Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik Pasien Perokok Terhadap Saturasi Oksigen Dengan General Anestesi Di Rspau Dr Suhardi Hardjolukito Khoirunisa, Anggita; Rohmah, Astika Nur; Riyadi , Raden Sugeng
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rokok merupakan salah satu bahan olahan dai tembakau yang memiliki kandungan zat kimia yang dapat menyebabkan peningkatan pada produksi mucus. asap rokok lebih berbahaya jika dihirup oleh perokok pasif dibandingkan oleh perokok aktif mengandung karbonmonoksida dan lebih banyak mengandung tar dan nikotin, sehingga hal ini dapat menyebabkan penurunan pada saturasi oksigen seorang perokok. saturasi yang turun akan menyebabkan seseorang menimbulkan beberapa gejala yang dapat menghambat tingkat aktivitas fisik pada seseorang pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik pasien perokok terhadap saturasi oksigen dengan general anestesi. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 57 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai aktivitas fisik dengan kategori sedang yaitu sebanyak 30 pasien (93,7%),dan nilai saturasi oksigen dengan kategori normal sebanyak 30 pasien (93,7%). Simpulan: Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank nilai signifikan (???? Value) sebesar 0,005 menunjukkan bahwa Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara aktvitas fisik pasien perokok terhadap saturasi oksigen dengan general anestesi. Saran: Diharapkan dapat menjadi tambahan informasi kepada mahasiswa dan penata anestesi mengenai bagaimana hubungan aktivitas fisik pasien perokok terhadap saturasi oksigen dengan general anestesi.
Hubungan Burnout Tenaga Kesehatan Terhadap Penerapan Keselamatan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Gamping Karim, Nurmila Hi.; Rohmah, Astika Nur; Muhaji , Muhaji
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi terhadap kesalahan pada penerapan patient safety di Asia pada tahun 2018 sebanyak 30%. Rumah sakit di Provinsi Yogyakarta yang melaporkan insiden keselamatan pasien di tahun 2019 sebesar 12%. Insiden keselamatan pasien yang merugikan meliputi kesalahan prosedur bedah 27%, kesalahan pengobatan 18,3%, dan kesalahan infeksi terkait keperawatan 12,2% sedangkan secara keseluruhan di dunia kejadian pelanggaran patient safety dengan infeksi sebanyak 85,5% dan bukti kesalahan medis menunjukkan 50-72,3%. Tujuan: Mengetahui adakah hubungan burnout tenaga kesehatan terhadap penerapan keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 36 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Maslach burnout syndrome (MBI) dan kuesioner penerapan keselamatan pasien. Analisis data menggunakan uji statistik spearman rank. Hasil: Tenaga kesehatan yang mengalami burnout ringan sebanyak 11 orang (30,6%), burnout sedang sebanyak 15 orang (41,7%), dan burnout berat sebanyak 10 orang (27,8%). Tenaga kesehatan yang penerapan keselamatan pasien dengan kriteria baik sebanyak 15 orang (41,7%), cukup baik 13 orang (36,1%), dan kurang baik sebanyak 8 orang (22,2%). Hasil p value 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapat hubungan antara burnout tenaga kesehatan terhadap penerapan keselamatan pasien di IGD RS PKU Muhammadiyah Gamping, dengan signifikan kuat. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan sebagai evaluasi dan masukan bagi RS PKU Muhammadiyah Gamping, sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan penerapan keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat sehingga tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dapat melakukan dengan maksimal, sehingga pasien pun akan merasa puas.
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN PEMANJANGAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN PASCA ANESTESI UMUM DI RUANG PEMULIHAN RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Afif, Kholis Rifqi; Rohmah, Astika Nur; Handayani, Nia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 2 (2025): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i2.417

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Anestesi umum, atau general anesthesia, menghilangkan kesadaran untuk mencegah sensasi sakit pada pasien. Setelah operasi, pasien dipindahkan ke ruang pemulihan. Setelah anestesi umum, skor Aldrete digunakan untuk menilai pemulihan kesadaran pasien dewasa. Setelah operasi, hal-hal seperti efek farmakologis obat anestesi, cedera neurologis, lama operasi, perdarahan intraoperatif, dan gangguan metabolik seperti hipertensi menyebabkan pemulihan yang lama di ruang pemulihan. Tujuan: untuk mengidentifikasi hubungan antara riwayat hipertensi pasien pasca anestesi umum di ruang pemulihan RS PKU Muhammadiyah Bantul dan lama pemulihan mereka. Metode Penelitian: Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik consecutive sampling pada 58 responden.. Metode pengumpulan data diperoleh dari data primer dan observasi wawancara, observasi waktu pulih sadar menggunakan lembar Aldrete Score. Uji statistic menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Di antara mereka yang memiliki riwayat hipertensi, 36 (62,1%) mengalami waktu pemulihan yang lama. Di sisi lain, 22 orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi (37,9%) tidak mengalami waktu pemulihan yang lama. Ada korelasi signifikan antara variabel independen dan variabel dependen, seperti yang ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,00, yang lebih kecil dari 0,05, dari uji statistik Chi-Square. Simpulan: Terdapat pengaruh Riwayat penyakit Hipertensi terhadap pemanjangan waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi umum di ruang pemulihan Saran: peneliti selanjutnya, diharapkan dapat lebih mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi waktu pulih sadar, seperti usia , durasi operasi, dan jenis obat-obatan anestesi. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif untuk meningkatkan manajemen pasca anestesi umum dan asuhan pasien secara keseluruhan. Kata kunci : Anestesi umum; Riwayat Hipertensi; Pulih sadar.
HUBUNGAN TEKANAN CUFF DENGAN TINGKAT NYERI TENGGOROKAN PASCA GENERAL ANESTESI INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE (ETT) Syahrul, Nurul Qalbi; Riyadi, Raden Sugeng; Rohmah, Astika Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 2 (2025): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i2.431

Abstract

Background: The Endotracheal Tube intubation process, used for general anesthesia, involves inserting a tube into the trachea through through the mouth or nose. This can lead to post-procedure discomfort, such as hoarseness or a sore throat. These side effects are often caused by the tube’s pressure on the trachea and the inflation of its cuff. Aim of the Study: The study aimed to determine the relationship between Cuff pressure and the level of throat pain after general anesthesia Endotracheal Tube (ETT) intubation at PKU Muhammadiyah Hospital, Bantul. Research Method: This study employed a quantitative research design using correlation analysis to investigate the relationship between cuff pressure during endotracheal intubation and post-operative sore throat. Non-probability sampling was utilized to select 57 participants. Cuff pressure was measured using a specialized tool, and pos-toperative sore throat severity was assessed through observation. Spearman rank correlation analysis was conducted to analyze the data. Findings: This research found that most of the cuff pressure was in 20cmH2O - 30cmH2O or normal cuff pressure for 20 respondents (64.9%). Most respondents (50.9%), or 29 of them, experienced sore throat in this study. The results of the relationship test between Endotracheal Tube (ETT) Cuff pressure and sore throat after general anesthesia using the Spearman rank test obtained a significant p-value of 0.000 (<0.05) and a correlation coefficient value of 0.568. Conclusion: There is a relationship between ETT Cuff pressure and cases of sore throat after general anesthesia at PKU Muhammadiyah Hospital, Bantul. Suggestion: Further researchers are expected to be able to relate between ETT Cuff pressure and the level of throat pain with different variables.
PENGARUH SUCTION ENDOTRACHEAL TUBE TERHADAP KEPATENAN JALAN NAPAS PADA PASIEN GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KOTA YOGYAKARTA Kusuma Dewi, Ratih; Astika Nur Rohmah; Fauzan Adhima Febianto
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 8 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v8i1.2053

Abstract

General anestesi merupakan keadaan hilangnya nyeri yang disertai penurunan kesadaran melalui pemberian obat amnesia, sedasi, analgesia, dan pelumpuh otot yang bersifat reversibel. Salah satu teknik yang digunakan adalah anestesi inhalasi dengan intubasi endotrakeal, yaitu pemasangan pipa endotrakeal ke dalam trakea untuk menjaga jalan napas. Setelah prosedur pembedahan selesai, dilakukan ekstubasi. Namun, pasca ekstubasi dapat terjadi komplikasi berupa gagal napas akibat obstruksi jalan napas oleh peningkatan sekret, yang dapat ditangani melalui tindakan penghisapan lendir (suction). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suction endotracheal tube terhadap kepatenan jalan napas pada pasien general anestesi di instalasi bedah sentral RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasi one group pretest posttest design. Teknik sampling yang digunakan Accidental Sampling dengan jumlah 25 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon pada alva <5%. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh suction endotracheal tube terhadap kepatenan jalan napas pada pasien general anestesi di instalasi bedah sentral RSUD Kota Yogyakarta dengan p value 0,000. Pada penelitian ini pemberian suction endotracheal tube mampu meningkatkan kepatenan jalan napas pada pasien general anestesi dengan endotracheal tube
Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Tekanan Darah dan Nadi pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi di RSUD Dr. Soeroto Ngawi Eni, Lucky Febri; Rohmah, Astika Nur; Handayani, Nia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.423

Abstract

Pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi memiliki faktor risiko terjadinya perubahan hemodinamik tekanan darah dan nadi. Insiden hipotensi dan bradikardi tertinggi pada kasus obstetri pasca spinal anestesi. Tindakan sectio caesarea memiliki risiko terjadinya perdarahan dan syok secara mendadak, hal ini dapat diperparah dengan efek dari obat spinal anestesi. Perlu dilakukan pemulihan dengan cara mobilisasi dini untuk mengembalikan fungsi fisiologis dan sistem kardiovaskuler pasca tindakan. Penerapan mobilisasi dini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh terhadap tekanan darah dan nadi pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasy eksperimen dengan desain Pretest-Post-test Nonequivalent Control Grub Design total 78 responden dengan jumlah 39 responden per kelompok yang diambil sesuai kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi dilakukan pretest-Post-test pengukuran tekanan darah dan nadi sebelum dan sesudah mobilisasi dini dilakukan sedangkan, kelompok kontrol dilakukan pretest-Post-test pengukuran tekanan darah dan nadi dengan tidak dilakukan intervensi mobilisasi dini. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap tekanan darah dan nadi pada pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi. Hasil penelitian pada kelompok intervensi rata-rata tekanan sistole saat pretest yaitu 113.82 mmHg dan Post-test dihasilkan rata-rata sebesar 118.59 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan diastole saat pretest yaitu 67.77 mmHg dan ketika Post-test yaitu 75.05 mmHg. Nadi pada kelompok intervensi saat pretest yaitu rata-rata 83.03x/mnt dan rata-rata hasil Post-test yaitu 87.69x/mnt.
Association Between Sleep Quality and Physical Fitness Among Practical and Non-Practical Anesthesiology Nursing Students at Aisyiyah University Yogyakarta Fasya, Ricyta Islami; Rohmah, Astika Nur; Pambudi, Triyas Singgih
Adult Health Nursing Journal Vol 2, No 2 (2025): Adult Health Nursing Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ahnj.v2i2.11790

Abstract

Introduction: Internship and non-internship students have different levels of busyness, internship students are busier than non-internship students, thus disrupting their sleep quality and physical fitness levels. In Indonesia, the prevalence of sleep disorders varies by age group, with sleep deprivation (<7 hours per night) reaching 64.7% in adolescents, around 38% of adolescents in urban areas and 37.7% in suburban areas of Indonesia experiencing sleep disorders. Objectives: To determine the relationship between sleep quality and physical fitness levels in internship and non-internship nursing students of Universitas Aisyiyah Yogyakarta . Methods : Quantitative research method with correlational analysis method through cross-sectional approach. The sample in this study amounted to 128 respondents, categorized as 64 internship anesthesiology nursing students and 64 non-internship anesthesiology nursing students , with simple random sampling technique by random method (drawing). Results: The results of the Spearman Rank test showed that sleep quality and physical fitness levels had a significant relationship with a p-value of 0.000 (p <0.05). The relationship between sleep quality and physical fitness levels in Anesthesiology Nursing Practice Students in the moderate category and Non-Practice in the strong category of Aisyiyah University with a positive (unidirectional) relationship . Conclusions : There is a significant relationship between sleep quality and physical fitness levels in Anesthesiology Nursing Practice and Non-Practice Students of Aisyiyah University Yogyakarta.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER DAN PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT KESIAPSIAGAAN GEMPA BUMI PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 BANTUL Amanda, Bintang Dwi; Puspito, Heri; Rohmah, Astika Nur
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1263

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, khususnya gempa bumi, karena letaknya di pertemuan empat lempeng tektonik dunia. Salah satu wilayah yang sering terdampak adalah Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang pernah mengalami gempa besar pada tahun 2006. Tingginya risiko gempa bumi menuntut peningkatan kesiapsiagaan, terutama di lingkungan sekolah. Namun, studi pendahuluan di SMA Muhammadiyah 1 Bantul menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana gempa bumi masih rendah, serta belum pernah dilakukan edukasi secara terstruktur mengenai kesiapsiagaan bencana di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pre-post test. Sampel penelitian adalah siswa kelas 10 SMA Muhammadiyah 1 Bantul dengan jumlah sampel 94 responden yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi: satu kelompok diberikan edukasi menggunakan media poster, dan kelompok lainnya diberikan penyuluhan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan gempa bumi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data ,bivariat menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test untuk masing-masing kelompok dan uji Mann-Whitney U untuk membandingkan efektivitas kedua metode.                                                                                                                                                                                                                hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode, dengan penyuluhan terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa dibandingkan media poster (nilai p = 0,008). Setelah intervensi, proporsi siswa dengan kategori kesiapsiagaan "sangat siap" lebih tinggi pada kelompok penyuluhan (61,7%) dibandingkan dengan kelompok poster