Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Nutritional, Sensory, and Consumer Preference Analysis of Milkifish Fortified with Shrimp Waste Flour Agustina, Julia; Dhandy, Rahmat; Nugrahaini, Amelia Dwi; Sholihah, Elis Rahmawati Mar’atus; Ismail, Andi Muhammad
International Journal of Technology, Food and Agriculture Vol. 3 No. 1 (2026): Pebruary
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/tefa.v3i1.6807

Abstract

Shrimp and milkfish are major aquaculture commodities in Sidoarjo; however, shrimp processing produces substantial by-products rich in protein, minerals, and bioactive compounds. Utilizing these by-products as fortifying ingredients for milkfish pempek supports circular-economy practices and enhances functional food development. Three pempek formulations containing 0%, 10%, and 15% shrimp waste flour were prepared and evaluated. Proximate analysis followed AOAC standard methods, while sensory evaluation was performed by 20 semi-trained panelists using a five-point hedonic scale. Data were analyzed using ANOVA and Tukey’s HSD (p < 0.05). Fortification significantly increased protein and ash contents while reducing moisture and carbohydrate levels. The 10% substitution (Product B) provided balanced nutritional enhancement and obtained the highest sensory scores, particularly for texture and color. In contrast, the 15% formulation exhibited lower acceptability due to intensified crustacean aroma and coarser texture. A 10% substitution level optimizes both nutritional quality and sensory acceptance, supporting sustainable utilization of shrimp by-products.
Pemanfaatan Limbah Kotoran Domba Dan Kambing Untuk Produksi Pupuk Organik Pada Kelompok Ternak Sidomulyo Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember Hudori, Huda Ahmad; Wiyono, Luluk Cahyo; Dhandy, Rahmat; Sholihah, Elis Rahmawati Mar’atus; Wati, Cicik Retno
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 4 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v4i2.63

Abstract

Sheep and goat farming has enormous economic potential if managed properly. Livestock waste can be processed into organic fertilizer, biogas, or raw materials for other innovative products with high economic value. This community service program will be carried out in the Sidomulya livestock group in Suci Village, Panti District, with a total of 25 sheep and goat farmers, as an effort to increase the empowerment of the role of mothers in maintaining environmental sustainability. The purpose of this community service activity is to utilize livestock waste to reduce the negative impact of livestock waste on environmental pollution through waste management activities including good livestock management, especially in handling waste, the process of recycling livestock waste (recycling) on a home and group scale to improve starting from sheep waste, through empowering livestock group members. The method of implementing the community service activity is carried out through several stages, namely lectures, discussions, demonstrations, direct practice, and observation. The results of this activity are expected to change community behavior from waste disposal to productive processing, which contributes to the broader goals of community service, namely village economic empowerment and environmental preservation in rural Jember.
PELATIHAN PEMANFAATAN IKAN BANDENG MENJADI ABON SEBAGAI PRODUK UNGGULAN RINTISAN TEFA AGRIBSINIS Sekar Ayu Wulandari; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet; Septine Brillyantina; Dini Nafisatul Mutmainah; Rahmat Dhandy; Asmunir Asmunir
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37162

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya untuk mengolah ikan bandeng sebagai produk unggulan dengan nilai tambah yang tinggi. Ikan bandeng memiliki potensi besar sebagai produk olahan dikarenakan kandungan gizinya yang tinggi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan pemanfaatan ikan bandeng menjadi produk abon. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Laboratorium KWU Polije Kampus 4 PSDKU Sidoarjo. Peserta dari kegiatan pengabdian ini meliputi civitas akademika dari Program Studi Manajemen Agroindustri Polije Kampus 4 PSDKU Sidoarjo. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan produk unggulan berbahan baku ikan bandeng sebagai upaya penunjang rintisan Teaching Factory (TEFA) Agribisnis. Tahapan pada kegiatan pengabdian ini meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Metode yang digunakan pada kegiatan ini diawali dengan metode ceramah terkait materi pengolahan ikan bandeng menjadi abon, kemidan dilanjutkan dengan praktik yang dilakukan oleh peserta dengan pendampingan dari tim pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peserta telah memahami dan mampu melakukan pengolahan ikan bandeng menjadi abon serta rencana pemasarannya. Melalui pelatihan ini, diharapkan akan tercipta produk unggulan yang tidak hanya bermanfaat bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat sekitar, sehingga mendukung pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Sidoarjo.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN SENSITIVITAS PRODUK PEMPEK BANDENG FORTIFIKASI LIMBAH UDANG Amelia Dwi Nugrahaini; Julia Agustina; Rahmat Dhandy; Elis Rahmawati Mar’atus Sholihah; Andi Muhammad Ismail; Hisyam Dwi Suryana; Warda Rohmatul Jannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23920

Abstract

Bandeng dan limbah kulit udang merupakan dua bahan baku yang dapat diolah menjadi produk pempek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pempek ikan bandeng dengan fortifikasi tepung limbah kulit udang sebagai inovasi produk agroindustri berbasis pemanfaatan limbah perikanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kelayakan usaha (feasibility study) berbasis analisis arus kas (cash flow). Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui observasi dan praktik produksi, serta data sekunder dari literatur dan harga pasar. Analisis dilakukan menggunakan beberapa indikator kelayakan finansial, yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Payback Period (PP), Break Even Point (BEP), serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV sebesar Rp 58.292.000, Net B/C sebesar 13,48, dan Payback Period selama 3,37 bulan. Selain itu, BEP tercapai pada produksi sekitar 49 kg per bulan, yang berada di bawah kapasitas produksi, sehingga usaha memiliki margin keamanan yang baik. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tetap menguntungkan meskipun terjadi penurunan harga jual, penurunan volume produksi, maupun kenaikan biaya bahan baku. Dengan demikian, usaha pempek ikan bandeng dengan fortifikasi limbah kulit udang tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha agroindustri yang berkelanjutan dan bernilai tambah melalui pemanfaatan limbah perikanan.