Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Behind the Hammer's Swing: Work Fatigue Among Traditional Stone Breakers in the Coastal Region of the Selayar Islands, Indonesia Maharja, Rizky; Tajuddin, Tajuddin; Rahmansyah, Sitti Fatimah; Kessi, Andi Tenriola Fitri; Juliani, Arni; Maharja, Riadnin
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 5, Issue 1, August 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v5i1.50996

Abstract

The work of stone breakers involves heavy and repetitive physical activity, which can increase the risk of injuries and health problems, one of which is work fatigue. Before work fatigue becomes more severe, it is essential to identify its causes. This study aims to analyze work fatigue and the factors that influence it. The study uses an observational analytic approach with a total of 50 respondents. The variables measured include age, length of work, years of service, workload, total sleep time, and work fatigue. Data collection was carried out through questionnaires and specific workload observations. The results of the study indicate that 25 people (50%) experienced high work fatigue. Further analysis showed that age (p-value = 0.020) and gender (p-value = 0.001) significantly influenced work fatigue. The results also showed that there was no significant effect of length of work (p-value = 0.140), years of service (p-value = 0.27), workload (p-value = 0.258), and total sleep time (p-value = 0.401) on work fatigue. This study concludes that work fatigue among traditional stone breakers is influenced by age and gender. Interventions are needed to reduce work fatigue through adjustments to the work environment and rest periods. This study reinforces the understanding of Q.S. Al-Baqarah/2:286, which emphasizes that every individual has limitations. The fatigue experienced is proof that the human body has limits and needs adequate rest to function optimally.
Berani (Bunda Responsif Atas Bahaya Nyala Api): Penerapan K3 Berbasis Masyarakat untuk Mitigasi Risiko Kebakaran Rumah Tangga Maharja, Rizky; Panggeleng, Andi Mifta Farid; Abdullah, Anisa Dwirizky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17833

Abstract

ABSTRAK Bahaya nyala api merupakan salah satu bahaya di tingkat rumah tangga yang jika tidak diatasi sedini mungkin maka dapat menyebabkan kebakaran. Kegiatan PkM BERANI (Bunda Responsif Atasi Nyala Api) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang bahaya nyala api dan peningkatan keterampilan dalam pemadam api. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sosialisasi tentang bahaya nyala api dan pelatihan pemadaman api menggunakan karung goni dan alat pemadam api ringan. Rata-rata peningkatan pengetahuan bahaya nyala api mencapai 97.44%. Angka ini melampaui indikator capaian yang sebelumnya ditentukan yaitu 95%. Perbedaan pengetahuan ini didukung dengan hasil uji statistik pada Tabel 4 dengan p-value < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah sosialisasi dilakukan. Rata-rata peningkatan keterampilan penggunaan karung goni dan APAR yaitu 96%. Angka ini melampaui indikator capaian yang sebelumnya ditentukan yaitu 95%. Program PkM BERANI telah berhasil meningkatkan kesadaran dan kemampuan ibu rumah tangga dalam menghadapi bahaya kebakaran. Hasil yang dicapai menunjukkan keberhasilan program dalam mencapai tujuannya. Kata Kunci: Nyala Api, Kebakaran, Ibu Rumah Tangga, Pemadaman Api  ABSTRACT One of the most significant hazards at the household level is the potential for fire caused by flame hazards. These hazards, if not addressed promptly, can lead to a fire. The objective of this study is to: The objective of the PkM BERANI (Bunda Responsif Atasi Nyala Api) activity is twofold: firstly, to enhance the knowledge of partners with regard to the dangers of flames and secondly, to develop their abilities in fire extinguishing. This community service activity is conducted through the dissemination of information regarding the hazards of flames and the training of fire extinguishing techniques using gunny sacks and light fire extinguishers. The mean increase in knowledge regarding the dangers of flames was 97.44%. This figure exceeds the previously determined achievement indicator of 95%. The discrepancy in knowledge is corroborated by the findings of the statistical tests presented in Table 1, with a p-value <0.05, which demonstrates a notable divergence in knowledge between the pre-and post-socialization phases. The mean increase in proficiency in the use of burlap sacks and fire extinguishers was 96%. This figure exceeds the previously determined achievement indicator of 95%. It can be concluded that the PkM BERANI program has successfully increased the awareness and ability of housewives to deal with fire hazards. The results achieved demonstrate the success of the program in achieving its objectives.  Keywords: Flame, Fire, Housewife, Fire Fighting
Ketidakpatuhan Masyarakat terhadap Peraturan Daerah Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Shabir, Achmad Mawardi; Ananda, Rusda; Maharja, Rizky; Panggeleng, Andi Mifta Farid
KOLONI Vol. 2 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i2.133

Abstract

The policy to implement the smoke-free area (KTR) in hospitals has long been an intervention strategy to control non-communicable diseases. Regulations in the form of regional regulations on smoke-free area (KTR) are also agreed in various countries as an embodiment of tobacco regulations in the world. Implementation of regional policies issued must be carried out by all Local Governments in Indonesia. This study discusses influential factors related to the community in the smoke-free area at Hasanuddin University Hospital. This research is a type of quantitative research using cross-sectional study. The population in this study was 100 people. Sampling was carried out using a non-probability sampling method with convenience sampling technique so that a total sample of 100 people was obtained. Processing and analysis of data using the SPSS program. Data analysis was based on the Chi-Square Test statistic. The results showed there was a relationship between understanding of instructions (p = 0.023), there was a relationship between beliefs (p = 0.006), there was a relationship between attitudes (p = 0,000) and self-control (p = 0,000) with community non-compliance with regional regulations on the area without cigarettes at Hasanuddin University Hospital. The results of multiple logistic regression tests were simultaneously obtained that attitudes (Exp. B = 10.670) and self-control (Exp. B = 5.394) were the most influential variables on community non-compliance at Hasanuddin University Hospital. 023), there is a relationship between belief (p = 0.006), there is a relationship between attitude (p = 0,000) and self-control (p = 0,000) with community non-compliance with local regulations on smoke-free area in Hasanuddin University Hospital. The results of multiple logistic regression tests were simultaneously obtained that attitudes (Exp. B = 10.670) and self-control (Exp. B = 5.394) were the most influential variables on community disobedience at Hasanuddin University Hospital. 023), there is a relationship between belief (p = 0.006), there is a relationship between attitude (p = 0,000) and self-control (p = 0,000) with community non-compliance with local regulations on smoke-free area in Hasanuddin University Hospital. The results of multiple logistic regression tests were simultaneously obtained that attitudes (Exp. B = 10.670) and self-control (Exp. B = 5.394) were the most influential variables on community non-compliance at Hasanuddin University Hospital. Keywords: Non-compliance, KTR, hospitals, policies, regional regulations
PENGARUH MASA KERJA, SIKAP, DAN PELATIHAN TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MAJENE Hermawan, Bambang; Panggeleng, Andi Mifta Farid; Maharja, Rizky
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2484

Abstract

Latar belakang: Lingkungan Rumah Sakit memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam Keselamatan dan Kesehatan semua pihak di dalamnya. Penerapan K3RS menjadi sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan serta penyakit akibat lingkungan kerja, demi menjamin keamanan pasien, petugas medis, pengunjung dan masyarakat sekitar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat dalam memkai APD. Metode: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 171 perawat di RSUD Majene, dengan sampel sebanyak 120 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner serta dianalisis secara univariat serta bivariat dengan bantuan SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa variabel masa kerja (p = 0,015) dan sikap (p = 0,002) memiliki korelasi bermakna dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan APD. Kesimpulan: Masa kerja dan sikap berhubungan dengan kedisiplinan perawat atau petugas dalam penerapan APD dalam rangka keselamatan kerja di rumah sakit.
Knowledge-driven risk of diving-induced paralysis: A case-control study among traditional compressor divers in Selayar Regency, Indonesia Maharja, Rizky; Maharja, Riadnin; Saputra, Edi; Panggeleng, Andi Mifta Farid; Hermawan, Bambang
CORE JOURNAL Volume 5, Issue 2, June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/corejournal.v5i2.58603

Abstract

Previous studies on diving-related paralysis have largely focused on recreational or industrial diving, leaving a critical gap in understanding the knowledge-based risk factors affecting traditional compressor divers in informal, high-risk work environments. This study addresses that gap by examining the association between safety knowledge and paralysis incidence among traditional compressor divers in Menara Indah Village, Selayar Regency, Indonesia. Using a case-control design, 44 male respondents were purposively selected, consisting of 22 cases (with diving-induced paralysis) and 22 controls (without paralysis). Data were collected through structured questionnaires and interviews and analyzed using Odds Ratio (OR) and Population Attributable Risk (PAR). The results revealed that divers with poor safety knowledge had 5.4 times higher odds of experiencing paralysis than those with adequate knowledge. Furthermore, the PAR value of 66.44% indicates that two-thirds of paralysis cases in this population could potentially be prevented through improved safety education. These findings underscore the importance of culturally appropriate, community-based safety training to mitigate health risks in informal marine labor sectors. This study contributes novel empirical evidence to support the integration of public health education within occupational safety frameworks, particularly in underserved coastal communities where traditional diving practices remain widespread and underregulated.
Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kota Parepare Ananda, Rusda; Heriyati, Heriyati; Mubarak, Muh. Hosni; Maharja, Rizky
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 2 (2025): April 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i2.1793

Abstract

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan, Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan perlu melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pelaksanaan survei kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Parepare melalui pengukuran tingkat kepuasan masyarakat yang mencakup unsur persyaratan; sistem, mekanisme, dan prosedur; waktu penyelesaian; biaya/tarif; produk spesifikasi jenis pelayanan; kompetensi pelaksana; perilaku pelaksana; penanganan pengaduan, saran, dan masukan; serta sarana dan prasarana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Parepare. Pengumpulan data dilakukan pada September-Oktober tahun 2024. Metode penentuan sampel menggunakan accidental sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 623 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kota Parepare berada pada kategori “baik”. Unsur yang memiliki nilai kepuasan pasien tertinggi adalah unsur biaya/tarif sementara unsur kepuasan dengan nilai terendah diantara sembilan unsur lainnya adalah persyaratan. Kegiatan survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Puskesmas yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama agar senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai standar dan memenuhi harapan masyarakat.
Perilaku Petani Terkait Alat Pelindung Diri (APD) dalam Penggunaan Pestisida di Desa Bonto Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang Andi Tenriola Fitri Kessi; Rizky Maharja
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.325

Abstract

Petani merupakan suatu pekerjaan yang sangat berisiko mengalami keracunan akibat pestisida, banyak yang menjadi faktor penyebab terjadinya keracunan, seperti faktor lingkungan dan faktor perilaku petani itu sendiri setiap menggunakan atau kontak langsung dengan pestisida. Keracunan pestisida dapat diminimalisirkan dengan memperbaiki perilaku saat pemakaian pestisida dan menggunakan APD lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku petani, dengan mengetahui pengetahuan, sikap dan tindakan para petani di Desa Bonto Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 75 orang, data primer diperoleh dengan cara melakukan observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, dan data yang diperoleh kemudian akan di olah secara univariate terhadap semua variabel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dari 31 responden pengetahuan petani berada pada kategori baik sebanyak 12 responden (38,7%), sikap berada pada kategori cukup sebanyak 18 responden (58.1%), tindakan berada pada kategori kurang dengan 28 responden (90.3%). Dari 31 petani di Desa Bonto sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik, namun berbanding terbalik dengan tindakan yang sangat kurang. Di harapkan kepada para petani di Desa Bonto agar saling mengingatkan dalam penggunaan APD, serta diharapkan kepada kelompok tani atau instansi terkait dan dinas pertanian agar melakukan pengawasan kepada para petani, agar memiliki kesadaran penggunaan APD.
INTRODUCTION OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH (K3) PRINCIPLES IN BLACKSMITHS VILLAGE Achmad Djalaluddin, Nurgadima; Maharja, Rizky; Mifta Farid Panggeleng, Andi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i3.1908

Abstract

Background: One of the more ancient occupations is blacksmithing, which involves risky and dangerous work in the unorganized sector. Blacksmithing's risks and hazards must be understood and managed in order to prevent workplace accidents and illnesses. Objective: Blacksmiths are to be introduced to occupational safety and health concepts through this exercise. Methods: Blacksmiths from Pamboborang Village in Majene Regency participated in this endeavor as partners. utilizing Personal Protective Equipment (PPE), which is broken down into three stages of activity—preparation, implementation, and evaluation—the stages of carrying out the activities are carried out in an approach through discussion, education/counseling, and practice utilizing PPE. There were 27 blacksmiths who took part in this activity. Result: Participants are given information on workplace hazards and risks and control measures that can be implemented. Participants were also given basic K3 information. Participants were also taught about the many types and benefits of personal protective equipment (PPE) and practiced using it. Conclusion: Community service activities in the form of an introduction to K3 principles in the blacksmith community are progressing well and according to the plan.
Karakteristik Tenaga Kerja dan Iklim Keselamatan di Workshop Peralatan Pembuatan Semen Maharja, Rizky; Seftianingsih M., Nur Angraeni; Latief, Ade Wira Lisrianti; Juliani, Arni; Syamsul, Muhammad Azrul; Maharja, Riadnin
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 April 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i1.234

Abstract

Iklim keselamatan atau persamaan persepsi bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja di tempat kerja dan menurunkan angka kecelakaan kerja. Di mana iklim keselamatan ini dapat berbeda-beda tergantung dari karakteristik pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik tenaga kerja terhadap iklim keselamatan di bagian workshop peralatan pembuatan semen. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di bagian workshop PT. PKM. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 56 orang tenaga kerja. Karakteristik tenaga kerja pada penelitian ini diantaranya adalah usia, masa kerja, tingkat pendidikan, posisi jabatan dan status perkawinan. Sedangkan iklim keselamatan diukur menggunakan NOSACQ-50. Analisis data yang digunakan adalah regresi ordinal. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa masa kerja (?=0,013), posisi jabatan (?=0,00) dan tingkat pendidikan (?=0,021) memiliki pengaruh terhadap iklim keselamatan kerja tenaga kerja sedangkan usia (?=0,137) dan status perkawinan (?=0,556) tidak berpengaruh terhadap iklim keselamatan tenaga kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah karakteristik tenaga kerja yang berpengaruh dengan iklim keselamatan adalah masa kerja, posisi jabatan, dan tingkat pendidikan. Kata Kunci: iklim keselamatan, karakteristik tenaga kerja, masa kerja, pendidikan, posisi jabatan
Providing Health Education Salt Dietary to Hypertension Patients Muzakkir, Muzakkir; Husaeni, Hermin; Muzdalia, Ika; Mutmainna, Amriati; Maharja, Rizky
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 5 No. 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 Desember 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v5i3.574

Abstract

Hypertension is still a big health problem. It needs treatment in other forms besides medication, namely increasing understanding regarding salt or natrium consumption. Providing information can be done with various approaches, one of which is by using the health education method. The purpose of this study was to determine the effect of providing health education on salt dietary on hypertensive patients in Majene Regency. This research was an experimental research with a One-group pre-post test design with a sample of 32 subjects who met the inclusion criteria. This study used the wilcoxon signed rank test with a significance level of $\alpha$< 0,05. The results of this study indicated that after conducting health education, most of the subjects experienced increased knowledge about dietary salt through the provision of health education information. There were differences in knowledge about the Salt diet before and after being given health education with a p-value of 0,003. Based on the results of this study, researchers recommend that nurses master several learning methods in implementing health education. Maintain the BPJS health prolanis community as a forum for communication with the same problem and become a medium for providing mutual support in improving the quality of life for people with hypertension. Nurses should continue to respect the patient's salt consumption habits slowly. Structured and scheduled in changing the client's salt consumption habits.