Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA BIDANG EJAAN BAHASA INDONESIA BAGI GURU SMP/MTs DI REJANG LEBONG Yulistio, Didi; Nugroho, Agung
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v4i2.777

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan Sikap, Pengetahuan, dan Kemahiran Berbahasa Indonesia bidang Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) bagi guru bahasa Indonesia SMP/MTs di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan kerjasama Kantor Bahasa dengan Diknas Kab. Rejang Lebong, dilaksanakan Selasa, 9 April 2019, Pukul 09.00—16.15 WIB., di hotel Mutiara Curup dengan peserta sebanyak 42 orang. Kegiatan dengan metode pelatihan melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi terpimpin. Narasumber mempresentasikan materi pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia dan memberikan latihan praktik menggunakan EBI secara benar. Pelatihan dilaksanakan melalui (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap evaluasi penggunaan EBI. Hasil kegiatan PkM dapat dikemukakan bahwa telah terjadi perubahan pola pikir (mindset), pengetahuan, dan Kemahiran Berbahasa Indonesia Guru bahasa Indonesia SMP/MTs di Kab. Rejang Lebong dalam menggunakan Ejaan bahasa Indonesia secara tertulis. Hal ini terlihat dari perubahan (1) pola pikir guru dalam menulis kata, kalimat, dan teks pendek telah memperhatikan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia secara benar, (2) penguasaan pengetahuan dan kemahiran berbahasa Indonesia guru dalam menerapkan unsur pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan yang sesuai ketentuan (hasil pretes dan postes mengalami peningkatan kategori cukup menjadi tinggi), dan (3) aktivitas guru bahasa Indonesia dalam mengikuti pelatihan menjadi lebih antusias dan bersemangat. Hal ini juga ditunjang dengan bukti relevan hasil jawaban pertanyaan kebermanfaatan menyatakan, bahwa pelatihan Ejaan bahasa Indonesia bermanfaat dan membuka kembali wawasan guru bahasa Indonesia.
KAJIAN PESAN DAN NILAI-NILAI BUDAYA PADA BAGIAN PUNAKAWAN CERITA WAYANG KULIT Yulistio, Didi; Nugroho, Agung
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 7 No 2 (2024): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v7i2.3221

Abstract

Dalam ‘memahami’ cerita Wayang kulit yang mengangkat potensi kearifan lokal perlu terus digali sebagai bentuk pemertahanan tradisi yang penting bagi pembinaan karakter bangsa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pesan dan nilai-nilai budaya cerita Wayang Kulit, pada bagian "Dialog Punakawan Togog dan Bilung," versi Ki Dalang Seno Nugroho. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan pragmatis. Data penelitian berupa dialog tokoh dalam bentuk transkripsi bahasa Jawa yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian berupa; tujuh dokumentasi file video live Streaming cuplikan cerita wayang kulit bagian dialog punakawan Togog dan Bilung. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman pencatatan dokumen teks lisan. Analisis data menggunakan langkah-langkah deskriptif pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerita Wayang kulit, bagian dialog Punakawan Togog dan Bilung, versi Ki Dalang Seno Nugroho, memiliki dimensi pesan moral, mencakup (1) dimensi perhatian, meliputi nilai kebersamaan dan empati, (2) dimensi pertimbangan, meliputi nilai kesabaran dan keselamatan, dan (3) dimensi tindakan berkenaan dengan nilai ketentraman. Pada kajian nilai-nilai budaya ditemukan budaya manusia dalam (1) hubungan dengan Tuhan, meliputi nilai ketaqwaan atau tawakal dan berdoa, (2) hubungan dengan alam, meliputi nilai kelestarian alam dan keselarasan dengan alam, (3) hubungan dengan masyarakat meliputi nilai kerja sama, kepatuhan pada tradisi, dan nilai kearifan lokal, (4) hubungan dengan manusia lain, meliputi nilai kasih sayang, nilai kebijaksanaan, nilai kesabaran, nilai kesetiaan, menghargai orang lain, dan nilai kesopanan, dan (5) hubungan dengan diri sendiri, meliputi nilai kejujuran, nilai ketabahan, dan nilai kewaspadaan.
Traces of Local Language in Lembak Ethnic Folktales: Inventory and Documentation as a Medium of Cultural Literacy Agung Nugroho; Inda Puspita Sari; Cekman; Houtman
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14511

Abstract

Folklore is an important medium for preserving regional languages and transmitting cultural values to the community. However, most Lembak ethnic folklore has not been systematically documented, thus facing the potential for extinction as the number of speakers of the local language decreases. This study aims to identify the uniqueness of the language, document the folklore, and uncover the cultural values contained in Lembak ethnic folklore as a medium for local cultural literacy. This study uses a qualitative approach with vocabulary and linguistic element inventory methods, story documentation through transcription and transliteration processes, and content analysis to examine the cultural values contained in the story texts. The results show that the Lembak language has distinctive phonological, morphological, and syntactic characteristics, which are reflected in vocabulary, traditional expressions, and sentence patterns that represent the community's oral traditions. The documentation of the folklore also successfully captures local history, community cosmology, heroic values, and traditional beliefs as part of Lembak cultural identity. The content analysis reveals the existence of moral, social, religious values, and local wisdom that are relevant to strengthening character education. Thus, Lembak ethnic folklore has the potential to become an effective local cultural literacy medium to support the preservation of regional languages, strengthen cultural identity, and become a source of contextual learning in educational environments.   Cerita rakyat merupakan salah satu media penting dalam pelestarian bahasa daerah dan transmisi nilai budaya kepada masyarakat. Namun, sebagian besar cerita rakyat etnik Lembak belum terdokumentasi secara sistematis sehingga berpotensi mengalami kepunahan seiring berkurangnya penutur bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekhasan bahasa, mendokumentasikan cerita rakyat, serta mengungkap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat etnik Lembak sebagai media literasi budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode inventarisasi kosakata dan unsur linguistik, dokumentasi cerita melalui proses transkripsi dan transliterasi, serta analisis isi untuk mengkaji nilai budaya yang terdapat dalam teks cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Lembak memiliki karakteristik fonologis, morfologis, dan sintaktis yang khas, yang tercermin dalam kosakata, ungkapan tradisional, dan pola kalimat yang merepresentasikan tradisi tutur masyarakat. Dokumentasi cerita rakyat juga berhasil merekam sejarah lokal, kosmologi masyarakat, nilai kepahlawanan, serta kepercayaan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Lembak. Analisis isi mengungkap adanya nilai moral, sosial, religius, dan kearifan lokal yang relevan dengan penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, cerita rakyat etnik Lembak berpotensi menjadi media literasi budaya lokal yang efektif untuk mendukung pelestarian bahasa daerah, memperkuat identitas budaya, serta menjadi sumber pembelajaran kontekstual di lingkungan pendidikan.
Co-Authors Abid, Syaiful Agus Triyogo Ahmad Amin Annisa Ansyor Ansyor Ardayati Ardayati Ayu Eftila Ayu Siti Aisyah Bustami, Ratih Andri Cahyogi Putra, Enggy Cekman Dedy Firduansyah Desi Anggraini Desi Helina Desi Ratnasari Desi Yanti, Reni Dian Ramadan Lazuardi Dian Ramadan Lazuardi Dian Ramadan Lazuardi Didi Yulistio Doni Pestalozi Donni Pestalozi Dwi Cahyani, Suni Enggi Wahyuni Fitri Fadli Fadli Febri Yani Firliana, Anggy Frima, Aren Grinitha, Virry Hidayanti, Nia Houtman Huda Kurniawan Inda Puspita Sari Inda Puspita Sari Inda Puspita Sari Indah Palupi, Rizky JAMALUDIN Jamaludin Jamaludin . jamaludin jamaludin Jamaludin, Jamludin Juwati Kiki Maryani Kurniawan, Huda LAZUARDI, DIAN RAMADAN Liberty Anggela Luci Fitri M Rusni Eka Putra Maharani, TriSela Maisa Rani Mareta Permata Sari, Reza Muhammad Ali Muhammad Kristiawan Murti, Sri Nadia Purmata Sari Novianti Mandasari Nur Nisai Muslihah Nur Nisai Muslihah, Nur Nisai Pajarada Wulan Rahmadan, Deserli Pendi Susilo Pestalozi, Donni Putri, Digita Ramadan Lazuardi, Dian Ramadhan Lazuardi, Dian Ramawanto, Al Fatia Rizki Rambat Nur Sasongko Rina Agustina Robi Irwansyah Rusmana Dewi Sapitri, Merli Sari, Inda Puspita Sarwit Sarwono Sarwono, Sarwit Satinem Sekar Graciavita, Zita Septa Mila Sari Septa Mila Sari Setiawati, Riska Sinaga, Tamaroris Sindy Suprobowati Sri Murti Sri Murti Sri Widiawati Ningsih SUCI RIYANTI Sukenda Egok, Asep Syaiful Abid Syaiful Abid Syukri Hamzah Syukri Hamzah Tri Astuti Umi Istiqomah Valen, Andri Virry Grinitha Virry Grinitha Wahyuning Prati, Lamia Wigiati, Kurnia Wulandari, Intan Wulandari, Kristina Yasafiq Yasafiq Yulistio, Didi