Dalam ‘memahami’ cerita Wayang kulit yang mengangkat potensi kearifan lokal perlu terus digali sebagai bentuk pemertahanan tradisi yang penting bagi pembinaan karakter bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pesan dan nilai-nilai budaya cerita Wayang Kulit, pada bagian "Dialog Punakawan Togog dan Bilung," versi Ki Dalang Seno Nugroho. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan pragmatis. Data penelitian berupa dialog tokoh dalam bentuk transkripsi bahasa Jawa yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian berupa; tujuh dokumentasi file video live Streaming cuplikan cerita wayang kulit bagian dialog punakawan Togog dan Bilung. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman pencatatan dokumen teks lisan. Analisis data menggunakan langkah-langkah deskriptif pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerita Wayang kulit, bagian dialog Punakawan Togog dan Bilung, versi Ki Dalang Seno Nugroho, memiliki dimensi pesan moral, mencakup (1) dimensi perhatian, meliputi nilai kebersamaan dan empati, (2) dimensi pertimbangan, meliputi nilai kesabaran dan keselamatan, dan (3) dimensi tindakan berkenaan dengan nilai ketentraman. Pada kajian nilai-nilai budaya ditemukan budaya manusia dalam (1) hubungan dengan Tuhan, meliputi nilai ketaqwaan atau tawakal dan berdoa, (2) hubungan dengan alam, meliputi nilai kelestarian alam dan keselarasan dengan alam, (3) hubungan dengan masyarakat meliputi nilai kerja sama, kepatuhan pada tradisi, dan nilai kearifan lokal, (4) hubungan dengan manusia lain, meliputi nilai kasih sayang, nilai kebijaksanaan, nilai kesabaran, nilai kesetiaan, menghargai orang lain, dan nilai kesopanan, dan (5) hubungan dengan diri sendiri, meliputi nilai kejujuran, nilai ketabahan, dan nilai kewaspadaan.