Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Effect of Nutrition Education on Nutrition Knowledge and Random Blood Glucose (RBG) in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Nurhalisa Eky Saputri; Siti Uswatun Hasanah; Djunaedi Djunaedi; Icha Dian Nurcahyani
PROMOTOR Vol. 9 No. 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i4.2480

Abstract

Background : Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by disturbances in insulin secretion and action. Effective management of DM requires optimal blood glucose regulation, in which nutrition education plays a crucial role in enhancing the nutritional knowledge of patients with type 2 diabetes mellitus. Objective : The purpose of this study was to examine the influence of nutrition education on nutritional knowledge and Random Blood Glucose (RBG) levels among patients with type 2 diabetes mellitus in the service area of UPT Turikale Health Center, Maros Regency. Methods : The research design employed a quasi-experimental approach involving 30 respondents who were divided into two groups: an intervention group that received nutrition education through a nutrition booklet, and a control group that did not receive any education. Data were collected using a nutritional knowledge questionnaire and Random Blood Glucose (RBG) examination. Data analysis was performed using an Independent T-test with a significance level of p<0.05. Results : The intervention group showed a significant improvement in nutrition knowledge (p = 0.000), whereas the change in Random Blood Glucose (RBG) levels was not statistically significant (p = 0.701). Nevertheless, a shift in blood glucose categories toward normal levels was observed after the nutritional education. Conclusions : The intervention group demonstrated a significant improvement in nutritional knowledge (p=0.000), while the change in RBG levels was not statistically significant (p=0.701). However, there was a noticeable shift in blood glucose level categories toward the normal range following the nutrition education.
Comparison Of Energy And Protein Intake Between Obese And Normal-Nutrition Children Idris Idris; Djunaedi Djunaedi
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i3.1539

Abstract

Childhood obesity is a nutritional problem that can increase the risk of metabolic disorders and other health problems. Energy and protein intake are important components that influence nutritional status and growth. Differences in dietary intake between children with obesity and children with normal nutritional status need to be identified as a basis for appropriate nutritional intervention. This study aimed to compare energy and protein intake between obese children and children with normal nutritional status. This quantitative study used a comparative cross-sectional design. The sample consisted of 84 children , consisting of 42 obese children and 42 children with normal nutritional status. Dietary intake was assessed using a food recall questionnaire, while nutritional status was determined based on body mass index-for-age according to applicable growth standards. Data were analyzed using an independent t -test or Mann-Whitney test according to data distribution. The mean energy intake among obese children was 2,145.6 kcal/day, while children with normal nutritional status had a mean intake of 1,782.4 kcal/day. The mean protein intake was 78.5 g/day among obese children and 61.7 g/day among children with normal nutritional status. Statistical analysis showed significant differences in energy intake (p=0.002) and protein intake (p=0.011) between the two groups. Energy and protein intake was significantly higher among obese children than among children with normal nutritional status. Nutritional education and monitoring of dietary intake are important components of obesity prevention and management in children.
Membangun Desa Sadar Sehat Melalui Program Edukasi Promosi Kesehatan Dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Rahmat Pannyiwi; Rifqi Ferry Balfas; Djunaedi Djunaedi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1450

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan kanker merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Peningkatan kejadian PTM erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup masyarakat, seperti konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta stres yang tidak terkelola dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko PTM menyebabkan upaya pencegahan dan deteksi dini belum dilakukan secara optimal. Pendekatan promosi kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali faktor risiko PTM serta menerapkan perilaku hidup sehat melalui program edukasi promosi kesehatan berbasis Desa Sadar Sehat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 di salah satu desa binaan dengan melibatkan 50 peserta berusia 18–65 tahun. Metode yang digunakan meliputi pre-test, ceramah interaktif, diskusi kelompok, skrining sederhana faktor risiko PTM, demonstrasi pengukuran tekanan darah dan antropometri, simulasi aktivitas fisik, konseling individu, pembagian booklet edukasi, post-test, dan evaluasi kepuasan peserta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil: Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 sebelum intervensi menjadi 93,8 setelah edukasi. Sebanyak 96,0% peserta memahami faktor risiko PTM, 94,0% memahami pola makan sehat, 92,0% memahami pentingnya aktivitas fisik, 90,0% berkomitmen melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, dan 96,0% menyatakan program sangat bermanfaat. Kesimpulan: Program edukasi promosi kesehatan berbasis Desa Sadar Sehat efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular. Pendekatan pemberdayaan masyarakat perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung terbentuknya perilaku hidup sehat dan menurunkan faktor risiko PTM.
Optimalisasi Pemenuhan Hak Anak Melalui Edukasi Asuhan Tanpa Diskriminasi Pada Keluarga Rahmat Pannyiwi; Djunaedi Djunaedi; Nurmiati Nurmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1661

Abstract

Latar Belakang: Anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pemenuhan hak tersebut. Namun, perbedaan usia, jenis kelamin, kondisi fisik, kemampuan akademik, karakter, maupun kondisi sosial ekonomi anak dapat memengaruhi pola pengasuhan keluarga. Edukasi kepada orang tua diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengasuhan yang menghargai hak dan martabat setiap anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak melalui penerapan asuhan tanpa diskriminasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan dan pengasuhan, diskusi interaktif, penyampaian materi, studi kasus, serta pendampingan keluarga. Peserta berjumlah 30 orang tua atau anggota keluarga yang memiliki anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 87,5 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek hak anak, prinsip non-diskriminasi, komunikasi positif, pemberian kesempatan yang setara, perlindungan dari kekerasan, serta keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan usia dan perkembangannya. Kesimpulan: Edukasi asuhan tanpa diskriminasi dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak dan mendorong penerapan pola pengasuhan yang lebih adil, positif, aman, dan menghargai martabat anak.