecil nilai α = 0,05. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada lansia tetap melakukan aktivitas fisik dan menjalankan ibadah untuk mencegah terjadinya kecemasan supaya terhindar dari risiko insomnia.
Gambaran Peran Kader Dalam Program Imunisasi Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto Esse Puji Pawenrusi; Muh. Hatta; Rafiuddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.250

Abstract

Kader posyandu merupakan seorang tenaga sukarela yang dipilih dari masyarakat untuk membantu mengembangkan kesehatan masyarakat dengan menjalankan kegiatan di posyandu yang di antaranya memberikan informasi dan motivasi kepada ibu sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi di posyandu. Cakupan imunisasi dasar untuk Kabupaten Jeneponto pada Tahun 2017 sebesar 96,9% dan untuk Tahun 2018 sebesar 92,6%, sementara untuk cakupan imunisasi wilayah Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto pada Tahun 2017 mencapai 96,7% dan Tahun 2018 meningkat menjadi 97,9%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran peran kader dalam program imunisasi di posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto. Penelitian merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tarowang yang jumlahnya sebanyak 105 orang. Berdasarkan hitungan besar sampel didapatkan 83 sampel menggunakan tehnik random sampling. Pengolahan data dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kehadiran kader dalam program imunisasi diperoleh nilai sebesar 96,4%, untuk pemberian informasi oleh kader terkait program imunisasi diperoleh nilai 95,2% dan untuk pemberian motivasi ke ibu bayi oleh kader terkait program imunisasi diperoleh nilai sebesar 95,2%. Simpulan dari penelitian ini yaitu gambaran peran kader ditinjau dari segi kehadiran kader, pemberian informasi oleh kader terkait program imunisasi dan pemberian motivasi ke ibu bayi oleh kader terkait program imunisasi dikatakan cukup karena nilai yang diperoleh ≥ 50%. Disarankan agar kader senantiasa meningkatkan keaktifan dan kehadirannya, selain itu meningkatkan perannya dalam memberikan informasi khususnya penyuluhan terkait program imunisasi dan memotivasi ibu agar selalu mencari informasi tentang imunisasi dan selalu memperhatikan status imunisasi anaknya, serta tetap aktif ikut di posyandu.
Co-Authors A. Tenri Batari Candrayani Ade Isfi Hayatu Ulfa Alvhina Damayanti Aman, Andryanto Aminullah Aminullah Aminullah Andi Abad Jemma Andi Indah Fajrina Andi Nur Aisyah Andi Rizky Amaliah Andi Wahyuni Anugrah, Tiara Dwi Athira Nurul Annisa Ayu Fatmawati Nurjannah Ayu Lestari Ayumar, Andi Bella Merry Jannah Chitra Dewi Dewi Hikmah Marisda Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Diandarmayanti Eka Wahyuni Eka Wahyuni Elisabeth Liesye Renjaan Ernayulianti Ernayulianti Fatmawati Fitria Handayani Gresina Kabinubun Gunawan Halmina Ilyas Hardianti Hardianti Harlina Harlina Hasdar Hasna Hilmiah Hilmiah Husnul Arbma Burhan Ilham Syam Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Ismaya Ivon, Ivon Jufri Kamariana, Kamariana Kasma, Andi Yulia Kasmira La Mansyur La Tiwu Mangin, Kartini Maria Mitani Kewaru Marice Popla Marisna Eka Yulianita Marisna Eka Yulianita Matheus Costantinus Lodar Melki Husain Miftahul Akbar Muh. Dzul Ikram Muh. Dzulkifli MN Muhammad Hatta Nadya Aulia Syahrir Najihah Najihah Nasmiati Neli Maesak Nia Kurnia Djalil Nour Sriyanah Nur Alfiana Damayanti Nurfadillah Nurfitri Nurfitri Nurhida Nurleli Nurleli Nurul Amalia Pratama, Ahmad Surya Pratiwi, Dewi Sari Rafiuddin Rahma Yulis Rahmawati Rahmawati Rasmawati Ratna Mahmud Renaldi M Riamilah Riamilah Rifkah Aulia Riona Fransina Bairsady Sarafia Inggrit Djeujana Sitti Nurhadijah Sri Eka Putri Sri Syatriani Sri Wahyuni Ningsi ST. Nadia Astuti ST.Nur Nadya yulianti Suarni Suarni Suci Amalia Jumade Suciawati Sudariari Sudariari Sudarni Suradi Efendi Viralin Abas Wahyudi Yasinta Mau Yati, Mimi Yonarti Sulu Padang Ipang Yulianti Yulinar Zaiful Yunita Zamaa, Muhammad Sahlan Zulfiqrie Iskandar