Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

REINTERPRETASI HADIS PEREMPUAN PENYEBAB TERPUTUSNYA SHALAT Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 2 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.955 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang tepat, apresiatif dan akomodatif terhadap hadis tentang terputusnya shalat karena melintasnya anjing, keledai dan wanita. Secara literal hadis tersebut mengatakan bahwa anjing, keledai dan wanita dapat memutuskan shalat sehingga hal ini menarik untuk dikaji karena secara sekilas terlihat ada perbedaan antara fiqhi dan hadis tentang hal-hal yang dapat membatalkan shalat. Selain itu, yang menarik juga adalah adanya anggapan penyerupaan perempuan dengan anjing dan keledai dalam hal yang dapat memutuskan shalat. Hal inilah yang menjadi menarik untuk dikaji ulang dengan tujuan untuk menemukan jawaban mengenai kualitas hadis-hadis tersebut dan untuk memperoleh pemahaman yang tepat terhadap hadis-hadis tentang terputusnya shalat karena melintasnya anjing, keledai dan wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna memutuskan shalat pada hadis tersebut adalah sebatas merusak shalat atau mengurangi kekhusyukan shalat saja, tidak dapat dipahami dengan membatalkan shalat. Kemudian kandungan hadis tersebut juga bersifat universal, bahwa tiga hal tersebut, yakni anjing, keledai dan wanita merupakan simbol dari beberapa hal yang dapat mengurangi kekhusyukan shalat. Artinya, pemahaman hadis tersebut tidak hanya sempit pada ketiga hal saja anjing, keledai dan wanita saja yang dapat memutuskan shalat, namun juga meluas pada segala bentuk-bentuk lain yang dapat mengurangi kekhusyukan shalat.
TUJUAN DAN URGENSI PENELITIAN HADIS Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.815 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v3i1.126

Abstract

Artikel ini menjelakan tentang pentingnya melakukan penelitian hadis yang secara khusus menjelaskan tentang tujuan dan urgensinya. Penelitian hadis merupakan kajian yang mendalam dan kritis terhadap matan dan sanad hadis yang bersifat dinamis dengan menggunakan metode-metode tertentu untuk menentukan validitas hadis sebagai suatu hujjah bagi kebenaran ajaran Islam. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana urgensi penelitian sanad dan matan hadis sebagai unsur penting untuk menentukan kualitas suatu hadis? Untuk menjawap pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau yang dikenal dengan istilah library research. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka penelitian ini menyimpulkan bahwa da beberapa urgensi hukum yang mendasari pentingnya penelitian hadits, yakni: pertama, terkait dengan posisi hadits sebagai sumber hukum Islam. kedua, terkait dengan historisitas hadits.
EKSEKUSI MATI DALAM PERSPEKTIF HADIS : Telaah atas Hadis Hukuman Mati Bagi Pelaku Zina, Murtad dan Pembunuh Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.986 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.132

Abstract

Dalam memahami teks hadis, diperlukan kehati-hatian serta ketelitian, seringkali dalam meneliti hadis kita dihadapakan pada sebuah pilihan, apakah teks hadis yang diteliti harus dipahami secara tekstual atau kontekstul. Salah satu hadis yang menarik dikaji secara mendalam adalah hadis tentang dibolehkannya melakukan pembunuhan terhadap tiga golongan, yaitu pelaku zina, pelaku pembunuhan dan orang yang berpindah agama (murtad). Dalam berbagai literatur fikih klasik tiga golongan tersebut boleh dibunuh secara legal. Tapi seiring dengan berjalannya waktu pemahaman hadis tentang bolehnya membunuh dianggap tidak relevan dengan kondisi saat ini, sehingga pemahaman hadis tersebut harus ditinjau ulang dengan melakukan pemahaman hadis dengan pendekatan kontekstul. Problemnya adalah bagaimana memahami hadis tersebut dengan pemahaman yang tepat secara kontekstual. Dalam hal ini, penulis akan fokus membedah pemahaman hadis tersebut dengan pendekatan kontekstul. Pendekatan ini sangat penting sebab apabila hadis ini dimaknai secara tekstual, maka orang Islam dilegalkan untuk membunuh orang lain. Jika hal itu dibiarkan tanpa adanya tindakan, maka akan banyak terjadi pembunuhan serta konflik yang akan ditimbulkan.
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM PERSPEKTIF HADIS Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 4 No. 01 (2023): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dalam perspektif hadis dalam konteks kekinian. Permasalahan yang diangkat adalah pemahaman terhadap hadis-hadis yang melarang monopoli sumber daya alam serta konteks pemahaman hadis-hadis tersebut dalam era saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis dengan menggunakan studi literatur dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ekonomi Islam mengatur bahwa tidak seluruh jenis harta dapat dimiliki oleh manusia secara bebas. Dalam Islam, sumber daya alam seperti air, rumput, dan api tidak boleh dimonopoli. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengatur hubungan manusia dengan alam, dan pemahaman terhadap hadis-hadis yang melarang monopoli tersebut penting dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dalam perspektif hadis memiliki relevansi yang penting dalam memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam. Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, pendekatan holistik dan terintegrasi diperlukan, melibatkan penegakan hukum yang adil, pengembangan teknologi yang ramah lingkungan, pendidikan masyarakat, serta partisipasi aktif dalam kegiatan konservasi alam.
Metamorfosis Sampah Plastik Menjadi Paving Blok dan Pembangunan Kesadaran Mitigasi Bencana di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi Rosyidah, Dania Meida; Hadi, Naufal Nurul; Hadi, Lutfi; Ghifari, Muhammad; Gumilang, Wisnu; Lisdiawanti, Eri Siti; Nurlela, Ai; Aprilia, Alya; Febrira, Revalizza; Milah, Siti Raihatul; Tiara Harahap, Dea Arme; Nuryasin, Marlika
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 09 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i09.2692

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah plastik yang dibakar warga akibat tidak adanya sistem pengangkutan sampah dan kebiasaan membakar sampah di tempat khusus di setiap rumah menjadi isu lingkungan serius. Selain itu, minimnya pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana di daerah pegunungan yang rawan longsor, dimana warga menyepelekan potensi bencana selain banjir menjadi fokus utama. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat melalui inovasi paving blok berbahan sampah plastik sebagai solusi ekonomi hijau dan meningkatkan kesadaran siswa SD kelas 6 tentang mitigasi bencana. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif untuk masyarakat dalam pembuatan paving blok dan edukasi interaktif untuk siswa tentang jenis-jenis bencana dan upaya pencegahannya. Hasil pengabdian menunjukkan terciptanya produk paving blok ramah lingkungan yang bernilai ekonomis dan meningkatnya kesadaran siswa tentang kesiapsiagaan bencana di daerah pegunungan.
Fenomena Brain Rot Dalam Perspektif Hadis: Analisis Dampaknya Terhadap Moralitas Remaja urwatulwutsqo, halwa; Ghifari, Muhammad; Ash, Abil
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 8 No 2 (2025): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v8i2.1305

Abstract

Istilah brain rot ini biasa digunakan ketika menggambarkan pada penurunannya kondisi fungsi otak yang diakibatkan karena kebiasaan mengkonsumsi konten dalam sosial media yang sifatnya instan dan dangkal.. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak buruk sehingga mengakibatkan kerusakan otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah fenomena brain rot yang terjadi diera sekarang ini dalam perspektif Nabi Muhammad SAW, dan akan berfokus pada nilai-nilai ajaran Islam terkait pentingnya untuk menjaga kesehatan akal dan menjaga waktu. Adapun metode yang akan digunakan pada artikel ini adalah menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan tematik, yaitu mengumpulkan serta menganasis hadis-hadis yang berkaitan pada kesehatan akal dan waktu. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan umatnya untuk senantiasa menjaga akal dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kata Kunci: Brain rot, media sosial, hadis, akal, waktu.
PENGENALAN SENI LUKIS MELALUI MEDIA TAS DENGAN TEKNIK DEKORATIF KEPADA KELOMPOK PKK KOTA JANTHO UNTUK MENGHASILKAN PRODUK YANG KREATIF Naufa, Miftahun; Kholilah, Anni; Ghifari, Muhammad
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50352

Abstract

development of creativity and improvement in the field of business and creating jobs through art and culture to the community can be a basic step in creating new works of art. There needs to be collaboration between ISBI Aceh through lecturers and students with the community so that the development of creativity in the community can run. Through a community organization that aims to empower women or commonly called the PKK Group, the author and his team try to introduce painting that is close to their lives. Conventional painting media is commonly known as using canvas, but creativity in exploration continues to grow so it does not rule out the use of various applied-based media. The association of women in bags is the main goal for the writer in terms of introducing painting to the PKK group in Jantho Makmur City. The PKK group will be given basic knowledge in creating decorative paintings on a media bag. The method carried out is by socialization and introduction of bag media painting to the community, the PKK group is given a decorative painting technique but is still free to explore with their respective creativity. Creative products of painting bags with decorative techniques produced by the PKK group must be marketable both offline and online. Creative products of painting bags with decorative techniques are packaged attractively and given harmonious packaging in order to attract the attention of consumers.Keywords: painting, bags, decorative, creative products.AbstrakPengembangan kreativitas serta peningkatan dalam bidang usaha dan menciptakan lapangan kerja melalui seni dan budaya kepada masyarakat dapat menjadi langkah dasar dalam menciptakan karya seni baru. Perlu adanya kolaborasi antara ISBI Aceh melalui Dosen dan mahasiswa dengan masyarakat agar pengembangan kreativitas pada masyarakat dapat berjalan. Melalui organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan atau biasa disebut dengan Kelompok PKK, penulis bersama tim mencoba mengenalkan seni Lukis yang dekat dengan kehidupan mereka. Media lukis konvensional biasa dikenal dengan menggunakan kanvas, namun kreativitas dalam eksplorasi terus berkembang sehingga tidak menutup kemungkinan penggunaan berbagai media berbasis terapan. Keterkaitan perempuan pada tas menjadi tujuan utama bagi penulis dalam hal mengenalkan seni Lukis kepada kelompok PKK Kota Jantho Makmur. Kelompok PKK akan diberikan pengetahuan dasar dalam menciptakan lukisan dekoratif pada sebuah media tas. Metode yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi serta pengenalan seni Lukis media tas pada masyarakat, kelompok PKK diberikan sebuah teknik lukis dekoratif namun tetap bebas melakukan eksplorasi dengan kratifitasnya masing-masing. Produk kreatif tas lukis dengan teknik dekoratif yang dihasilkan oleh kelompok PKK harus dapat dipasarkan baik secara offline maupun secara online. Produk kreatif tas lukis dengan teknik dekoratif dikemas dengan menarik dan diberikan packaging yang selaras agar dapat menarik perhatian konsumen.Kata Kunci: seni lukis, tas, dekoratif, produk kreatif. Authors:Miftahun Naufa : Institut Seni Budaya Indonesia AcehAnni Kholilah : Institut Seni Budaya Indonesia AcehMuhammad Ghifari : Institut Seni Budaya Indonesia Aceh References: Ghifari, M., Kholilah, A., & Naufa, M. (2021). Pengenalan Lukis Kaca Sebagai Media Hias dan Cenderamata Pada Siswa-Siswa SMA N 1 Jantho. Gorga Jurnal Seni Rupa, 10(01),73-79. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.21107.Ginting, J., & Triyanto, R. (2020). Tinjauan Ketepatan Bentuk, Gelap Terang, Dan Warna Pada Gambar Bentuk Media Akrilik. Gorga Jurnal Seni Rupa, 09(02), 300-308 https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.20118.Hauskeller, Michael. (2015). Apa Itu Seni, Posisi Estetika dari Platon sampai Danto. Yogyakarta: Kanisius.Kartika, Dharsono Sony (2016). Kreasi Artistik Perjumpaan Tradiri Modern dalam Paradigma Kekaryaan Seni. Karanganyar: Citra Sains.Komalayakti, D., Mustika, I, K., & Kondra, I, W. (2023). Tas Kanvas Lukis dengan Perca Endek Bali dan Kain Motif Khas Lombok yang Bernilai Seni dan Ekonomis. CITA KARA Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni, 3(1), 46-52. https://jurnal2.isidps.ac.id/index.php/citrakara/article/download/2335/860.Kholilah, A., Naufa, M., & Ghifari, M. (2022). Pembuatan Seni Lukis Mural Dinding Sekolah Yayasan Paud/TK Almuhajirin Kota Jantho Untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter. Gorga Jurnal Seni Rupa, 11(02), 433- 438. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.38950.Maulida, D., & Saleh, K. (2020). Menggambar Bentuk Melalui Media Vidio Tutorial Di SMP Negeri 12 Pematangsiantar. Gorga Jurnal Seni Rupa, 09(01), 218-225. https://doi.org/10.24114/gr.v9i1.18879.Susanto, Mikke. (2002). Diksi Rupa. Yogyakarta: Kanisius.Sunaryo, Aryo. (2011). Ornamen Nusantara: Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dhara Prize.
Digisexuality in the Digital Age: A Critical Hadith-Based Analysis of Islamic Sexual Ethics and Contemporary Challenges Damayanti, Diah; Ghifari, Muhammad; Muzakki, Muhammad Asgar
Sinthop: Media Kajian Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Lembaga Aneuk Muda Peduli Umat, Bekerjasama dengan LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/sinthop.v4.i1.31.92-102

Abstract

The rapid advancement of digital technologies has given rise to the phenomenon of digisexuality—sexual preferences and behaviors mediated by digital devices, either as a supplement to or replacement for human relationships. This new reality poses significant challenges to Islamic sexual ethics, especially concerning the preservation of moral values, human dignity, and family stability. This study offers a critical analysis of digisexuality through the lens of hadith literature, employing a qualitative approach rooted in library research. The primary sources include prophetic traditions related to sexual conduct, as well as contemporary literature on human-technology interactions and Muslim scholarly responses to digital sexual issues. The findings reveal that fundamental prophetic teachings—such as the encouragement of marriage, prohibition of celibacy (tabattul), and self-restraint through fasting—remain highly relevant in guiding sexual behavior amid digital realities. Modern scholars increasingly emphasize the maqasid shariah framework, enabling Islamic ethics to be more adaptive in addressing socio-technological transformations. This study recommends enhanced digital literacy education, multidisciplinary collaboration, and renewed engagement with classical sources, ensuring that Islamic sexual ethics can continue to serve as a moral compass in the digital era. These insights offer a foundation for further policy development and empirical research in Islamic ethics and digital society.
Promoting Wives' Rights From a Hadith Perspective Anggraini, Rizki; ghifari, Muhammad; Ash, Abil
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 7 No 1 (2024): Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v7i1.8378

Abstract

In Islam, women have equal rights to those of men, albeit with certain differences in specific contexts. This research explores the impact of hadiths concerning women's rights as wives on the formation of contemporary Muslim identity. Employing a qualitative approach and library research methodology, this study collects and analyzes data from various secondary sources, including journals, tafsir (Quranic exegesis), and relevant hadiths. The analysis reveals several hadiths that has the matan that concerns to the rights of wives. Research findings indicate that these hadiths provide guidelines that support women's empowerment. The study emphasizes the significance of interpreting hadiths contextually to nurture dynamic and responsive female identities capable of addressing contemporary challenges.
ADVANCING EDUCATION SUSTAINABLE GROWTH IN NATIONAL TRAINER DEVELOPMENT Ghifari, Muhammad
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study, the researchers wanted to discuss how sustainable improvements were made by guardians in the development of the nursery. Researchers use a qualitative method that aims to explain the truth of a phenomenon that has the aim of obtaining objective data. Based on the results of the research, it can be concluded that in carrying out continuous improvement with the guardian in the development of the foster care there are several steps that have been applied among them: (a) to know closer with the centurion, to engage in close proximity with the clergyman as a guardian requires challenges that must be overcome on its own. Understanding the unique personality of each centri is pleasant when we are able to communicate with the heart. (b) Loving the mother-in-law, the guardian must provide emotional support as a key aspect. Listening attentively to their stories, their excitement, or their concerns is a first step in building a strong bond. One of the things to pay attention to is the fulfilment of basic needs, such as food, shelter, and clothing. The guardian should also ensure that the guardian has adequate access to educational facilities and learning facilities. (d) the prayer of the clergyman, the guardian is not only limited to the physical and educational aspects, but also includes attention to the spiritual dimension of the centurion