Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kandungan Pewarna Rhodamin B Pada Kerupuk Berwarna Merah yang Beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Aqillah Munawwarah Khairunnisa; Yulia Suciati; Dedy Suseno; Anna P. Roswiem; Qomariyah Qomariyah; Muhammad Arsyad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 9 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.991 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i9.428

Abstract

Rhodamin B merupakan zat pewarna berupa kristal yang tidak berbau dan berwarna hijau atau ungu kemerahan yang beredar di pasar untuk industri sebagai zat pewarna tekstil. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mengidentifikasi ada atau tidaknya zat pewarna sintetis Rhodamin B pada kerupuk berwarna merah yang beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih. Penelitian bersifat eksperimental dengan melakukan uji laboratorium secara kualitatif dengan metode kromatofrafi lapis tipis dan uji kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV Vis. Pengambilan sampel menggunakan teknik berupa Random Sampling, yaitu cara pengambilan sampel secara acak di Pasar tradisional Rawasari Cempaka Putih. Terdapat kandungan zat pewarna sintetis Rhodamin B pada salah satu sampel kerupuk berwarna merah yang beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih.
Kandungan Pewarna Rhodamin B Pada Saus Sambal Dalam Kemasan yang Beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dindana Caesarea Salsabila; Yulia Suciati; Dedy Suseno; Anna P. Roswiem; Qomariyah Qomariyah; Muhammad Arsyad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 10 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.89 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i10.429

Abstract

The content of harmful dyes such as Rhodamine B in food, especially chili sauce in packaging, can be dangerous. The purpose of this study was to determine and identify the presence or absence of synthetic dye Rhodamin B in packaged chili sauce circulating in the Rawasari Cempaka Putih Traditional Market. This research is an experimental research, namely by conducting qualitative laboratory tests with thin layer chromatography and quantitative with UV-vis spectrophotometer to analyze the presence of Rhodamine B in packaged chili sauce sold in the traditional market of Rawasari Cempaka Putih. The samples used in this study were all types of packaged chili sauce which had striking red color characteristics and were taken randomly from the survey results at the Rawasari Cempaka Putih traditional market with a random sampling determination of the sample. The results showed that the five samples of packaged chili sauce sold at Pasar Rawasari Cempaka Putih had final results which stated that Rhodamine B dye was not detected.
Analisis Kandungan Boraks pada Bakso di Pasar Tradisional Cileungsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Punto Taufiknoor; Yulia Suciati; Qomariyah Qomariyah; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 5 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i5.3111

Abstract

Pendahuluan. Kandungan pengawet dan pengenyal seperti boraks pada makanan yang dikunsumsi dapat terakumulasi dalam tubuh sehingga berbahaya bagi manusia. Metode. Penelitian eksperimental laboratorium dengan kualitatif menggunakan kertas tumerik dan kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis untuk menganalisis kandungan boraks pada bakso yang dijual di pasar tradisional Cileungsi, menggunakan 5 sampel yang ditetapkan secara random sampling yang diambil secara acak di pasar tradisional Cileungsi.Hasil. Tidak ada perbedaan warna yang bermakna pada uji kualitatif dengan kertas tumerik, terdeteksi adanya kantungan boraks pada kelima sampel pada uji kuantitatif dengan spektrofotmeter UV-Vis. Simpulan. Pada kelima sampel bakso yang dijual di pasar tradisional Cileungsi terdeteksi adanya kandungan boraks
Analisis Kandungan Boraks pada Tahu di Pasar Tradisional Cileungsi dan Tinjauannya Menurut Islam galuh Yendah Prasyad; Yulia Suciati; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 6 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i6.3109

Abstract

Penelitian ini dilakukan di pasar tradisional cileungsi, dilakukan karena banyaknya tahu yang tidak sehat yang beredar di pasar bahkan tidak sehat dan terindikasi bahan berbahaya seperti boraks. Tujuan penelitian ini agar masyarakat di daerah cileungsi mengetahui tahu yang mengandung boraks. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji kualitatif dengan kertas turmeric dan uji kuantitatif dengan spektrofotometer yang dilakukan di laboratorium. Hasil dari penelitian pada uji kualitatif tidak ada tahu yang terindikasi boraks sedangkan pada uji kuantitatif mengindikasikan pada sampel 4 dan 5 terindikasi terdapat senyawa boraks di dalam tahu tersebut. Pada uji kualitatif menggunakan kertas turmeric yang sudah terdapat campuran kunyit, Ketika sampel dimasukan ke dalam kertas akan terjadi perubahan warna menjadi warna merah kecoklatan/ merah bata. Pemakaian boraks dalam jumlah banyak dapat menyebabkan ganguan Kesehatan, kerusakan ginjal hingga kematian.
Analisis Kandungan DNA Babi Pada Tempat Penggilingan Daging di Pasar-Pasar Kelurahan Cempaka Putih dan Tinjuannya Menurut Pandangan Islam Widiyaningsih, Anggun; Suciati, Yulia; Astiwara, Endy Muhammad
Indonesia Journal of Halal Vol 7, No 1 (2024): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v7i1.19984

Abstract

Cemaran daging babi masih menjadi salah satu permasalahan dalam berlangsungnya kegiatan perekonomian pengadaan daging di masyarakat, salah satunya ada pada produk daging giling. Tidak seluruh tempat penggilingan daging di pasar-pasar dapat menjamin bahwa daging yang digiling merupakan daging halal tanpa adanya kontaminasi babi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis cemaran DNA babi pada 5 sampel daging giling yang diperoleh dari tempat penggilingan daging di pasar-pasar Kelurahan Cempaka Putih. Proses analisis DNA dilakukan dengan menggunakan metode RT-PCR (Real-Time Polymerase Chain Reaction). Kelima sampel akan dilakukan isolasi DNA menggunakan Mericon Food Kit lalu dianalisis kemurnian dan konsentrasinya dengan menggunakan alat sprektrofotometer, selanjutnya sampel akan dilakukan proses RT-PCR dengan menggunakan Mericon Pig Kit. Analisis DNA sampel menunjukkan hasil negatif di seluruh sampel daging giling dan kontrol negatif ditandai dengan tidak adanya kenaikan garis kurva amplifikasi pada channel FAM, sementara kontrol positif DNA babi menunjukkan hasil positif dengan adanya kenaikan nilai Cq (quantification cycle) pada kurva amplifikasi channel FAM. Hal ini menandakan proses RT-PCR berlangsung dengan baik dan 5 sampel daging giling tidak mengandung DNA babi.
ANALISIS KANDUNGAN DNA BABI PADA PRODUK DAGING OLAHAN DI PASAR-PASAR KELURAHAN CEMPAKA PUTIH DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM Salsabila, Nurul; Suciati, Yulia; Astiwara, Endy Muhammad
Indonesia Journal of Halal Vol 6, No 2 (2023): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v6i2.19922

Abstract

Berdasarkan syariat islam, status kehalalan suatu makanan menjadi syarat bagi umat muslim dalam mengambil keputusan untuk mengonsumsi suatu makanan. Banyak masyarakat terutama umat muslim resah terhadap pencampuran bahan non-halal seperti pencampuran daging babi ke dalam produk daging olahan, padahal di Indonesia produk daging olahan seperti bakso, sosis, nugget, dan kornet termasuk salah satu produk makanan yang banyak dikonsumsi. Belum ada informasi tentang analisis cemaran DNA babi pada produk daging olahan terutama produk bakso di pasar-pasar Kelurahan Cempaka Putih. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini ialah menganalisa keberadaan cemaran DNA babi pada produk daging olahan berupa produk bakso di pasar-pasar Kelurahan Cempaka Putih serta tinjauannya menurut islam. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan menggunakan QIAGEN Mericon Pig Kit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel produk bakso (5 sampel uji) tidak mengandung DNA babi, sehingga aman untuk dikonsumsi.
Analisis Kandungan DNA Babi pada Tempat Penggilingan Daging di Pasar-Pasar Kelurahan Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Widiyaningsih, Anggun; Suciati, Yulia; Astiwara, Endy Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3790

Abstract

Cemaran daging babi masih menjadi salah satu permasalahan dalam berlangsungnya kegiatan perekonomian pengadaan daging di masyarakat, salah satunya ada pada produk daging giling. Tidak seluruh tempat penggilingan daging di pasar-pasar dapat menjamin bahwa daging yang digiling merupakan daging halal tanpa adanya kontaminasi babi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis cemaran DNA babi pada 5 sampel daging giling yang diperoleh dari tempat penggilingan daging di pasar-pasar Kelurahan Cempaka Putih. Proses analisis DNA dilakukan dengan menggunakan metode RT-PCR (Real-Time Polymerase Chain Reaction). Kelima sampel akan dilakukan isolasi DNA menggunakan Mericon Food Kit lalu dianalisis kemurnian dan konsentrasinya dengan menggunakan alat sprektrofotometer, selanjutnya sampel akan dilakukan proses RT-PCR dengan menggunakan Mericon Pig Kit. Analisis DNA sampel menunjukkan hasil negatif diseluruh sampel daging giling dan kontrol negatif ditandai dengan tidak adanya kenaikan garis kurva amplifikasi pada chanel FAM, sementara kontrol positif DNA babi menunjukkan hasil positif dengan adanya kenaikan nilai Cq (quantification cycle) pada kurva amplifikasi chanel FAM. Hal ini menandakan proses RT-PCR berlangsung dengan baik dan 5 sampel daging giling tidak mengandung DNA babi.
Analisis Kandungan DNA Babi pada Tempat Penggilingan Daging di Pasar-Pasar Kelurahan Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Widiyaningsih, Anggun; Suciati, Yulia; Astiwara, Endy Muhammad
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, April 2024
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v3i2.179

Abstract

Cemaran daging babi masih menjadi salah satu permasalahan dalam berlangsungnya kegiatan perekonomian pengadaan daging di masyarakat, salah satunya ada pada produk daging giling. Tidak seluruh tempat penggilingan daging di pasar-pasar dapat menjamin bahwa daging yang digiling merupakan daging halal tanpa adanya kontaminasi babi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis cemaran DNA babi pada 5 sampel daging giling yang diperoleh dari tempat penggilingan daging di pasar-pasar Kelurahan Cempaka Putih. Proses analisis DNA dilakukan dengan menggunakan metode RT-PCR (Real-Time Polymerase Chain Reaction). Kelima sampel akan dilakukan isolasi DNA menggunakan Mericon Food Kit lalu dianalisis kemurnian dan konsentrasinya dengan menggunakan alat sprektrofotometer, selanjutnya sampel akan dilakukan proses RT-PCR dengan menggunakan Mericon Pig Kit. Analisis DNA sampel menunjukkan hasil negatif diseluruh sampel daging giling dan kontrol negatif ditandai dengan tidak adanya kenaikan garis kurva amplifikasi pada chanel FAM, sementara kontrol positif DNA babi menunjukkan hasil positif dengan adanya kenaikan nilai Cq (quantification cycle) pada kurva amplifikasi chanel FAM. Hal ini menandakan proses RT-PCR berlangsung dengan baik dan 5 sampel daging giling tidak mengandung DNA babi.
Green tea leaf extract reduces viability and migration of cholesteatoma fibroblast of chronic suppurative otitis media cultured in vitro Rizki, Anika; Suciati, Yulia; Hadi, Restu Syamsul
MEDISAINS Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i2.17049

Abstract

Background: Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is still a health problem, especially in developing countries. CSOM with cholesteatoma is a dangerous type. Cholesteatoma in CSOM sufferers can cause various complications. Therefore, alternative therapies are needed, such as green tea leaf extract. Green tea leaf extract can be an antioxidant and anti-inflammatory, but its effectiveness in treating CSOM has not been studied before, so research is needed..   Purpose: This research aimed to determine the effect of green tea leaf extract that could reduce viability and migration in cholesteatoma fibroblast of CSOM.Methods: This research was an in vitro experiment with a post-test-only control group design. The sample for this research was cholesteatoma fibroblast cells obtained from the isolation of patients with CSOM. The method used is Hoechst staining for viability and scratch techniques for cell migration with eight groups of cholesteatoma fibroblasts consisting of a negative control group (DMEM+FBS), DMEM group, two positive control groups dexamethasone (10 µM and 100 µM), and four green tea leaf extract group (10 µg/ml, 40 µg/ml, 80 µg/ml, and 160 µg/ml). Data analysis used One-Way ANOVA and Kruskal Wallis tests.Results: The results showed that the highest average cell viability was in the negative control group (165.33), and the lowest was in green tea leaf extract at a dose of 160 µg/ml (70.88). Cell migration at 72 hours showed that in the negative control group, there was faster closure of the scratch area (97,78%) and the slowest closure on green tea leaf extract at a dose of 160 µg/ml (13,81%).Conclusion: Green tea leaf extract can reduce the viability and migration in cholesteatoma fibroblast of CSOM. It shows the potential of green tea extract as an alternative to prevent cholesteatoma.
Ethanol extract of Abrus precatorius L. leaves diminishes inflammatory responses in nicotine-treated human gingival fibroblasts: an in vitro study Kesumaningtias, Raden Roro Widorini; Kusuma, Indra; Suciati, Yulia; Sari, Wening
Universa Medicina Vol. 43 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2024.v43.272-279

Abstract

BACKGROUNDNicotine induces oxidative stress in human gingival fibroblasts (HGF) and stimulates the production of cytokines that trigger inflammation. Abrus precatorius L. (AP) leaves contain antioxidants with anti-inflammatory properties that can prevent the formation of free radicals and reduce tissue damage due to inflammation. This study aimed to determine the effect of ethanolic extract of AP leaves (EAP) on interleukin (IL-6) levels and cyclooxygenase-2 (COX-2) gene expression in gingival fibroblasts exposed to nicotine. METHODSCells were randomized into six treatment groups and clustered into the non-treatment control group (NTC), solvent control (SC), nicotine control (NC), and groups treated with nicotine and EAP at doses of 9.375 µg/mL, 18.75 µg/mL, and 37.5 µg/mL, respectively, for 24 hours. IL-6 levels were examined using the Elisa method, while COX-2 gene expression was assessed using PCR. Data were analyzed using Oneway ANOVA and the Kruskal Wallis test. RESULTSIL-6 levels and COX-2 expression were considerably higher in the nicotine control group. Conversely, the cell groups treated with nicotine and EAP had substantially decreased levels of both inflammatory markers IL-6 and COX-2 (p=0.029) across all EAP dose levels compared to the nicotine control group. The highest reduction in response was observed at the dose of 9.375 ìg/mL EAP. CONCLUSIONThese results highlight the potential of Abrus precatorius L. in relieving nicotine-induced inflammation in smokers. By suppressing the production of inflammatory mediators IL-6 and COX-2 in HGF, EAP presents a promising avenue for further in vitro research.