Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agribis

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PRODUKSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PT HINDOLI (STUDI KASUS DI ESTATE TANJUNG DALAM) Abdul Khafidh Siddiq Siregar; Fildza Arief Syuhada; Roni Jarlis; Andi Alatas
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/ejmrsx92

Abstract

Investasi pada sektor perkebunan kelapa sawit menuntut komitmen modal jangka panjang dengan eksposur risiko yang tinggi terhadap volatilitas pasar global dan dinamika agronomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif kelayakan finansial produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada salah satu perusahaan perkebunan swasta di Provinsi Sumatera Selatan, dengan fokus khusus pada fase transisi investasi peremajaan tanaman (replanting). Melalui pendekatan studi kasus yang mendalam, penelitian ini mengintegrasikan data historis operasional tahun fiskal 2019-2025 dengan proyeksi finansial hingga tahun 2029, menggunakan tingkat diskonto 8,75% yang merefleksikan biaya modal dan premi risiko sektor agribisnis. Analisis dilakukan menggunakan instrumen Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI), serta dilengkapi dengan analisis sensitivitas untuk menguji ketahanan proyek terhadap guncangan harga eksternal. Temuan empiris pada skenario dasar (base case) dengan horizon waktu lima tahun mengungkapkan bahwa proyek mengalami tekanan likuiditas yang signifikan, ditandai dengan NPV negatif sebesar Rp34,48 miliar, IRR 4,89%, dan PI 0,909. Kondisi ini merefleksikan beban arus kas keluar yang masif untuk belanja modal (CAPEX) replanting di tengah absennya pendapatan dari tanaman belum menghasilkan. Namun, analisis sensitivitas memberikan perspektif yang kontras; kenaikan harga TBS sebesar 50% yang didorong oleh siklus komoditas atau kebijakan energi nasional mampu mentransformasi kelayakan proyek secara radikal, menghasilkan NPV positif Rp293,9 miliar dan IRR 37,25%. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun indikator finansial jangka pendek tertekan akibat siklus investasi biologis, fundamental proyek tetap solid dengan elastisitas profitabilitas yang tinggi terhadap momentum harga pasar. Penelitian ini merekomendasikan strategi manajemen risiko harga (hedging) dan efisiensi biaya input sebagai mitigasi utama.
IMPLEMENTASI QRIS (QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSAKSI PELAKU AGRIBISNIS DI NAGARI MUARO, KECAMATAN SIJUNJUNG, KABUPATEN SIJUNJUNG Fatihatul Rahmad, Arief; Roni Jarlis, Roni Jarlis; Alatas, Andi; Arief Syuhada, Fildza
Jurnal AGRIBIS Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/q4rj5p35

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran saat ini menunjukkan pergeseran dari metode konvensional menuju transaksi non-tunai, salah satunya melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS merupakan standar pembayaran nasional berbasis kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dengan tujuan menciptakan sistem transaksi yang lebih efisien, aman, serta terintegrasi dalam satu platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana implementasi QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi pada pelaku agribisnis di Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan skala Likert. Populasi penelitian meliputi seluruh pelaku agribisnis di Nagari Muaro yang telah memanfaatkan QRIS dalam kegiatan usahanya, dengan jumlah responden sebanyak 18 pelaku usaha. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Dalam penelitian ini, variabel independen adalah implementasi QRIS yang diukur melalui beberapa indikator, yaitu kondisi lingkungan, hubungan dengan institusi, ketersediaan sumber daya, serta karakteristik institusi pelaksana. Sementara itu, variabel dependen adalah efisiensi transaksi yang diukur berdasarkan indikator kecepatan transaksi, kelancaran proses pembayaran, efisiensi biaya, serta ketepatan dalam pencatatan transaksi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan indeks persentase serta bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS pada pelaku agribisnis di Nagari Muaro memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi transaksi. Hal ini ditunjukkan oleh percepatan waktu transaksi, kemudahan dalam proses pembayaran, penurunan biaya operasional, serta meningkatnya akurasi dalam pencatatan transaksi. Dengan demikian, implementasi QRIS berperan penting dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran serta meningkatkan kinerja usaha agribisnis, khususnya di wilayah pedesaan.