Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PSYCHOLOGICAL DISTRESS MAHASISWA DIII KEPERAWATAN POLITEKNIK NEGERI INDRAMAYU Nafisah Itsna Hasni; Evi Supriatun; Sari Artauli Lumban Toruan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.732

Abstract

Mahasiswa dalam rentang usia 18 sampai 22 tahun, dapat dikategorikan sedang dalam masa peralihan dari remaja akhir ke masa dewasa awal. Salah satu ciri masa dewasa awal yaitu individu mengalami perubahan tanggung jawab dari seorang pelajar yang sepenuhnya tergantung pada orang tua menjadi orang dewasa mandiri. Individu mulai menentukan pola hidup baru, memikul tanggung jawab baru, dan membuat komitmen-komitmen baru. Selain itu, dengan memasuki dunia universitas, mahasiswa pun menemui tantangan baru, seperti membuat keputusan secara mandiri mengenai pendidikan mereka, menyesuaikan dengan tuntutan akademik, dan berinteraksi dengan orang-orang yang lebih beragam.
Intervensi Health Coaching dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Penularan Tuberkulosis Evi Supriatun; Uswatun Insani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.928 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.1942

Abstract

This study aims to determine the effect of health coaching on knowledge and attitudes about the prevention of tuberculosis transmission in patients who are still undergoing routine tuberculosis treatment in Tegal Regency. The research design used was a quasi-experiment with pre and post-test with the control group. The results of the bivariate analysis showed that in the intervention group that had been given health coaching for 4 (four) sessions, it had a significant effect on the knowledge and attitudes of the respondents compared to the control group that was not given health coaching. This can be seen from the difference in values ​​before and after being given health coaching treatment in the intervention group. Also, the results of the bivariate analysis using the independent t-test showed a p-value of 0.000 <0.05. In conclusion, there is an effect of the implementation of health coaching on knowledge and attitudes about the prevention of transmission of tuberculosis in tuberculosis patients in Tegal Regency. Keywords: Health Coaching, Prevention of Tuberculosis Transmission, Knowledge, Attitude
EFEKTIVITAS BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI MANGGA SEBAGAI HAND SANITIZER TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Gunawan, Leo Van; Ghozali, Muhamad; Supriatun, Evi; Simanjuntak, Naomi Margaretha; Zainuddin, Zainuddin
Jurnal Buana Farma Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v4i4.1225

Abstract

Indramayu is a mango producing area in West Java Province. There are many varieties of mango types cultivated in Indramayu, including gedong gincu, gajah, harum manis, cengkir, golek, lali jiwa, agrimania and manalagi. In Indramayu, mangoes are sold as fruit and dodol. Mango seeds are simply thrown away or used as seeds. Mango seeds contain 81.3% starch per 100 grams. The starch in mango seeds can be made into flour as a raw material for making bioethanol. Bioethanol with a content of 70% can be used as an antiseptic to kill bacteria, viruses and fungi so that it can be used as a basic ingredient for making hand sanitizer. The method for making hand sanitizer from mango seed bioethanol goes through the Liquification Process, Saccharification Process, Fermentation Process, Distillation Process, Testing Bioethanol Content, Making Hand Sanitizer and Testing the Effectiveness of Hand Sanitizer on Staphylococcus aureus Bacteria using the disk diffusion method. The results of testing the bioethanol content after the multistage distillation process is 74%. Then bioethanol is mixed with Glycerin 99,7%, H2O2 3% and Sterile Aquadest to make hand sanitizer. The results of testing the effectiveness of hand sanitizers on Staphylococcus aureus bacteria showed that the diameter of the inhibition zone was 6 mm. Based on the Davis and Stout criteria, the effectiveness of hand sanitizer from mango seed waste bioethanol in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria is medium.
Adaptasi Pasien HIV/AIDS Selama Pengobatan Antiretroviral (ARV) Supriatun, Evi; Hasni, Nafisah Itsna; Marsono, Marsono
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i2.13785

Abstract

This study aims to find out experiences related to the adaptation process of HIV/AIDS patients during antiretroviral (ARV) treatment. This study uses a qualitative method. with a phenomenological design, with in-depth interviews with 10 participants with HIV/AIDS who are undergoing ARV therapy. The results of the study found 3 (three) main themes related to self-acceptance, behavioral transformation that supports health and mental strengthening in the adaptation experience of HIV/AIDS patients. From this study, it was concluded that the adaptation the process of HIV/AIDS patients starts from emotional experiences after being diagnosed with HIV/AIDS, to finally strengthening mentally as a challenge in undergoing ARV treatment to maintain their lives. Keywords: Adaptation, ARV Treatment, HIV/AIDS
Optimalisasi pengembangan karakter melalui psikoedukasi pergaulan bebas pada remaja Hasni, Nafisah Itsna; Supriatun, Evi; Asyari, Hasim
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i1.22509

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Remaja yang mengalami krisis identitas sangat rentan masuk dalam pergaulan bebas. Di Kabupaten Indramayu, pernikahan dini anak di bawah umur tergolong tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus remaja yang hamil di luar nikah. Pada tahun 2016, perkara dispensasi kawin ke PA Kabupaten Indramayu yang telah dikabulkan hakim sebanyak 173 perkara. Salah satu dampak dari pergaulan bebas yaitu infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam bentuk psikoedukasi, yang bertemakan “Penguatan Pendidikan Karakter pada Siswa: Kenakalan Remaja dan Implikasinya” di MTs N 3 Indramayu. Tujuan dari psikoedukasi untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta psikoedukasi terkait kenakalan remaja, pergaulan bebas, infeksi menular seksual (IMS). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah dilakukan psikoedukasi, yang terlihat dari peningkatan skor sebesar 30%. Tindak lanjut yang dapat dilakukan yaitu memberikan psikoedukasi pada guru dan orang tua siswa, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
EFEKTIFITAS LATIHAN ACTIVITY DAILY LIVING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIC DI RSUD DR SOESELO SLAWI Woro Hapsari; Risnanto Risnanto; Evi Supriatun
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Penderita stroke membutuhkan pengobatan dan rehabilitasi dalam jangka waktu lama. Selain itu, proses pengobatan rehabilitasi memerlukan biaya pengobatan tinggi. Masalah finansial tersebut terkadang menjadi masalah pokok dikarenakan mempengaruhi produktivitas pasien menjadi lebih menurun dibandingkan sebelum mengalami stroke. Activity Daily Living menjadi dasar bagi pasien stroke melalui proses pemulihan dan latihan pasien dapat hidup mandiri dimasyarakat tanpa ketergantungan penuh pada keluarga. Latihan Activity Daily Living menjadi dasar yang penting dilakukan mencakup evaluasi kemampuan fisik untuk menunjang pasien dalam hidup mandiri dalam meningkatkan aktualisasi diri dimasyarakat, diharapkan dengan kemandirian self care meningkat maka percaya diri meningkat dan kualitas hidup yang baik akan dicapai. Penelitian kuantitatif ini mengunakan desain quasi ekperimen dengan pendekatan one group pre test dan post test dengan menggunakan total sampling sejumlah 18 responden, hasil dianalisis dengan Paired T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan (p value : .000
Edukasi Pencegahan Penularan COVID 19 Di Rumah Yatim Kota Tegal Evi Supriatun; Uswatun Insani; Jumrotun Ni’mah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v1i2.220

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat sekarang ini. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga bisa terjadi pada anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang upaya pencegahan penularan COVID-19 pada anak, khususnya di Rumah Yatim Kota Tegal. Edukasi yang diberikan dengan mengajarkan anak tentang cara suci tangan yang baik dan benar sesuai aturan WHO merupakan salah satu upaya mencegah resiko penularan COVID-19 dan membantu anak memahami salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Strategi lain yang dapat digunakan orang pada umumnya untuk mengontrol penularan infeksi pernafasan COVID-19 dengan menggunakan masker. Penggunaan masker ini bertujuan untuk menghindari percikan/droplet dari penderita yang tanpa disadari atau tanpa gejala bisa menularkan ke orang lain. Oleh karena itu, penting bagi orang tua/pengasuh untuk terus meningkatkan kesadaran tentang cuci tangan dan selalu menggunakan masker untuk melindungi diri dari COVID-19, sehingga anak bisa melakukannya secara mandiri dengan penuh kesadaran. Pengasuh berperan sebagai pembimbing dalam penerapan kebiasaan-kebiasaan untuk melindungi diri dari penularan COVID-19.
Perspektif Mahasiswa Keperawatan Tentang Kompetensi Keselamatan Pasien Ike Puspitaningrum; Sukma Diani Putri; Evi Supriatun; Sally Yustinawati Suryatna; Nafisah Itsna Hasni
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i1.4342

Abstract

Nursing students need to have adequate competence related to patient safety. Patient safety is a system aimed at providing safe healthcare services, preventing incidents for patients, and improving patient services. Knowing students' perspectives is necessary to understand how they think in response to what they have done or learned about patient safety. It is critical to evaluate nursing students' perspectives on patient safety competency and assess their level of competence. The results can be used to formulate plans to improve students' proficiency in patient safety among healthcare professionals. The design of this research is descriptive, with 108 respondents participating in filling out the Patient Safety Survey (PSS) instrument. The research results analyze students' competencies in three domains, namely patient safety review, patient safety issues, and incident reporting. The analysis results show that in the domain of patient safety review, 79.63% of respondents have a good perspective. In the domain of patient safety issues, 71.30% of respondents had a good perspective. Similarly, in the incident reporting domain, the majority of respondents also had a good perspective, which was the highest among the other domains, at 83.33%. Overall, it can be concluded that the survey results indicate that the respondents have a good perspective, with 82 respondents out of a total of 108 respondents (75.93%). Students who have attended patient safety management lectures and completed clinical nursing practice have good competence in patient safety. Future research is expected to be conducted in various cultural and contextual backgrounds to enhance the understanding of variables that influence patient safety in nursing practice and education
Analisis Faktor Penentu Motivasi Berprestasi Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu Sohiburoyyan, Robieth; Hasni, Nafisah Itsna; Supriatun, Evi; Putri, Sukma Diani; Puspitaningrum, Ike; Suryatna, Sally Yustinawati
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 6 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i6.1757

Abstract

Motivasi berprestasi merupakan salah satu variabel yang menentukan keberhasilan seseorang dalam meraih tujuan tertentu. Motivasi berprestasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Tujuan dari penelitian adalah melakukan analisis faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi pada mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu. Responden dalam peneitian yaitu 108 mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh 12 faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu, antara lain: keaktifan organisasi, dukungan keluarga, fasilitas pembelajaran, dukungan teman sebaya, optimisme, resiliensi, kemampuan coping, stres akademik, kepercayaan diri, efikasi, konsep diri, dan perseverance. Kata Kunci: Mahasiswa, Analisis faktor, Motivasi berprestasi
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI MTs N 3 INDRAMAYU Hasni, Nafisah Itsna; Sohiburoyyan, Robieth; Supriatun, Evi; Asyari, Hasim
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i1.2580

Abstract

Remaja memiliki keinginan yang tinggi untuk dapat diterima sebagai anggota kelompok teman sebaya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pergaulan remaja adalah interaksi remaja dengan lawan jenis. Perilaku remaja yang berisiko melakukan hubungan seksual tidak aman dipengaruhi oleh banyak sebab, salah satunya adalah pemahaman yang kurang mengenai masalah seksual dan Infeksi Menular Seksual. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait Infeksi Menular Seksual (IMS) di MTs N 3 Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan one group pretest–posttest design, dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa, yang dipilih dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Edukasi kesehatan dilakukan dalam dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS) siswa-siswi MTs N 3 Indramayu.