Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Molecular Docking Study of Pongamia pinnata Phytochemicals as Phosphodiesterase-4 Inhibitors for Atopic Dermatitis Adinda Salsabila; Riska Arini; Tantri Liris Nareswari; Naura Nurnahari
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v15i1.815

Abstract

Atopic dermatitis is a chronic inflammatory skin disease characterized by recurrent itching, eczematous lesions, and associated with significant impairment in quality of life. Current therapies for AD, including corticosteroids and calcineurin inhibitors, are often associated with adverse effects, highlighting the need for safer alternatives. Pongamia pinnata is widely used in traditional medicine and has demonstrated anti-inflammatory and antioxidant properties. Therefore, this study aimed to explore the potential of P. pinnata phytochemicals as phosphodiesterase-4 inhibitors for atopic dermatitis through molecular docking analysis. Molecular docking analysis was conducted against phosphodiesterase-4 to evaluate their binding affinities and key amino acid residues compared to the native ligand and roflumilast as the reference drug. Subsequently, Lipinski’s Rule of Five was applied to assess the oral drug-likeness properties of the selected compounds. Karanjachromene exhibited the highest binding affinity toward PDE4 (ΔG = −8.17 kcal/mol), exceeding both the reference drug roflumilast (ΔG = −6.47 kcal/mol) and the native ligand (ΔG = −7.81 kcal/mol). Interaction analysis demonstrated that karanjachromene shared several key amino acid residues with the native ligand, indicating similar binding interactions with phosphodiesterase-4. In addition, karanjachromene fulfilled Lipinski’s Rule of Five and favorable ADMET properties, suggesting oral administration potential. However, further in vitro and in vivo evaluations are required to validate its pharmacokinetics, bioavailability, and pharmacological activity against phosphodiesterase-4.
OPTIMALISASI PROSES EKSTRAKSI MINYAK KAYU PUTIH MELALUI METODE RE-DISTILASI DALAM SKALA LABORATORIUM DAN PILOT PLANT Rifqi Sufra; Cika Amalia Shabira; Aiman Firjatullah; Misbahudin Alhanif; Yusron Darojat; Desi Riana Saputri; Vina Alfionita; Rizki Sheldian; Tantri Liris Nareswari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 3 (2025): July | INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i3.14452

Abstract

Cajuput oil is an essential oil of high economic value and is widely used in the pharmaceutical and health industries. However, national production remains suboptimal, partly due to the low 1,8-cineole content. This study aims to compare improvements in cajuput oil quality achieved through laboratory-scale and pilot-scale redistillation processes. Redistillation was applied to cajuput oil obtained from the initial distillation, using young leaves, mature leaves, and mixed leaves as raw materials. The evaluation included organoleptic characteristics, refractive index, and 1,8-cineole content determined by GC–MS analysis. The results indicate that the highest 1,8-cineole content was achieved by redistilling young leaves, reaching 83.84%, and all distillates complied with the quality standards specified in SNI 3954:2014. The re-distillation process was proven to enhance color clarity, aroma, and chemical quality of cajuput oil. Therefore, redistillation shows strong potential for application at the production scale to support the development of high-quality cajuput oil using green technology.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi PSN 3M dan Pemanfaatan Serai Wangi untuk Pencegahan DBD di Desa Tarahan, Lampung Selatan Tantri Liris Nareswari; Annisa Nofriani; Nur Adliani; Winni Nur Auli; Ahmad Bayu Satriawan; Wafi Adizara Muzakki; Lasuardi Permana; Susi Susyanti; Handoyo Handoyo; Mentari Pratami; Rayyan Abistha Wibowo; I Nyoman Sankhya; Natasya Aulia Taruna Putri
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v4i1.182

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat Dusun Surung Batang, Desa Tarahan, Lampung Selatan, dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M dan pemanfaatan serai wangi. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi mengenai DBD dan PSN 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang), dilanjutkan dengan pelatihan penanaman serai wangi sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak atsiri serai wangi. Efektivitas edukasi dievaluasi menggunakan desain pretest-posttest dan dianalisis dengan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan yang bermakna setelah edukasi tentang DBD, dari 5,69 menjadi 7,63 (p = 0,001; n = 17), serta setelah edukasi PSN 3M, dari 7,22 menjadi 9,33 (p < 0,001; n = 18). Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif dan konsisten dalam seluruh sesi pelatihan praktik. Integrasi edukasi kesehatan dengan praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD serta memperkuat kapasitas masyarakat untuk menerapkan pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Propolis bioactive compounds as potential topical agents for atopic dermatitis: an in silico pharmacokinetic screening and molecular docking study Naura Nurnahari; Adinda Salsabila; Tantri Liris Nareswari; Inggit Ariana Herawati; Riska Arini; Melati Utami; Theresia Sarah; Yasinda Oktariza; Annisaa Siti Zulaicha
Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo Vol 13 No 2 (2025): Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.api.2025.13.2.17894

Abstract

Background: Atopic dermatitis (AD) is a common chronic inflammatory skin disease. Current treatments, including corticosteroids and calcineurin inhibitors, are effective but limited by long-term adverse effects. Propolis possesses antimicrobial, anti-inflammatory, antioxidant, and immunomodulatory properties. This study evaluated propolis bioactive compounds as topical therapeutic candidates for AD using molecular docking analysis. Methods: Bioactive compounds from propolis were screened for pharmacokinetic and ADMET properties relevant to topical application. Molecular docking was performed against key protein targets implicated in AD pathogenesis to evaluate binding affinities and interaction profiles versus reference ligands. Results: A total of 31 compounds fulfilled the pharmacokinetic and toxicity criteria for topical use. Tschimgin showed the strongest affinity toward secretory phospholipase A₂ (ΔG = −8.00 kcal/mol; Ki = 1.37 µM) and favorable binding to FK506-binding protein 12 (ΔG = −7.88 kcal/mol; Ki = 1.68 µM), suggesting multitarget potential. Suberosin showed the highest affinity toward PDE4 (ΔG = −6.86 kcal/mol; Ki = 9.35 µM), exceeding the reference drug roflumilast (ΔG = −6.47 kcal/mol; Ki = 18.06 µM). Conclusion: These findings suggest propolis contains bioactive compounds relevant to multiple AD-associated targets. Tschimgin and suberosin may serve as lead compounds for developing safer topical therapies, pending further in vitro and in vivo validation.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rambut Jagung Sebagai Produk Pangan Fungsional Di Desa Banjar Agung, Lampung Selatan Annisa Maulidia Rahayyu; Gayatri Simanullang; Untia Kartika Sari; Tantri Liris Nareswari; Irfanianta Arif Setyawan
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v1i1.68

Abstract

Desa Banjar Agung masuk dalam kecamatan wilayah kabupaten Lampung Selatan yang merupakan salah satu daerah penghasil jagung. Selama ini limbah yang dihasilkan dari pengolahan paska panen, yaitu rambut jagung belum dimanfaatkan secara baik, padahal rambut jagung memiliki kandungan antioksidan dan berpotensi untuk diolah menjadi produk pangan fungsional. Berdasarkan hasil survei dan diskusi dengan perangkat desa Banjar Agung ditemukan beberapa permasalahan, seperti minimnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengolah dan memasarkan rambut jagung menjadi produk pangan fungsional. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan serta pelatihan pengolahan rambut jagung menjadi produk pangan fungsional seperti sirup, agar-agar, dan es lilin, serta pendampingan digital marketing. Target peserta kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan pengurus UMKM di Desa Banjar Agung. Terdapat 26 orang yang hadir dengan 6 diantaranya adalah perangkat desa. Hasil yang didapat dari penilaian pre-test dan post-test adalah 20 orang mengalami persentase kenaikan nilai rata-rata sebesar 25%, sedangkan 2 diantaranya bernilai tetap dengan nilai 90 dan 80 dari 100. Hasil luaran lain dari kegiatan ini adalah produk pangan fungsional, poster, video, publikasi di media elektronik serta jurnal pengabdian masyarakat
Co-Authors A.L, Ihza Adzkiya Mubarak Abdul Muhyi Adinda Salsabila Adinda Salsabila Ahmad Zammi Autadan Hakim Aiman Firjatullah Amelya Lukita Anandar, Salsabila Fauziah Anjar Hermadi Saputro Annisa Maulidia Rahayyu Annisa Nofriani Annisa Nofriani Annisaa Siti Zulaicha Arrafi, Muhammad Zhafran Ayda Nuraniza Ayuwulanda, Aditya Azra Afifah Cahyadi, Dzaky Raihan Cika Amalia Shabira Cresentia Aurora Mizuki Desi Riana Saputri Dina Putri Agustina Dzaki Arrafif Evi Kurniawaty Fahmi, Achmad Gus Firly Shalsha Billa Gayatri Simanullang Handoyo Handoyo Hidayaturahmah, Rizky I Gede Raditya Purwanata I Nyoman Sankhya Inggit Ariana Herawati intan kusuma wardani Irfanianta Arif Setyawan Isnina, Isnina Iwan Syahjoko Saputra Keisya Aurora Natasha Chairunisa Kiki Yuli Handayani Lasuardi Permana Lulu Zaqia Lusi Meliyana Nur Indah Sari Manami Toriyama Meiriska Maharani Surya Nugroho Melati Utami Mentari Pratami Misbahudin Alhanif Muh Fajar Fauzi Muh Fajar Fauzi Muhammad Yogi Saputra Muhammad Yogi Saputra Muhyi, Abdul Murni Sari N.S, Yonatan Adi Nabila Ahlika Ulya Nabila, Novrilia Atika Nadia Nur Syakilla Natasya Armelia Putri Natasya Aulia Taruna Putri Nisa Yulianti Suprahman Nisa Yulianti Suprahman Nisa Yulianti Suprahman Novrilia Atika Nabila Nur Adliani Nur Adliani Nur Adliani Nur Adliani Nurjannah, Okta Nurnahari, Naura Okta Nurjannah Oktosa, Megi Putra, Okta Nama Putri Amelia Rooswita Rahayyu, Annisa Maulidia Rayyan Abistha Wibowo Refsya Azanti Putri Refsya Azanti Putri Reny Haryani Rifqi Sufra Riska Arini Riska Arini Rizki Sheldian Rooswita, Putri Amelia Saeli, Pinka Mustika Salsabila Fauziah Sarmoko Sarmoko Sarmoko Sarmoko Sarmoko Sarmoko Satriawan, Ahmad Bayu Shindy Martha Rahayu Shofiyah Arruwaidah Siti Zulaicha, Annisaa Sudewi Mukaromah Khoirunnisa Suri, Faradila Azzahra Susi Susyanti Suyadi Suyadi Syaadatun Nadiah Syafitri, Erga Syaikhul Aziz Tamba, Evasus Theresia Sarah Triana Hertiani Untia Kartika Sari Ramadhani Vina Alfionita Wafi Adizara Muzakki Winda Septiani Winda Septiani Windari, Nurul Irna Winni Nur Auli Winni Nur Auli Yasinda Oktariza Yasinda Oktariza Yusron Darojat Yusron Darojat Yusupandi, Fauzi Zada Agna Talitha Zuyyina Dea Nabila