Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMETAAN EKSISTING EKOSISTEM MANGROVE WILAYAH SELATAN LOMBOK TENGAH PASCA PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA LOMBOK TENGAH Sukuryadi, Sukuryadi; Johari, Harry Irawan; Nuryaddin, Ari; Putra, Aryan Perdana; Khosiah, Khosiah; Mas'ad, Mas'ad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.30791

Abstract

Abstrak: Pembangunan fasilitas infrastruktur, terutama proyek pariwisata seperti Sirkuit Mandalika, mampu menginduksi perubahan yang signifikan pada lingkungan alam setempat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki peran penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan pada luas mangrove, komposisi spesies, dan kondisi keseluruhan dari ekosistem mangrove setelah pembangunan sirkuit. Pendekatan penelitian mencakup analisis Indeks Perbedaan Vegetasi Normal (NDVI) dengan menggunakan data dari satelit Sentinel-2 serta survei lapangan untuk mengumpulkan data empiris. Evaluasi lebih lanjut melibatkan penerapan metode klasifikasi untuk memetakan dan mengidentifikasi variasi kondisi vegetasi. Penekanan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi identifikasi NDVI dari data Sentinel-2, dengan harapan hasilnya dapat mendukung pemantauan vegetasi, praktik konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil pengolahan citra Sentinel-2 menunjukkan ekosistem mangrove pada daaerah penelitian semakin berkurang setiap tahunnya. Mangrove cover 2019 = 540004.504 m persegi dibandingkan dengan mangrove cover 2022 = 301232.015 m persegi. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap dampak pembangunan infrastruktur yang besar terhadap ekosistem mangrove, dan dapat memberikan landasan bagi upaya pelestarian dan manajemen yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Implikasi dari temuan ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan pelestarian ekosistem mangrove dalam konteks pembangunan regional. Abstract:  The development of infrastructure, particularly tourism projects like the Mandalika Circuit, can bring about significant changes to the local natural environment, including the crucial mangrove ecosystem. This research aims to analyze alterations in mangrove extent, species composition, and overall health of the mangrove ecosystem post-construction of the circuit. The research methodology involves the analysis of the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) using data from the Sentinel-2 satellite and field surveys to obtain empirical data. Further analysis includes the application of classification techniques to map and identify various vegetation conditions. The primary goal of this study is to enhance the accuracy of NDVI identification from Sentinel-2 data, with the expectation that the results will support vegetation monitoring, conservation practices, and natural resource management. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the impact of significant infrastructure development on the mangrove ecosystem and serve as a basis for sustainable conservation and management efforts in the region. The implications of these findings are also expected to guide the formulation of policies that consider sustainability and preservation aspects of the mangrove ecosystem within the regional development context. 
Memahami Pesan Kampanye Politik Dalam Permainan Selamatkan Jakarta Khosiah, Khosiah
Jurnal The Messenger Vol. 5 No. 2 (2013): July-December
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v5i2.151

Abstract

Khosiah, G.331.09.0056. Understanding Political Campaign Message in Selamatkan Jakarta Game. Skripsi: Study Programme S-1 Communication Science Semarang University. The aim of the research to understand the message of political campaign in Selamatkan Jakarta Game. The theory base used in this research is the approach marks by Charles Sanders Peirce (in Littlejohn, 2009:64) defines semiosis as "a relationship among a sign, an object, and a meaning (the relationship between sign, object, and meaning)." This research used qualitative method and Semiotics analysis. The research is done by collecting data from websites related to Selamatkan Jakarta Game. It is concluded that political campaign messages in Selamatkan Jakarta Game proved to be effective with Jokowi-Ahok victory in Jakarta gubernatorial election 2012.
Implementasi Gerakan Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Negeri 26 Mataram Khosiah, Khosiah; Hasanah, Uswatun; Rahmawati, Fitri Indah; Nurhamida, Nurhamida; Hardiyanti, Eka; Nurrahmi, Nurrahmi; Sholihah, Mar'atun; Putri, Lilis Regina; Ayun, Fanya Kurata; Maulana, A'an
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30064

Abstract

Abstract:  The School Health Movement is a strategic step to improve the quality of health and education in Indonesia. The purpose of this movement is to improve the physical and mental health conditions of students, as well as to create a clean, safe, comfortable school environment that supports children's growth and development. The implementation of this activity uses observation, interviews, and documentation methods to obtain data and information related to the implementation of the school health movement at SDN 26 Mataram. The implementation of the School Health Movement has shown positive results in various aspects of physical health, mental health, and cleanliness of the school environment. Although there are still some challenges in its implementation, active participation from all school components, parents, and the community is very important in ensuring the success of this movement. The Healthy School Movement can continue to grow and provide long-term benefits for students, schools, and the community as a whole.Abstrak: Gerakan Sekolah Sehat merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Tujuan kegiatan Gerakan ini diluncurkan untuk memperbaiki kondisi kesehatan fisik dan mental peserta didik, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi terkait dengan implementasi gerakan sekolah sehat di SDN 26 Mataram. Implementasi Gerakan Sekolah Sehat telah menunjukkan hasil yang menyenangkan dalam berbagai aspek kesehatan fisik, mental, dan kebersihan lingkungan sekolah. Meskipun masih ada beberapa tantangan dalam pelaksanaanya, partisipasi aktif dari seluruh komponen sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan gerakan ini. Gerakan Sekolah Sehat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan.
Implementasi Program PLP II Terintegrasi KKN-DIK di SMP Negeri 1 Keruak Kabupaten Lombok Timur Khosiah, Khosiah; Kariana, Astagini Putri; Salam, Sublu; Mulyana, Rizky; Fadilah, Uswatun; Iprianto, Iprianto; Jannah, Uzlifatul; Ilham, Wisnu Purnama; Mutmainah, Mutmainah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2593

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan dan Inovasi Kemasyarakatan (KKN-DIK) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas calon guru melalui pengalaman langsung di sekolah dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program PLP II terintegrasi KKN-DIK di SMP Negeri 1 Keruak, Kabupaten Lombok Timur serta bertujuan untuk menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam aspek pedagogik, sosial, dan profesional. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan monitoring dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program ini telah dilaksanakan sesuai dengan pedoman PLP II dan KKN-DIK dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta program pengabdian kepada masyarakat. Tantangan yang dihadapi mahasiswa meliputi penyesuaian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat, kemampuan manajerial waktu, pengelolaan kelas dan penguasaan materi, namun dapat diatasi melalui bimbingan intensif dari dosen pembimbing dan guru pamong. Secara umum, implementasi program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menjadi pendidik profesional. Program integratif semacam ini direkomendasikan untuk terus dikembangkan sebagai model pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi Berbasis Merdeka Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Khosiah, Khosiah; Milandari, Baiq Desi; Setiawan, Irma
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i1.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis.   
Pedampingan Mahasiswa pada Program PLP I di Sekolah Dasar Negeri 26 Mataram Khosiah, Khosiah; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Setiawan, Irma; Handayani, Monika
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1511

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan elemen penting dalam pendidikan guru di Indonesia, dengan tujuan untuk membiasakan para calon pendidik dengan seluk-beluk lingkungan pendidikan. PLP-1 adalah suatu tahapan awal yang disiapkan oleh fakultas FKIP UMMAT dalam proses penyiapan guru profesional pada jenjang Program Sarjana Pendidikan berupa penugasan kepada mahasiswa khususnya pada semester IV untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah SDN 26 Mataram, dibawah bimbingan dan pengawasan dosen pembimbing dan guru koordinator secara berjenjang. Metode  pelaksanaan kegiatan pedampingan yang dilakukan adalah berupa bimbingan, diskusi dan refleksi serta evaluasi secara berkala. Program pendampingan PLP-1 dievaluasi berdasarkan hasil yang dicapai. Berdasarkan evaluasi secara berkala  menjelaskan bahwa program PLP-1 memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam memahami dunia pendidikan secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa telah berhasil menyelesaikan beragam tugas yang diberikan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Fenomena ini dapat diamati melalui kegiatan observasi yang dilakukan dan interaksi sosial yang terjalin dengan komite pembelajaran sekolah. Pengalaman-pengalaman positif yang diperoleh mahasiswa, tantangan-tantangan yang dihadapi, serta nilai-nilai dan perubahan sikap yang dihasilkan dari kegiatan PLP I memberikan kontribusi bagi pengembangan kompetensi mereka secara komprehensif sebagai calon guru. Pengetahuan yang mereka dapatkan dari pengalaman ini kemudian diintegrasikan ke dalam praktik pembelajaran dan pengajaran di masa depan, yang berkontribusi pada pengembangan profesional mereka.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI BAGI GURU-GURU DI SDN 1 JERINGO Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Ibrahim, Ibrahim; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Herianto, Agus; Mahsup, Mahsup; Setiawan, Irma; Khosiah, Khosiah; Mayasari, Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17475

Abstract

ABSTRAK                                                               Perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru telah mengalami perubahan, saat ini dalam kurikulum merdeka, guru harus mengembangkan perangkat pembelajaran berupa modul ajar yang berprisip pada diferensiasi proses pembelajaran. Salah satunya adalah dalam pengembangan modul ajar. Kemampuan guru untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan modul ajar berdiferensiasi masih kurang sehingga tujuan pengabdian ini yaitu untuk menambah wawasan guru dan keterampilan guru dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi, khususnya bagi guru yang ada di SDN 1 Jeringo kecamatan Gunungsari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan: tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan sudah berjalan dengan lancar , setiap guru berhasil mengembangkan produk berupa modul ajar berdiferensiasi sesuai dengan mata pelajaran yang di ajarkan di kelas masing-masing.ABSTRACTThe learning tools used by teachers have changed, currently in the independent curriculum, teachers must develop learning tools in the form of teaching modules that are based on the differentiation of the learning process. One of them is in the development of teaching modules. The teacher's ability to adapt and develop differentiated teaching modules is still lacking, so the purpose of this service is to add to the teacher's insight and teacher skills in developing differentiated teaching modules, especially for teachers at SDN 1 Jeringo, Gunungsari sub-district. The method used in this service is descriptive qualitative. The implementation of this service activity includes three stages: the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage of the service activity. The results of this dedication show that the activity has been running smoothly, each teacher has succeeded in developing a product in the form of differentiated teaching modules according to the subjects taught in their respective classes.
EDUKASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK PADA MASYARAKAT DESA BAJUR KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBAK BARAT Syafril, Syafril; khosiah, khosiah; Habiburrahman, Habiburrahman; Hamdi, Hamdi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35587

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat merupakan salah satu solusi strategis dalam mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kepada masyarakat Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dengan Yayasan Mujahidin Falah sebagai mitra kegiatan. Program ini melibatkan 27 orang peserta yang terdiri atas perwakilan warga dan pengelola lingkungan setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan dilakukan melalui identifikasi permasalahan, survei lapangan, dan koordinasi dengan pemerintah desa serta mitra. Pada tahap pelaksanaan, peserta memperoleh penyuluhan, workshop praktik pembuatan pupuk kompos padat dan cair, serta pendampingan kelompok untuk mengaplikasikan keterampilan pengolahan sampah organik secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta dalam mengelola sampah organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep pengelolaan sampah organik serta keterampilan praktis dalam mengolahnya menjadi pupuk. Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dari membuang sampah secara langsung menjadi mengolahnya secara produktif. Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan produk pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berpotensi menjadi model edukasi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa yang ramah lingkungan dan mandiri secara ekonomi. Kata Kunci: Edukasi, Sampah Organik, Pupuk Organik, Pemberdayaan Masyarakat, Lombok Barat ABSTRACTCommunity-based organic waste management is one of the strategic solutions in reducing environmental problems while increasing economic added value. This community service activity aims to provide education and training on the use of organic waste as fertilizer to the community of Bajur Village, Labuapi District, West Lombok Regency, with the Mujahidin Falah Foundation as a partner in the activity. This program involves 27 participants consisting of representatives of residents and local environmental managers. The implementation method consists of three main stages: preparation, implementation, and evaluation and follow-up. The preparation stage involves problem identification, field surveys, and coordination with the village government and partners. During the implementation stage, participants received counseling, workshops on making solid and liquid compost, and group assistance to apply their skills in processing organic waste independently. Evaluation was carried out by monitoring improvements in participants' knowledge, attitudes, and practices in managing organic waste. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of the concept of organic waste management and practical skills in processing it into fertilizer. In addition, there has been a change in people's behavior from directly disposing of waste to processing it productively. This program also encourages increased environmental awareness and opens up economic opportunities through the use of organic fertilizer products. Thus, this community service activity has the potential to become a model of sustainable education in supporting environmentally friendly and economically independent village development. Keywords: Education, Organic Waste, Organic Fertilizer, Community Empowerment, West Lombok