Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis tingkat kesesuaian lahan hutan mangrove Kota Langsa untuk pengembangan kepiting mangrove dengan metode silvofishery Teuku Fadlon Haser; Muhammad Saleh Nurdin; Fauziah Azmi
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.877 KB)

Abstract

Pesisir timur Aceh merupakan kawasan hutang mangrove terluas di propinsi tersebut. Namun tingkat penebangan liar yang tinggi, ditambah dengan alih fungsi lahan untuk kepentingan perekonomian menjadi ancaman yang serius di kawasan tersebut. Silvofishery antara hutan mangrove dan kepiting bakau dapat dijadikan salah satu alternatif penyelesaian permasalahan karena mengedepankan pentingnya kualitas lingkungan hutan mangrove sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan hutan mangrove di Kota Langsa yang terletak di pesisir timur Aceh untuk kepentingan silvofishery kepiting bakau. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dari Bulan Juli sampai September 2018 dengan melakukan analisis terhadap kualitas air, tingkat kesuburan tanah (substrat), ketersediaan pakan dan kerapatan hutan mangrove. Dari hasi penelitian diketahui bahwa lingkaran luar hutan mangrove Kuala Langsa dan Ujung Perling merupakan area yang masih sangat baik untuk digunakan sebagai media silvofishery kepiting bakau.
Nisbah Kelamin Dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Tongkol Lisong (Auxis rochei) Yang Didaratkan Di Ppi Labuan Bajo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Nur Hasanah; Muhammad Saleh Nurdin
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.808 KB)

Abstract

Abstrak : Ikan tongkol lisong merupakan ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk menjamin kelestarian sumberdaya ikan tongkol lisong, perlu dilakukan suatu upaya pengelolaan. Salah satu informasi yang diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan adalah informasi biologi reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis nisbah kelamin dan ukuran pertama kali matang gonad ikan tongkol lisong yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala. Penelitian dilakukan pada bulan Juni dan Agustus 2016. Total sampel yang tertangkap yaitu 193 ekor. Data dianalisis dengan menerapkan beberapa model analisis seperti chi-square dan Spearman Karber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin ikan tongkol lisong jantan dan betina tidak berbeda nyata (1:1). Ukuran pertama kali matang gonad jantan dan betina masing-masing memiliki panjang berkisar antara 25,8-26,5 cmFL dan 24,0 – 25,9 cmFL. Ukuran pertama kali matang gonad betina lebih kecil dibandingkan dengan ikan tongkol jantan.
Penetapan Strategi Pengelolaan Penangkapan Berdasarkan Studi Distribusi Spasial Dan Temporal Ukuran Rajungan Betina Yang Mengerami Telur Muh Saleh Nurdin; Teuku Fadlon Haser; Fauziah Azmi; Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.022 KB)

Abstract

Informasi distribusi spasio-temporal ukuran rajungan betina yang mengerami telur (BEF) masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan ukuran lebar karapas rajungan BEF pada ekosistem estuaria dan laut di Pulau Salemo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juli 2015 pada dua lokasi yaitu estuaria (mangrove) dan laut (lamun dan terumbu karang) pada setiap fase bulan terang dan gelap. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan signifikan lebar karapas rajungan BEF yang tertangkap secara spasial tapi tidak secara temporal. Rajungan BEF melakukan pelepasan telur di laut dan daerah ini juga dijadikan sebagai daerah penangkapan utama oleh nelayan, sehingga diperlukan strategi pengelolaan dengan mengimplementasikan kawasan larangan penangkapan pada daerah pelepasan untuk mempertahankan populasi dan stok.
Ukuran Pertamakali Matang Gonad Ikan Medaka Endemik Indonesia Nur Hasanah; Muh. Saleh Nurdin
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.047 KB)

Abstract

Ikan medaka merupakan spesies penting dari genus Oryzias yang merupakan sub-order dari Cyprinodontoidea. Ikan ini dapat digunakan sebagai pengganti ikan zebra (Danio orio) dalam eksperimen biologi karena banyaknya kemiripan diantara kedua spesies tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aspek biologi reproduksi, yakni ukuran pertama kali matang gonad (length at first maturity) dari ikan medaka yang endemik di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Oryzias celebencis (Weber, 1894). Penelitian dilakukan dari Bulan Oktober 2015 sampai April 2016. Sampling dilakukan di Sungai Pattunuangasue dan Sungai Leang leang, Kabupaten Maros dengan jumlah total sampel yang diperoleh sebanyak 455 ekor. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa ukuran pertama kali matang gonad pada ikan jantan adalah 36,78 mm di Sungai Pattubuangasue dan 35,62 mm di Sungai Leang-leang. Sedangkan ikan betina ditemukan pertama kali matang gonad pada ukuran 40 mm dan 36,29 mm di masing-masing sungai
Composition of coral species and benthic organism at Tiaka Oilfield, Tolo Bay, Central Sulawesi Kasim Mansyur; Achmad Rizal; Musayyadah Tis'in; Muh Saleh Nurdin; Nuke Susanti
Tomini Journal of Aquatic Science VOLUME 1 ISSUE 1, MAY 2020
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.815 KB) | DOI: 10.37905/tjas.v1i1.5941

Abstract

This research aims to find out the composition of the coral and benthic organisms at Tiaka Oilfield. This study was conducted in July 2015. Monitoring of coral and benthic organisms used line intercept transect and visual census method. The research results indicated that 16 coral species were consisting of 6 genera. Coral species dominated by the genus Acropora. Benthic organisms that live in symbiosis with coral reef ecosystems in the Tiaka Oil Field were found 11 benthic species consisting of 54 species
The relationship between blue swimming crab (Portunus pelagicus) abundance and environmental parameters in Spermonde Archipelago Muh Saleh Nurdin; Eniwati Eniwati; Teuku Fadlon Haser; Nur Hasanah
Tomini Journal of Aquatic Science VOLUME 1 ISSUE 1, MAY 2020
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.074 KB) | DOI: 10.37905/tjas.v1i1.5917

Abstract

Management and conservation of the blue swimming crabs by the marine protected area method require the abundance and environmental parameter information of the blue swimming crab. The aim of this study is to analyze the changes in the relative abundance of the blue swimming crab and its environmental parameters. The study was conducted from March to July 2015, in the waters of Salemo Island, Spermonde Archipelago. The specimens were collected at the three fishing locations around the mangrove, seagrass, and coral reef ecosystems. The variable of relative abundance of the blue swimming crab is determined catch per effort. Samples of environmental parameters such as temperature and current speed are measured in situ. However, for the salinity, dissolved oxygen, ammonia, nitrate, plankton, and chlorophyll-a were analyzed in the laboratory. A comparison of the blue swimming crab abundance in each ecosystem was conducted by One Way ANOVA. Moreover, the relationship between blue swimming crab abundance with environmental parameters was analyzed by multiple regression. The results show that the blue swimming crab is abundant in the seagrass and coral reefs. The environmental parameter that significantly influences the abundance of the blue swimming crab is salinity. The suitable area for blue swimming carb protection based on abundances are seagrass and coral reef ecosystems.
Pertumbuhan dan Sintasan Karang Hasil Transplantasi di Lapangan Minyak Tiaka, Teluk Tolo, Sulawesi Tengah Kasim Mansyur; Achmad Rizal; Musayyadah Tis’in; Muh. Saleh Nurdin; Nuke Susanti
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.953 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan transplantasi karang di Lapangan MinyakTiaka. Keberhasilan transplantasi dinilai dari perkembangan fragmen karang melalui sintasan danpertumbuhan karang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015 – April 2016, di perairanLapangan Minyak Tiaka, Teluk Tolo, Provinsi Sulawesi Tengah. Jumlah fragmen karang yangdigunakan pada penelitian ini sebanyak 1600 pieces. Prosedur kerja transplantasi karang dimulaidari pembuatan tatakan, pemilihan bibit karang, fragmentasi, dan perawatan. Karang yangdigunakan pada penelitian ini yaitu karang jenis family Acrophoridae, (1) Acropora formasa; (2)A. nobilis; (3) A. grandis: (4) A. nasuta. Media transplantasi ditata pada lokasi transplantasidengan kedalaman 5-7 m di bawah permukaan laut saat surut terendah. Hasil penelitian inimenunjukkan pertumbuhan optimum anakan karang hasil transplantasi mencapai 33 cm, terutamajenis karang Acropora formosa dan A. nobilis. Sebesar 61,94% koloni telah mencapai ukuran 25-33 cm, 31,06% berukuran 20-25 cm, 6,43% berukuran 15-20 cm; dan 0,56% berukuran 10 cm.Kisaran nilai sintasan fragmen karang tergolong tinggi dengan nilai 97 – 99,44 %. Sintasan yangtinggi ditemukan pada monitoring terakhir sedangkan terendah pada monitoring kedua. Kondisiperairan sangat optimum untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan terumbu karang.Kata kunci: transplantasi karang, pertumbuhan, sintasan, lapangan minyak Tiaka
Struktur Ukuran dan Performa Pertumbuhan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) yang Didaratkan di PPI Labuan Bajo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Nur Hasanah; Yoke Hany h Restiangsi; Sharifuddin Bin Andy Omar; Muh. Saleh Nurdin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.104 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur ukuran, hubungan panjang berat, dan faktor kondisiikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang didaratkan di PPI Labuan Bajo Kabupaten Donggala.Penelitian dilakukan pada bulan Maret, Agustus dan November 2016. Sampel diambil dari hasiltangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap pancingulur dan purse seine. Hubunganpanjang berat dan faktor kondisi dianalisis sesuai formula yang digunakan oleh King. Hasilpenelitian menunjukkan panjang cagak (FL) ikan cakalang pada bulan Maret, Agustus, danNovember masing-masing diperoleh kisaran antara 28-45, 21-51, dan 21-47 cmFL dengan panjangmaksimal 51 cmFL. Hubungan panjang berat ikan cakalang jantan dan betina bersifat allometrikpositif. Faktor kondisi jantan dan betina masing-masing berkisar antara 0,9763 – 1,0517 dan0,9686 – 1,0759. Ikan betina memiliki kondisi lebih baik dari pada ikan jantan. Ikan betina belummemasuki fase pemijahan sehingga faktor kondisinya tinggi.Kata kunci: ikan cakalang, ukuran, hubungan panjang berat, dan faktor kondisi.
Efektifitas Ekstrak Daun Pepaya Dalam Menunjang Keberhasilan Penetasan Telur Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskall) Teuku Fadlon Haser; Suri Purnama Febri; Muhammad Saleh Nurdin
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 2 (2018): Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.935 KB) | DOI: 10.32663/ja.v16i2.427

Abstract

The availability of of milk fish fries has been becoming the inbitor in supporting milk fish production. Herbal ingredients such as papaya leaf’s extract can be an alternative to improve the success rate of hatchings and reduce fry abnormalities. The research aimed to examine the effectivity of papaya leaf’s extract in increasing hatching rate, and reducing the rate of abnormalities in milkfish fries. The treatment consists of six level concentration of papaya leaf’s extract which includes 2, 4, 6, 10, 20 and 25 ml. The research resulted in the highest success rate and the lowest abnormalities occur to the tratment with 4 ml papaya leaf’s extract (89, 94±1, 61 % dan 6, 54±2, 47 %). Therefore, papaya leaf extraction can significantly help to improve the success rate and minimize milk fish fries abnormality. Keyword: milkfish, papaya leaf’s extract, hatching rates, abnormalities.
OPTIMIZING EMBRYONIC DEVELOPMENT, EGG HATCHABILITY, AND LARVAL SURVIVAL OF ASIAN SEABASS, Lates calcarifer USING PAPAYA LEAF EXTRACT (Carica papaya) TREATMENTS Teuku Fadlon Haser; Fauziah Azmi; Muh Saleh Nurdin; Suri Purnama Febri; Tri Heru Prihadi; Joel Aubin; Bahtiar Sah Putra; Riris Yuli Valentine; Deni Radona; Kurniawan Kurniawan; Muhammad Haritza Laitte
Indonesian Aquaculture Journal Vol 17, No 1 (2022): (June, 2022)
Publisher : Center for Fisheries Research, Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resource

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.17.1.2022.29-36

Abstract

Embryonic development of Asian seabass, Lates calcarifer is a critical phase in the success of larval rearing production in a hatchery. Low production of larvae has been the drawback of the Asian seabass aquaculture owing to diseases and microbial infection to the eggs, causing low egg viability. This study aims to evaluate the effect of different doses of papaya leaf extracts during embryonic development to improve egg hatchability and larval survival. Six different doses of papaya leaf extracts of 2, 4, 6, 10, 20, and 25 mL were used as treatments arranged triplicates in five liter aquaria. The newly fertilized eggs (99 eggs) were immersed in each treatment for five minutes and fifteen seconds. Subsequently, the eggs were moved into 10 L incubation tanks, and samples were collected for embryogenesis observation. The hatchability of eggs was significantly different among treatments. The hatchability of larvae in group with dose of 4 mL was the best treatment (93.94 ± 0.1%) followed by 2 mL (93.88 ± 3%), and 6 mL (90.91 ± 3.0%). The different doses of papaya leaf extract significantly affected larval survival. The highest survival rate of larvae was 2 mL (93%) followed by 4 mL (90%) and 6 mL (70%). There was no significant difference in the hatching time of larvae. The fastest hatching time occurred at the dose of 6 mL about 13 hours and 30 minutes, followed by 2 mL and 4 mL treatment for about 14 hours. This study recommends that the doses of 2 mL or 4 mL of papaya leaf extracts have potential impacts on the improvement of larval rearing production for Asian seabass hatchery.
Co-Authors Abdul Gani Achmad Rizal Achmad Rizal Achmad Rizal Akbar Marzuki Tahya Amanda Pricella Putri Ana, Qur Andi Masriah Aswad Eka Putera Azmi, Fauziah Bahtiar Sah Putra Danty, Astri Rahma Dari, Try Oelan Darsiani darsiani, Darsiani Deni Radona Deni Radona Deva Elvina Sari Dewa Oka Suparwata Dewi Shinta Achmad Dewi Shinta Ahmad Dewi Yanuarita Satari Dewi Yanuarita Satari Dewi Yanuarita Satari Dwi Sulistiawati Eddy Supriyono Eka Rosyida Ekaputra, aswad Eniwati Eniwati Evi Hulukati Fahrezi, Rifki Fahrullah Fahrullah Fauziah Azmi Fauziah Azmi Febri, Suri Purnama Hanifa Gobel Harahap, Antoni Haser, Teuku Fadlon Heriyanti Rukka Ika Rezvani Aprita Indri Afriani Yasin Iskandar, Andri Islamy, Raden Adharyan Isma, Muhammad Fauzan Jamaluddin Jompa Jaya Jaya Joel Aubin Karimullah Karimullah Kasim Mansyur Kasim Mansyur, Kasim Kurniawan Kurniawan Madinawati Mangitung, Septina F. Merita Ayu Indrianti Moh. Muchlis Djibran Mokoginta, Meity M Muhammad Fauzan Isma Muhammad Haritza Laitte Musayyadah Tis’in Nasmia Nazlia, Suraiya Novalina Serdiati Novianita Achmad Nuke Susanti Nuke Susanti Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Hasanah Pawaro, Moh. Fadlan Daeng Putriningtias, Andika Ridwan Ridwan Riris Yuli Valentine Riris Yuli Valentine Roni Hermawan, Roni Rusydi, Rachmawaty S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salim Salim Samliok Ndobe Sari, Devi Elvina Sharifuddin Bin Andy Omar Sihombing, Andri Siska Mellisa Suri Purnama Febri Suri Purnama Febri Susan Mokoolang Syamsu Alam Ali Syamsul Alam Ali Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Teuku Fadlon Haser Tri Heru Prihadi Tri Heru Prihadi Yoke Hany h Restiangsi Yuliaty Selle Yusriyah Atikah Gobel