Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Immersive 360° Virtual Reality for Traditional Dance Learning and Preservation in South Sulawesi, Indonesia Sahnir, Nurachmy; Jamilah, Jamilah; Makawi, Faizal Erlangga
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4517

Abstract

This study examines the effectiveness of immersive 360° Virtual Reality (VR) as a digital medium for learning and preserving traditional dances in South Sulawesi, Indonesia. Using a mixed-methods design, the research developed and evaluated an interactive VR 360° learning module featuring five traditional dances: Tari Bosara (Bugis–Makassar), Tari To Masenga (Luwu), Tari Pakarena version Anida (Makassar), Tari Pattudu Kumba (Mandar), and Tari Pagellu (Toraja). Quantitative analysis involving 20 undergraduate students demonstrated a significant improvement in learning outcomes, with average scores increasing from 68.2 (pre-test) to 87.5 (post-test) (p < 0.01). Qualitative findings further revealed that VR enhanced learners’ cultural empathy, affective engagement, and understanding of symbolic movements and local values. Overall, the study concludes that immersive VR serves as an effective pedagogical and cultural preservation tool, bridging traditional arts with contemporary educational technology and supporting the sustainable transmission of Indonesia’s intangible cultural heritage.
Upaya Pelestarian Kesenian Tradisional: Perubahan Bentuk Penyajian Tari Pakarena Di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa Salawati, Bau; Sahnir, Nurachmy; Andini, Batari Oja
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian dengan judul Upaya Pelestarian Kesenian Tradisional: Perubahan Bentuk Penyajian Tari Pakarena di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa berdasar pada observasi awal yang dilakukan di lapangan dan mendapatkan fakta bahwa penyajian Tari Pakarena mengalami perubahan atau tidak sama dengan penyajian pada tahun 90an, dalam rentang waktu tiga dekade ada fenomena suatu upaya yang dilakukan oleh pendukung kesenian tersebut agar entitas tari miliknya tetap berkelanjutan. Masalah penelitian dirumuskan: (1) Bagaimana perubahan aspek-aspek bentuk penyajian gerak Tari Pakarena pada di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa? dan  (2) Bagaimana upaya menjaga kelestarian yang dilakukan para seniman pendukung pertunjukan Tari Pakarena di Desa Kalaserena Bontonompo Gowa? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan metode deskriptif interpretatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan : studi pustaka, observasi non partisipan, wawancara terstruktur dan non terstruktur, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian : (1) Perubahan yang terjadi pada aspek bentuk penyajian tari Pakarena meliputi: aspek durasi pertunjukan, gerak tari, jumlah penari, unsur pendukung tari seperti busana dan musik iringan tari, sedangkan  (2) upaya menjaga kelestarian yang dilakukan para seniman pendukung pertunjukan Tari Pakarena yaitu dengan melibatkan penari dan pemusik generasi muda, tampil di luar acara ritual adat seperti pada acara yang sifatnya apresiasi.Kata kunci: perubahan, pelestarian, pakarena
Pelatihan Batik Tulis bagi Komunitas Peduli Makassar sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Hasnawati, Hasnawati; Nurdin, Aulia Evawani; Satriadi, Satriadi; Sahnir, Nurachmy; Hotimah, Hotimah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.85103

Abstract

Kegiatan pelatihan batik tulis ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan kreatif berbasis seni dan budaya local khususnya bagi Komunitas Peduli Makassar. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan batik tulis bagi Komunitas Peduli Makassar sebagai bentuk peningkatan kreativitas dan keterampilan Masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan pembuatan batik tulis. Peserta pelatihan diberikan pemahaman mengenai pengenalan alat dan bahan, teknik dasar membatik, proses pencantingan, pewarnaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti pelatihan serta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat batik tulis. Sebagai pemula dalam membuat batik tulis, peserta pelatihan mampu membuat desain sederhana, memindahkan desain di atas kain, mencanting, dan mewarnai, Selain itu, kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis kerajinan batik. Pelatihan batik tulis bagi Komunitas Peduli Makassar diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan Pemanfaatan Virtual Reality untuk Digitalisasi Tari Tradisional Sulawesi Selatan pada Guru Sekolah Dasar Nurachmy Sahnir; Jamilah Jamilah; Faizal Erlangga Makawi; Agussalim Djirong; Bau Salawati
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/4hefcn31

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai media digitalisasi tari tradisional Sulawesi Selatan dalam pembelajaran seni budaya. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan keterampilan guru dalam mengajarkan tari tradisional berbasis teknologi digital, minimnya media pembelajaran interaktif, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya lokal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan penggunaan teknologi VR, pendampingan pembuatan media tari digital, praktik pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan media VR untuk pembelajaran seni budaya. Guru mampu memanfaatkan video dan media digital berbasis VR dalam mengenalkan gerak tari tradisional Sulawesi Selatan kepada siswa secara lebih interaktif dan menarik. Selain meningkatkan kompetensi pedagogik guru, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pelestarian budaya lokal melalui digitalisasi tari tradisional berbasis teknologi. Dengan demikian, pemanfaatan Virtual Reality dapat menjadi inovasi pembelajaran seni budaya yang efektif dan relevan dengan perkembangan pendidikan abad ke-21.
Tari Kreasi Berbasis Kearifan Lokal dengan Metode Interaktif Digital bagi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Takalar Jamilah Jamilah; Nurachmy Sahnir; Bau Salawati; Erna Setianingsih; Miftahul Jannah
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.80742

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Takalar dalam menciptakan dan mengajarkan tari kreasi berbasis kearifan lokal melalui metode interaktif digital. Pelaksanaan kegiatan melibatkan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus VI Mangarabombang, yang menghadapi keterbatasan fasilitas pembelajaran seni, kurangnya pelatihan formal tari, serta minimnya pemanfaatan media digital dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknik dasar tari, penyusunan koreografi, pendampingan praktik mengajar, serta pemanfaatan media digital seperti video tutorial, aplikasi YouTube, dan pengenalan teknologi VR sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap teknik gerak, pola lantai, konsep tari kreasi berbasis budaya lokal, serta kemampuan menggunakan media digital dalam pembelajaran. Program ini juga menghasilkan satu karya tari kreasi tematik lokal, modul digital, dan video pembelajaran yang dapat digunakan guru secara mandiri. Kendala utama meliputi keterbatasan fasilitas ruang dan perangkat audio, serta kebutuhan pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan implementasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru serta berpotensi direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa. Kata Kunci: tari kreasi, kearifan lokal, interaktif digital, guru sekolah dasar, PKM