Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN ALAT PENGERING IKAN LAUT MENGGUNAKAN TENAGA SURYA DI DESA PEJALA KABUPATEN TANAH BUMBU Irawan, Agus; Nuryadin, Muhammad Teguh; Anwar, Hairul; Khalid, Anhar; Fauzi, Yusuf Rizal; Risa, Mey
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i1.38

Abstract

Masyarakat nelayan di desa Pejala Kabupaten Tanah Bumbu saat ini mengolah hasil tangkapan ikannya menjadi ikan asin untuk dijual di pasaran. Adapun teknik pengeringan ikannya masih manual yang mengandalkan cuaca cerah dirasa kurang efektif karena faktor cuaca yang sulit diprediksi. Bila dibiarkan terus menerus tentunya berakibat pada menurunnya kuantitas dan kualitas produksi ikan asin serta berpengaruh pada pendapatan/kesejahteraan mereka. Solusi yang dipilih adalah pemanfaatan teknologi tepat guna yaitu membuat alat pengolah/pengering ikan asin laut yang hemat energi dan tidak dipengaruhi oleh faktor cuaca/alam seperti hujan. Tujuannya dengan penggunaan alat ini dapat meningkatkan pendapatan/kesejahteraan nelayan secara umum. Sehingga target yang diharapkan adalah satu tahun berikutnya dan seterusnya nelayan-nelayan melalui kelompoknya bisa mandiri dalam mengelola bentuk usahanya baik proses perencanaan, produksi dan pemasarannya. Adapun bentuk Metode kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi (1) Koordinasi dengan pihak terkait (Poliban-Pemda/Perangkat Desa) untuk membina kelompok nelayan (UKM) setempat; (2) mengidentifikasi permasalahan dan menentukan solusi; (3) membuat alat pengering ikan teknologi tepat guna yang efektif dan efisien memanfaatkan energi tenaga surya; (4) melakukan pelatihan dan pendampingan dalam proses produksi dan pemasaran. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa peningkatan kualitas dan kuantitas produk hasil pengolahan ikan dan hasil laut serta sungai, sehingga masyarakat mampu meningkatkan penghasilan.
Rancang Bangun Penghapus Papan Tulis Otomatis Berbasis Arduino Uno Mangguluang, Zulkifli; Jamaluddin, Jamaluddin; Purnomo, Edi; Anwar, Hairul
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 15 No. 01 (2020): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v15i01.10

Abstract

Perkembangan teknologi otomatisasi pada penghapus papan tulis dapat meningkatkan tingkat kebersihan dan kesehatan, karena dengan sistem otomatisasi kegiatan menghapus papan tulis dapat dijalankan secara otomatis tanpa menghirup tinta spidol dan tidak mengotori tangan. Tujuan rancang bangun penghapus papan tulis otomatis dan mekanisme kerja penghapus papan tulis otomatis dengan menggunakan arduino uno. Metode rancangan penghapus papan tulis otomatis dibuat dengan menggunakan arduino uno sebagai mikrokontroler yang mengendalikan motor DC untuk menggerakkan penghapus. Perakitan mekanisme alat penghapus papan tulis dilakukan dengan menyiapkan prototype papan tulis yang telah dipasang pada rangka besi. Kemudian, memasang rel atas dan rel bawah. Dilanjutkan dengan memasang roda atas dan bawah pada rel atas dan rel bawah yang telah di rekatkan pada penjepit penghapus. Hasil rancangan sebuah alat penghapus papan tulis otomatis berbasis arduino uno, mampu memudahkan pengajar maupun pelajar dalam proses pembelajaran berlangsung dimana dalam waktu 1,71 detik dengan jarak 0,5 m dengan kecepatan 0,29 m/s dapat menghapus tinta spidol pada papan tulis. Kesimpulan perancangan ini yaitu alat penghapus papan tulis otomatis dapat bekerja sesuai dengan program yang dimasukkan dalam arduino uno dan mekanisme kerja penghapus papan tulis berfungsi dengan baik untuk menghapus tinta spidol yang ada pada papan tulis dengan daya sebesar 26,67 watt.
Penicillin Production By Penicillium Chrysogenum L112 With Variation Of Agitation Speed In 1 L Fermentor Anwar, Hairul
JURAGAN - Jurnal Agroteknologi Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/juragan.v2i2.1150

Abstract

Penicillin refers to a group of β-lactam antibiotics with high commercial value because it is precursor for semi synthetic antibiotics such as amoxicillin and ampicillin. It also has high antibacterial activity. Penicillin production in industrial scale uses large fermentation reactor which require optimum agitation. The present study was conducted to investigate the effect of agitation speed on penicillin production using Penicillium chrysogenum L112, which have high antibiotics activity against some bacteria. P. chrysogenum L112 which regenerated at 30°C for 7 days was suspended with distilled water. The suspension was inoculated to vegetation media to reach 2% (v/v) final concentration. It was then followed by activation at 28°C for 60 hours with 120 rpm agitation speed. The activated culture was inoculated to fermentation media to give 10% (v/v) final concentration in a 1 L fermenter at pH 7 and 28°C, aeration of 1 vvm, for 240 hours. Agitation speed was varied at 100, 150 and 200 rpm. Sample was collected every 24 hours and checked for its pH, dry cell weight, and antibiotics activity. The results of the present study indicate that agitation speed and time of incubation affected the P. chrysogenum ability to produce penicillin. The crude extract showed different effect when tested against different bacteria, which indicate different amount of penicillin produced. The best antibiotics activity was found at 150 rpm agitation speed, incubation time of 192 hours. The highest inhibition was found for Escherichia coli which showed 37 mm clear zone.
DIGITALISASI PEMBAYARAN PAJAK GUNA MENINGKATAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK MELALUI PENERAPAN E-SPPT PBB DI KABUPATEN SUMENEP Wahid, Zainul; Salamet, Salamet; Anwar, Hairul
Jurnal Karaton Vol 1 No 2 (2022): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran kualitas pelayanan publik dengan sebuah perencanaan konsep penerapan aplikasi E-SPPT PBB di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini berhubungan dengan dimensi wajib pajak melalui E-SPPT PBB , diharapkan dapat memberikan pelayanan yang tidak terbatas ruang dan waktu, namun demikian diharapkan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKAD) juga tetap menyediakan fasilitas fisik untuk pelayanan pada saat menggunakan aplikasi E-SPPT PBB. Dari segi kehandalan, aplikasi E-SPPT PBB dapat digunakan oleh seluruh wajib pajak warga Sumenep. Hal ini agar supaya masyarakat Kabupaten Sumenep bisa mempunyai rasa percaya terhadap pelayanan pemerintah kabupaten. Tujuan dalam segi daya tanggap, pemerintah kabupaten Sumenep bisa mengesankan nilai cepat dan tepat dalam memberikan pelayanannya. Di sisi lain, dari sisi keamanan mendapat informasi bahwa petugas ramah dan santun dalam melayani masyarakat. Namun pada dimensi empati tidak ada sikap tetap pegawai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan masyarakat dapat melakukan pelayanan pajak secara langsung tanpa harus datang ke bank atau kantor pembayaran. Kajian menyimpulkan bahwa Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset (BPPKAD) menggunakan teknologi Kabupaten Sumenep dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset (BPPKAD) Kualitas pelayanan publik yang diberikan Kabupaten Sumenep menjadi semakin baik
PROFILING DESA MELALUI VILLAGE PROFILE VIDEO MAKING SEBAGAI SARANA MARKETING TOOLS PARIWISATA KABUPATEN SUMENEP Anwar, Hairul; Salamet, Salamet
Jurnal Karaton Vol 2 No 1 (2022): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumenep adalah sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Madura. Banyak wisata yang bisa menarik perhatian pengunjung dari luar Pulau Madura sendiri, mulai dari wisata alam hingga wisata gastronomi hingga Museum Keraton Sumenep. Media komunikasi dan informasi yang dapat menampilkan dan banyak memberi informasi adalah melalui Profiling Desa melalui profile video making sebagai sebuah sarana marketing wisata seluruh desa se Kabupaten Sumenep, sehingga mampu menjadi media promosi wisata Kabupaten Sumenep. Rumusan Masalah dalam penulisan ini adalah tentang Bagaimana membuat Profiling Desa Melalui Village Profile Video Making se Kabupaten Sumenep ? dan tentang Bagaimana menjadikan Profiling Desa Melalui Village Profile Video Sebagai Sarana Marketing Tools Pariwisata Kabupaten Sumenep ?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan eksplanatori. Penelitian deskriptif dikutip oleh Mohammad Nazir sebagai penelitian deskriptif, yang meneliti masalah-masalah dalam masyarakat dan prosedur hubungan, kegiatan, dan efek dari proses dan fenomena yang sedang berlangsung. Ini menjelaskan mengapa situasi dan kondisi terjadi, saya akan menjawab, tetapi fokus penelitian ini ada pada pembuatan video profil Desa se kabupaten Sumenep guna meningkatkan daya tarik wisata Sumenep. Dalam tulisan ini disimpulkan bahwa Profiling desa melalui village video profile dapat berhasil diimplementasikan melalui pengujian dan pengujian media yang terkait dengan profil video, dan menjadi tools media marketing pariwisata kabupaten Sumenep. Video profile dapat dikembangkan dan dirasa layak dijadikan sebagai media promosi program pembangunan Kabupaten Sumenep bidang pariwisata dengan menyajikan informasi kepariwisataan desa se kabupaten Sumenep dalam bentuk video pendek berdurasi tiga menit.
PENERAPAN KONSEP SMART TOURISM GUNA MEWUJUDKAN DIGITALISASI PARIWISATA KABUPATEN SUMENEP Anwar, Hairul; Salamet, Salamet; Safitri, Eva
Jurnal Karaton Vol 2 No 2 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Smart Tourism merupakan terobosan baru sebagai hasil dari penelitian terhadap pengembangan inovasi teknologi dan informasi dalam meningkatkan industri pariwisata. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana secara lebih jelasnya mengenai konsep smart tourism, dan bagaimana bentuk pemanfaataanya dalam bidang pariwisata. Data diperoleh melalui kajian literatur dari berbagai artikel jurnal nasional maupun internasional sebagai bahan dan pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan konsep smart tourism yang berbasis teknologi merupakan solusi terbaik bagi semua pihak. Pengaplikasian konsep smart tourism dapat membawa pengalaman wisata yang lebih baik, kesejahteraan penduduk, meningkatkan efektivitas - daya saing - tujuan bisnis, dan selanjutnya akan mengarah pada keberlanjutan yang kompetitif secara keseluruhan. Kata kunci: Smart Tourism, Digitalisasi, Pariwisata
NETRALITAS BIROKRASI DAN PELAYANAN PUBLIK DALAM KELINDAN POLITIK PRAKTIS PEMILU 2024 DI KABUPATEN SUMENEP Anwar, Hairul; Mulyadi, Mulyadi; Helmi, Helmi
Jurnal Karaton Vol 3 No 1 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Netralitas birokrasi menjadi salah satu gagasan Weber, dengan harapan agar parabirokrat dan birokrasinya dapat beroperasi secara profesional. Selain itu, mereka dapatmengambil tanggung jawab penuh atas tugas dan tanggung jawab mereka. Sejakreformasi, persoalan netralitas birokrasi telah mendapat perhatian khusus dari parapemerhati birokrasi di Indonesia, tujuan yang sesuai dengan harapan Weber adalahuntuk mengetahui bagaimana mencapai mesin pemerintahan yang hakikatnyabirokratis, yang masih menyisakan sejumlah keraguan, karena kemungkinan tidakterpenuhinya seluruh asumsi yang mendasari terbentuknya Negara. Negara membentuksuatu sistem ketatanegaraan yang bertujuan melayani kepentingan rakyat, yang disebutbirokrasi pemerintahan. Birokrasi sebagai organisasi modern yang konsep dasarnyadikembangkan pertama kali oleh Max Weber, yaitu dipercayakan sepenuhnya kepadapegawai negeri sipil yang memenuhi beberapa syarat tertentu dalam menjalankan sistemadministrasi pemerintahan. Seperangkat ciri-ciri ideal (tipe ideal) birokrasi yang rasionalsecara hukum, sehingga memungkinkan untuk ditransformasikan menjadi instrumenyang mampu mewujudkan tujuan organisasi birokrasi secara efisien dan efektif. Meskipenerapannya menuai kritik dari banyak pakar dan pakar yang bijak, namun berpotensimenjadi koordinator profesional dan pelayan bagi semua kalangan, bukan hanyasebagian, fraksi, atau kepentingan sementara, terlebih di kabupaten Sumenep dalamrangka menyambut pemilu tahun 2024.
DELIBERATIVE DEMOCRACY SEBAGAI KONSEP DAN PRAKSIS; MEWUJUDKAN KAMPANYE DELIBERATIF DALAM PILKADA 2024 Anwar, Hairul
Jurnal Karaton Vol 3 No 2 (2024): Karaton: Jurnal Inovasi Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demokrasi deliberasi, merupakan konsep proses demokrasi yang didalamnya melibatkan pemilih sebagai "mitra dialog" bagi para calon kepala daerah, untuk mengevaluasi visi dan misi mereka serta bertukar ide-ide untuk kemajuan daerah. Model kampanye ini juga bisa digunakan untuk meyakinkan pemilih non-partisan yang sebelumnya hanya menjadi sasaran kampanye satu arah, tanpa kesempatan untuk berdialog secara substansial tentang visi dan misi calon kepala daerah. Harapannya, keputusan yang dibuat saat pemilihan akan berdasarkan pada pertimbangan yang lebih logis. Secara umum, dalam artikel ini dielaborasi dua hal penting, yaitu: (1) mengapa deliberasi demokratis saat kampanye menjadi penting dalam Pilkada?; (2) bagaimana bentuk kampanye deliberatif dalam desain Pilkada serentak?.Dalam penulisan ini, penulis melakukan review dan menganalisis secara kritis atas berbagai sumber literatur yang terpilih dan mempunyai aspek kebaruan secara tinjauan pengetahuan. Analisis deskriptif kualitatif memberikan gambaran dan analisis tentang fakta, keadaan, dan fenomena yang terjadi. Berdasarkan pembahasan sebelumnya, terdapat dua kesimpulan yang dapat diambil. Pertama, adopsi model kampanye deliberatif sangat penting untuk Pilkada resmi karena kampanye saat ini bersifat adversarial, kurang informatif dan seimbang, serta sering kali tidak rasional secara normatif. Diperlukan juga kampanye deliberatif karena bentuk-bentuk kampanye Pilkada yang diatur oleh hukum positif saat ini belum memberikan kesempatan untuk pertukaran argumen secara resiprokal dan kritis seperti yang seharusnya dalam deliberasi demokratis. Selanjutnya, kedua, kampanye deliberatif melibatkan debat antara calon kepala daerah dan wakilnya dengan partisipan yang dipilih secara acak untuk memastikan keberagaman pendapat. Secara umum, proses deliberasi publik terdiri dari dua fase, yakni tahap persiapan (membuat dan memberikan materi diskusi serta merumuskan pertanyaan kritis dalam kelompok-kelompok kecil yang dipandu oleh moderator yang terlatih) dan tahap pelaksanaan Deliberasi Publik, dimulai dengan mengajukan pertanyaan, melakukan dialog interaktif, hingga mengekspresikan pandangan akhir terhadap pertanyaan yang ditanyakan.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DANA DESA UNTUK PROGRAM KETAHANAN PANGAN TERHADAP KESEJAHTERAAN DAN KEMANDIRIAN DESA Anwar, Hairul
Jurnal Karaton Vol 4 No 2 (2025): Karaton: Jurnal Inovasi Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan merupakan masalah penting dalam pembangunan desa di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menyelesaikannya adalah dengan memanfaatkan Dana Desa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara pemanfaatan Dana Desa dalam mendukung program ketahanan pangan dan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat desa. Penggunaan Dana Desa telah menjadi alat krusial dalam mempercepat pembangunan desa, termasuk dalam program ketahanan pangan. Program ketahanan pangan di desa memiliki peran penting dalam menjamin ketersediaan makanan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi desa. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keuntungan Dana Desa dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan serta kemandirian desa. Pendekatan yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif yang didasarkan pada kajian literatur, peraturan, dan dokumen kebijakan. Pembahasan menunjukkan bahwa Dana Desa memiliki dampak signifikan dalam memperbaiki infrastruktur pertanian, memperkuat institusi desa, dan meningkatkan kemampuan masyarakat. Dampak baiknya terlihat dari meningkatnya pendapatan, berkurangnya angka kemiskinan, serta terbentuknya desa yang mandiri secara ekonomi. Studi ini menyarankan peningkatan pendampingan, penguatan regulasi teknis, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan agar penggunaan Dana Desa bisa lebih efisien dan berkelanjutan.
Implementasi Kepemimpinan Bamus terhadap Kenagarian Cingkariang Febriyanti, Febi; Anwar, Hairul; Siti Hafifah, Naflisa; Nada Fatmi, Safuan
Efisiensi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Manajemen Vol. 1 No. 1 (2024): Efisiensi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Manajemen
Publisher : Yayasan Inovasi Akademi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/efisiensi.v1i1.50

Abstract

The purpose of this study was to determine how the implementation of leadership in Bamus Cingkariang towards Nagari Cingkariang, how leadership is applied in Bamus Cingkariang both its impact on Nagari Cingkariang and the obstacles faced. The research method used is a qualitative research method using a descriptive approach. Data collection techniques are by observation and direct interview methods to the location of the study. The research was conducted in the Cingkariang village, Banuhampu District, Agam Regency, West Sumatra Province. Leadership is something that must exist in an organization, through the implementation of leadership, an organization will run well and will have an impact on positive things. The leadership in Bamus Cingkariang is democratic leadership that has the principle of deliberation and every member and community has the right to express opinions and aspirations in making policies and formulating problems. In the obstacles that hinder the work program, the solution that can be taken is to conduct socialization from Bamus and the village to the community about the existing regulations in order to create good implementation.