p-Index From 2021 - 2026
5.677
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika LEMMA: Letters Of Mathematics Education Jurnal Dimensi PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Gantang Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Desimal: Jurnal Matematika Journal of Honai Math SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Malikussaleh Journal of Mathematics Learning (MJML) Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Minda Baharu Indonesian Journal of Educational Science (IJES) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN JURNAL PENA EDUKASI M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Pustaka Ilmiah JURNAL AXIOMA : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Math-UMB.EDU JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Jurnal Abdimas ADPI Sosial Dan Humaniora JCP (Jurnal Cahaya Pendidikan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Jurnal Pendidik Indonesia Jurnal Tadris Matematika LINGUISTS : JOURNAL OF LINGUISTICS AND LANGUAGE TEACHING
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Interaction Patterns Among Deaf Students Through The Peer Tutor Method in Mathematics Learning Verjunnea Ali Choiriyan; Fadhilah Rahmawati; Nina Agustyaningrum
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v11i1.1080

Abstract

Deaf students have characteristics of learning mathematics that are highly dependent on visual channels due to limited linguistic and sensory access, so that abstract mathematics learning often becomes a challenge. The mismatch between these characteristics and teachers' delivery of material that is predominantly verbal or uses complex language structures results in less effective learning communication. This study aims to gain an in-depth understanding of the patterns and dynamics of interaction among deaf students during the application of the peer tutoring method in mathematics learning, particularly in flat geometry. The research used a qualitative approach with a case study design involving 16 deaf students at SLB-B YPPALB Magelang City from elementary to high school levels, divided into four heterogeneous groups based on the level of hearing impairment, additional disabilities, and peer tutor roles. Data were collected through structured classroom observation, learning documentation, and semi-structured interviews, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing stages. The results showed that interactions between students through peer tutors were more intensive and effective than interactions between students and teachers. These findings are in line with Vygotsky's Social Constructivism theory, which emphasizes the role of social interaction and peer scaffolding in learning. Peer tutors function as linguistic and social mediators through sign language, gestures, and concrete representations, thereby facilitating the understanding of mathematical concepts. The dynamics of interaction are influenced by the degree of hearing loss, additional disabilities, and the communication skills of peer tutors. These findings recommend that mathematics learning for deaf students be strategically designed based on peer tutoring to improve interaction, participation, and conceptual understanding.
Efektivitas strategi active learning tipe GQGA dan tipe LSQ terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa Victaria Aulia Irawan; Nina Agustyaningrum; Dita Aldila Krisma
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2026): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pyth.v15i1.7651

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 1 Tegalrejo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas strategi active learning tipe Giving Questions and Getting Answers (GQGA) dan tipe Learning Starts with a Question (LSQ) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah menengah pertama (SMP). Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment kuantitatif dengan populasi 221 siswa kelas VIII yang terbagi dalam tujuh kelas. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik cluster random sampling, dengan 32 siswa kelas VIII A dan 32 siswa kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa. Instrumen telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data untuk hipotesis 1 dan 2 menggunakan uji proporsi satu pihak. Sedangkan hipotesis 3 menggunakan uji independent sample T-test. Berdasarkan uji hipotesis penelitian didapatkan hasil: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa dengan strategi active learning tipe GQGA mencapai ketuntasan klasikal dengan zhitung 1,225 > ztabel -1,64 (2) kemampuan komunikasi matematis siwa dengan strategi active learning tipe LSQ mencapai ketuntasan klasikal dengan zhitung 0,408 > ztabel -1,64; (3) kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas yang menerapkan strategi active learning tipe GQGA lebih baik dibandingkan kelas yang menerapkan strategi active learning tipe LSQ dengan nilai thitung 2,897 > ttabel 2,042. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi active learning tipe GQGA lebih baik dibandingkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menerapkan strategi active learning tipe LSQ.
Strategi Guru dalam Mengimplementasikan Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Pembelajaran Matematika di SMP Rianita Hidayah Mutiara; Nina Agustyaningrum; Fadhilah Rahmawati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5152

Abstract

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran mendalam menjadi pendekatan yang mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif melalui melalui pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam pada pembelajaran matematika di SMP. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan melibatkan 4 guru matematika di SMP Negeri 1 Srumbung dan SMP Negeri 1 Muntilan yang dipilih secara purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam dilakukan melalui pembelajaran berkesadaran dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan apersepsi, pembelajaran bermakna melalui penggunaan konteks kehidupan nyata yang didukung pembelajaran bersifat kolaboratif, pembelajaran menggembirakan melalui ice breaking dan permainan edukatif yang diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital, serta upaya guru mengatasi hambatan melalui pelatihan, open class, dan penyesuaian penggunaan teknologi sesuai kondisi sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa kesiapan guru, partisipasi peserta didik, dan keterbatasan sarana, kedua sekolah mampu menerapkan pembelajaran mendalam dengan strategi yang berbeda sesuai karakteristik dan sumber daya yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam memiliki sifat fleksibel dan dapat menjadi pedoman bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, aktif, serta berpusat pada peserta didik. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan pembelajaran mendalam dengan melibatkan lebih banyak guru untuk memperoleh gambaran strategi pembelajaran yang lebih beragam.
The Effect of Game-Based Learning through an Escape Room on Mathematical Critical Thinking Skills Sasella Noveria; Nina Agustyaningrum; Dita Aldila Krisma
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v4i1.595

Abstract

This study was motivated by the low level of critical thinking skills among students in mathematics learning. The study aims to determine the differences in critical thinking skills between students who learn using a game-based learning model through an escape room game and those who learn through direct instruction, as well as to analyze the improvement in critical thinking skills before and after the intervention. This study employs a quantitative approach using a quasi-experimental design. The sample was selected using cluster random sampling, involving an experimental class and a control class. Data collection was conducted through critical thinking ability tests in the form of pre-test and post-test. Data analysis utilized the Mann-Whitney U test, the Wilcoxon Signed Rank test, N-Gain, and Effect Size. The results indicate a significant difference in the improvement of critical thinking skills between the experimental class and the control class (Z=-2.82; p<0.05). Additionally, there was a significant improvement in the experimental class before and after the intervention (Z=-4.52; p<0.05). The N-Gain value of  falls into the low category, while the Effect Size value of  indicates a high effect. Thus, the game-based learning model through an escape room game influences the improvement of students’ critical thinking skills and can be used as an alternative learning method that fosters critical thinking in mathematics education.
Pengaruh Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap Kemampuan Literasi Matematis Ditinjau dari Self-efficacy Siswa Siti Sholikah; Nina Agustyaningrum; Moh. Rikza Muqtada
Jurnal Tadris Matematika Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2024.7.1.119-130

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan literasi matematis ditinjau dari self-efficacy siswa. Penelitian ini menggunakan jenis quasi experimental bentuk nonequivalent posttest-only control group design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIIB dan VIIE, dengan pemilihan sampel secara cluster ramdom sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen tes dan non-tes, lembar observasi, pedoman wawancara serta angket validasi. Teknik analisa data dilakukan melalui analisa tahap awal dengan uji independent sample t-Test untuk mengetahui keseimbangan kemampuan awal siswa, serta tahap akhir dengan uji anava dua jalan dan uji pasca anava yaitu uji scheffe. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Kemampuan literasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran SSCS lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran langsung; 2) Terdapat perbedaan kemampuan literasi matematis antara siswa dengan self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah 3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan self-efficacy terhadap kemampuan literasi matematis.