Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERAN TARI TRADISIONAL SEBAGAI BAGIAN DARI RITUAL DAN EKSPRESI BUDAYA MARITIM MASYARAKAT MAKASSAR Jamilah, Jamilah; Sahnir, Nurachmy
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i1.72213

Abstract

Tari tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan budaya dan spiritual masyarakat Makassar, terutama sebagai bagian dari ritual dan ekspresi budaya maritim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tari Pakarena dalam konteks budaya maritim, dengan fokus pada makna simbolis gerakan tarian yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan hubungan manusia dengan alam, khususnya laut. Tari Pakarena sering ditampilkan dalam acara-acara adat, seperti festival bahari, sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap laut yang dianggap sebagai sumber kehidupan nelayan. Tarian ini juga mencerminkan identitas maritim masyarakat Makassar sebagai pelaut ulung, di mana gerakan-gerakannya melambangkan keseimbangan dan harmoni antara manusia dan elemen-elemen alam, sesuai dengan filosofi Sulapa Appa'. Selain itu, peran perempuan dalam tarian ini sangat penting, karena tidak hanya menjadi simbol kesetiaan dalam menanti suami yang berlayar, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga spiritualitas dan keseimbangan sosial.  Penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Pakarena bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian integral dari identitas budaya masyarakat Makassar, yang menghubungkan kehidupan sehari-hari dengan kekuatan spiritual yang mengendalikan nasib mereka di laut.
Digitalization of Local Cultural Arts as an Innovation in Arts Education in the Era of Merdeka Belajar Sahnir, Nurachmy; Jamilah, Jamilah; Yatim, Heriyati
Indonesian Journal of Educational Studies Vol 28, No 1 (2025): Indonesian Journal of Educational Studies (Early Access)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijes.v28i1.72212

Abstract

The digital transformation in education offers a significant opportunity to revitalize local cultural arts through innovative learning approaches. However, the integration of local cultural arts into digital educational media particularly in school-based arts education remains suboptimal. This study aims to explore the potential of local cultural arts digitalization as a form of innovation in arts education aligned with the Merdeka Belajar policy. This research adopts a qualitative approach, utilizing interviews, observations, and documentation studies involving arts teachers, students, and local cultural content in elementary school settings. Findings indicate that using digital media rooted in local culture such as traditional dance videos, interactive applications, and folklore animations can increase student interest and strengthen cultural identity. The conclusion affirms that the digitalization of local cultural arts is effective not only as a medium for arts education but also as a strategy for cultural preservation that is adaptive to the digital era and education policies grounded in local wisdom.
Pendampingan Teknis Pengajuan Akreditasi dan Reakreditasi Jurnal Ilmiah dalam Lingkup Universitas Negeri Makassar Yusri, Yusri; Jamilah, Jamilah; Malik, Abdul; Sahnir, Nurachmy; Alfatih, Ainun Najib
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v4i3.72251

Abstract

Abstrak. Akreditasi jurnal ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas publikasi dan reputasi akademik sebuah institusi pendidikan tinggi. Namun, dalam praktiknya, banyak jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadapi berbagai kendala dalam proses pengajuan dan reakreditasi, seperti keterbatasan pemahaman teknis, pengelolaan sistem Open Journal Systems (OJS), dan kurangnya kesiapan dokumen pendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis kepada para pengelola jurnal di UNM agar mampu meningkatkan kualitas pengelolaan dan memenuhi kriteria akreditasi nasional yang ditetapkan oleh Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional). Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan. Kegiatan terdiri atas workshop, klinik jurnal, serta konsultasi individual yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing jurnal. Sebanyak 30 tim pengelola jurnal dari berbagai fakultas di UNM terlibat aktif dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait sistem akreditasi dan manajemen jurnal ilmiah. Selain itu, sebagian jurnal peserta telah melakukan perbaikan tata kelola OJS dan mulai menyiapkan dokumen pengajuan akreditasi. Respon positif peserta juga terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi, permintaan pendampingan lanjutan, serta terbentuknya forum informal antar pengelola jurnal sebagai ruang kolaborasi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pengelola jurnal dan menjadi model yang dapat direplikasi untuk mendukung pencapaian mutu publikasi ilmiah secara berkelanjutan di lingkungan universitas.Kata kunci: pendampingan teknis, akreditasi jurnal, Open Journal Systems, pengelolaan jurnal, Universitas Negeri Makassar
PELATIHAN CETAK DATAR SEDERHANA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN TAKALAR Sahnir, Nurachmy; Hamka, Dwi Wahyuni; Inayah, Faidhul; Izmi, Siti Asmaulul; Fitriana, Fitriana
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i1.73948

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada peningkatan kompetensi guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar di Kabupaten Takalar. Pelatihan ini secara spesifik bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat media pembelajaran cetak datar sederhana menggunakan media kertas. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lokakarya interaktif yang menekankan pada praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diakses dan minim biaya. Melalui program ini, diharapkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran akan meningkat secara signifikan. Peningkatan kompetensi ini pada dasarnya akan membuat proses pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif bagi siswa, terutama di tengah keterbatasan akses teknologi dan infrastruktur digital yang kerap menjadi tantangan di daerah pedesaan.
Designing an Educational Application Based on Passura Toraya Toraja Carvings to Strengthen Cultural Understanding in Elementary Schools Makawi, Faizal Erlangga; Djirong, Agussalim; Sahnir, Nurachmy
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4005

Abstract

This research focuses on designing an educational application drawing from Passura Toraya Toraja Carvings in Toraja. This Toraja Carvings is crucial in strengthening cultural understanding based on their symbolic meaning embedded in curriculum context in Elementary Schools. In this research, a concept of application design is created to showcase the beauty of Toraja Toraja Carvings. Which can be implemented as a learning tool to support cultural understanding of elementary students. The method of this research is a literature review, by analizing references from Art criticism, Geometry, and Ilustration of Toraja Toraja Carvingss. This research results shows that an educational application with the implementation of Passura Toraya can be applied to education by emphasizing three main points namely; (1) Geometry learning in Arts and Math, both can be applied as a great source of learning in schools; (2) Ilustration of Passura Toraya consists of hundreds of Toraja Carvingss that originally four Toraja Carvingss which later developed as times goes by; (3)Symbolic meaning of Passura Toraya helps understand the meaning of Toraja Culture in Schools. In Designing an educational application, the main crusial aspect of design is creating the core of its application. Therefore, three main objectives are drawn to provide a more comprehensive learning experience in schools integrated with technology. This research does not specifically creating a website, rather designing a concept of a better application for learning in schools.
Melatih Kelompok Remaja Putri Merias Henna Berornamen Kearifan Lokal Di Kelurahan Lalampanua, Majene – Sulawesi Barat Alimuddin, Alimuddin; Syahrir, Nurlina; Izma, Asmaulul; Sahnir, Nurachmy
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56076

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan bermitra pada Kelompok Remaja Putri di Kelurahan Lalampanua, Majene – Sulawesi Barat. Permasalahan bagi kelompok tersebut diidentifikasi antara lain: (1) kurangnya pemahaman terhadap ranah pengetahuan tentang jenis dan bentuk-bentuk ornamen kearifan lokal, (2) kemampuan ranah keterampilan mitra dalam membuat desain ornamen Henna berkearifan lokal masih kurang, serta 3) kurangnya kemampuan dalam mengkreasi tata rias Henna yang berkearifan lokal. Fokus utama pelatihan adalah merias Henna dengan berornamen kearifan lokal. Metode dan materi pelaksanan oleh Tim untuk mentransfer ranah pengetahuan dan ranah keterampilan dilakukan dengan tahapan, yakni: (1) tahap pemahaman pengetahuan dilaksanaankan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab untuk pencerahan wawasan terhadap jenis dan bentuk ornamen Henna berkearifan lokal, (2) tahap penerapan keterampilan dilakukan dengan metode demonstrasi dengan berlatih kemampuan merancang dan pembuat desain berbagai jenis dan bentuk ornamen Henna berkearifan lokal; dan 3) tahap evaluasi dilakukan dengan metode mengapresiasi produk-produk hasil pelatihan baik pengembangan desain maupun hasil uji-coba penerapannya. Capaian hasil pelatihan, yaitu: (1) mitra memahami pengetahuan dan termotivasi untuk mengenal berbagai jenis dan bentuk ornamen kearifan lokal di daerahnya, (2) mitra memiliki dasar kemampuan keterampilan untuk mendesain dan membuat ragam jenis dan bentuk ornamen berkearifan lokal, dan (3) mitra memiliki keterampilan kemampuan awal merias Henna berornamen kearifan lokal.Kata kunci: remaja putri, merias, henna, ornamen, kearifan lokal
Pelatihan Sastra Bugis menggunakan Teknik Mnemonik Kecapi Bugis bagi Remaja SMKN 5 Takalar: Upaya Revitalisasi Budaya melalui Program Kemitraan Masyarakat AJ, Andi Agussalim; Sahnir, Nurachmy; Yunus, Andi Fatimah; Marlina, Marlina; Nisa, Khusnul; Swagajma, Andi Tenri Olivia
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Dalam upaya pemertahanan dan revitalisasi minat remaja terhadap sastra bugis senantiasa menghadapi tantangan era yang kini cenderung serba digital. Alasan utamanya adalah minat generasi muda semakin hari cenderung semakin menurun karena perhatian mereka tersedot oleh permainan digital. Atas alasan tesebut, kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menghafal dan menampilkan sastra Bugis melalui inovasi mnemonik berbasis musik tradisional kecapi Bugis (kacapi ogi). Pelaksanaan PKM terpadu ini menggunakan metode dengan pendekatan partisipatif melalui workshop yang terdiri atas lima tahap: analisis kebutuhan, pelatihan teori, praktik kecapi Bugis, integrasi mnemonik-musik, dan pertunjukan hasil. Kegiatan menyasar sebanyak 20 siswa dari SMKN 5 Takalar. Sebagai instrumen evaluasi dari kegiatan PKM ini berupa pre-test, post-test, rubrik keterampilan, dan kuesioner kepuasan. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman sastra Bugis dari 58,3 menjadi 85,6 serta keterampilan pertunjukan mencapai 80% peserta mampu menyajikan elong Bugis dengan iringan kecapi. Hal ini berarti teknik mnemonik, efektif dalam memperkuat daya ingat sekaligus menumbuhkan apresiasi budaya lokal. Olehnya itu, program PKM ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran sastra berbasis seni tradisional untuk mendukung pendidikan berbasis budaya.Kata kunci: sastra bugis, mnemonik, kecapi bugis, pengabdian masyarakat, revitalisasi budaya.
PKM Perawatan Wajah dengan Scrub Alami Memutihkan Wajah Solusi Kecantikan Sehat bagi Ibu-Ibu Nelayan Pesisir Pantai Punaga Mangarabombang Kabupaten Takalar Burhanuddin, Izmi; Sahnir, Nurachmy; Maida, Andi Nur; Bahar, Ayu Saputri
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.78692

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat Bagi ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga kecamatan mangarabombang kabupaten takalar provinsi Sulawesi Selatan. Kelompok mitra membutuhkan adanya pelatihan perawatan wajah menggunakan bahan scrub yang alamiah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu - ibu nelayan dalam merawtat wajah menggunakan bahan alami yang mudah didapat dilingkungan sekitar. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra Adalah sebagai berikut : (1) Mitra dalm hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sering kali dihadapkan pada tantangan dalam merawat Kesehatan kulit wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang merawta wjaha dengan menggunakan bahan kosmetik alami, (2) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang tidak terbiasa melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami sehingga kulitnya nampak tidak terawat, (3) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan kosmetik yang digunakan dalam melakukan perawatan wajah. (4) Mitra dalm hal ini Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang membutuhkan pengetahuan dalm hal mengetahui cara pembuatan scrub alami memutihkan wajah secara alami, (5) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang belum mengetahui cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Adapun Solusi yang diberikan kepada mitra Adalah sebagai berikut: (1) ) Mitra dalam hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang mendapatkan informasi tentang bagaimana cara merawat wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang merawat wajah menggunakan bahan kosmetik alami, (2) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah terbiasa melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami sehingga kulit wajahnya nampak sehat dan terawat. (3) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan komsetik yang digunakan dalam perawatan wajah, (4) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memperoleh pengetahuan dalam hal mengetahui cara pembuatan scrub alami memutihkan wajah secara alami, (5) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memiliki pengetahuan cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Tim pengabdi mengawali kegiatan pelatihan kepada masyarakat melalui metode  meliputi tahapan ceramah pengabdi menjelaskan tahapan - tahapan proses kerja perawartan wajah dan pembuatan scrub alami serta melaksanakan sosialisasi perawatan wajah menggunakan scrub alamiah kepada para peserta dan tim pengabdi memberikan demonstrasi cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar serta pembuatan scrub alami kepada para peserta pelatihan yakni ibu - ibu nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pelatihan sebesar 89 % terhadap pentingnya kegiatan perawatan waja kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan scrub alami bagi ibu - ibu nelayan pesisir pantai punaga kecamatan mangarabombang,serta memningkatnya rasa kemamndirian dan kepercayaan diri ibu - ibu nelayan untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit sehingga menjadi sehat, segar dan terawat.Kata kunci: Pengabdian masyarakat, scrub alami, perawatan wajah, ibu - ibu  nelayan
Enhancing Cultural Heritage Preservation: The Role of Artificial Intelligence in Documenting the Pattennung Dance through 360° Video Technology Jamilah, Jamilah; Sahnir, Nurachmy; Makawi, Faisal Erlangga
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4515

Abstract

The advancement of Artificial Intelligence (AI) technologies offers novel prospects for the preservation of cultural heritage, particularly in traditional performing arts like the Pattennung dance. Representing a significant aspect of South Sulawesi's cultural identity, Pattennung encapsulates historical, social, and philosophical dimensions inherent in its choreography. However, existing challenges such as inadequate documentation, a decline in participation among younger generations, and the pervasive forces of globalization render this traditional art form vulnerable to cultural dilution and potential extinction. This article examines the multifaceted role of AI in the digitalization and preservation of Pattennung, employing techniques such as motion reconstruction, cultural databases, and immersive Virtual Reality (VR) environments to create engaging and authentic cultural experiences. While these technological innovations provide pathways for broader accessibility and educational opportunities, they also present significant challenges regarding cultural authenticity, including the risks of commodification, the reduction of rich philosophical meanings, and potential distortions of the dance's historical context. This study highlights the importance of integrating community involvement and ethical considerations in the development of AI applications to ensure that the true essence of Pattennung is preserved. By fostering collaboration among cultural practitioners, technologists, and local communities, this research argues that AI can serve as a strategic asset in the enduring effort to uphold and celebrate traditional art forms. The findings of this study aim to inform policymakers and cultural organizations on the best practices for AI implementation in cultural preservation, ultimately ensuring that innovations in technology reinforce rather than undermine the authenticity of cultural expressions. The integration of AI brings both opportunities and challenges, warranting a balanced consideration of techniques like Digital Twin Technology and immersive digital experiences that not only document but also enhance community engagement and intergenerational transmission of cultural knowledge. This research asserts that AI possesses the substantial potential to catalyze cultural preservation efforts while keeping the philosophical and contextual narratives intact, thereby enriching the cultural fabric of society.
Immersive 360° Virtual Reality for Traditional Dance Learning and Preservation in South Sulawesi, Indonesia Sahnir, Nurachmy; Jamilah, Jamilah; Makawi, Faizal Erlangga
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4517

Abstract

This study examines the effectiveness of immersive 360° Virtual Reality (VR) as a digital medium for learning and preserving traditional dances in South Sulawesi, Indonesia. Using a mixed-methods design, the research developed and evaluated an interactive VR 360° learning module featuring five traditional dances: Tari Bosara (Bugis–Makassar), Tari To Masenga (Luwu), Tari Pakarena version Anida (Makassar), Tari Pattudu Kumba (Mandar), and Tari Pagellu (Toraja). Quantitative analysis involving 20 undergraduate students demonstrated a significant improvement in learning outcomes, with average scores increasing from 68.2 (pre-test) to 87.5 (post-test) (p < 0.01). Qualitative findings further revealed that VR enhanced learners’ cultural empathy, affective engagement, and understanding of symbolic movements and local values. Overall, the study concludes that immersive VR serves as an effective pedagogical and cultural preservation tool, bridging traditional arts with contemporary educational technology and supporting the sustainable transmission of Indonesia’s intangible cultural heritage.