Claim Missing Document
Check
Articles

STABILITAS LAPIS ASPAL BETON AC-WC MENGGUNAKAN ABU SEKAM PADI Said Jalalul Akbar; Wesli Wesli
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v2i4.57

Abstract

AC-WC (Asphal Concrete-Wearing Course) merupakan lapis aspal beton (laston) yang berfungsi sebagai lapisan aus pada sebuah konstruksi perkerasan jalan. Sebagai bahan pengisi pada lapis ini biasanya digunakan abu batu. Pada penelitian ini dilakukan alternatif pengganti bahan pengisi yaitu dengan menggunakan abu sekam padi yang diambil dari limbah hasil pembakaran pada kilang padi. Tujuan penelitian ingin mengetahui seberapa besar perbedaan nilai para meter marshall antara abu batu dengan abu sekam padi sebagai pengganti filler pada campuran aspal panas AC-WC. Metode yang digunakan adalah metode bina marga, dengan membuat benda uji dari kedua campuran sesuai syarat Depkimpraswil (2002) dengan beberapa variasi tertentu, selanjutnya dilakukan pengujian Marshall dilaboratorium. Penelitian ini hanya melihat perbedaan nilai parameter Marshall antara abu batu dengan abu sekam padi.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan di laboratorium diporeh nilai parameter marshall sebagai berikut: nilai Density, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient meningkat (lebih besar) pada campuran yang menggunakan abu sekam padi. Kenaikan nilai Density, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient secara merata (optimum) terjadi pada campuran yang menggunakan abu sekam padi 6%. Sedangkan pada campuran abu sekam padi 8% terjadi penurunan nilai stabilitas.Kata kunci: Stabilitas, Laston, Abu Sekam Padi
ANALISIS TRANSPORTASI KOTA LHOKSEUMAWE Said Jalalul Akbar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v1i1.59

Abstract

Kota Lhokseumawe salah satu kota sedang berkembang di provinsi Aceh,saat ini mengalami kemacetan dan rasa kurang nyaman bagi pengguna jalandi titik tertentu pada ruas jalan dalam kota maupun pinggiran kota, sehinggaperlu dilakukan suatu kajian/analisis terhadap sistem transportasi yangsedang berlangsung saat ini. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kondisifaktual sistem transportasi yang sedang diterapkan dan langkah solusi apakahyang seharusnya dilakukan oleh pemerintah kota agar nantinya sesuai denganperundang-undangan traspotasi. Metode yang digunakan dalam penelitian inidengan pengamatan langsung di lapangan pada titik-titik tertentu sesuaipedoman serta rujukan yang telah diatur didalam peraturan yang berlaku.Dari hasil penelitian diperoleh beberapa jawaban tentang sistem transportasiyang sedang berlaku yaitu jumlah penduduk yang tidak seimbang denganukuran (kapasitas) jalan, banyaknya hambatan samping yang disebabkan olehpara pedangang kaki lima, banyaknya terjadi kecelakaan lalulintas yangdisebabkan oleh ulah pengemudi yang pakir disembarang tempat, kurangmematuhi peraturan lalulintas dan banyaknya pengemudi dibawah umur,serta masih kurangnya rambu lalulintas pada titik-titik tertentu. Langkah sertasolusi yang perlu dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah denganmenambah jaringan jalan pada beberapa daerah tertentu, memperlebarukuran jalan sesuai kapasitas lalulintas yang dilayani, menambah ramburambulalulintas pada beberapa tempat dan memeperbaiki kembali ramburambulama yang telah rusak dan kurang jelas serta memperjelas garis markajalan pada tempat-tempat tertentu. Untuk meningkatkan kesadaran akanperaturan lalulintas oleh para pengemudi perlu dilakukan sosialisasi melaluimedia cetak, elektronik maupun stiker-stiker.Kata Kunci : Transportasi, jalan dan lalulintas
PENURUNAN PELAYANAN JALAN AKIBAT DISINTEGRATION, UTILITY CUT DEPRESSION, BLEEDING, DAN POLISHED AGGREGATE PADA PERKERASAN LENTUR Muhammad Fauzan; Herman Fithra; Said Jalalul Akbar; Muhammad Kabir Ikhsan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v1i1.62

Abstract

Umur pelayanan jalan sangat ditentukan oleh kondisi permukaan perkerasan didasari pada profil permukaan yang diukur dengan hasil indek permukaannya. Indek permukaan diperkenalkan oleh AASHTO berdasarkan pengamatan kondisi perkerasan berupa retakan, distorsi, cacat permukaan, lubang dan tambalan. Konstruksi jalan yang rata, kuat dan terpelihara akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi transportasi dan perkembangan ekonomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui penurunan pelayanan jalan akibat cacat permukaan, penurunan pada bekas penanaman utilitas, kegemukan dan pengausan di jalan dengan menggunakan metode indek kondisi perkerasan. Penelitian berdasarkan kerusakan disintegration, utility cut depression, bleeding dan polished aggregate. Total nilai indek dari kerusakan-kerusakan akan dikurangi 100% yang berati sisa pelayanan jalan. Asumsi tingkat kerusakan setiap jenis kerusakan adalah berat. Menggunakan kurva yang disiapkan PCI dapat diketahui besarnya penurunan indek permukaan. Kerusakan jenis disintegration yang berupa stripping dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturut-turut sebesar 91, 89, dan 85, ravelling dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturut-turut sebesar 91, 89, dan 85, serta potholes dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturutturut sebesar 85, 78, dan 75. Kerusakan jenis utility cut depression dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturut-turut sebesar 84, 83, dan 82. Kerusakan jenis bleeding dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturut-turut sebesar 98, 96, dan 84. Kerusakan jenis polished aggregate dengan luas kerusakan 30%, 60% dan 90% menghasilkan nilai PCI berturut-turut sebesar 99, 98, dan 97.Kata-kata kunci: Pelayanan, Kondisi Permukaan Jalan
STUDI KORELASI FAKTOR AIR SEMEN (WATER CEMENT RATIO) DENGAN KUAT TEKAN BETON STRUKTURAL Wesli Wesli; Said Jalalul Akbar; Burhanuddin Burhanuddin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v1i1.64

Abstract

Pada dasarnya kekuatan beton terhadap tekan cenderung ditentukan oleh material yang digunakan seperti agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir kasar dan pasir halus), serta seme, Pada penelitian ini jumlah benda uji sebanyak 135 benda uji yang terdiri dari bentuk kubus bersisi 15 cm, bentuk kubus bersisi 20 cm dan bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm ditinjau dari pengaruh faktor air semen (water cement ratio) yang selanjutnya disingkat dengan w/c ratio yang dibuat dengan 9 jenis dari w/c ratio 0,450 sampai dengan w/c ratio 0,650 masing-masing dengan range 0,050 dan diuji dengan mesin tekan dengan berbagai factor umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton sangat ditentukan oleh bentuk benda uji, umur benda uji dan faktor air semen (water cement ratio) di mana diperoleh kesimpulan bahwa makin kecil w/c ratio maka makin besar kuat tekan beton yang dihasilkan.Kata kunci: Faktor Air Semen, Kuat Tekan Beton Struktural
PENGARUH PENGGUNAAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADATANAH LUNAK DESA MATANG PANYANG TERHADAP KUAT GESER said jalalul akbar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v6i1.86

Abstract

Tanah lunak adalah tanah yang memiliki nilai daya dukung yang sangat  rendah.Penelitian dilakukanterhadap tanah di desa Matang Panyang Kabupaten AcehUtara yang mempunyai nilai indeks plastisitas sebesar 20,31%. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan semen terhadap tanah lunak dankuatgeser. Penelitian terhadap pemeriksaan sifat-sifat fisis danmekanis tanah dengan penambahan semen, yaitu 0% ,3%, 6%, 9% terhadap berat kering tanah. Menurut AASTHO tanah digolongkan ke dalam jenis tanah A-7-6 yaitujenis tanah berlempung dan berdasarkan sistem klasifikasi USCS ergolong ke dalam jenis tanah lempung plastisitas rendah (CL).Kadar air  optimum tanah asli (ωoptimum) = 20% dan kepadatan kering (gdmax) =1,517gram/cm3. Dari hasil pengujian direct shear kuat  geser maksimum terjadi pada kadar semen 9% yaitu sebesar (c) = 0,70kg/cm2, (Ø) = 49,62°. Sedangkan pada uji triaksial kuat gesermaksimum terjadi pada kadar semen 6% yaitu sebesar (Ø) =kg/cm2. Kata kunci:Semen,Direct Shear, Triaksial, Kuat Geser
PENGGUNAAN ABU BATU BARA SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-BC Zulfhazli Zulfhazli Abdullah; Wesli Wesli; Said Jalalul Akbar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v6i2.95

Abstract

Abu batu bara terdiri dari partikel-partikel halus, gradasi dan kehalusan abu batu bara dapat memenuhi persyaratan gradasi untuk mineral filler. Penggunaa filler pada campuran aspal beton adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, untuk mengikatkan daya ikat aspal beton, dapat meningkatkan stabilitas dari campuran aspal beton. Tujuannya dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai Parameter Marshall akibat pengaruh penggunaan abu batu bara sebagai pengganti filler dengan beberapa variasi campuran. Metode penelitian menggunakan Metode Marshall dengan rujukan Spesifikasi Bina Marga tahun 2010 Revisi 2. Hasil penelitian didapat nilai Flow pada campuran aspal mengalami peningkatan pada kadar 25% abu batu bara nilai sebesar 3,30 mm dan kemudian meningkat sebesar 0,91% menjadi 3,33 mm pada kadar 50% abu batu bara,  kemudian terus meningkat seiring bertambahnya kadar abu batu bara seiring bertambahnya kadar abu batu bara dalam camputran,hal ini disebabkan nilai VIM dapat menerima kadar abu batu bara bertambah dan rongga dalam campuran bertambah licin.Sedangkan nilai stabilitas pada campuran aspal mengalami penurunan dimulai pada kadar 25% abu batu bara nilai stabilitas sebesar 1431 kg kemudian menurun sebesar 70,79% pada kadar 50% abu batu bara sebesar 1418 kg nilai stabilitas mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar abu batu bara dalam campuran. Hal ini disebabkan oleh menurunnya penggunaan butiran abu batu yang mengakibatkan film aspal menjadi tebal, sehingga fungsi aspal sebagai pengikat berubah menjadi pelicin dan akan menurunya nilai stabilitas.  
EVALUASI KINERJA JALAN TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN JALAN DUA JALUR Said Jalalul Akbar; Wesli Wesli; Burhanuddin Burhanuddin; Muammar Khadafi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v7i1.125

Abstract

Jalan Banda Aceh-Medan Simpang Jalan Elak-Jembatan Alue Awe saat ini sangat padat arus lalulintas yang melintasi. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya adalah pada lokasi tersebut telah didirikan beberapa gedung/bangunan penting sebagai fasilitas umum seperti Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Rumah Sakit Umum kota Lhokseumawe, Politeknik Negeri dan pertokoan serta tempat-tempat usaha lainnya milik masyarakat. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apakah jalan tersebut masih mampu melayani lalulintas sehubungan dengan kondisi pada lokasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai LHR pada hari Rabu 930,71 smp/jam, hari Kamis 865 smp/jam dan hari Minggu 578,02 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan rata-rata 0,44 dan tingkat pelayanan termasuk pada katagori C yang bermakna bahwa Sp. Jalan Elak-Jembatan Alue Awe arus lalulintasnya masih stabil dan kecepatan makin terbatas. Hasil pengamatan langsug di lapangan mendekati dengan hasil penelitian yang berarti rencana pembangunan jalan dua jalur dua arah sudak layak untuk dilaksanakan.
PERENCANAAN ULANG SISTEM MANAJEMEN LALU LINTAS DARI TIGA FASE MENJADI EMPAT FASE Said Jalalul Akbar; Zulfhazli Zulfhazli; Andi Syahputra Sinulingga
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v7i1.128

Abstract

Untuk meningkatkan pelayanan suatu jaringan jalan, mengurangi potensi konflik, pengurangan panjang antrian serta peningkatkan kapasitas simpang perlu dilakukan sebuah perencanaan ulang sistem manajemen lalu lintas yang baik dan terpadu. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan sistem bersinyal untuk mengurangi potensi konflik lalu lintas yang terjadi. Analisis menggunakan Metode (MKJI) 1997 dengan bantuan program Sidra Intersection 5.1. Data primer terdiri dari volume lalu lintas, sedangkan data sekunder terdiri dari kondisi lingkungan, termasuk ukuran kota dan jumlah penduduk. Hasil pada kondisi eksisting didapatkan nilai derajat kenjenuhan 0.60, panjang antrian 61 m, tundan 31.5 detik, dan level of service (LOS)  C dimana arus lalu lintas pada persimpang tersebut masih stabil, tetapi kecepatan perjalanan dan kebebasan bergerak dipengaruhi oleh besarnya volume lalu lintas, sehingga pengemudi tidak dapat lagi memilih kecepatan yang diinginkan. Sedangkan hasil yang didapatkan setelah dilakukan perubahan fase dari 3 (tiga) fase ke 4 (empat) fase didapatkan nilai DS 0,87, panjang antrian 135 m, tundan 53,3 detik, dan LOS D, artinya arus lalu lintas mulai tidak stabil, perubahan volume lalu lintas sangat berpengaruh terhadap besarnya kecepatan perjalanan, hal ini menunjukkan perubahan Sistem Manajemen Lalu Lintas pada Simpang Empat Baiturrahim Kota Lhokseumawe belum tepat dilakukan perubahan jumlah fase dari 3 (tiga) fase ke 4 (empat) fase
Studi Penempatan Dinding Geser Terhadap Waktu Getar Alami Fundamental Struktur Gedung Fadlan Effendi; Wesli Wesli; Yovi Chandra; Said Jalalul Akbar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v7i2.133

Abstract

Dinding geser adalah slab beton bertulang yang dipasang pada posisi vertikal pada sisi gedung tertentu yang berfungsi menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur. Ketika dinding geser ditempatkan pada lokasi tertentu yang cocok dan strategis, dinding tersebut dapat digunakan secara ekonomis untuk menyediakan tahanan beban horisontal yang diperlukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tata letak dinding geser terhadap waktu getar alami fundamental struktur gedung serta gaya geser dasar dan simpangan antar lantai yang terjadi dan gaya-gaya dalam pada bangunan akibat adanya beban gempa. Semua variasi dinding geser di analisis dengan bantuan program Extended Three-dimensional Analysis Building System (ETABS). Hasil penelitian ini waktu getar alami fundamanetal yang paling kecil terdapat pada model 5 dengan nilai sebesar 0,957 detik sedangkan yang paling besar terdapat pada model 3 sebesar 1,264 detik. Untuk nilai drift yang paling besar terdapat pada model 6 sebesar 30,322 mm sedangkan nilai yang paling kecil terdapat pada model 3 sebesar 12,128 mm. Untuk nilai geser dasar hanya model 6 yang memenuhi syarat SNI 03-1726-2012 sedangkan yang lain tidak memenuhi sehingga harus dilakukan pembesaran gaya geser. Pemodelan simetris pada model 4, model 5, model 6 memiliki nilai gaya dalam yang kecil. Sehingga dari semua pemodelan dinding geser pada pemodelan simetris yang memenuhi semua syarat SNI 03-1726-2012 dan memiliki gaya-gaya dalam yang kecil. Kata kunci: Dinding geser, waktu getar alami fundamental struktur
STUDI KOMPARASI BASE SHEAR PADA GEDUNG MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR DAN NON BASE ISOLATOR ahmad ridho siagian; Wesli Wesli; Yovi Chandra; Said Jalalul Akbar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v7i2.134

Abstract

Perencanaan struktur gedung di Indonesia masih minim dalam penggunaan base isolator pada wilayah gempa kuat seperti Aceh. Penelitian ini mengkombinasikan antara base isolator dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sebagai sistem penahan gaya gempa di wilayah gempa kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perbandingan respon gempa struktur fixed base SRPMK dan struktur SRPMK base isolator pada bangunan tingkat 10. Kedua struktur di analisis dengan spectrum respon dan data gempa yang digunakan adalah data gempa kota Banda Aceh dengan bantuan program Extended Three Dimensional Analysis of Buliding Systems (ETABS) 2016. Respon struktur yang ditinjau adalah gaya geser dasar (base shear), waktu getar alami, perpindahan (displacement), simpangan antar lantai (interstory drift) dan kapasitas penampang kolom tepi dan tengah pada struktur base isolator SRPMK. Dari hasil penelitian diperoleh gaya geser dasar struktur fixed base sebesar 9677,44 kN arah x dan 9649,26 kN arah y sedangkan struktur base isolator 5871,16 kN arah x dan 5854,27 kN arah y, kemudian hasil waktu getar alami struktur fixed base sebesar 1,178 detik dan struktur base isolator 2,277 detik, dan hasil simpangan antar lantai paling besar terletak di lantai 2 struktur base isolator yaitu 18,948% mereduksi simpangan antar lantai fixed base dan struktur memenuhi peraturan SNI 03-1726-2012 untuk penggunaan isolasi yaitu 46,51 mm. Kapasitas penampang kolom struktur fixed base pada lokasi pinggir yaitu 0,292 dan 0,427 pada lokasi tengah sedangkan nilai kapasitas penampang kolom struktur base isolator pada lokasi pinggir yaitu 0284 dan 0,374  pada lokasi tengah. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa penggunaan base isolator dapat mereduksi gaya geser arah x mencapai 40% dan arah y mencapai 39%, kemudian dapat memperpanjang waktu getar alami struktur bangunan dua kali. Hal ini menyebabkan gaya gempa yang bekerja semakin kecil dan dimensi kolom dapat diperkecil. Kata Kunci  : SRPMK Base isolator, Analisis respon spektrum, ETABS 2016
Co-Authors Abdul jalil Adzuha Desmi ahmad ridho siagian Akhiruddin Lubis Al Hadi, Yassin Ananda, Aldila Andi Syahputra Sinulingga Andi Syahputra Sinulingga, Andi Syahputra Arfiandi, Joni Azkia Salsabila Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin muhibuddin Candra, Yovi Cut Aulia Nebirizki David Sarana Diana Riskya Pirdiastuti Ditya Larasati Putri Effendi, Fadlan Emi Maulani Ersa, Nanda Savira Fadhliani, Fadhliani Fadlan Effendi Fasdarsyah Fasdarsyah Fitra Aulia Azmi Futri Habibah Afriandani Hamzani Hamzani Hamzani Herman Fithra Herman Fithra Ifsan Yusuf Ikhsan Maulana Indra Kurniawan Indra Kurniawan Irwana Irwana Irwana, Irwana Joni Arfiandi Jufriadi Jufriadi Khairullah Yusuf Lis Ayu Widari Lis Ayu Widari Lis Ayu widari Lis Ayu Widari, Lis Ayu Liwaaul Azmi Lubis, Akhiruddin M Fauzan M Ibnu H F Harahap M. Faisi Ikhwali M. Fauzan M. Jamil Maizuar Maizuar Maizuar Medyan Riza Mhd. Afrizam Syahputra Mirza Fahmi Mirza Fahmi Muammar Khadafi Muammar Khadafi Muhammad Fauzan Muhammad Kabir Ikhsan Muhammad Subhan Mukhlis Mukhlis Mukhlis Mukhlis Musa Al'ala MUTHMAINNAH Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah N.S. Ersa Nasution, Naya Fadillah Novi Sylvia Nura Usrina Pulungan, Wahyu Rahayu Retnowulan, Sri RAHMADI, YUSRIZAL Rhiza Afriady Ridwan Adha Rini Astuti Rizky Fajar Rozanna Dewi siagian, ahmad ridho Sofyan Sofyan Syahputra, Mhd. Afrizam Teuku Ilhami Surya Akbar Teuku Ilhami Surya Akbar Teuku Mudi Teuku Mudi Hafli Usrina, N Wesli MT Wesli Wesli Wesli Wesli Yassin Al Hadi Yovi Candra Yovi Chandra Yulius Rief Alkhaly YUSRIZAL RAHMADI Yusuf, Khairullah Zulfahmi zulfhazli zulfhazli