Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Performa Arduino Uno Dalam Embedded System Berbasis RFID Terhadap Algoritma Enkripsi SKINNY Ghifari, Muhammad; Barlian Henryranu Prasetio
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis performa algoritma enkripsi SKINNY pada embedded system berbasis RFID untuk menilai efisiensi dan stabilitasnya dalam penggunaan memori (RAM dan Flash), konsumsi daya, dan waktu eksekusi. Dengan menggunakan Arduino Uno, penelitian ini mencatat metrik performa pada berbagai ukuran data (16 hingga 304 byte). Hasil menunjukkan stabilitas dan efisiensi algoritma SKINNY pada parameter yang diuji, termasuk penggunaan daya yang konsisten (~0,026–0,03 W) dan waktu eksekusi yang meningkat secara linear dengan ukuran data. Uji Kruskal-Wallis mengkonfirmasi tidak adanya perbedaan signifikan pada performa berdasarkan ukuran data. Algoritma SKINNY terbukti layak untuk aplikasi IoT yang membutuhkan keamanan data dengan efisiensi tinggi. 
TELAAH KITAB TAFASSERE BICARA UGINA SURAH ‘AMMA KARYA AGH. MUHAMMAD AS’AD SENGKANG Adinda, Nur; Shofa, Ida Kurnia; Ghifari, Muhammad
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 22 No. 2 (2023): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v22i2.363

Abstract

This article examines one of the tafsir books compiled by AGH. Muhammad As'ad, one of the Indonesian clerics who is influential in South Sulawesi. The book of tafsir is entitled Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma. This tafsir is among the first tafsir written using Lontarak script and in Bugis language, so this tafsir book provides a new nuance in the history of the study of al-Qur'an tafsir in South Sulawesi. The book of tafsir was translated into Indonesian by AGH. As'ad students, Sjamsoeddin Singkang. The book Tafasere Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma is classified as a book that has little exposure to the general public, so no research has been found that examines this book of tafsir. This research aims to examine the characteristics, background of interpretation, sources, methods and styles used by AGH. As'ad in interpreting the Koran. This type of research is library research using descriptive analysis methods. From this research it can be seen that the Bugis community was the main target for writing the book Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma because the community's understanding there is still very limited and there are still many ritual practices that are not in accordance with Islamic teachings and beliefs. As for the source of AGH interpretation. As'ad uses the bi al-ray tafsir method. From a methodological aspect, this interpretation uses the ijmali method with simple interpretation. The breadth of explanation falls into the category of bayani interpretation. The targets and order of verses are interpreted using the maudhu'i verse method. The style of interpretation tends to be towards faith and divinity, making it fall into the category of interpretation of the i'tiqadi style. Artikel ini mengkaji salah satu kitab tafsir yang disusun oleh AGH. Muhammad As’ad, salah satu ulama Nusantara yang berpengaruh di Sulawesi Selatan. Kitab tafsirnya diberi judul Tafasere Bicara Ugina Surah Amma. Tafsir tersebut termasuk tafsir pertama yang ditulis menggunakan aksara Lontarak dan berbahasa Bugis sehingga kitab tafsir ini memberikan nuansa baru dalam sejarah kajian tafsir al-Qur’an di Sulawesi Selatan. Kitab tafsir diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh murid AGH. As’ad, Sjamsoeddin Singkang. Kitab Tafasere Bicara Ugina Surah Amma tergolong kitab yang kurang terekspos di masyarakat umum, sehingga belum ditemukan penelitian yang mengkaji kitab tafsir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik, latar belakang penafsiran, sumber, metode dan corak yang digunakan AGH. As’ad dalam menafsirkan al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa masyarakat Bugis menjadi sasaran utama penulisan kitab Tafasere Bicara Ugina Surah ‘Amma karena pemahaman masyarakat di sana masih sangat terbatas dan masih terdapat banyak praktik ritual yang tidak sesuai dengan ajaran dan keyakinan Islam. Adapun mengenai sumber penafsiran AGH. As’ad menggunakan metode tafsir bi al-ray. Dari aspek metolodogi, tafsir ini menggunakan metode ijmali dengan penafsiran sederhana. Keluasan penjelasan masuk pada kategori tafsir bayani. Adapun sasaran dan tertib ayat yang ditafsirkan menggunakan metode maudhu’i ayat. Corak penafsiran cenderung mengarah ke arah keimanan dan ketuhanan menjadikannya termasuk kategori tafsir corak i’tiqadi.
Perancangan Merchandise Sebagai Media Promosi Isbi Aceh Berbasis Ornament Aceh Andeska, Niko; Ghifari, Muhammad; Yuda, Rino
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i2.15231

Abstract

Ornament sebagai salah satu sumber budaya Aceh selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak agar kehadiran ornament Aceh tetap terjaga, hal tersebut dapat dilakukan salah satunya melalui penciptaan cenderamata instansi pemerintahan. Institut Seni Budaya Indonesia sebagai salah satu instansi pemerintah dalam bidang pendidikan, peneliti menawarkan penerapan beberapa ornament Aceh yang pada karya cenderamata sebagai penguatan identitas visual Institut Seni Budaya Indonesia Aceh melalui keilmuan kriya dan desain dengan pendekatan estetik, merchandise yang akan diciptakan berupa plakat, selendang, pouch bag dan lainnya. Dengan demikian penciptaan cenderamata dengan menerapkan ornament Aceh dapat berfungsi sebagai pencitraan identitas visual Institut Seni Budaya Indonesia Aceh. Metode dan teknik dalam mewujudkan merchandise ini dengan menggunakan metode kreatif Design Thinking. Penelitian ini diawali membuat pattern yang kemudian ditransformasiken ke berbagai bentuk merchandise.
Gamophobia in Contemporary Society: An Integrative Analysis of Qur’anic Exegesis and Marital Psychology through Tafsir Al-Munir Nur Hikmah, Ridhani Ayu; Nidhom, Khoirun; Ghifari, Muhammad
TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tafse.v9i2.29283

Abstract

The rapid transformation of social and cultural values has significantly altered individual perceptions of marriage, leading to the emergence of gamophobia—an excessive fear of marriage and long-term commitment. This phenomenon has become increasingly prevalent among younger generations, influenced by rising divorce rates, economic uncertainty, and media exposure that portrays negative representations of marriage. This study aims to identify the underlying factors contributing to gamophobia and propose Qur’anic-based solutions as interpreted in Tafsir Al-Munir by Wahbah Az-Zuhaili. Using a qualitative approach through library research and thematic exegesis analysis (tafsir maudhu’i), this study examines gamophobia from the perspectives of marital psychology and Islamic studies. The findings reveal three primary factors triggering gamophobia: (1) fear of infidelity due to past experiences of betrayal, (2) concerns about the inability to establish a stable household, and (3) emotional unpreparedness in handling marital conflicts and commitments. Unlike previous studies that predominantly focus on psychological aspects, this research integrates Islamic values as solutions, including choosing a partner with effective conflict resolution skills, practicing tawakkul (trust in Allah) after making efforts, and fostering positive perceptions of divine decree. By employing a multidisciplinary approach that bridges marital psychology and Qur’anic exegesis, this study highlights that gamophobia can be mitigated through a deeper understanding of Islamic teachings, spiritual resilience, and enhanced emotional and mental preparedness for marriage.
Pandangan Al-Quran Tentang Fenomena Flexing dalam Ibadah Pohan, Ira Yunita; Mualim, Mohamad; Ghifari, Muhammad
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.723

Abstract

Fenomena flexing atau pamer di media sosial telah menjadi tren yang kian populer, mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk ibadah. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting mengenai pandangan Al-Quran terhadap perilaku flexing, khususnya dalam konteks ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena flexing ibadah dengan merujuk pada ajaran-ajaran dalam Al-Quran dan membandingkannya dengan definisi flexing yang ada di media sosial saat ini. Meskipun istilah flexing tidak ditemukan secara langsung dalam Al-Quran, penelitian ini menggunakan konsep-konsep terkait seperti riya’ (pamer), ujub (kesombongan), tamak (keinginan berlebihan), dan takabur (keangkuhan) untuk memahami bagaimana Al-Quran menanggapi fenomena ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Al-Quran dan kitab tafsir sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, jurnal, dan sumber online sebagai data sekunder. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa flexing ibadah di media sosial berpotensi mengubah niat ibadah dari tujuan spiritual yang tulus menjadi pencarian validasi sosial, yang bertentangan dengan ajaran Al-Quran tentang keikhlasan dan kesederhanaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fenomena flexing ibadah dapat menimbulkan dua dampak berbeda, 1) Negatif apabila tidak dilakukan dengan tepat yang beresiko menimbulkan seperti peningkatan sifat riya’, materialisme, dan krisis identitas, dan 2) Posistif jika dilakukan dengan melihat nilai-nilai yang harus di perhatikan yang dapat memotivasi orang lain untuk mengerjakan amal kebaikan, dan menghindari prasangka buruk yang dapat menjerumuskan orang lain ke dalam dosa.
Hadis-Hadis Tentang Kritik Terhadap Perilaku Lebai Sari, Arvita Irvaning Puspita; Ghifari, Muhammad; Ash, Abil
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.933

Abstract

Fenomena lebai atau perilaku berlebihan sering kali muncul dalam kehidupan sosial, termasuk dalam praktik keagamaan. Dalam perspektif hadis, terdapat sejumlah petunjuk yang melarang segala bentuk tindakan berlebihan, baik dalam memuji orang lain maupun dalam menjalankan ajaran agama. Hadis-hadis Rasulullah menegaskan bahwa berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam ibadah dan interaksi sosial, dapat mengarah pada penyimpangan dari jalan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan perspektif hadis mengenai larangan perilaku lebai, serta bagaimana ajaran Islam menekankan kesederhanaan dan keseimbangan dalam beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Hadis sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, buku dan jurnal,  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghindari sikap berlebihan, termasuk dalam memberikan pujian, beribadah, dan berinteraksi dengan sesama, dengan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial. Implementasi larangan lebai dari penelitian ini adalah pentingnya menerapkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan yang lebih harmonis dan sesuai dengan ajaran agama.
ANJURAN TAMPIL CANTIK BAGI PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HADIS Ulfah Zakiyah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 1 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i1.488

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi anjuran hadis tentang perempuan tampil cantik atau good looking di ruang publik, sebagai respons terhadap pandangan umum yang menyatakan bahwa perempuan hanya boleh berdandan di rumah untuk suami. Dalam konteks modern, kebutuhan tampil menarik menjadi bagian penting dalam interaksi sosial, pendidikan, dan pekerjaan, namun sering kali berbenturan dengan stigma keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan tematik (madhū’ī), menganalisis hadis-hadis yang relevan untuk memberikan panduan yang seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islam menganjurkan perempuan untuk menjaga penampilan mereka di ruang publik selama tidak melampaui batas (tabarruj) dan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariat. Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk merawat diri, memakai perhiasan, dan berpakaian menarik dengan niat yang benar, yakni menjaga martabat diri serta memuliakan anugerah Allah. Kajian ini menegaskan bahwa perempuan Muslim dapat mengekspresikan kecantikan mereka secara proporsional tanpa mengabaikan nilai spiritual.
Fenomena Brain Rot Dalam Perspektif Hadis: Analisis Dampaknya Terhadap Moralitas Remaja urwatulwutsqo, halwa; Ghifari, Muhammad; Ash, Abil
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 2 (2025): 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i2.1305

Abstract

Istilah brain rot ini biasa digunakan ketika menggambarkan pada penurunannya kondisi fungsi otak yang diakibatkan karena kebiasaan mengkonsumsi konten dalam sosial media yang sifatnya instan dan dangkal.. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak buruk sehingga mengakibatkan kerusakan otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah fenomena brain rot yang terjadi diera sekarang ini dalam perspektif Nabi Muhammad SAW, dan akan berfokus pada nilai-nilai ajaran Islam terkait pentingnya untuk menjaga kesehatan akal dan menjaga waktu. Adapun metode yang akan digunakan pada artikel ini adalah menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan tematik, yaitu mengumpulkan serta menganasis hadis-hadis yang berkaitan pada kesehatan akal dan waktu. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan umatnya untuk senantiasa menjaga akal dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kata Kunci: Brain rot, media sosial, hadis, akal, waktu.
IMPLEMENTASI PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA TIMUR Ghifari, Muhammad; Rahmadi, Heksawan
Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 5 No. 2: Maret 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/jiap.v5i2.4717

Abstract

The phenomenon in this study concerned the condition of tax dispute resolution, which was abundant and time-consuming. Taxpayers' considerations in responding to decisions issued by the Directorate General of Taxes relate to the legal remedies provided under Article 25 and Article 27 of the General Provisions and Tax Procedures Law. The purpose of this study was to examine how the implementation of tax dispute resolution at the Regional Office of the Directorate General of Taxes (DJP) East Jakarta was carried out, as well as the inhibiting factors and solutions in implementing tax dispute resolution.This research employed a descriptive study with a qualitative approach. The analysis method used was qualitative data analysis. The research location was the Regional Office of DJP East Jakarta. The results of this study indicated that the implementation strategy carried out by the Regional Office of DJP East Jakarta has been quite successful, as seen from the key performance indicators in 2024, which exceeded the target, achieving 88.43% compared to the target of 79%.
REINTERPRETASI KISAH NABI AYYUB UNTUK KONSEP SELF-CONTROL: ANALISIS TEORI DOUBLE MOVEMENT Alhusaini, Zikron Fadhil; Muallim, Mohammad; Ghifari, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8302

Abstract

Every human being faces life's trials, such as physical suffering, loss, and psychological stress, which often lead to emotional instability and a negative impact on quality of life. Self-Control is very important, especially in the context of stressful modern life. However, in Indonesia, there are still many individuals who do not understand this concept properly, leading to high rates of mental disorders, depression, and destructive actions. One of the figures in Islam who represents Self-Control is Prophet Ayyub a.s., who is known for his patience in the face of severe suffering. His story is recorded in QS. Al-Anbiya (21:83-84) is generally understood in terms of patience alone, but has not been studied much from a psychological perspective as a form of Self-Control. Therefore, this study aims to reinterpret the story of Prophet Ayyub a.s. to examine the values of Self-Control in it through Fazlur Rahman's double movement hermeneutic approach, in order to understand the historical context and its actualization in the present. This research is qualitative with a double movement hermeneutic approach through two movements of interpretation: from the past context to universal moral principles, then re-contextualized in the present situation. The results show that the story of Prophet Ayyub a.s. not only shows patience, but a form of Self-Control that is active, spiritual, and solutive. In conclusion, the story of Prophet Ayyub can be reflected upon as a relevant model of Self-Control to strengthen mental health in contemporary society.