Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KALANGWAN

Hibriditas Musikal Pada Komposisi Ardawalika Karya Gustu Brahmanta Allan Dwi Amica, Kadek; Arya Sugiartha, I Gede; Ardini, Ni Wayan
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2017): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.437 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v3i2.233

Abstract

 “Hibriditas Musikal Pada Komposisi Ardawalika Karya Gustu Brahmanta”, adalah sebuah usaha penelitian yang dilakukan penulis untuk melihat dengan teliti dan komprehensif dari perspektif ilmu musik dan ilmu penunjang lainnya. fenomena penciptaan komposisi berbasis dua budaya musik yang telah dipaparkan, komposisi musik Ardawalika memenuhi kriteria sebagai musik hasil campuran dua budaya musik. Upaya yang dilakukan Gustu Brahmanta dalam proses penciptaan karya musik Ardawalika memerlukan proses ekperimen baik secara konsep maupun secara musikalitas. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini dibatasi, yaitu 1) Bagaimana estetika hibriditas musikal pada komposisi ardawalika karya Gustu Brahmanta, 2) Bagaimana bentuk keseimbangan antara idiom musikal tradisi Bali dengan idiom musik jazz dalam hibriditas musikal pada komposisi ardawalika karya Gustu Brahmanta, dan 3) Makna apakah yang ada dalam hibriditas musikal pada komposisi ardawalika karya Gustu Brahmanta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana metode kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Selanjutnya dengan melakukan kajian yang mendalam penulis akhirnya menemukan kesimpulan bahwa hibriditas musikal pada komposisi ardawalika karya Gustu Brahmanta dibangun melalui beberapa unsur-unsur di dalamnya. Unsur-unsur musikal dalam komposisi Ardawalika, mengandung unsur estetika postmodern yaitu pastiche. Selain itu juga menerapkan prinsip bricolage dimana adanya sebuah pencampuran yang bisa terlihat dari pengelompokan dan penggunaan instrumen dengan modal tangga nada yang berbeda satu sama lain. keseimbangan yang terdapat dalam idiom musikal komposisi ardawalika, dapat dicapai melalui keseimbangan yang simetris dan tidak simetris atau asimmetric balance. Dalam hal permaknaan signifikasi ditemukan suatu permaknaan denotative dan konotatif pada skor komposisi musik Ardawalika karya Gustu Brahmanta.Musical Hybridity On The Composition Of Ardawalika in Gustu Brahmanta ‘swork”, is The research done by the author to look carefully and comprehensively from Perspective of music and other supporting knowledge. The phenomenon in the creation of a two-based composition music culture that has been presented, the composition of music Ardawalika meet the criteria as the combination of two musical cultures. The efforts of Gustu Brahmanta in the process The creation of musical work of Ardawalika requires experimental process both conceptually and In musicality.The problems of study that have discussed in this research are 1) how aesthetic hybridity musicals on the arcade composition of Gustu Brahmanta’s work, 2) How to balancing the form between the musical idiom of Balinese tradition with the idiom of jazz music in the musical hybridity Arctic composition of Gustu Brahmanta’s work, and 3) What the meanings that existin hybridity musical on the arcade composition of Gustu Brahmanta’s works. This research used the qualitative method where qualitative methods are the research methods used for researching on the condition of natural objects, wherere searchers are as a key instrument. Data Obtained through direct observation, documentation, andinterviews.The conclusion that the author get were the musical hybridity of Gustu Brahmanta’s archematic composition Built through some of the elements in it. The musical elements in the composition Ardawalika, contains a postmodern aesthetic element that is pastiche. It also applies the principle of bricolage where in combination can be seen from the grouping and the use of instruments with different capital scales from eachother. Balancing which is contained in the musical idiom of the arcadonic composition, can be achieved through equilibrium which is symmetrical and asymmetric or asymmetric balance. In terms of signification significance found a denotative and connotative meaning on the score of Ardawalika musical composition by Gustu Brahmanta.
Faktor-faktor Penyebab Praktik Glokalisasi Musik Pop Bali Ardini, Ni Wayan
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2 No 2 (2016): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12668.797 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v2i2.127

Abstract

Sejak dasawarsa 1990-an, musik pop Bali mengalami industrialisasi di wilayah Provinsi Bali. Di dalamnya, praktik glokalisasi berlangsung melalui pemaduan elemen-elemen kemusikan lokal dengan elemen-elemen global, meskipun keadaannya belum ideal, sehingga dalam sejumlah kasus, musik pop Bali kehilangan rasa Balinya. Permasalahan studi ini dirumuskan ke dalam pertanyaan: faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya praktik glokalisasi musik pop Bali di Bali. Sebagai studi yang bersifat kualitatif, analisis data dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan, dengan menggunakan secara eklektik beberapa teori terkait. Hasil studi ini menunjukkan bahwa, sejak era industrialisasinya, telah teljadi praktik glokalisasi musik pop Bali dari banyak musisinya, sehingga elemen - elemen lokal dan global saling memerkuat dan mengayakan musik pop Bali itu sendiri. Di sisi  Jain, harus diakui di sana-sini masih ada kecenderungan dominasi elemen-elemen global-modern(-isasi). Praktik glokalisasi tersebut disebabkan adanya fenomena glokalisasi yang meIanda Bali dan masuknya kekuasaan kapital musik. Selain itu, penyebabnya adalah kesadaran politik identitas kebalian dan kepemilikan modal budaya di kalangan musisi pop Bali. Praktik glokalisasi tersebut juga berlangsung sebagai pengungkapan kulturalisme masyarakat Bali, yaitu perayaan kehidupan sehari-hari masyarakat. Praktik glokalisasi musik pop Bali bekerja melalui kekuasaan kapital, yaitu pemilik rumah produksi dan studio rekam, kekuasaan budaya, yaitu para musisi pop Bali, dan kekuasaan media, yaitu media elektronik (radio, televisi, dan internet) yang mewujudkan produksi, distribusi, dan konsumsi.
Co-Authors Ade Surya Firdaus Ade Surya Firdaus Agus Cahyadi Agustinus Sani Aryanto Anak Agung Bagus Wirawan Andreani, Ni Putu Elvian Anedya Wardhani Anggraini, Raden Roro Anggita Arba Wirawan, I Komang Ariesta, I Made Jacky Bhumi, I Made Bayu Puser Cahyadi, Agus Christianus Billy Antonio Gan Clarissa Jessy Setiawan Dana, I Komang Restika Daren, Violiendra Calvin Darmawan, I Putu Ikka Darmayuda, I Komang Debora Dyan Ayu Stevany Desak Made Suarti Laksmi Dewa Ayu Putu Winda Suari Dewi, Ni Made Padma Dewi, Ni Putu Putri Laksmi Fardian, Fardian Firdaus, Ade Surya Gan, Christianus Billy Antonio Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gede Rama Sudarsana Gusti Ayu Ary Purnami I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara I Gede Arya Sugiartha, I Gede I Gede Arya Sugiartha, I Gede Arya I Gede Mudana I Gede Raditya Yudhistira I Gede Yudarta, I Gede I Kadek Nuryawan I Ketut Putra Adi Utama I Komang Arba Wirawan I Komang Aryadi Arnata I Komang Sudirga I Made Dian Saputra I Made Jacky Ariesta I Made Kartawan I Made Wiradnyana I Nengah Duija I Nyoman Larry Julianto I Nyoman Sedana, I Nyoman I Nyoman Suarka I Nyoman Temon Astawa I Putu Adis Putra Kencana I Putu Ikka Darmawan I Putu Sudira I Wayan Adnyana I Wayan Dibia I Wayan Mardana Putra I Wayan Putu Yasa I Wayan Sugita Kadek Allan Dwi Amica, Kadek Kaiway, Yudhi Aji Ristanto Ketut Sumerjana, Ketut Kirana, Bunga Flamboyan Komang Wira Adhi Mahardika Lamba, Linesti Laning, Billy Syalom Lee, Yngwie McCuaren Linesti Lamba Luh Made Wardyaningsih Luthfiansyah, Muhammad Raihan Luthfiansyah Made Iwan Indrawan Jendra Manik, I Made Dwi Rustika Maria Maya Aristya Matanari, Oang Gabriel Mayura, I Putu Nanda Yoga Merry Dwika Larasati Zaluchu MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Ni Ketut Yoni Riskayanti Ni Luh Eka Armoni Ni Luh Putu Juliastini Ni Luh Sustiawati Ni Made Ayu Dwara Putri Ni Made Padma Dewi Ni Nyoman Perni Ni Nyoman Sri Astuti Ni Putu Sumariani Ni Putu Verenita Sintya Devi Nugraha, Albertus Febri Obet Oang Gabriel Matanari Oang Gabriel Matanari Palijama, Tirza Viona Prasetya, I Komang Wahyu Prasetyo, Guntur Eko Putra Kencana, I Putu Adis Putra, I Pt. Lukita Wiweka Nugraha Putri Gracia Simatupang Putu Adi Darma Putra Raden Roro Anggita Anggraini Rahma, Diva Sherina Ricky Irawan Sabath, Brill Obed Santosa, Hendra Setiawan, Clarissa Jessy Shania Noor Aisyah Sitepu, Solideo Tanmamana Sudirana, I Wayan Susanthi, Nyoman Lia Tamba, Rivaldo Adrianus Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya Wahyu Sri Wiyati Wayan Karja Wijaya, I Nyoman Cahyadi Winata, I Gede Awangga Surya Putra Wiyati, Wahyu Sri Yngwie McCuaren Lee Yonathan Wijaya Yudana, I Gede Yusuf Arrahman