Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Karakteristik Penderita Diare pada Balita Yang Dirawat Inap di RSUD Tabanan Periode 2020 - 2021 I Nyoman Agung Triana Putra; Ni Kadek Elmy Saniathi; Putu Arya Suryanditha
AMJ (Aesculapius Medical Journal) Vol. 3 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabanan Regency is one of the areas in Bali Province with a high case of diarrhea in children under five years old. The incidence of diarrhea in children is influenced by three risk factors: environmental, sociodemographic, and behavioral. This study aims to determine the characteristics of diarrhea in children under five who are treated at Tabanan Hospital in 2020 – 2021. This study uses a descriptive method with a cross-sectional design that uses secondary data from the hospital’s medical records. The subjects of this study were toddlers with diarrhea who were hospitalized at Tabanan General Hospital from 2020 – 2021. Sampling used a total sampling technique. The number of samples in this study was 55 toddlers. Data analysis in this study is univariate analysis. The results showed that the highest incidence of diarrhea occurred in the age group 1 – 12 months (45.5%), male (56.4%), and had normal nutritional status (96.4%). All toddlers had acute diarrhea (100%), mild-moderate dehydration (81.8%), most of them experienced diarrhea caused by an infectious process (81.8%), and as many as (69.1%) received antibiotics. The incidence of hypernatremia was 5.5%, and the remainder without complications, The length of treatment was primarily 1-3 days (56.4%).
Program Kemitraan Masyarakat pada Kelompok Pengrajin Keris Nami Pusaka Ni Luh Putu Mita Miati; Ida Bagus Gde Indra Wedhana Purba; Putu Arya Suryanditha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6004

Abstract

Bali merupakan pulau yang kaya akan adat istiadat, seni, dan budaya. Berbagai macam karya seni telah ada dari zaman dahulu yang di buat demi memperkaya keragaman seni dan budaya serta meningkatkan kreativitas guna menjaga warisan leluhur. Salah satu kesenian bali yang kental akan seni dan budaya Bali adalah keris. Nami Pusaka merupakan salah satu kelompok pengrajin keris yang ada di Bali. Selama ini pengrajin dalam membuat keris belum melakukan pencatatan terkait biaya produksi sehingga sulit untuk menentukan harga jual dan mengetahui jumlah biaya yang di keluarkan secara riil. Permasalahan kedua yang di alami para pengrajin adalah belum memiliki branding product dan system digital marketing. Permasalahan ketiga yang di alami mitra adalah kurangnya pemahaman mengenai kesehatan kerja. Melalui program ini diharapkan mitra secara konsisten menerapkan pencatatan biaya produksi, pemasaran digital dan kesehatan kerja sehingga mitra menjadi lebih produktif. Adapun metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah memberikan materi atas permasalahan yang di alami mitra, melakukan evaluasi dengan cara mengadakan pre-test dan post-test. Dari hasil program kemitraan masyarakat yang telah dilaksanakan mitra mendapatkan kemapuan tambahan dalam hal pencatatan biaya produksi, pemasaran digital, dan kesehatan kerja serta mendapatkan investasi berupa alat untuk menunjang kinerja mitra dalam membuat kerajinan keris
Higiene Sanitasi Makanan dan Lingkungan Di Kantin Kampus X Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryanditha; I Komang Medy Wedhangga
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan individu dipengaruhi beberapa aspek kehidupan seperti aspek nutrisi, aspek gaya hidup dan lingkungan. yang sehat. Higiene sanitasi makanan dipengaruhi oleh aspek nutrisi dan kesehatan lingkungan yang dapat mencegah penyakit yang ditimbulkan akibat kontaminasi makanan oleh mikroorganisme. Kantin merupakan tempat memberikan pelayanan kepada mahasiswa dalam menjajakan makanan jajanan yang mendukung kegiatan pembelajaran di kampus. Makanan jajanan dapat terkontaminasi oleh patogen melalui penjamah makanan yang kurang memperhatikan hygiene sanitasi. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada penjamah makanan di kantin dalam mencegah penularan foodhandler diseases. Metode pengabdian ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan diskusi kepada penjual makanan oleh narasumber dari puskesmas dan pendampingan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk mencegah kontaminasi dari penjamah makanan ke makanan yang di jual. Berdasarkan hasil dari pengabdian ini, pengetahuan penjamah makanan mengenai hygiene sanitasi di kantin mengalami peningkatan dari 10 pertanyaan yang diajukan pada pretest dan posttest serta seluruh penjamah makanan dapat menggunakan alat pelindung diri dalam melakukan penyajian makanan setelah dilakukan pendampingan.
Pelatihan Deteksi Stunting dan Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Kader Posyandu Banjar Tanjung Desa Sanur Kauh, Denpasar Putu Arya Suryanditha; I Made Pariartha; I Nyoman Sutapa
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3380

Abstract

Banjar Tanjung merupakan salah satu Banjar di Desa Sanur Kauh, Kota Denpasar, Propinsi Bali. Salah satu kelompok masyarakat di Banjar Tanjung adalah kader posyandu. Salah satu kegiatan posyandu kader adalah pengukuran antropometri bayi dan anak untuk mendeteksi permasalahan pertumbuhan pada anak. Masalah pertumbuhan anak yang menjadi perhatian desa adalah stunting. Beberapa permasalahan dari diskusi yaitu masih bervariasinya pengetahuan kader terkait dengan stunting dan isu pengelolaan keuangan di keluarga Solusi dari masalah tersebut adalah kegiatan pelatihan deteksi dan pencegahan stunting serta pelatihan pengelolaan budgeting keuangan keluarga. Pelaksanaan pengabdian masyarakat secara umum berjalan lancar. Evaluasi pelaksanaan pada pelatihan deteksi dan pencegahan stunting didapatkan peningkatan rerata pretest-posttest (46,25 menjadi 73,75). Pada pelatihan pengelolaan budgeting keuangan keluarga. didapatkan peningkatan rerata pretest-posttest (60,00 menjadi 70,00).  Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain didapatkan peningkatan pengetahuan mitra terkait deteksi dan pencegahan stunting meningkat serta pengelolaan budgeting keluarga.
Penyuluhan COVID-19, Sanitasi Makanan dan Akuntansi Dagang pada Mitra Kelompok Pedagang Pantai Mertasari Putu Arya Suryanditha; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; I Nyoman Sutapa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7118

Abstract

Salah satu pantai yang berada di daerah Sanur adalah Pantai Mertasari. Aktivitas masyarakat pendukung objek wisata Pantai Mertasari yaitu kelompok pedagang yang berjualan di area pantai. Pandemik COVID-19 berdampak besar terhadap kondisi pariwisata di Indonesia berimbas terhadap usaha kecil utamanya di daerah pariwisata. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra terdapat beberapa prioritas masalah yaitu beragamnya pengetahuan mitra terkait pandemik COVID-19, pengetahuan pengolahan dan sanitasi makanan yang baik dan mengetahui penentuan harga penjualan produk agar tidak merugi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program Peserta kegiatan penyuluhan diikuti mitra kelompok pedagang pantai sebanyak 10 orang. Materi penyuluhan antara lain pengenalan penyakit COVID-19, pengolahan dan sanitasi makanan untuk pedagang dan pendampingan akuntansi dagang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan peningkatan rerata pre-test dan post-test sebesar dari 69,4 menjadi 80,2. Tim juga memberikan investasi kepada mitra berupa alat protokol kesehatan dan pengolahan makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test diperoleh peningkatan pengetahuan dari mitra.
Penyuluhan Protokol Kesehatan COVID-19 dan Assessment Daring pada Guru Sekolah Dasar di Denpasar Putu Arya Suryanditha; Ni Wayan Widhidewi; Anak Agung Sagung Ayu Santhi Sueningrum; Dewa Putu Widjana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemik COVID-19 menjadi masalah kesehatan dunia yang berdampak di berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Pandemik ini berdampak pada proses pembelajaran guru dan murid utamanya pendidikan sekolah dasar. Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Panjer merupakan salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Masalah prioritas pengabdian masyarakat ini antara lain masih kurangnya sosialisasi pembelajaran tatap muka dan penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan COVID-19 serta peningkatan kapasitas guru mengenai metode assessment daring. Berdasarkan prioritas masalah tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan metode assessment secara daring. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara luring di SD Negeri 2 Panjer dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pre-test. Pemaparan materi diberikan terkait protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan assessment daring bagi guru menggunakan Google Forms. Kegiatan dilanjutkkan dengan tanya jawab dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pre-test dan post test (83,84 menjadi 92,30). Tim pengabdian juga menyerahkan investasi kepada mitra berupa alat-alat kesehatan dan sarana pembelajaran. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan diperoleh peningkatan pengetahuan mitra terkait protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan penggunaan metode assessment daring. Pendampingan lanjutan perlu dilakukan terhadap sekolah dasar untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemik COVID-19.
Program Kemitraan Masyarakat pada Kelompok Pengrajin Keris Nami Pusaka Ni Luh Putu Mita Miati; Ida Bagus Gde Indra Wedhana Purba; Putu Arya Suryanditha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6004

Abstract

Bali merupakan pulau yang kaya akan adat istiadat, seni, dan budaya. Berbagai macam karya seni telah ada dari zaman dahulu yang di buat demi memperkaya keragaman seni dan budaya serta meningkatkan kreativitas guna menjaga warisan leluhur. Salah satu kesenian bali yang kental akan seni dan budaya Bali adalah keris. Nami Pusaka merupakan salah satu kelompok pengrajin keris yang ada di Bali. Selama ini pengrajin dalam membuat keris belum melakukan pencatatan terkait biaya produksi sehingga sulit untuk menentukan harga jual dan mengetahui jumlah biaya yang di keluarkan secara riil. Permasalahan kedua yang di alami para pengrajin adalah belum memiliki branding product dan system digital marketing. Permasalahan ketiga yang di alami mitra adalah kurangnya pemahaman mengenai kesehatan kerja. Melalui program ini diharapkan mitra secara konsisten menerapkan pencatatan biaya produksi, pemasaran digital dan kesehatan kerja sehingga mitra menjadi lebih produktif. Adapun metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah memberikan materi atas permasalahan yang di alami mitra, melakukan evaluasi dengan cara mengadakan pre-test dan post-test. Dari hasil program kemitraan masyarakat yang telah dilaksanakan mitra mendapatkan kemapuan tambahan dalam hal pencatatan biaya produksi, pemasaran digital, dan kesehatan kerja serta mendapatkan investasi berupa alat untuk menunjang kinerja mitra dalam membuat kerajinan keris
Penyuluhan COVID-19, Sanitasi Makanan dan Akuntansi Dagang pada Mitra Kelompok Pedagang Pantai Mertasari Putu Arya Suryanditha; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; I Nyoman Sutapa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7118

Abstract

Salah satu pantai yang berada di daerah Sanur adalah Pantai Mertasari. Aktivitas masyarakat pendukung objek wisata Pantai Mertasari yaitu kelompok pedagang yang berjualan di area pantai. Pandemik COVID-19 berdampak besar terhadap kondisi pariwisata di Indonesia berimbas terhadap usaha kecil utamanya di daerah pariwisata. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra terdapat beberapa prioritas masalah yaitu beragamnya pengetahuan mitra terkait pandemik COVID-19, pengetahuan pengolahan dan sanitasi makanan yang baik dan mengetahui penentuan harga penjualan produk agar tidak merugi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program Peserta kegiatan penyuluhan diikuti mitra kelompok pedagang pantai sebanyak 10 orang. Materi penyuluhan antara lain pengenalan penyakit COVID-19, pengolahan dan sanitasi makanan untuk pedagang dan pendampingan akuntansi dagang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan peningkatan rerata pre-test dan post-test sebesar dari 69,4 menjadi 80,2. Tim juga memberikan investasi kepada mitra berupa alat protokol kesehatan dan pengolahan makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test diperoleh peningkatan pengetahuan dari mitra.
Program Kemitraan Masyarakat Pada Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes Kabupaten Klungkung Aryasa, I Putu Gde Chandra Artha; Miati, Ni Luh Putu Mita; Suryanditha, Putu Arya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2119

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes di Kabupaten Klungkung, Bali, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan keuangan dan kesehatan kerja. Para pengrajin menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pencatatan keuangan yang baik dan risiko kesehatan akibat paparan debu kayu serta penggunaan alat berat. Program ini meliputi pelatihan manajemen keuangan sederhana, sosialisasi kesehatan kerja, dan pengadaan alat produksi yang lebih modern. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 85% pengrajin mampu memahami pentingnya pencatatan keuangan setelah program dibandingkan 35% sebelum pelatihan. Di sisi kesehatan, kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat dari 25% sebelum program menjadi 70% setelah pelatihan. Pengadaan alat baru juga meningkatkan kapasitas produksi sebesar 40%, dari 50% sebelum program menjadi 90% setelahnya, serta peningkatan kualitas produk dari 55% menjadi 85%. Meskipun demikian, diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan program dan penerapan teknologi secara konsisten. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pembinaan jangka panjang, peningkatan akses pasar, serta monitoring intensif guna mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha kelompok pengrajin. Community Partnership Program for the Mang Abes Wood Lathe Craftsman Group, Klungkung Regency Abstract:This Community Partnership Program (PKM) aims to enhance the capacity of the Mang Abes Woodturning Craftsmen Group in Klungkung Regency, Bali, focusing on financial management and occupational health. The craftsmen face challenges such as poor financial record-keeping and health risks due to wood dust exposure and the use of heavy equipment. This program included training on basic financial management, occupational health education, and the provision of modern production tools. The training results showed significant improvements, with 85% of the craftsmen understanding the importance of financial record-keeping after the program, compared to 35% before. In terms of health, awareness of the importance of personal protective equipment (PPE) usage increased from 25% before the program to 70% after. The introduction of new equipment also enhanced production capacity by 40%, from 50% to 90%, and product quality improved from 55% to 85%. However, further assistance is needed to ensure the program's sustainability and consistent technology adoption. Recommendations include long-term mentoring, market access enhancement, and intensive monitoring to support the group's competitiveness and business sustainability.
Detection of antibacterial activity in chicken meat, eggs, drinking water, animal feed and sewage waste in Tabanan, Bali Setiabudy, Marta; Indraningrat, Anak Agung Gede; Suryanditha, Putu Arya; Budayanti, Ni Nyoman Sri; Yanti, Ni Komang Semara; Adhiputra, I Ketut Agus Indra; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Agustina, Kadek Karang
Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases Vol. 3 No. 1 (2023): Available online : June 2023
Publisher : Indonesian Society for Clinical Microbiology (Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jcmid.v3i1.51

Abstract

Background: The use of antibiotics that are not in accordance with the indications, doses, and duration can trigger resistance and there is concern that it might leave antibiotic residues in the processed product. Aim of this study was to detect the antibacterial activity of livestock products, namely chicken meat and eggs and the surrounding environment such as drinking water, animal feed and waste disposal. This study was a preliminary study before the establishment of antibiotic wise village, One Health approach for antimicrobial stewardship program. Methods: This study was a descriptive study with a cross sectional design to determine antibacterial activity, particularly tetracycline in livestock products and the environment. The research samples were taken from 5 groups of farmers in one of the villages in Tabanan, Bali. Bioassay method based on the Kirby Bauer method was used in this study. Results: From a total of 44 samples, 6 samples showed weak antibiotic tetracycline activity (13.6%), namely in waste disposal (20%) and animal feed (40%). Antibiotic contamination was likely to occur because the animal feed used in this group contains antibiotics with or without the knowledge of the farmers themselves. Disposal waste came from livestock manure that ate the feed or from animal feed that was scattered around the cage. Conclusion: Samples of livestock meat and eggs did not show antibacterial activity. There were samples that have antibiotic activity but weak and inconsistent, namely in samples of waste disposal and animal feed. This condition cannot necessarily be concluded as antibiotic abuse in livestock however it can be the basis for the importance of providing education regarding antimicrobial resistance. Unless there was indication, antibiotics should not be given to livestock on a daily basis.