Claim Missing Document
Check
Articles

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEB UNTUK INVENTARISASI KONDISI JEMBATAN SULAWESI TENGGARA Edward Ngii; Abdul Kadir; LM Fid Aksara; Nur Fajriah Muchlis; Muh. Sholeh
semanTIK Vol 6, No 1 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.914 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v6i1.12291

Abstract

Program penanganan jembatan membutuhkan informasi yang cepat dan akurat untuk menentukan skala prioritas penanganan jembatan. Disisi lain, penilaian kondisi jembatan yang jumlahnya banyak dan tersebar di wilayah kepulauan seperti di Sulawesi Tenggara, akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang besar. Perancangan sistem informasi jembatan berbasis web dengan mengintegrasikan sistem penilaian BMS (Bridge Management System) di lapangan, dapat membantu proses pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah Sistem Informasi Manajemen Jembatan yang berbasis web yang dapat mengolah data kondisi jembatan, membantu dalam pengambilan keputusan, serta memberikan layanan data kepada masyarakat untuk melihat kondisi dan lokasi jembatan yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai basis data. Hasil dari pembuatan sistem informasi ini berupa inventarisasi data kondisi jembatan di wilayah Sulawesi Tenggara dan skala prioritas penanganan jembatan di masing-masing wilayah kota dan kabupaten. Sistem informasi yang telah dibuat menjadi lebih menarik karena menggunakan aplikasi berbasis web yang dapat diakses oleh masyarakat umum dan juga membantu stakeholder untuk memonitoring kondisi dalam melakukan perbaikan kerusakan jembatan.Kata kunci; Sistem Informasi, Jembatan, Web Based, PHP, MySQL
KINERJA CAMPURAN SAMI-R MENGGUNAKAN KARET SERUTAN 10%, 20% DAN 30% BERDASARKAN UJI MARSHALL Erik Astrawan; Edward Ngii; Rini Sriyani
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2017): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.976 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v2i1.27191

Abstract

Abstract The results of this research show that the value of the stability of the third draft of specification variation Latasir value obtained above 200 kg. The value for the flow of the third draft variation no one specification with a value between 2-3 mm. The results obtained for the Marshall value Quotient (MQ) in variation II for different types of asphalt levels of specifications. Latasir. For the value of the percentage of The Aggregat Minral Voide (VMA) for the third draft the variation vercentage value obtained above 20%, so that the third draft of the variations can meet the specification. Retrieved value Void Filled With Asphalt (VFWA) on the draft variation II with asphalt levels 10%, 11% and 12% by value of VFWA percentage above 75%. While the value of the Void In The Mix (VIM) obtained on the draft Variation I in asphalt levels 12% with the highest percentage of 5,39%, thus entered in the specification of the latasir with the value of the percentage of VIM between 3-6%.  
PENGARUH VARIASI FILLER PADA CAMPURAN SAMI-R DENGAN MENGGUNAKAN 20% KARET TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Ihram Fajar; Edward Ngii; La Ode Muhammad Nurrakhmad Arsyad
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2017): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.346 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v2i1.27187

Abstract

Abstract SAMI (Stress Absorbing Membrane Interlayer) is an application maintenance or maintenance on existing pavement used to prevent cracks from the bottom layer to get to the new surface layer (overlay). SAMI is an intermediate layer at the interface between layers of asphalt that absorbs stress to reduce the crack (stress-relieving interlayer) in the overlay layer.The purpose of this research is to know the Marshall characteristics of mixed SAMI-R mixture using rubber of 20% in each variation. (Variation I Sand 90% and Cement 10%, Variation II Sand 80% and Cement 20%, and Variation III Sand 70% and Cement 30%).These results indicate that the stability of the three design variations meet the specifications Latasir with values obtained over 200 kg. Values for the flow of the three design variations none meet specifications with a value between 2-3 mm. The results obtained for the value of Marshall Quotient (MQ) in variations II and III levels for different types of asphalt meet the specifications Latasir. For percentage values Void In The Mineral Aggregate (VMA) for the third design variation values obtained percentages above 20%, so that the third draft of these variations can meet the specifications. Void values obtaine Filled With Asphalt (VFWA) on draft variation I with asphalt content of 10%, 11%,  and 12%, by value VFWA percentage above 75%. While the value of Void In The Mix (VIM) is obtained on draft variation I in the asphalt content of 10%, 11%,  and 12%, with the percentage of 4.14% and 4.74%, so it makes the specification Latasir with VIM percentage value between 3-6&%.  
Pemberdayaan Petani Nilam Desa Puasana Kabupaten Konawe Selatan Melalui Intervensi Teknologi Penyulingan Nilam Sederhana Edward Ngii; Sudarsono Sudarsono; Prinob Aksar; Agustan Agustan; Achmad Nur Aliansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v4i2.28889

Abstract

Desa Puasana adalah salah satu desa di Provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak di daerah pesisir pantai. Sebagian besar masyarakat desa membudidayakan tanaman nilam untuk diolah menjadi minyak atsiri yang cukup mahal di pasaran. Permasalahan yang dihadapi oleh petani nilam saat ini yaitu adanya ketergantungan pada pemilik alat penyulingan yang jaraknya hampir 10 km dari lokasi desa, sehingga petani membutuhkan biaya tambahan untuk membawa hasil panen nilam agar di suling menjadi minyak atsiri. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan membuat teknologi penyulingan nilam sederhana serta menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan tentang alat penyulingan sederhana tersebut, sehingga para petani memiliki pengetahuan cara membuat dan mengoperasikan alat penyulingan nilam sederhana secara mandiri. Tujuan program pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat petani nilam desan Puasana dalam memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mengurangi ketergantungan pada alat penyulingan dilapangan serta menekan biaya transportasi pada proses penyulingan nilam menjadi minyak atsiri. Metode pemberdayaan petani nilam menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan pada keterlibatan masyarakat petani nilam dalam keseluruhan kegiatan dari proses pembuatan alat penyulingan sederhana sampai dengan penggunaannya. Dari program yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa 90% petani nilam desa Puasana telah mengetahui cara membuat dan memproduksi minyak atsiri dari alat penyulingan nilam sederhana. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa minyak atsiri dapat diproduksi dari alat penyulingan nilam sederhana meskipun pemisahan minyak dan air masih dilakukan secara manual. Petani mengharapkan adanya keberlanjutai program pengadian untuk penyempurnaan alat dan pemeliharaannya. 
Prediction of SPT Value Based on Cone Penetration Test at Intake Water Project of Wolo River, Southeast Sulawesi Uniadi Mangidi; Anafi Minmahddun; Edward Ngii; Rini Sriyani; Sulha
Indonesian Geotechnical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Vol.2 , No.1, April 2023
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56144/igj.v2i1.33

Abstract

Soil investigation plays an important role in construction design. Adequate information regarding soil types and parameters are needed for a safe and economical foundation. However, limited budget often leads to inadequate soil investigations, and as a result, unknown soil parameters are estimated through correlations from the limited investigations that have been carried out. Correlations from SPT and CPT results are often used for design, but their applicability from location to location is questionable. This paper discusses the correlation of N-SPT values to CPT values in Wolo District, Kolaka Regency. The correlation was performed using linear regression analysis to obtain relationships between N-SPT and CPT. The three correlations obtained are N-SPT = 5.64 + 0.012qc, R2 value of 0.082; N-SPT = 5.93 + 0.01 qc – 0.095qf, R2 value of 0.125; N-SPT = 0.025qc + 0.341qf, R2 value of 0.455.
Pemasangan Instalasi Pompa Hidram Pada Bendungan Rawa Sungai Desa Lalouesamba, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan Agustan Agustan; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Lawalendo Lawalendo; Ridwansyah Nuhun; Rudi Balaka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.29105

Abstract

Lalouesamba Village has the potential for a swamp river to flow which never dries up throughout the season, while the number of villagers increases every year and the area of the village continues to grow. To anticipate these sources of water demand, this service aims to install hydram pump installations on the swamp river dam in question. The stages of its implementation are a) preparation of materials, b) field measurement survey, c) repair of swamp river dam bunds, d) sluice gate work, e) pump assembly, f) installation of pipe installation and pump holders, g) testing and measurement of yield discharge hydram pump, h) installation of hose lines, i) handover of assets to the village. The survey results obtained that the distance between the pump and the settlement was around 400 meters with a height of 14 meters from the surface of the swamp water. The repair of the weir raised the water level by about 50 cm. Meanwhile, the hydram pump installation was able to function as planned and produce a burst discharge of 1 liter per 4 seconds. The hose was installed as far as 400 m. The hydram pump asset installation was handed over to the village head of Lalouesamba to be cared for and used properly
COMMUNITY EMPOWERMENT ON INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT IN KABANGKA VILLAGE MUNA REGENCY La Welendo; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Siti Nurjanah Ahmad; Waode Sitti Warsita Mahapati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.40170

Abstract

Community service is a form of higher education tri dharma, namely a team of lecturers from the Faculty of Engineering, Halu Oleo University which was held in Kabangka village, Muna Regency. Kabangka Village is a potential area and sufficient natural resources, in this case the spring tourism potential (Fotuno Sangia) which is often visited by local and even foreign tourists, agricultural land is very fertile, but road access to the village needs serious attention from all parties. . Community service aims to contribute in the form of knowledge about infrastructure development to improve the welfare of the community in Kabangka Village, Muna Regency. The process of implementing this service is a technique of implementing infrastructure and outreach to the farming community and the local village government. The Community Partnership Program is carried out by involving the community in the kabangka village of Muna Regency. The methods used in community service are sample provide, direct and face-to-face discussions with the community, and field applications in infrastructure development oriented to improving village roads. The results of the implementation of community service contribute to product work on infrastructure development, especially the improvement of village roads as access to community mobility movements to support economic, social, educational, and other activities. The community has a fairly good response and high enthusiasm for the program carried out by the lecturer team.  
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT PESISIR TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI MODEL ‘KAMPUNG IKLIM’ DI DESA BAJO INDAH Rudi Balaka; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Agustan Agustan; Laode M. Golok Jaya; Sitti Nurjannah Ahmad; Tahir Azikin; Ahmad Syarif Sukri; Triantini. S. Putri; Fitriah.S Fitriah.S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.41207

Abstract

The most obvious phenomenon of the impact of climate change in the coastal area of Bajo Indah village is seen in sea level rise, so that during high tide, sea water enters through the drainage towards the lowlands. Apart from that, another phenomenon is an increase in air temperature, strong winds, high waves and extreme rainfall. In addition, an increase in air temperature causes a decrease in the quantity of clean water, which results in a clean water crisis experienced by the coastal communities of Bajo Indah village. The dominant processes of coastal abrasion and erosion occur along the coast. This coastal area is an area that has a high vulnerability to climate change. One result is the concentration of settlements that are close to the coastline. The purpose of this service is for the community to gain knowledge about the phenomenon of climate change that is occurring so that the community knows and is able to make the necessary adaptations and mitigations to minimize the negative impacts of climate change.
KAJIAN GEOMETRIK JALAN TERHADAP TINGKAT KESELAMATAN LALU LINTAS DI RUAS JALAN PROVINSI (STUDI KASUS JALAN BATAS KAB. MUNA/KAB. BUTON TENGAH – WAARA– WAMENGKOLI) Harmunadin Harmunadin; Edward Ngii; Thahir Azikin
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol.2 No.1 Mei Tahun 2020
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v2i1.13950

Abstract

Keselamatan berlalu lintas oleh pengguna jalan merupakan tujuan dari UU No. 22 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2010. Salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan umum diakibatkan oleh kondisi jalan yang terkait dengan desain geometrik jalan. Kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan provinsi di Kabupaten Buton Tengah dengan panjang 38,60 km pada spot-spot tertentu sering terjadi kecelakaan lalu lintas sesuai dengan data aktual kecelakaan lalu lintas dari Satlantas Kota Bau-Bau telah mengalami peningkatan kecelakaan yang sangat signifikan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018.Tujuan dari penelitian ini adalah prioritas perbaikan geometrik jalan oleh penyelenggara jalan pada spot-spot yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah Metode Analisis Hierarki Proses yang dikembangkan oleh Thomas L Saaty (1970), dengan mengambil data aktual kecelakaan lalu lintas pada Satlantas Kota Bau-Bau dan data existing geometrik jalan pada spot-spot yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Hasil    perhitungan  menyimpulkan bahwa skala prioritas perbaikan geomertik jalan yaitu     alinyemen    horisontal 31,75%, penampang melintang 24,29%, alinyemen vertikal 22,43% dan jarak pandang 21,53%. Prioritas perbaikan geomertik jalan dalam upaya  mengurangi potensi kecelakaan   lalu lintas di jalan provinsi di Kabupaten Buton Tengah    oleh penyelenggara     jalan harus  dilakukan  secara bertahap disesuaikan   dengan kemampuan anggaran dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.   Kata kunci : Geometrik jalan, Keselamatan lalu lintas, Prioritas perbaikan
ANALISIS HUBUNGAN VOLUME KECEPATAN KEPADATAN PADA SEGMEN RUAS JALAN Z.A SUGIANTO YANG MENGALAMI PENYEMPITAN JALAN DI JEMBATAN SUNGAI WANGGU I Basrami Dwi Putra; Edward Ngii; La Ode Muhamad Magribi
Jurnal Manajemen Rekayasa (Journal of Engineering Management) Vol. 1 No 2 Oktober 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmr.v1i2.9260

Abstract

Jalan Z. A. Sugianto merupakan salah satu jalur penghubung pergerakan arus kendaraan Kota Kendari, ruas jalan ini menopang arus lalu lintas lokal dan arus lalu lintas jarak jauh sehingga tingkat aktivitas disepanjang ruas jalan ini cukup tinggi. Selain itu terjadinya penyempitan jalan dijembatan Sungai Wanggu I, dimana saat memasuki jembatan Sungai Wanggu I terjadi perbedaan type jalan dari 4/2 T menjadi 2/2 TT sehingga mengakibatkan kecepatan kendaraan berkurang. Pada ruas jalan ini telah dilakukan manajemen lalulintas yang sifatnya sementara pada titik sebelum memasuki jembatan Sungai Wanggu I berupa pemasangan traffic cone bertujuan untuk mengatur pola pergerakan arus lalulintas dan mengurangi potensi terjadinya kemacetan atau antrian panjang, selain itu juga sebagai pemisah atau pembatas lajur kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat sebelum memasuki jembatan. Namun dengan upaya manajemen lalulintas tersebut, belum optimal dalam mengatasi kemacetan pada ruas jalan ini terutama saat melintas dijembatan triping sehingga menyebabkan arus lalulintas tidak stabil pada jam-jam tertentu seperti pada pagi hari dan sore hari. Oleh karena itu sebelum melakukan upaya manajemen lalu lintas yang komprehensif, terpadu, dan terencana tersebut, maka terlebih dahulu perlu diketahui perilaku karakteristik arus lalu lintas seperti Volume, Kecepatan, dan Kepadatan serta kondisi geometric ruas jalan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas pada penyempitan jalan (bottleneck) di ruas jalan Z. A Sugianto, serta untuk mengetahui kinerja ruas jalan berdasarkan pembagian segmen yaitu Segmen adanya perlakuan lalulintas, Segmen normal dan segmen menyempit, Penelitian ini dilakukan di Ruas Z.A Sugianto, Kecamatan Kambu. Pengambilan data primer dilakukan selama 7 hari dimulai dari jam 07.00-18.00 WITA dengan interval pengamatan 15 menit, data diambil secara langsung pada setiap segmen. Analisis data berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Adapun analisa hubungan karakteristik lalu lintas pada penyempitan jalan di ruas jalan Z. A. Sugianto dengan menggunakan 4 model pendekat matematis, yaitu dengan model Greenshield, model Greenberg, model Underwood dan model Bell.Berdasarkan hasil analisis dari seluruh segmen yang ditinjau diketahui model hubungan yang sesuai dengan kondisi dilapangan pada segmen menyempit adalah model Greenberg dengan persamaan hubungan antara Kecepatan dan kepadatan (S-D) ; S = 46,672 − 8,232 , Volume dan Kecepatan (V-S) ; V = 46,672 − 8,232, Volume dan Kepadatan (V-D) ; = 289,996 . , . Pada segmen jalan normal model yang sesuai dengan kondisi dilapangan adalah model Underwood dengan persamaan Kecepatan dan kepadatan (S-D) ; S = 34,955 e-0,016D, Volume dan Kepadatan (V-D); V=34,95D.e-0,0155D, Volume dan Kecepatan (V-S) ; V = 228,946S -64,418S Ln S dan pada segmen adanya perlakuan lalulintas model yang sesuai adalah model Grenberg dengan persamaan Kecepatan dan kepadatan (S-D) ; S =67,2467-13,202 Ln D, Volume dan Kepadatan (V-D) ; V =53,600D-9,798D Ln D, Volume dan Kecepatan (V-S) ; V =162,96S e-0,0757S . Volume Puncak terjadi Pada hari Senin, dimana volume puncak pagi diperoleh 2778,60 Skr/jam terjadi pada jam 07.00-08.00 WITA, pada siang hari terjadi pada jam 14.00-15.00 WITA dengan volume 2481,35 Skr/jam dan volume puncak sore terjadi pada jam 16.00-17.00 WITA dengan nilai 2871.90 Skr/jam dan kepadatan maksimum DM = 121,12 Skr/Km. Kinerja jalan segmen jalan menyempit mencapai LOS E sedangkan Segmen jalan normal dan adanya perlakuan lalulintas mencapai LOS D.Kata Kunci: Volume, Kecepatan, Kepadatan Lalulintas, Kapasitas, PKJI 2014, Model Grenshields,Grenberg, Underwood, Bell
Co-Authors Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Rahim Sya’ban Achmad Nur Aliansyah Adi Kumala Adris Ade Putra Adzikin, Muhammad Thahir Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan, Agustan Ahmad Syarif Sukri Ahmad, Siti Nurjanah Ahmad, Sitti Nurjannah Akbar Haryadi Aksar, Prinob Aksar, Prinop Aliansyah, Achmad Nur Anafi Minmahddun Azikin, Thahir Baso Mursidi, Baso Basrami Dwi Putra Chaerul Adam Darwin Darwin Dimas Manggala Putra Erik Astrawan Fauziah Kudus Fikri Aris Munandar Fitriah S Fitriah S Fitriah.S Fitriah.S Harmunadin Harmunadin Hasmiati Hasmiati Hujiyanto, Hujiyanto Husain, Fajerullah Akbar Ihram Fajar Ilham Ilham Isnawati Isnawati Jasmardin, Jasmardin Jaya, Laode M Golok Kaimuddin, Januar Saleh La Hamimu La Ode Hasan Jamilu La Ode Muhamad Magribi La Ode Muhamad Magribi, La Ode Muhamad La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad La Welendo La Welendo La Welendo, La Lalang, Lalang Laode M. Golok Jaya Latif Budi Suparma Latif Budi Suparma Lawalendo Lawalendo LM. Fid Aksara Magribi, La Ode Muh. Mahapati, Waode Sitti Warsita Masdiana Masdiana Muammar Makmur Muammar Makmur Muammar Makmur, Muammar Muh. Sholeh Muh. Syarif Munansar Munansar Nasrul Nasrul Nini Hasriyani Aswad Nuhun, Ridwan Syah Nur Fajriah Muchlis Nurdin, Sri Asnita One, La Putra, Basrami Dwi Rachman, Ranno Marlany Rahmat Rahmat Ridwan Syah Nuhun Ridwansyah Nuhun Rini Sriyani Rini Sriyani Rini Sriyani Riska Riska Romy Talanipa, Romy Rudi Balaka rudi balaka Rudi Balaka Rudi Balaka, Rudi Simatupang, Minson Siti Nurjanah Ahmad Sitti Nurjannah Ahmad Sitti Nurjannah Ahmad Slamet Slamet Slamet Sudarsono Sudarsono Sulfriadin, Sulfriadin Sulha Sulha Sulha Surya Syawaluddin Tahir Azikin Takdir, Riyan Abdillah Thahir Azikin Triantini. S. Putri Try Sugiyarto Uniadi Mangidi Vieta Oktaviana Arkos Syahputri Ressang Waode Sitti Warsita Mahapati Wunantari, Wa Ode Arie