Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PENGASUH TENTANG POSISI PEMBERIAN MAKAN DENGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN ANAK CEREBRAL PALSY DI YPAC MALANG Nugroho, Fajar Ari; Rolando, Median; Anggraeny, Olivia
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.524 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.5

Abstract

Anak cerebral palsy memiliki masalah kesulitan makan yang menyebabkan asupan zat gizinya kurang, sehingga peran pengasuh sangatlah penting. Posisi pemberian makan adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah makan pada anak cerebral palsy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan dengan asupan energi dan protein pada anak cerebral palsy di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Subjek (12 pengasuh)  dipilih dengan cara total sampling sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 66,7% tingkat pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan tergolong baik. Rerata asupan energi dan protein anak lebih rendah dibandingkan dengan angka kecukupan gizi. Sejumlah 75% anak cerebral palsy memiliki asupan energi defisit (42% asupan defisit berat dan 33% defisit ringan). Sementara itu, 50% anak memiliki asupan protein defisit (33% asupan defisit berat dan 17% asupan defisit ringan). Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan dengan asupan energi maupun dengan asupan protein (masing-masing, p = 0,994 dan p = 0,526). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan dengan asupan gizi anak cerebral palsy. Kata kunci: cerebral palsy, energi, makan, posisi, protein.
Asupan Vitamin C dan E Tidak Mempengaruhi Kadar Gula Darah Puasa Pasien DM Tipe 2 Dini, Cleonara Yanuar; Sabila, Maulida; Habibie, Intan Yusuf; Nugroho, Fajar Ari
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.19 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2017.004.02.1

Abstract

Abstrak Prevalensi diabetes melitus di Jawa Timur menempati urutan ke-5 teratas Indonesia. Diabetes melitus terjadi akibat resistensi insulin sehingga kadar gula darah tinggi. Kontrol glukosa darah pada pasien diabetes mellitus dapat dipengaruhi oleh asupan vitamin C dan E dengan menghambat stres oksidatif. Banyak penelitian melihat efek pemberian suplementasi kedua vitamin tersebut namun penelitian mengenai asupan makan harian sumber vitamin C dan vitamin E terhadap kadar glukosa darah puasa di Indonesia belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan asupan vitamin C dan E terhadap kadar gula darah puasa pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Dinoyo dan Janti Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jumlah responden 31 orang yang diambil secara purposive sampling. Data asupan vitamin C dan E selama 3 bulan terakhir dicatat menggunakan form SQ-FFQ. Nilai median asupan vitamin C dan vitamin E seluruh responden berturut-turut adalah 95,1 mg dan 5,3 mg. Median kadar glukosa darah puasa seluruh responden adalah 191 mg/dL. Uji analisa hubungan vitamin C dan E dengan kadar gula darah menggunakan uji Pearson (CI 95%) menunjukkan nilai hubungan asupan vitamin C dan E terhadap kadar gula darah berturut-turut p = 0.697 dan p = 0.215. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan vitamin C dan vitamin E terhadap kadar gula darah pasien rawat jalan DM tipe 2 di Puskesmas Dinoyo dan Janti Kota Malang.Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Gula Darah Puasa; Asupan Vitamin C; Asupan Vitamin E AbstractThe prevalence of diabetes mellitus in East Java is ranked 5th in Indonesia. Diabetes mellitus occurs due to insulin resistance that results in high blood glucose level. Blood glucose control in diabetes mellitus patients can be affected by vitamin C and E intake through inhibiting oxidative stress. Many research have studied the effects of both vitamins supplementation but research on daily intake of vitamin C and vitamin E sources on fasting blood glucose level in Indonesia have not been widely conducted. This research aims to determine the effect of vitamin C and E intake on fasting blood sugar level of diabetes mellitus type 2 patients in Dinoyo and Janti Health Center Malang. This research was cross sectional research with 31 respondents taken by purposive sampling. Data on vitamin C and E intake during the last 3 months were documented using SQ-FFQ form. The mean values of vitamin C and vitamin E intake of all respondents were 95.1 mg and 5.3 mg, respectively. The mean fasting blood glucose level of all respondents was 191 mg/dL. Test analysis of vitamin C and E relationship with blood sugar level using Pearson test (95% CI) showed the value of vitamin C and E intake relation to blood sugar level were p = 0.697 and p = 0.215, respectively. It is concluded that there is no correlation between intake of vitamin C and vitamin E on blood glucose level of DM type 2 patient in Dinoyo and Janti Health Center Malang.Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus; Fasting Blood Glucose; Vitamin C intake; Vitamin E intake
HUBUNGAN KADAR SOD DAN JUMLAH SEL RADANG AKUT AKIBAT PEMBERIAN TEPUNG PSPL PADA TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Kusumastuty, Inggita; Nugroho, Fajar Ari; Harti, Leni Budhi
GIZI INDONESIA Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.646 KB)

Abstract

Daun ubi jalar unggu (Purple Sweet Potato Leaves, PSPL) mengandung antioksidan yang tinggi dan dapat memperbaiki tingkat stres oksidatif akibat tingginya oksidan di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan SOD dengan jumlah sel radang akut alveoli paru tikus yang diberi PSPL dan dipapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan rancangan Randomized Post Test Control Design dengan menggunakan sampel tikus putih sebanyak 30 ekor. Kelompok perlakuan dipapar asap rokok dan diberikan tepung PSPL sejumlah 0,07 g (P1); 0,14 g (P2) dan 0,28 g (P3) selama 30 hari. Kadar SOD dan jumlah sel radang akut alveoli paru kemudian diukur.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PSPL dapat meningkatkan SOD dan menurunkan jumlah sel radang akut alveoli paru pada tikus. Ada hubungan antara kadar SOD dengan jumlah sel radang akut alveoli paru, dimana semakin tinggi kadar SOD maka semakin rendah jumlah sel radang akut alveoli paruABSTRACT    THE RELATION BETWEEN SODAND NUMBER OF ACUTE INFLAMMATORY IN RATS WITH PSPL  POWDER TREATMENT AND CIGARETTE SMOKE EXPOSURE Purple sweet potato leaves (PSPL) contains polyphenols in high concentration that lead to improve oxidative Stres levels due to high oxidant present in the body. The purpose of this study was to determine the relationship between SOD with the number of acute inflammatory cells of lung alveoli rats that it was fed with PSPL and exposure with cigarette smoke. This research was Randomized Post Test Control Design using 30 white rats. The treatment groups exposed with cigarette smoke and PSPL’s powder that they were 0.07 g (P1), 0.14 g (P2) and 0.28 g (P3) in 30 days. The level of SOD and acute inflammatory cell lung alveoli will measured. The result is PSPL powder have ability to increase SOD and decrease the number of acute inflammatory cells of the lung alveoli of rats.There was a correlation between the level of SOD and the number of  acute inflammatory pulmonary alveoili, where the higher levels of SOD induced the lower number of acute inflammatory pulmonary alveoli.Keywords: PSPL, SOD, antioxidant
Non-pharmacological Randomised Control Trial: Green Coconut (Cocos nucifera L.) Water to Reduce Dysmenorrhea Pain Nugroho, Fajar Ari; Putri, Oktaviana Manda; Sariati, Yuseva
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2020.031.01.11

Abstract

Dysmenorrhea is a common cause of pain in young women. The discomfort of dysmenorrhea causes unstable emotions, sleep disturbances, diet changes, and increased stress and depression that can degrade women quality of life. This non-pharmacological Randomized Controlled Trial aimed to obtain the optimal dose of green coconut water as a magnesium source for reducing dysmenorrhea pain. Twenty-one participants divided into three groups. Treatment group 1 obtained 330 ml of green coconut water, treated group 2 obtained 165 ml of green coconut water, and the control group obtained 330 ml of mineral water where each dose repeated three times every 4 hours. VAS questionnaire used to measure the value of pain intensity before and after administration. The 330 ml green coconut water dose is the effective dose compared to control (VAS=4.14, p=0.000), while another dose has a weak effect (VAS=1.86, p=0.124). This finding proves that green coconut water can be a non-pharmacological alternative in handling dysmenorrhea pain.
Pengaruh Pemberian Susu Sapi Bubuk terhadap Kadar MDA Hepar pada Tikus Putih (Rattus Novergicus Strain Wistar) Jantan Model Diabetes Melitus Tipe 2 Kurniawan, Adi Lukas; Nugroho, Fajar Ari; Adi, Prasetyo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.143 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.11

Abstract

Susu sapi bubuk mengandung kalsium, dan vitamin D yang dapat mencegah peningkatan kadar Malondialdehyde (MDA) pada diabetes melltus tipe 2 melalui mekanisme perbaikan sekresi dan sensitivitas insulin. Susu sapi bubuk mampu menurunkan kondisi stress oksidatif pemicu peningkatan kadar MDA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian susu sapi bubuk terhadap kadar MDA hepar pada tikus wistar model diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental post test only control group design menggunakan 30 tikus wistar model diabetes melitus tipe 2. Selama 90 hari, kelompok perlakuan diberikan susu sapi bubuk 0,9g (P1); 1,8g (P2); dan 2,7g (P3) per hari. selanjutnya pada hari ke-91 dilakukan pengukuran kadar MDA dari jaringan hepar dengan spektrofotometer. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh pemberian susu sapi bubuk dengan berbagai dosis terhadap kadar MDA jaringan hepar tikus (p=0,003), dengan dosis efektif adalah 1,8g/hari karena dapat mencegah peningkatan kadar MDA mendekati kelompok negatif.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Malondialdehyde (MDA), susu sapi bubuk
Pengaruh Pemberian Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Lam) terhadap Kadar TNF-Α, Il-6 dan Nf-Κb pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kusumastuty, Inggita; Adi, Prasetyo; Harti, Leny Budhi; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.12

Abstract

Peningkatan stres oksidatif dapat memicu inflamasi yang berperan dalam perkembangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Daun ubijalarungu/Purple Sweet Potato Leaves (PSPL) memiliki kandungan polifenol yang tinggi yaitu sebesar 1805mg GEA (gallic acid eguivalent) dalam 100 gram tepung PSPL. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian daun ketela ungu terhadap perbaikan marker inflamasi yaitu TNF-α, IL-6, dan NF-κB pada tikus yang dipapar asap rokok. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu tidak dipapar asap rokok, dipapar asap rokok, dan dipapar asap rokok dengan penambahan PSPL sebesar 0,07g, 0,14g, dan 0,28g selama 30 hari dalam bentuk tepung. Pengukuran TNF-α, IL-6, dan NF-κB dilakukan dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus yang dipapar asap rokok dan ditambahkan tepung PSPL sebesar 0,14 g memiliki kadar TNF-α, IL-6, dan NF-κB paling rendah jika dibandingkan dengan kelompok yang terpapar asap rokok dengan dua dosis PSPL lainnya.Kata Kunci: Daun ubi jalar ungu, IL-6, NF-κB, paparan asap rokok, TNF-α
Konsumsi Junk food dan Serat pada Remaja Putri Overweight dan Obesitas yang Indekos Septiana, Pipit; Nugroho, Fajar Ari; Wilujeng, Catur Saptaning
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.11

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman angka kejadian overweight dan obesitas remaja semakin meningkat. Remaja dengan obesitas memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsumsi junk food dan serat pada remaja putri dengan overweight dan obesitas yang indekos. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di wilayah Sumber Sari dan Kerto, Malang. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari 9 orang informan kunci dan 14 orang teman informan kunci sebagai triangulasi untuk menjamin validitas data. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan observasi dibantu dengan catatan, tape recorder, dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi junk food pada informan tergolong tinggi dengan jenis junk food yang sering dikonsumsi fried chicken. Alasan tingginya konsumsi junk food paling utama adalah alasan rasa. Frekuensi konsumsi serat informan juga masih rendah dengan jenis serat yang sering dikonsumsi adalah lalapan. Alasan utama rendahnya konsumsi serat karena keterbatasan ketersediaan makanan sumber serat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi junk food pada remaja putri indekos dengan overweight dan obesitas masih tinggi dan konsumsi serat informan masih begitu rendah. 
ASUPAN LEMAK TOTAL DAN ZAT GIZI MIKRO BERKORELASI DENGAN KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA KOTA MALANG Wilujeng, Catur Saptaning; Nugroho, Fajar Ari; Deananta, Senja Deananta; Reswari, Ardhana Kusuma; Kusumawardani, Septya Ayu; Aryanti, Shabrina Dessy; Puspitasari, Devi
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 10, No 01 (2018): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v10i01.2227

Abstract

Premenstrual syndrome are commonly found in many adolescent girls. There are several factors that contribute to the incidence of premenstrual syndrome such as hormonal changes, nutritional status, food intake, and lifestyle. The purpose of this study was to determine the factors that mostly affect the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls. This study used analytic observational design with cross sectional approach. As many as 100 adolescent girls in Brawijaya Smart School (BSS) Malang were randomly chosen to take a part in this stud. The independent variables in this study were total fat intake and intake of micronutrients (iron, potassium, calcium, vitamins B1 and B6) that measured by using Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) and the dependent variable was the severity premenstrual syndrome, as measured using Moos Menstrual Distress Questionnaire (MDQ),. The results showed that some of the nutrient intake of food that was classified as less was iron intake (94%), potassium intake (95%), calcium intake 81%), intake of B1 and B6 (84% and 43%), while total fat intake mostly were  high (86%) and most respondents experienced moderate severity of premenstrual syndrome (97%). The conclusions of this study is the most influential factors on the premenstrual syndrome is iron intake.So it is necessary to increase iron intake in adolescent girls., especially food from animal products.  Keywords: premenstrual syndrome, iron, calium, calcium, vitamine B1 and B6, total fat
Tidak ada korelasi antara asupan karbohidrat sederhana, lemak jenuh, dan tingkat aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja dengan kegemukan dan obesitas Olivia Anggraeny; Dwia Ridhanti; Fajar Ari Nugroho
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 1 (2018): AcTion Vol 3 No 1 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6347.942 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i1.89

Abstract

Remaja yang memiliki status gizi kegemukan dan obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas di usia dewasa. Asupan karbohidrat sederhana dan lemak jenuh yang tinggi serta aktivitas fisik yang rendah merupakan beberapa faktor yang sering disebut sebagai penyebab terjadinya kegemukan dan obesitas. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan tujuan untuk menguji korelasi asupan karbohidrat sederhana, lemak jenuh dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja yang memiliki status gizi gemuk atau obesitas. Sebanyak 69 orang siswa/i di SMA 3 kota Malang yang berusia 15-17 tahun dan berstatus gizi gemuk atau obesitas menjadi subjek dalam penelitian ini. Asupan karbohidrat sederhana dan lemak jenuh diukur menggunakan form Semi Qualitative Food Frequency (SQ-FFQ) dan Aktivitas fisik melalui wawancara dengan menggunakan form Physical Activity Questionaire for Adolescent (PAQ-A). Uji statistik Gamma and Somers’d dengan SPSS 16 digunakan untuk menguji korelasi antar variabel. Ditemukan bahwa status gizi tidak berhubungan secara bermakna dengan karbohidrat sederhana (p =0,873), asupan lemak jenuh (p=0,343), dan aktivitas fisik (p=0,487). Identifikasi faktor lain pada remaja yang kemungkinan berpengaruh seperti tingkat pengetahuan gizi, durasi waktu tidur, waktu menstruasi pertamakali, tingkat ekonomi keluarga, diperlukan untuk menganalisis faktor resiko yang lebih berhubungan dengan kejadian kegemukan dan obesitas pada remaja.Kata Kunci:  Karbohidrat sederhana, lemak jenuh, aktivitas fisik, obesitasAdolescents with overweight and obesity are at higher risk for obesity in adulthood. Simple carbohydrate intake, high saturated fat intake, and low physical activity are some factors that are often referred to as the cause of overweight and obesity. This study is a cross-sectional research design with the aim to identify the correlation of simple carbohydrate intake, saturated fat and physical activity with nutritional status in overweight and obesity adolescents. Sixty-nine students in SMA 3 Malang city aged 15-17 years were involved in this study. Simple carbohydrate and saturated fat intake were measured using Semi-Qualitative Food Frequency (SQ-FFQ) form and Physical Activity through interview using Physical Activity Questionaire for Adolescent (PAQ-A) form. Gamma and Somers'd statistical test with SPSS 16 were used to test the correlation. Nutritional status did not correlate significantly with simple carbohydrates (p = 0.873), saturated fat intake (p = 0.343), and physical activity (p = 0.487). Identification of other factors in adolescents that may be influential such as the level of nutritional knowledge, sleep duration, first-time menstruation, family economic level, is needed to analyze risk factors more related to overweight and obesity in adolescents.Keywords: Simple carbohydrate, saturated fat, physical activity, obesity
Pemanfaatan Video Edukasi Dalam Perbaikan Pengetahuan Gizi Pada Remaja Fajar Ari Nugroho; Inggita Kusumastuty; Zunita Puri Prihandini; Anggun Rindang Cempaka; Ayuningtyas Dian Ariestiningsih; Dian Handayani
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 3 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.952 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i3.56215

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat pada remaja. Pemberian edukasi melalui media video terbukti dapat meningkatkan pengetahuan secara signifikan. Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan setelah diberikan edukasi melalui video.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental pada 155 siswa SMP sederajat di Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan melalui zoom meeting dengan pemberian edukasi gizi melalui media video dengan durasi 13 menit 5 detik. Pengukuran tingkat pengetahuan melalui 10 pertanyaan pilihan ganda yang disusun dalam google form. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah video edukasi diberikan. Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pengetahuan dilakukan analisis menggunakan uji statitik Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil dan pembahasan:Penelitian ini dilakukan pada 155 siswa SMP sederajat dikota malang dimana mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berada di kelas 8 (delapan). Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum edukasi adalah 39.35±13.6. Setelah edukasi diberikan melalui media video terjadi peningkatan pengetahuan dengan rata-rata sebesar 65.68±21.8. hasil Uji statistik menunjukkan p 0.000 yang artinya terdapat perbedaan tingkat pengetahuan gizi pada remaja secara signifikan setelah diberikan edukasi melalui video.Kesimpulan:Video edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi pada remaja di Kota Malang.
Co-Authors Adi Lukas Kurniawan Adys Werestandina, Adys Agustiana Dwi Indiah Ventyaningsih, Agustiana Dwi Indiah Amukti, Redy Anggun Rindang Cempaka Apriani, Yosi Aryanti, Shabrina Dessy Avicena, Rizki Satria Ayuningtyas Dian Ariestiningsih Bambang Prijadi Barakatun Nisak Mohd Yusof Catur Saptaning Wilujeng Chandra, Rico Budhiarta Chusna, Safira Mauliyatul Darmayani, Ckristy Diana Deananta, Senja Deananta Debby Amalia Briliansari, Debby Amalia Della Martha Halimatussa’diah Devi puspitasari, Devi Dewi, Diva Regita Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dini, Cleonara Yanuar Dwia Ridhanti Eriza Fadhilah, Eriza Fuadiyah Nila Kurniasari Hidayatullah, Apriliawan Ida, Brigitta Ilmia Fahmi, Ilmia Inggita Kusumastuty Inggita Kusumastuty Inke Triana Arysanthi, Inke Triana Intan Yusuf Habibie Kawitantri, Orchidara Herning Komar, Devi Nur Na'syifa Kumboyono Kumboyono Kusumawardani, Septya Ayu Laila, Nike Latif, Atifa Nafia Hasantie Leni Budhi Harti, Leni Budhi Leny Budhi Harti Lilik Supriati, Lilik Liri Sisca Wulandari Lola Ayu Istifiani Maulia, Putri Hersya Median Rolando, Median Mesa, Nofita Dewi Kok Mileniati, Fajriati Ramadhini Nur Nia Novita Wirawan, Nia Novita Novita Sari Nur Diana Nurdiana Nurdiana Oktania, Rizkyah Olivia Anggraeny Olivia Anggraeny, Olivia Prasetyo Adi Putri, Oktaviana Manda Reswari, Ardhana Kusuma Rizka Mayang Saputri Ginting, Rizka Mayang Saputri Rizkyana, Okky Rukia, Sera Sabila, Maulida Septia Sari Dewi, Septia Sari Septiana, Pipit Soemardini Soemardini, Soemardini Supriyadi, Muchamad Tatit Nurseta Titin Andri Wihastuti Wardani, Diadjeng Setya Widya Rahmawati Yuseva Sariati, Yuseva Zakia Umami Zunita Puri Prihandini