Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS INTEGRASI BUDAYA KERJA 5S DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SMK SWASTA PEMBDA NIAS Harefa, Resman Hendi Nofanolo; Ziliwu, Exaudi; Zalukhu, Sabar Jaya; Waskito, Waskito; Yustisia, Henny
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 9 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi budaya kerja 5S dalam pengembangan kurikulum di SMK Swasta Pembda Nias. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 50 wawancara mendalam dengan peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Seiri (Sortir) membantu menciptakan ruang kerja yang lebih teratur dan efisien. Seiton (Set in Order) meningkatkan efisiensi operasional dengan menata alat dan bahan agar mudah diakses. Seiso (Shine) berhasil menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan di kalangan siswa. Seiketsu (Standardize) membantu menjaga keteraturan dan kualitas hasil kerja melalui prosedur standar operasional. Shitsuke (Sustain) memastikan keberlanjutan praktik 5S melalui evaluasi rutin dan pelatihan berkala. Integrasi budaya kerja 5S ini terbukti meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, terstruktur, dan efisien.
Tinjauan Literatur: Peran Industri dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Kejuruan Sabila, Ahda; Sari, Putri Mayang; Waskito, Waskito; Yustisia, Henny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, pembuat kebijakan harus melibatkan industri dalam proses pendidikan, terutama dalam menyusun kurikulum agar kompetensi capaian selaras dengan kebutuhan. Industri juga harus bekerja sama dengan sekolah untuk mengurangi perbedaan antara kejadian di dunia nyata dengan apa yang diajarkan di sekolah. Jika perbedaan ini dikecilkan, lulusan pendidikan kejuruan akan lebih mudah terserap ke industri dan tingkat pegangguran lulusan SMK akan menurun. Dalam penulisan artikel ini, metode analisis literatur digunakan. Analisis literatur mencakup penelitian berbagai kajian ilmiah, seperti artikel ilmiah, jurnal, buku, dan kajian lainnya yang relevan dengan topik. Program kemitraan sekolah dengan industri meliputi: (1) program pembelajaran pabrik; (2) kerjasama antara industri dengan sekolah dalam bentuk pengelolaan prakerin, pengelolaan kunjungan industri, kelas industri, serta proses perekrutan tanaga kerja; dan (3) pelatihan dan pengelolaan bagi pihak berwenang yang terkait dengan ketenagakerjaan. Peran Industri dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kejuruan adalah untuk memperbarui kurikulum dan memberi siswa pemahaman tentang teknologi terbaru. Ini juga memungkinkan siswa melakukan praktik kerja langsung di industri atau melakukan magang, yang akan membantu mereka mengembangkan keterampilan kerja praktis.
Meningkatkan Keterlibatan DU/DI dalam Pengelolaan Mutu Pendidikan di SMK: Analisis Strategi dan Hambatan di SMK Negeri 1 Bengkalis-Riau Rahman, Septia; Giatman, M; Yustisia, Henny
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024904jpgi0005

Abstract

Keterlibatan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di SMK. Penelitian ini menganalisis peran DU/DI dalam pengelolaan mutu pendidikan di SMK Negeri 1 Bengkalis dan hambatan yang dihadapi dalam kemitraan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DU/DI berperan dalam penyediaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan pelatihan keterampilan, namun partisipasi mereka dalam perencanaan kurikulum dan evaluasi pembelajaran masih minim. Hambatan utama yang ditemukan adalah kurangnya kemitraan formal, rendahnya komitmen kedua belah pihak, dan perbedaan visi antara sekolah dan industri. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan tim kualitas bersama, penyusunan perjanjian kerja sama formal, serta peningkatan evaluasi program PKL. Dukungan kebijakan pemerintah juga diperlukan untuk memperkuat kolaborasi ini. Hasil penelitian diharapkan dapat memperbaiki keterlibatan DU/DI dalam pendidikan vokasi, sehingga lulusan SMK lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja.
Manajemen kesiswaan dalam perspektif literatur: upaya membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah Permana, Yoga Hendra; Giatman, M; Yustisia, Henny
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025119jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh manajemen kesiswaan terhadap pembentukan budaya disiplin di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan fokus pada kebijakan yang efektif, pendekatan pembelajaran inovatif, dan integrasi teknologi. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur yang sistematis, mencakup analisis kritis terhadap 25 artikel ilmiah dan laporan penelitian relevan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi elemen kunci dalam pengelolaan kesiswaan, seperti kebijakan pengawasan, keterlibatan pihak terkait, dan penerapan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan manajemen kesiswaan yang terstruktur dan berbasis bukti mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara signifikan. Pendekatan berbasis teknologi, seperti aplikasi pengelolaan siswa dan media pembelajaran digital, terbukti meningkatkan kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah hingga 35% dibandingkan metode konvensional. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) memberikan kontribusi pada penguatan budaya disiplin melalui pengembangan tanggung jawab individu dan kelompok. Penelitian ini memberikan wawasan baru dengan menyoroti integrasi teknologi sebagai inovasi dalam manajemen kesiswaan, yang dapat diadopsi oleh sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih disiplin dan adaptif. Studi ini merekomendasikan pengembangan kebijakan berbasis data, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi, serta evaluasi rutin terhadap efektivitas program kesiswaan.
Analisis gaya kepemimpinan dan motivasi sebagai determinan kinerja kepala satuan pendidikan Suriyani, Cici; Yulirismayenti, Yulirismayenti; Giatman, Muhammad; Yustisia, Henny
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025328jpgi0005

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja kepala satuan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini melibatkan kepala sekolah dan guru SMK sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang demokratis dan partisipatif secara signifikan meningkatkan motivasi guru, yang pada gilirannya berdampak positif pada kinerja mereka. Temuan ini menyoroti pentingnya pemberdayaan kepemimpinan dan penghargaan eksternal dalam meningkatkan kinerja pendidikan. Penelitian ini menyarankan agar kepala sekolah memperkuat gaya kepemimpinan yang mendukung pengembangan diri guru untuk mencapai kinerja yang lebih baik.
Implementasi manajemen kepemimpinan dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan kejuruan Bulhadi, Bulhadi; Sofiani, Desi; Giatman, Muhammad; Yustisia, Henny
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025330jpgi0005

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen kepemimpinan dalam pencapaian tujuan organisasi di pendidikan kejuruan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan strategi kepemimpinan yang efektif, seperti kepemimpinan transformasional dan visioner, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi dengan tuntutan industri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa SMK, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan stakeholder terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi guru, memperkuat budaya sekolah, serta meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui integrasi teknologi. Penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan kapasitas kepemimpinan di tingkat sekolah dan kolaborasi lebih erat antara pendidikan dan dunia industri. Secara teoretis, hasil ini memperkaya literatur mengenai kepemimpinan pendidikan kejuruan, sementara secara praktis, implikasinya mendorong kebijakan yang mendukung inovasi dan penguatan kapasitas kepemimpinan di SMK.
Analisis model kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah menengah kejuruan Afriwandi, Afriwandi; Pebisi, Barqun Aknu; Giatman, Muhammad; Yustisiae, Henny
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025362jpgi0005

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh dua model kepemimpinan terhadap keberhasilan belajar siswa di SMK N 4 Pariaman. Kepemimpinan yang melibatkan pemangku kepentingan dan kepemimpinan yang terorganisir dengan baik berperan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai responden, serta menganalisis data menggunakan teknik regresi untuk mengukur kontribusi kedua model terhadap pencapaian akademik dan pengembangan karakter siswa. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi keduanya berdampak signifikan, meningkatkan keterlibatan siswa dan efisiensi operasional sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan model kepemimpinan yang holistik dalam pendidikan kejuruan dan merekomendasikan pelatihan berbasis sinergi kedua model tersebut untuk kepala sekolah dan guru. Implikasi praktisnya adalah peningkatan kualitas pembelajaran melalui pengelolaan yang lebih terstruktur dan partisipatif. Studi lanjutan disarankan untuk menggali faktor-faktor lain, seperti budaya organisasi dan keterlibatan keluarga, yang turut memengaruhi keberhasilan belajar siswa.
NasiQu: Designing Mobile Applications with the Concept of Social Entrepreneurship for Hunger People Using Agile Methods Hidayat, Hendra; Yulastri, Asmar; Susanto, Perengki; Ardi, Zadrian; Yustisia, Henny
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.1.1896

Abstract

Entrepreneurship is becoming an essential part of everyday life today. But the social problems of society, especially cases of hunger, have also become an essential issue to date. Digital entrepreneurship has become a trend recently, with many digital business platforms and emerging applications. However, combining digital entrepreneurship with social activities becomes more attractive, which we know as Digital Social Entrepreneurship. This study describes and explains the stages in designing NasiQu, a mobile social entrepreneurship application, to see how agile can make digital social entrepreneurship interesting by involving people's sense of concern for people in need, in this case, hungry people. The Agile method, one of many used in software development, is the one that is being used. The Agile method is a short-term system development approach that calls for quick adaptation and developers who can work with any change. The results of this product from NasiQu can facilitate donations in the form of packaged rice to those who need food; in the case of this implementation, it is still specifically for orphans. In this application, there are three users, namely donors, admins, and partners. All these users have different roles and application usage flows. In addition, this application makes food donation activities more effective and can be done anywhere and anytime. It is hoped that the ongoing implementation of this activity will help many people who need food and impact opening new job opportunities.
Coordination of The Apprenticeship Industrial Program with The Siakama Application Yustisia, Henny; Andreas, Laras Oktavia; Apdeni, Risma; Heriyadi, Bambang; Weriza, Jusmita
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.1.2245

Abstract

This research aims to examine the implementation of the SIAKAMA application in the Apprenticeship Industrial Program. This program was created as a SIAKAMA application to overcome hurdles during the monitoring and evaluation stages. At the monitoring stage, supervising lecturers and field supervisors can use the SIAKAMA application to monitor all Apprenticeship Industrial program student activities in the field, resulting in a good and smooth communication and coordination system. At the evaluation stage, the supervising lecturer and field supervisors in the SIAKAMA application can conduct assessments based on student activities in the field, including daily evaluations and final assessments after the Apprenticeship Industrial Program has been finished. This study employs a quantitative descriptive technique, the Research & Development method, and the 4D development model. A sample of Apprenticeship Industrial Program students from five departments of the Faculty of Engineering, Padang State University, was used in this study. The SIAKAMA application was found to be valid with a value of 0.876, practical with a value of 78.67, and effective with a value of 81.22% after data analysis using SPSS 25. This suggests that implementing the SIAKAMA application to enhance the work competency of Apprenticeship Industrial Program students is viable. The Apprenticeship Industrial Program model represents a modification of the Three Set of Actor development model, yet it hasn't been incorporated with the Industrial Revolution 4.0. Engaging in this Program enables students to acquire 4C skills, including Creativity and Innovation, Critical Thinking and Problem Solving, Communication, and Collaboration.
Pengembangan UMKM bagi Pengusaha Pemula: Studi Kasus Pendampingan di Kota Padang Dhaifullah, Mhd Arya; Yustisia, Henny; Yuliana, Yuliana
Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimbik.v5i2.1085

Abstract

Abstract. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in driving local and national economic growth, especially in creating jobs and increasing community income. However, new entrepreneurs in the MSME sector often face various challenges such as limited capital, lack of managerial experience, limited market access, and low utilization of digital technology. This study aims to analyze MSME development strategies for new entrepreneurs through a mentoring approach in Padang City. The method used is a case study with a qualitative descriptive approach based on literature analysis, government program reports, and observations of MSME mentoring practices in the field. The results of the study show that effective development strategies include entrepreneurship training, facilitation of licensing and access to financing, business digitalization, and the formation of business communities as a forum for collaboration and knowledge sharing. Structured and sustainable mentoring programs have been proven to increase the capacity of new businesses, accelerate technology adaptation, and expand their market networks. This study recommends the need for synergy between the government, academics, and the private sector in designing contextual and targeted mentoring programs, as well as encouraging the integration of entrepreneurial competencies into the vocational education curriculum.