Claim Missing Document
Check
Articles

MUSIK DALAM PERTUNJUKAN WAYANG PULAU DI RUMAH GARUDA YOGYAKARTA Anwar, Hairul
SELONDING Vol 21, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v21i1.12447

Abstract

Wayang pulau adalah salah satu bentuk wayang pembaharuan yang muncul dan merupakan bentuk pemikiran serta gagasan dari Nanang Rakhmat Hidayat yang juga merupakan salah satu dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Inovasi wayang  yang diciptakan berdasar pada bentuk pulau-pulau yang ada di Indonesia.Teori yang digunakan untuk mengetahui bentuk musik wayang pulau dalam lagu “Wayang Pulau Indonesia” serta fungsi kesenian wayang pulau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan fokus pada pengamatan mendalam mengenai kesenian wayang pulau melalui pendekatan secara Etnomusikologis yang membahas mengenai teks dan konteks musik. Kajian bentuk musik dalam lagu “Wayang Pulau Indonesia”  tampak dari aspek: bentuk penyajian, instrumentasi, dan vokal. Kajian kontekstual dalam kesenian wayang pulau terdapat unsur nasionalisme yang melatar belakangi kesenian musik tradisional sebagai pengiring wayang.Kesenian wayang pulau memeiliki fungsi yang sangat kompleks dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Fungsi yang dianggap menonjol dalam kesenian wayang pulau diantaranya: ekspresi emosional, sarana hiburan, keberlangsungan dan kestabilan budaya, presentasi estetis dan sarana komunikasi.
Peningkatan Literasi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan English Day berbasis Media Pembelajaran Inovatif Mutammimah, Heppy; Anwar, Hairul; Ahyati, Inayatul Ulya; Finanda, Sandy; Zakaria, Ihsan Alif; Anwar, Muhammad Arthoriq
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i2.4846

Abstract

Permasalahan literasi bahasa Inggris di sekolah dasar masih menjadi tantangan, termasuk di SD Muhammadiyah 1 Banjarmasin, di mana siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan kosakata, pemahaman tata bahasa sederhana, serta kurangnya kesempatan praktik berbahasa. Program PKM ini menawarkan solusi melalui pelatihan media pembelajaran inovatif bagi guru serta penerapan kegiatan English Day berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Program dilaksanakan dengan memanfaatkan media digital seperti Genially dan Quizizz yang diintegrasikan dalam aktivitas English Day dengan pendampingan guru. Kegiatan diikuti oleh 10 guru dan 32 siswa kelas V dan VI. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi kegiatan English Day berbasis media digital, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur dampak program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 27,9% pada siswa kelas V dalam penguasaan kosakata deskriptif dan 29,0% pada siswa kelas VI dalam penggunaan past tense. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media interaktif dalam kegiatan English Day dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi bahasa Inggris siswa sekolah dasar sekaligus memberikan model pembelajaran berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Kata kunci: English Literacy, Genially, Media Pembelajaran Inovatif
TRADISI REBU DALAM BUDAYA BATAK KARO (STUDI KASUS: MASYARAKAT KARO PERANTAU DI KORA PADANG) Sebayang, Marco Yesky Ivanta; Meiyenti, Sri; Anwar, Hairul
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v13i4.90391

Abstract

Rebu is a tradition of the Karo people that imposes restrictions on speaking, touching, and being in the same room with parents-in-law, sons-in-law, or siblings-in-law after marriage. This tradition aims to maintain the harmony of kinship relationships formed through marriage. This study aims to describe the kinship relationships between in-laws in Karo families in Padang City and to depict the changes in rebu practices there. This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, in-depth interviews, literature study, and documentation. Informants were selected using the snowball sampling technique, consisting of six key informants and five supporting informants. Data analysis utilized the concepts of avoidance relationship and joking relationship, as well as cultural contact theory. The findings indicate that the rebu tradition in Padang City has undergone changes. The practice of rebu among the Karo community in Padang is not as strict as it is in Karo Regency. Reasons for these changes include a lack of social control and the more relaxed urban lifestyle, such as living together in the same house or the necessity of greeting each other during certain moments. The practice of rebu in the hometown differs from that in Padang City because the Karo community in Padang has started to abandon this tradition due to the absence of strong social control from the local Karo community.