Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kinerja Kelembagaan P3A Pada Daerah Irigasi Pamukkulu Dalam Menghadapi Modernisasi Utami, Diah; Kurniyaningrum, Endah; Anwar, Saihul
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.212

Abstract

Daerah Irigasi Pamukkulu termasuk salah satu daerah irigasi yang dirancang menjadi daerah irigasi premium. Pada penelitian ini, kelembagaan yang diteliti yaitu P3A. Pada DI Pamukkulu kondisi P3A diantaranya belum mandirinya P3A dan masih sering terjadi konflik pembagian air. Sehingga dengan kondisi P3A tersebut maka perlu dilakukan optimalisasi P3A dalam menunjang persiapan modernisasi irigasi pada DI Pamukkulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengisian kuisioner, wawancara dan observasi lapangan. Subyek penelitian yaitu 53 ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang memanfaatkan air irigasi di Daerah Irigasi Pamukkulu. Untuk penilaian P3A pada penelitian ini berdasarkan empat aspek/indikator, meliputi aspek organisasi teknis irigasi, usaha tani, pembiayaan. Analisis data dilakukan berdasarkan statistik. Hasil penelitian terkait kesiapan kelembagaan P3A ini didapat bahwa sebesar 77,4% atau 41 unit P3A di Daerah Irigasi Pamukkulu berada dalam tahap sedang berkembang dengan status lanjut sehingga dapat dilakukan modernisasi irigasi dan perlu adanya beberapa perbaikan pada bagian tertentu untuk persiapan modernisasi.
PEMANFAATAN LIMBAH MASKER UNTUK BUDIDAYA TANAMAN RUMAH Herlina, Liana; Kawanda, Aksan; Siregar, Pratama Haditua R; Endah Kurniyaningrum; Mahardika, Diky Bayu
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.17978

Abstract

Masker sekali pakai merupakan Alat pelindung diri yang banyak digunakan selama pandemi COVID-19 hingga saat ini, limbah ini akan merusak ekosistem lingkungan jika tidak tepat dalam pengelolaannya. Limbah masker sekali pakai berasal dari bahan polipropilen (PP) yang merupakan salah satu jenis limbah plastic sehingga memerlukan porses dalam pengelolaan sampahnya sehingga tidak menimbulkan pencemaran. Pengabdian Masyarakat yang berbentuk sosialisasi ini dilaksanakan pada masa pandemic Covid-19. Untuk membantu program pemerintah dalam penanggulangan sampah khususnya sampah medis yakni masker sekali pakai pada skala rumah tangga yaitu pemanfaatan limbah masker untuk budi daya tanaman dengan system vertikultur. Sosialisasi ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam budi daya vertikultur dengan memanfaatkan limbah masker sekali pakai untuk membantu ketahanan pangan dan ekonomi di masa pandemic dengan ramah lingkungan. Hasil yang diperoleh Penggunaan limbah masker sebagai media tanam dapat memberikan manfaat ganda dengan mengurangi limbah dan memanfaatkannya untuk budidaya tanaman di rumah, pemanfaatan limbah masker untuk budidaya tanaman di rumah dapat menjadi cara kreatif untuk memanfaatkan masker yang tidak terpakai dan berkontribusi pada praktik berkebun yang ramah lingkungan dan pemanfaatan Budi daya vertikultur bisa menjadi alternatif usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan pada masa pandemic covid-19.
BANTUAN TEKNIS PERENCANAAN FONDASI DANGKAL UNTUK RUMAH TINGGAL DI KELURAHAN BENDUNG KOTA SERANG Liana Herlina; Kawanda, Aksan; Irlan, Ade Okvianti; Kurniyaningrum, Endah; Rahmat , M. Haikal
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i1.17984

Abstract

Fondasi adalah suatu konstruksi bangunan yang terletak pada bagian bawah bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban atau gaya yang disalurkan dari struktur atas dan termasuk berat fondasinya ke tanah dasar dibawahnya. Untuk itu, fondasi bangunan harus diperhitungkan agar dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban mati tambahan, beban hidup dan gaya-gaya luar seperti tekanan angin, gempa bumi dan lain-lain. Banyak masyarakat yang kurang mengerti pentingnya fondasi, sehingga banyak pembuatan fondasi yang kurang baik. Area pada kawasan Serang ini masih banyak bangunan yang hanya menggunakan susunan batu bata sebagai fondasi dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi mengenai fondasi yang layak untuk digunakan dan memenuhi standar keamanan untuk rumah tinggal yang menggunakan fondasi dangkal dengan batu kali menerus dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan tidak mengalami keretakan yang berarti. Tim pengabdian kepada masyarakat Teknik Sipil Universitas Trisakti memberikan bantuan teknis berupa sosialisasi dan pengarahan tentang desain dan metode pelaksanaan pembuatan fondasi dangkal di lapangan dalam rangka pembangunan konstruksi bangunan sederhana pada area Serang, Banten. Fondasi dangkal yang digunakan adalah fondasi batu kali. Hal ini dikarenakan pada daerah tersebut banyak tersedia material batu kali, serta kondisi tanah yang ada merupakan tanah keras dan dalam kategori baik, sehingga daya dukungnya memenuhi jika menggunakan fondasi dangkal tersebut. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini maka fondasi bangunan di area Serang ini dapat direncanakan dan dibangun sesuai standar desain konstruksi sehingga mencapai keamanan yang dipersyaratkan.
PEMASANGAN LAMPU TAMAN MENGGUNAKAN SOLAR CELL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNARIF DI KELURAHAN BENDUNG KOTA SERANG Irlan, Ade Okvianti; Herlina, Liana; Hermawan, Fahmy; Kurniyaningrum, Endah; Rizkina, Salwa Zahra; Herprioningrum, Maharani
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18685

Abstract

Solar cell are a technology that converts sunlight into electrical energy. Solar energy can produce up to 156.486 MW of power, a langer amount when compared to other renewable energy sources. Indonesia is a country located in the equatorial route, which receives sufficient amount of sunlight throughout the year, with an average eye-day radiation intensity of about 4.8 kWh/m2 per day throughout Indonesia. Especially in the Jakarta area, the DKI Provincial Government had released the Governor’s Instruction (InGub) Number 66 of 2019 on air quality control, one of the points of the InGub is the installation of PLTS to minimize air pollution in Jakarta. The Jakarta Provincial Government will instal solar panels in local government buildings, school buildings, sports halls and health facilities. DKI Education Agency Head Ratiyono said that there are now 100 schools that have installed solar panels.  The method used is a presentation using a power point on how to apply solar panels so that the material can reach participants using attractive visuals and direct practice. By continuing the program of DKI Provincial Government, therefore, as academicians we try to provide understanding, socialization and piloting PLTS in Serang enviroment, Banten. The pilot was implemented for garden lights in Kelurahan Bendung, this was because the field in Kelurahan Bendung was large and had minimal lighting.
Domestic Component Level in Road Construction Projects Regarding the Regulation of Regulation of the Minister of Industry and Decree of the Minister of Public Works and Public Housing Berman, Berman; Kurniyaningrum, Endah; Yuwono, Bambang Endro; Pontan, Darmawan
Journal La Multiapp Vol. 5 No. 3 (2024): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v5i3.1299

Abstract

Indonesia's economic growth occurs in all business fields, one of which is the construction sector, this shows that, the construction sector contributes significantly to the country's economic growth. . The purpose of this study will analyze the application of DCL to government regulatory policies, this research method takes case studies on 3 (three) infrastructure projects with vendor selection using 2 (two) alternatives. Alternative 1 uses the selected vendor with the highest DCL value and alternative 2 uses the selected vendor based on the highest rating from the Final Evaluation Results (FER). From the results of the analysis, it was obtained that the implementation of DCL based on the regulation of the Minister of Industry No. 16 of 2011 still met the minimum of 40%, while the amount of DCL based on the regulation of the Ministry of PUPR No. 602/KPTS/M/2023 did not meet the minimum value of 70%. Meanwhile, from the analysis, it was also found that, by maximizing the DCL value, it will have an impact on high price bids, so that the price submitted during tendering will be less competitive and tend to experience price defeat during tendering.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN MENGGUNAKAN EPA-SWMM DI DAS KRUKUT Firmansyah, Arief; Kurniyaningrum, Endah; Herlina, Liana; Misshuari, Imas Wihdah; Amin, Rais
INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CESD) Vol 7 No 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CESD)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/10.25105/cesd.v7i2.21759

Abstract

Flooding in Jakarta, a lowland area traversed by several rivers, has become a recurring challenge due to increased development, business activities, and land-use changes. This study aims to calculate the design flood discharge for various return periods and analyze the impact of land-use changes on flooding in the Krukut River Basin. The analysis utilized ArcGIS for land-use changes and EPA-SWMM for hydrological and hydraulic simulations. Results indicate that changes in land cover have led to an increase in flood discharge, for instance, in the 2-year return period from 106.01 m³/s (2006) to 108.25 m³/s (2017), and in the 100-year return period from 204.61 m³/s (2006) to 208.93 m³/s (2017). Mitigation efforts, such as the implementation of infiltration wells, were effective in reducing flood discharge, with EPA-SWMM simulations showing a reduction in the 100-year return period from 208.93 m³/s to 186.22 m³/s. This study recommends the implementation of infiltration wells and the enforcement of spatial planning regulations (RTRW) as conservation strategies to mitigate flood risks in the Krukut River Basin.
Analisis Perubahan Curah Hujan di Stasiun Halim DKI Jakarta Menggunakan Data Satelit CHIRPS dan CANESM5 Yanti, Suryani; Kurniyaningrum, Endah; Andajani, Sih; Paramitha, Dina; Sejati, Wahyu
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1973

Abstract

Siklus hidrologi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pada suatu daerah aliran sungai akan berdampak pada perubahan dan pergeseran intensitas curah hujan serta pola musiman. Dinamika perubahan tersebut akan mempengaruhi daya dukung sumber daya air pada suatu DAS. DKI Jakarta mengalami beberapa perkembangan diantaranya pertumbuhan penduduk dan penggunaan lahan. Sehingga mengakibatkan daya dukung lingkungan semakin menurun. Akibat penurunan daya dukung mengakibatkan terjadinya pergeseran atau perubahan siklus hidrologi.   Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis proyeksi curah hujan berdasarkan skenario perubahan iklim yang berdampak pada daya dukung sumber daya air pada  Daerah Aliran Sungai khususnya wilayah Provinsi DKI Jakarta. Skenario perubahan iklim yang digunakan adalah skenario Representative Concentration Pathways (RCP) 4.5 dan 8.5. Data curah hujan yang digunakan sebagai baseline (1994-2023) merupakan data hasil pengamatan dan data CHIRPS. Dalam memprediksi curah hujan 30th mendatang (2024-2073), digunakan data satelit Global Climate Models (GCM) yaitu CANESM5.
Pengaruh Curah Hujan terhadap Ketersediaan Air pada DAS Bogowonto Rinanti, Astri; Herlina, Liana; Kurniyaningrum, Endah; Adhi Kurniawan, Mochamad; Primahessa, Angga; Dwiki Komara, Kresna; Difa Faluty, Mutiara; Wihdah Misshuari, Imas
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.259

Abstract

DAS Bogowonto merupakan salah satu DAS di Jawa Tengah. Isu pemanasan global akan berdampak pada perubahan iklim. Curah hujan merupakan salah satu parameter dari iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas data hujan, mengetahui adanya indikasi perubahan iklim terhadap curah hujan dan hujan wilayah serta ketersediaan air di DAS Bogowonto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui validitas data hujan adalah metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Karakteristik hujan dan perubahan distribusi hujan dianalisis dengan uji statistik, yaitu uji rata-rata dengan uji-t, uji kesamaan jenis varian sampel dan uji varian populasi dengan uji-F. Data hujan diambil dari Stasiun Sapuran, Stasiun Guntur, Stasiun Tanjungsari dan hujan wilayah DAS Bogowonto. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ketiga stasiun hujan adalah panggah. Rata-rata curah hujan tahunan antara periode 1 dan 2 di masing-masing stasiun hujan dan hujan wilayah menunjukkan tidak ada beda nyata. Hasil analisis statistic dengan menggunakan curah hujan total tahunan, bulan basah (DJF), bulan kering (JJA), dan bulan peralihan (MAM & SON) menunjukkan bahwa terjadi perubahan distribusi curah hujan yang cukup signifikan berdasarkan nilai rata-rata dan varian sehingga Terdapat bulan-bulan antara kebutuhan dan ketersediaan memiliki selisih yang tidak banyak yaitu Juli hingga Oktober dimana pada bulan-bulan tersebut memiliki intensitas curah hujan yang tidak stabil terjadi karena curah hujan pada bulan-bulan tersebut rendah (20-50mm) dengan karakteristik curah hujan di bawah normal (31%-50 %).
Application of the Six Sigma Method in Railway Level Crossing Construction using Concrete Level Crossing in Gedebage-Haurpugur, West Java Silvano, Verian Gustam; Pontan, Darmawan; Zaki, M.; Kurniyaningrum, Endah
ASTONJADRO Vol. 14 No. 1 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i1.17204

Abstract

The public interest in trains makes train traffic increasingly dense, resulting in congestion at railroad and highway intersections. Intersections between railways and highways are divided into level and non-level crossings. The potential impact or risk of the existence of a level crossing can cause several problems, one of which is the wheels of vehicles (motorbikes) which often slip when crossing the tracks. To reduce the potential risk of the existence of level crossings in the form of vehicle tires slipping between the rail gaps, PT. In 2022, KAI develop solutions to the problems that occur, one of the methods is by adding a concrete product in the form of Concrete Level Crossing, which is a prestressed concrete plate made with a knock down system so that it can be easily dismantled and assembled in the field without having to disrupt train travel schedules. This research was conducted to determine the most important factors in improving the quality of CLC plate construction at railway level crossings, to determine the application of the Six Sigma method to CLC plates at railway level crossings, and to determine the effect of applying the Six Sigma method to plates. CLC for railway crossings. The independent variable (X) in this research is the Six Sigma method, while the dependent variable (Y) in this research is the implementation of railroad crossing construction using Six Sigma-based Concrete Level Crossing (CLC). The questionnaire survey was carried out via an online survey. The number of respondents who provided assessments on this research questionnaire was 33 respondents from 5 related companies. The respondents taken in this research consisted of 4 experts with the expert criteria being personal experience in the field of planning and operational implementation in Concrete Level Crossing (CLC) installation work. The most important variable in improving the quality of CLC installations is the Quality Control variable. Only the Quality Control variable has an influence on the implementation of Six Sigma in CLC installations. The results of the DPMO calculation show a defect value of 31,250 per million or the equivalent of 3.59 sigma, where the quality still needs to be improved to reach a value of 6 sigma.
Evaluation Zero Runoff Concept in High-Rise Buildings Abadan, Achmad Chakim; Kurniyaningrum, Endah; Rinanti, Astri; Pontan, Darmawan
IAIC Transactions on Sustainable Digital Innovation (ITSDI) Vol 6 No 1 (2024): October
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/itsdi.v6i1.683

Abstract

The increasing need for land in urban areas has led to a reduction in green open spaces, limiting water infiltration and increasing surface runoff. Office areas in South Jakarta currently under construction exacerbate these issues due to limited green land. This study evaluates the application of the zero runoff concept by analyzing two key aspects: surface runoff and building wall contributions. Hydrological simulations were conducted to assess planned flood conditions at outlets before and after the construction of tall buildings (offices), with water management strategies involving infiltration wells, infiltration ponds, rainwater reservoirs, and detention reservoirs. Two scenarios were analyzed: the first based on the 95th percentile rainfall volume and the second on flood contribution volumes. Each scenario considered three water runoff management systems: normal outlets, orifice outlets, and pump-assisted drainage. The results show that under the 95th percentile volume, the zero runoff concept is achievable with a capacity exceeding 100% for both scenarios. However, when accounting for flood contributions, only surface runoff with normal outlet conditions meets the zero runoff criteria, achieving a capacity of 112%. Simulations using three models: 1A, 2A, and 3A, demonstrate that pre-construction conditions, characterized by green open spaces with dense vegetation, significantly influence runoff management. These findings emphasize the importance of eco-drainage strategies, such as infiltration wells and retention ponds, in mitigating urban runoff and achieving sustainable water management in high-density areas.
Co-Authors Abadan, Achmad Chakim Adhi Kurniawan, Mochamad Aksan Kawanda Aksan Kawanda Amin Rais Andajani, Sih Andi Mukti Widayanto Anggraini, Dina Paramita Antoni, Febri Arfyan, Aslam Rizki Arief Firmansyah Assidik, Muhammad Luthfi Bambang Endro Yuwono Berman, Berman Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Cakrawinata, Annastashia Dinie Aprilia Diah Utami, Diah Difa Faluty, Mutiara Dina Paramitha Anggraeni Hidayat Diyanti, Marsetya Aulia Rahma Dwiki Komara, Kresna Eric Virgiawan Aryadi Fadly, Noer Fahmy Hermawan Fatchurrohman Fatchurrohman, Fatchurrohman Giraldi Fardiaz Kuswanda Hari Abrianto Haryadi, Tania Diva Hegi Daniel Mulya Henoch Leindrio Cornelis, Henoch Leindrio Hermawan, Fahmi Herprioningrum, Maharani Hidayat, Dina P. A Hidayat, Dina P.A Hira Sattar Imas Widhah Misshuari Imas Wihdah Misshuari Inavonna Inavonna, Inavonna Innavona, Innavona Irawandi, Veby Irlan, Ade Okvianti Jajang Sujarwadi Julia Damayanti Kardiani, Rani Kawanda, Aksan Khusnul Hotimah KHUSNUL HOTIMAH Komara, Kresna Dwiki Larasati Rizky Putri Liana Herlina Liana Herlina Liana Herlina Lili Kusumawati Lisa Oksri Nelfia M. Zaki M. Zaki M. Zaki, M. Zaki Mahardika, Diky Bayu Mahatmantong, Syafrullah Margaretta, Fricilia Misshuari, Imas Wihda Mohamad Husein Alfian Mokodongan, Masita Aisza Muhammad Anwar Muhammad Zaki Mulya, Hegi Daniel Mutiara Difa Faluty Nelfia, Lisa Oksri Ngom, M. B Nisa, Tazkia Nabila Pakungwati, Dinda Ayu Palensia, Ruri Welda Paramitha, Dina Parwadi Moengin Pontan, Darmawan Popi Puspitasari Popi Puspitasari Pratama Haditua R Siregar Primahessa, Angga Rahman, Naufall Fadhlur Rahmat , M. Haikal Randhi Saily Rizkina, Salwa Zahra Rose, Ugahari Saihul Anwar Saihul Anwar Salman, Salman - Septasawala, Ardiasa Siburian, Carlos Tua March Siburian Sih Andayani Sih Andayani, Sih Silvano, Verian Gustam Siregar, Pratama Haditua R Sujarwadi, Jajang Trinugraha, Divo Tulus Widiarso Ulfa Fatmasari Faisal Victorya, Chindy Wahab, Nyimas Hazel Lahfahdila Wahyu Sejati Yanti, Suryani Zaki, M. Zulfan, James