Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Gerakan Sekolah Sehat di Sekolah Dasar Negeri 26 Mataram Khosiah, Khosiah; Hasanah, Uswatun; Rahmawati, Fitri Indah; Nurhamida, Nurhamida; Hardiyanti, Eka; Nurrahmi, Nurrahmi; Sholihah, Mar'atun; Putri, Lilis Regina; Ayun, Fanya Kurata; Maulana, A'an
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30064

Abstract

Abstract:  The School Health Movement is a strategic step to improve the quality of health and education in Indonesia. The purpose of this movement is to improve the physical and mental health conditions of students, as well as to create a clean, safe, comfortable school environment that supports children's growth and development. The implementation of this activity uses observation, interviews, and documentation methods to obtain data and information related to the implementation of the school health movement at SDN 26 Mataram. The implementation of the School Health Movement has shown positive results in various aspects of physical health, mental health, and cleanliness of the school environment. Although there are still some challenges in its implementation, active participation from all school components, parents, and the community is very important in ensuring the success of this movement. The Healthy School Movement can continue to grow and provide long-term benefits for students, schools, and the community as a whole.Abstrak: Gerakan Sekolah Sehat merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Tujuan kegiatan Gerakan ini diluncurkan untuk memperbaiki kondisi kesehatan fisik dan mental peserta didik, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data dan informasi terkait dengan implementasi gerakan sekolah sehat di SDN 26 Mataram. Implementasi Gerakan Sekolah Sehat telah menunjukkan hasil yang menyenangkan dalam berbagai aspek kesehatan fisik, mental, dan kebersihan lingkungan sekolah. Meskipun masih ada beberapa tantangan dalam pelaksanaanya, partisipasi aktif dari seluruh komponen sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan gerakan ini. Gerakan Sekolah Sehat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa, sekolah, dan masyarakat secara keseluruhan.
Implementasi Program PLP II Terintegrasi KKN-DIK di SMP Negeri 1 Keruak Kabupaten Lombok Timur Khosiah, Khosiah; Kariana, Astagini Putri; Salam, Sublu; Mulyana, Rizky; Fadilah, Uswatun; Iprianto, Iprianto; Jannah, Uzlifatul; Ilham, Wisnu Purnama; Mutmainah, Mutmainah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2593

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan dan Inovasi Kemasyarakatan (KKN-DIK) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas calon guru melalui pengalaman langsung di sekolah dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program PLP II terintegrasi KKN-DIK di SMP Negeri 1 Keruak, Kabupaten Lombok Timur serta bertujuan untuk menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam aspek pedagogik, sosial, dan profesional. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan monitoring dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program ini telah dilaksanakan sesuai dengan pedoman PLP II dan KKN-DIK dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta program pengabdian kepada masyarakat. Tantangan yang dihadapi mahasiswa meliputi penyesuaian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat, kemampuan manajerial waktu, pengelolaan kelas dan penguasaan materi, namun dapat diatasi melalui bimbingan intensif dari dosen pembimbing dan guru pamong. Secara umum, implementasi program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menjadi pendidik profesional. Program integratif semacam ini direkomendasikan untuk terus dikembangkan sebagai model pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi Berbasis Merdeka Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Khosiah, Khosiah; Milandari, Baiq Desi; Setiawan, Irma
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i1.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kevalidan Perangkat Pembelajaran Berbasis merdeka belajar berupa RPP berdiferensiasi di SD Hadi Sakti Mataram pada siswa kelas IV. (2) Menganalisis kepraktisan RPP berdiferensiasi. (3) Menganalisis keefektifan RPP berdiferensiasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D dengan empat tahapan yaitu; 1) Define (pendefinisian), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), dan 4) Dissemination (penyebaran). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis contextual teaching learning ini telah menghasilkan produk yang telah dinyatakan valid oleh ahli materi, ahli perangkat dan praktisi pembelajaran. Hasil kevalidan yang didapat dari ahli materi dengan persentase 88% atau dapat dikategorikan sangat valid, kevalidan yang didapatkan dari ahli perangkat pembelajaran yaitu, RPP dengan persentase 85% atau dapat dikategorikan sangat valid. Sedangkan berdasarkan uji kepraktisan yang diperoleh dari hasil respon siswa Kelas IVA SD Hadi Sakti Mataram mendapatkan nilai persentase 96% dengan kriteris skor sangat praktis.   
Pedampingan Mahasiswa pada Program PLP I di Sekolah Dasar Negeri 26 Mataram Khosiah, Khosiah; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Setiawan, Irma; Handayani, Monika
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1511

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan elemen penting dalam pendidikan guru di Indonesia, dengan tujuan untuk membiasakan para calon pendidik dengan seluk-beluk lingkungan pendidikan. PLP-1 adalah suatu tahapan awal yang disiapkan oleh fakultas FKIP UMMAT dalam proses penyiapan guru profesional pada jenjang Program Sarjana Pendidikan berupa penugasan kepada mahasiswa khususnya pada semester IV untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah SDN 26 Mataram, dibawah bimbingan dan pengawasan dosen pembimbing dan guru koordinator secara berjenjang. Metode  pelaksanaan kegiatan pedampingan yang dilakukan adalah berupa bimbingan, diskusi dan refleksi serta evaluasi secara berkala. Program pendampingan PLP-1 dievaluasi berdasarkan hasil yang dicapai. Berdasarkan evaluasi secara berkala  menjelaskan bahwa program PLP-1 memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam memahami dunia pendidikan secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa telah berhasil menyelesaikan beragam tugas yang diberikan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Fenomena ini dapat diamati melalui kegiatan observasi yang dilakukan dan interaksi sosial yang terjalin dengan komite pembelajaran sekolah. Pengalaman-pengalaman positif yang diperoleh mahasiswa, tantangan-tantangan yang dihadapi, serta nilai-nilai dan perubahan sikap yang dihasilkan dari kegiatan PLP I memberikan kontribusi bagi pengembangan kompetensi mereka secara komprehensif sebagai calon guru. Pengetahuan yang mereka dapatkan dari pengalaman ini kemudian diintegrasikan ke dalam praktik pembelajaran dan pengajaran di masa depan, yang berkontribusi pada pengembangan profesional mereka.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI BAGI GURU-GURU DI SDN 1 JERINGO Muhardini, Sintayana; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Ibrahim, Ibrahim; Sudarwo, Raden; Anam, Khaerul; Herianto, Agus; Mahsup, Mahsup; Setiawan, Irma; Khosiah, Khosiah; Mayasari, Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17475

Abstract

ABSTRAK                                                               Perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru telah mengalami perubahan, saat ini dalam kurikulum merdeka, guru harus mengembangkan perangkat pembelajaran berupa modul ajar yang berprisip pada diferensiasi proses pembelajaran. Salah satunya adalah dalam pengembangan modul ajar. Kemampuan guru untuk menyesuaikan diri dan mengembangkan modul ajar berdiferensiasi masih kurang sehingga tujuan pengabdian ini yaitu untuk menambah wawasan guru dan keterampilan guru dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi, khususnya bagi guru yang ada di SDN 1 Jeringo kecamatan Gunungsari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan: tahap persiapan, tahap implementasi dan tahap evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan sudah berjalan dengan lancar , setiap guru berhasil mengembangkan produk berupa modul ajar berdiferensiasi sesuai dengan mata pelajaran yang di ajarkan di kelas masing-masing.ABSTRACTThe learning tools used by teachers have changed, currently in the independent curriculum, teachers must develop learning tools in the form of teaching modules that are based on the differentiation of the learning process. One of them is in the development of teaching modules. The teacher's ability to adapt and develop differentiated teaching modules is still lacking, so the purpose of this service is to add to the teacher's insight and teacher skills in developing differentiated teaching modules, especially for teachers at SDN 1 Jeringo, Gunungsari sub-district. The method used in this service is descriptive qualitative. The implementation of this service activity includes three stages: the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage of the service activity. The results of this dedication show that the activity has been running smoothly, each teacher has succeeded in developing a product in the form of differentiated teaching modules according to the subjects taught in their respective classes.