Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pandangan Al-Quran Tentang Fenomena Flexing dalam Ibadah Pohan, Ira Yunita; Mualim, Mohamad; Ghifari, Muhammad
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.723

Abstract

Fenomena flexing atau pamer di media sosial telah menjadi tren yang kian populer, mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk ibadah. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting mengenai pandangan Al-Quran terhadap perilaku flexing, khususnya dalam konteks ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena flexing ibadah dengan merujuk pada ajaran-ajaran dalam Al-Quran dan membandingkannya dengan definisi flexing yang ada di media sosial saat ini. Meskipun istilah flexing tidak ditemukan secara langsung dalam Al-Quran, penelitian ini menggunakan konsep-konsep terkait seperti riya’ (pamer), ujub (kesombongan), tamak (keinginan berlebihan), dan takabur (keangkuhan) untuk memahami bagaimana Al-Quran menanggapi fenomena ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Al-Quran dan kitab tafsir sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, jurnal, dan sumber online sebagai data sekunder. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa flexing ibadah di media sosial berpotensi mengubah niat ibadah dari tujuan spiritual yang tulus menjadi pencarian validasi sosial, yang bertentangan dengan ajaran Al-Quran tentang keikhlasan dan kesederhanaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fenomena flexing ibadah dapat menimbulkan dua dampak berbeda, 1) Negatif apabila tidak dilakukan dengan tepat yang beresiko menimbulkan seperti peningkatan sifat riya’, materialisme, dan krisis identitas, dan 2) Posistif jika dilakukan dengan melihat nilai-nilai yang harus di perhatikan yang dapat memotivasi orang lain untuk mengerjakan amal kebaikan, dan menghindari prasangka buruk yang dapat menjerumuskan orang lain ke dalam dosa.
Hadis-Hadis Tentang Kritik Terhadap Perilaku Lebai Sari, Arvita Irvaning Puspita; Ghifari, Muhammad; Ash, Abil
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.933

Abstract

Fenomena lebai atau perilaku berlebihan sering kali muncul dalam kehidupan sosial, termasuk dalam praktik keagamaan. Dalam perspektif hadis, terdapat sejumlah petunjuk yang melarang segala bentuk tindakan berlebihan, baik dalam memuji orang lain maupun dalam menjalankan ajaran agama. Hadis-hadis Rasulullah menegaskan bahwa berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam ibadah dan interaksi sosial, dapat mengarah pada penyimpangan dari jalan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan perspektif hadis mengenai larangan perilaku lebai, serta bagaimana ajaran Islam menekankan kesederhanaan dan keseimbangan dalam beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Hadis sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, buku dan jurnal,  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghindari sikap berlebihan, termasuk dalam memberikan pujian, beribadah, dan berinteraksi dengan sesama, dengan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial. Implementasi larangan lebai dari penelitian ini adalah pentingnya menerapkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan yang lebih harmonis dan sesuai dengan ajaran agama.
ANJURAN TAMPIL CANTIK BAGI PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HADIS Ulfah Zakiyah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.488

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi anjuran hadis tentang perempuan tampil cantik atau good looking di ruang publik, sebagai respons terhadap pandangan umum yang menyatakan bahwa perempuan hanya boleh berdandan di rumah untuk suami. Dalam konteks modern, kebutuhan tampil menarik menjadi bagian penting dalam interaksi sosial, pendidikan, dan pekerjaan, namun sering kali berbenturan dengan stigma keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan tematik (madhū’ī), menganalisis hadis-hadis yang relevan untuk memberikan panduan yang seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islam menganjurkan perempuan untuk menjaga penampilan mereka di ruang publik selama tidak melampaui batas (tabarruj) dan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariat. Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk merawat diri, memakai perhiasan, dan berpakaian menarik dengan niat yang benar, yakni menjaga martabat diri serta memuliakan anugerah Allah. Kajian ini menegaskan bahwa perempuan Muslim dapat mengekspresikan kecantikan mereka secara proporsional tanpa mengabaikan nilai spiritual.
Fenomena Brain Rot Dalam Perspektif Hadis: Analisis Dampaknya Terhadap Moralitas Remaja urwatulwutsqo, halwa; Ghifari, Muhammad; Ash, Abil
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 2 (2025): 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i2.1305

Abstract

Istilah brain rot ini biasa digunakan ketika menggambarkan pada penurunannya kondisi fungsi otak yang diakibatkan karena kebiasaan mengkonsumsi konten dalam sosial media yang sifatnya instan dan dangkal.. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak buruk sehingga mengakibatkan kerusakan otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah fenomena brain rot yang terjadi diera sekarang ini dalam perspektif Nabi Muhammad SAW, dan akan berfokus pada nilai-nilai ajaran Islam terkait pentingnya untuk menjaga kesehatan akal dan menjaga waktu. Adapun metode yang akan digunakan pada artikel ini adalah menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan tematik, yaitu mengumpulkan serta menganasis hadis-hadis yang berkaitan pada kesehatan akal dan waktu. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan umatnya untuk senantiasa menjaga akal dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kata Kunci: Brain rot, media sosial, hadis, akal, waktu.
IMPLEMENTASI PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA TIMUR Ghifari, Muhammad; Rahmadi, Heksawan
Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 5 No. 2: Maret 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/jiap.v5i2.4717

Abstract

The phenomenon in this study concerned the condition of tax dispute resolution, which was abundant and time-consuming. Taxpayers' considerations in responding to decisions issued by the Directorate General of Taxes relate to the legal remedies provided under Article 25 and Article 27 of the General Provisions and Tax Procedures Law. The purpose of this study was to examine how the implementation of tax dispute resolution at the Regional Office of the Directorate General of Taxes (DJP) East Jakarta was carried out, as well as the inhibiting factors and solutions in implementing tax dispute resolution.This research employed a descriptive study with a qualitative approach. The analysis method used was qualitative data analysis. The research location was the Regional Office of DJP East Jakarta. The results of this study indicated that the implementation strategy carried out by the Regional Office of DJP East Jakarta has been quite successful, as seen from the key performance indicators in 2024, which exceeded the target, achieving 88.43% compared to the target of 79%.
REINTERPRETASI KISAH NABI AYYUB UNTUK KONSEP SELF-CONTROL: ANALISIS TEORI DOUBLE MOVEMENT Alhusaini, Zikron Fadhil; Muallim, Mohammad; Ghifari, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8302

Abstract

Every human being faces life's trials, such as physical suffering, loss, and psychological stress, which often lead to emotional instability and a negative impact on quality of life. Self-Control is very important, especially in the context of stressful modern life. However, in Indonesia, there are still many individuals who do not understand this concept properly, leading to high rates of mental disorders, depression, and destructive actions. One of the figures in Islam who represents Self-Control is Prophet Ayyub a.s., who is known for his patience in the face of severe suffering. His story is recorded in QS. Al-Anbiya (21:83-84) is generally understood in terms of patience alone, but has not been studied much from a psychological perspective as a form of Self-Control. Therefore, this study aims to reinterpret the story of Prophet Ayyub a.s. to examine the values of Self-Control in it through Fazlur Rahman's double movement hermeneutic approach, in order to understand the historical context and its actualization in the present. This research is qualitative with a double movement hermeneutic approach through two movements of interpretation: from the past context to universal moral principles, then re-contextualized in the present situation. The results show that the story of Prophet Ayyub a.s. not only shows patience, but a form of Self-Control that is active, spiritual, and solutive. In conclusion, the story of Prophet Ayyub can be reflected upon as a relevant model of Self-Control to strengthen mental health in contemporary society.
Gamophobia in Contemporary Society: An Integrative Analysis of Qur’anic Exegesis and Marital Psychology through Tafsir Al-Munir Nur Hikmah, Ridhani Ayu; Nidhom, Khoirun; Ghifari, Muhammad
TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tafse.v9i2.29283

Abstract

The rapid transformation of social and cultural values has significantly altered individual perceptions of marriage, leading to the emergence of gamophobia—an excessive fear of marriage and long-term commitment. This phenomenon has become increasingly prevalent among younger generations, influenced by rising divorce rates, economic uncertainty, and media exposure that portrays negative representations of marriage. This study aims to identify the underlying factors contributing to gamophobia and propose Qur’anic-based solutions as interpreted in Tafsir Al-Munir by Wahbah Az-Zuhaili. Using a qualitative approach through library research and thematic exegesis analysis (tafsir maudhu’i), this study examines gamophobia from the perspectives of marital psychology and Islamic studies. The findings reveal three primary factors triggering gamophobia: (1) fear of infidelity due to past experiences of betrayal, (2) concerns about the inability to establish a stable household, and (3) emotional unpreparedness in handling marital conflicts and commitments. Unlike previous studies that predominantly focus on psychological aspects, this research integrates Islamic values as solutions, including choosing a partner with effective conflict resolution skills, practicing tawakkul (trust in Allah) after making efforts, and fostering positive perceptions of divine decree. By employing a multidisciplinary approach that bridges marital psychology and Qur’anic exegesis, this study highlights that gamophobia can be mitigated through a deeper understanding of Islamic teachings, spiritual resilience, and enhanced emotional and mental preparedness for marriage.
METODE PEMAHAMAN HADIS DENGAN PENDEKATAN SOSIO-HISTORIS: Studi atas Pemikiran Said Agil Husin Al-Munawar Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 1 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.727 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i1.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pemahaman hadis yang digagas oleh Said Agil Husin Al-Munawar. Metode pemahaman yang ditawarkan oleh Said Agil adalah metode pemahaman hadis dengan pendekatan Sosio-Historis. Metode ini menurut Said Agil adalah upaya yang dilakukan untuk mengungkap kembali apa yang sudah dilakukan oleh ulama hadis sebelumnya tentang metode pemahaman hadis, sekaligus menawarkan metode baru yang dapat digunakan dalam memahami hadis yang mengarah kepada kontekstualisasi hadis. Metode pendekatan sosio-historis yang digagas oleh Said Agil ini cukup berperan dalam mengantisipasi perkemabangan zaman. Metode ini diharapkan diharapkan akan memperoleh suatu pemahaman baru yang relatif lebih apresiasif, dan akomodatif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Sehingga dalam memahami suatu hadis seseorang tidak hanya terpaku pada zahirnya teks hadis, melainkan harus memperhatikan konteks sosio-kultural pada waktu itu. Hal ini dapat dipahami bahwa usaha yang dilakukan oleh Said Agil Husin Al-Munawar adalah sebagai upaya membumikan hadis Nabi sebagai sumber pokok ajaran Islam.
PEREMPUAN YANG MENINGGALKAN ANAK UNTUK BEKERJA DALAM PERSPEKTIF HADIS Ulfah Zakiyah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i2.511

Abstract

Artikel ini mengkaji masalah perempuan yang meninggalkan anak-anak mereka untuk bekerja dalam perspektif hadis. Meski perempuan memiliki hak untuk bekerja, dilema muncul ketika pekerjaan mengharuskan mereka untuk meninggalkan anak-anak yang masih dalam usia pengasuhan. Artikel ini mengkaji solusi yang dapat diambil dalam mengatasi dilema ini berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan analisis terhadap teks hadis dan pendapat para ulama baik klasik maupun kontemporer mengenai perempuan yang bekerja. Hasil penelitian menemukan tiga solusi utama: pertama, menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga dengan kebijakan yang mendukung perempuan bekerja sambil mengasuh anak, sejalan dengan hadis Nabi yang mengajarkan untuk mempermudah urusan orang lain. Kedua, peran ayah dalam pengasuhan anak, yang seharusnya dibagi secara adil. Ketiga, dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat untuk membantu pengasuhan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perempuan dapat menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan anak dengan dukungan yang tepat sesuai prinsip-prinsip Islam.
Kesombongan Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Psikologi Modern: (Telaah Narcissistic Personality Disorder (Npd) Dalam Tafsir Al-Manar Terhadap Qs. Luqman:18) Juliandini, Shabira Ayu; Mualim, Mohamad; Ghifari, Muhammad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 2 (2025): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i2.1420

Abstract

Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorder/NPD) merupakan salah satu jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan perasaan superioritas, kebutuhan akan pujian berlebih, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Dalam psikologi modern, NPD sering dikaitkan dengan pola asuh yang penuh tekanan di masa kanak-kanak atau pujian yang berlebihan, dan gangguan ini berdampak negatif terhadap hubungan sosial serta kesehatan mental seseorang. Dalam pandangan Islam, perilaku sombong dan merasa lebih unggul dari orang lain mendapatkan perhatian serius, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, khususnya dalam QS. Luqman ayat 18. Ayat tersebut secara jelas memperingatkan manusia untuk menjauhi kesombongan dan keangkuhan, yang pada dasarnya sejalan dengan karakteristik NPD. Artikel ini bertujuan menganalisis Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD) dari perspektif Al-Qur’an melalui kajian terhadap Tafsir Al-Manar atas QS. Luqman: 18. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi tafsir, penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara ayat tersebut dengan fenomena NPD dalam konteks psikologi kontemporer. Tafsir Al-Manar yang disusun oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Rida menyoroti bahwa kesombongan tidak hanya berdampak secara psikologis terhadap individu, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial serta hubungan antarmanusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran Islam melalui QS. Luqman: 18 dan penjelasannya dalam Tafsir Al-Manar menawarkan solusi spiritual dan praktis dalam mengatasi kecenderungan narsistik. Islam mendorong sikap tawadhu' (rendah hati), introspeksi diri, serta penguatan spiritual melalui dzikir, kontemplasi, dan pengendalian hawa nafsu. Penelitian sebelumnya juga mengungkap bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai Islam dapat membantu mengurangi kebutuhan akan validasi eksternal dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Oleh karena itu, studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pemahaman psikologi modern dengan ajaran Islam guna menciptakan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menangani gangguan kepribadian narsistik. Selain itu, temuan penelitian ini memberikan implikasi luas baik secara sosial maupun religius, yakni terbentuknya masyarakat yang lebih harmonis, menurunnya perilaku otoriter dan eksploitatif dalam kepemimpinan, serta terbangunnya hubungan antarindividu yang dilandasi empati dan ketulusan. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencegah dan menangani perilaku narsistik secara berkelanjutan.