Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kombinasi Busi Platinum, Pengapian +2°, dan Water Injection terhadap Efisiensi Pembakaran dan Ketahanan Mesin Sepeda Motor Empat Langkah Al-Thoriq Viroza; Wawan Purwanto; Toto Sugiarto; Ahmad Arif; Ahmad Juanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.346

Abstract

Penggunaan sepeda motor di Indonesia terus meningkat, memicu dua masalah utama: keterbatasan bahan bakar fosil dan meningkatnya polusi udara. Penelitian sebelumnya banyak menyoroti dampak lingkungan, namun aspek ketahanan mesin belum dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi busi platinum, pengapian +2°, biogasoline E25, dan sistem Water Injection berbasis ultrasonic mist maker terhadap durabilitas mesin sepeda motor empat langkah. Metode eksperimen dilakukan dengan membandingkan kondisi standar (pertalite) dan perlakuan kombinasi selama 110 jam operasional. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan massa deposit karbon dari 680 mg menjadi 260 mg serta volume dari 378 mm³ menjadi 144 mm³, atau pengurangan lebih dari 61%. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi biogasoline dan Water Injection tidak hanya mengurangi pembentukan deposit karbon, tetapi juga berpotensi memperpanjang usia pakai mesin serta mendukung teknologi transportasi ramah lingkungan. The rapid increase in motorcycle use in Indonesia has created two major challenges: fossil fuel depletion and rising air pollution. While previous studies mainly focused on environmental impacts, engine durability remains underexplored. This study aims to evaluate the effects of combining platinum spark plugs, +2° ignition timing, E25 biogasoline, and a Water Injection system using an ultrasonic mist maker on the durability of four-stroke motorcycle engines. An experimental method was conducted by comparing standard conditions (pertalite) with the combined treatment over 110 hours of operation. Results indicated a significant reduction in carbon deposits, with mass decreasing from 680 mg to 260 mg and volume from 378 mm³ to 144 mm³, representing a reduction of over 61%. These findings highlight that the integration of biogasoline and Water Injection not only reduces carbon deposit formation but also extends engine lifespan and supports environmentally friendly transportation technologies.
Analisis Variasi Campuran Pertamax 92 Dengan Metanol Terhadap Penambahan Nilai Oktan Emisi Gas Buang Pada Motor Satria Fu Injeksi Yosua Partogi Sihole; Martias; Toto Sugiarto; Donny Fernandez
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.359

Abstract

Penelitian ini menganalisis variasi campuran Pertamax 92 dengan metanol untuk meningkatkan nilai oktan dan mengurangi emisi gas buang pada sepeda motor Satria FU Injeksi tahun 2018. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor, yang merupakan salah satu penyebab utama polusi udara, mengandung senyawa berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOₓ). Metanol sebagai bahan bakar alternatif memiliki potensi untuk mengurangi emisi tersebut dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan sembilan variasi campuran metanol (0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20%). Hasil menunjukkan bahwa penambahan metanol secara nyata dapat meningkatkan nilai oktan, dengan nilai maksimum mencapai 110 RON pada campuran 20% metanol. Selain itu, emisi CO dan HC dari semua variasi campuran tetap berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa campuran Pertamax 92 dan metanol dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara.
Studi Eksperimental Peningkatan Performa Mesin Honda Scoopy FI melalui Modifikasi Bore up 110–130 cc Anggi Nur Adnan; Toto Sugiarto; Donny Fernandez; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.375

Abstract

Bore up banyak digunakan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor, namun data kuantitatif pada skuter matik injeksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bore up dari 110 cc menjadi 130 cc terhadap daya dan torsi mesin Honda Scoopy FI. Metode yang digunakan adalah eksperimen sebelum–sesudah dengan variabel bebas bore up dan variabel terikat daya serta torsi. Pengujian dilakukan menggunakan chassis dynamometer pada tiga kali pengulangan untuk kondisi standar dan setelah bore up. Hasil menunjukkan peningkatan daya rata-rata dari 6,91 HP menjadi 9,09 HP (≈31,6%) dan torsi rata-rata dari 8,57 N·m menjadi 10,85 N·m (≈26,6%). Peningkatan engine performance ini mengonfirmasi bahwa pembesaran volume silinder memperbaiki proses pembakaran dan kemampuan akselerasi, sehingga bore up dapat direkomendasikan sebagai strategi modifikasi geometris untuk mengoptimalkan performa sepeda motor harian secara terukur. Bore-up modification is widely used to increase motorcycle engine performance, yet quantitative data for small fuel-injected scooters are still limited. This study investigates the effect of increasing displacement from 110 cc to 130 cc on the power and torque of a Honda Scoopy FI engine. An experimental before–after method was applied, with bore-up as the independent variable and brake power and torque as the dependent variables. Tests were carried out on a chassis dynamometer with three repetitions in standard and bore-up conditions. The results show that average power rose from 6.91 HP to 9.09 HP (≈31.6%) and average torque from 8.57 N·m to 10.85 N·m (≈26.6%). These findings confirm that enlarging the cylinder volume improves combustion and acceleration capability, so bore-up can be recommended as a geometric modification strategy to optimise daily motorcycle engine performance in a measurable way.
Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Minat Menjadi Mekanik Otomotif: Studi Korelasional pada Siswa SMK Teknik Kendaraan Ringan Miftahul Rizki; Toto Sugiarto; Donny Fernandez; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.390

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berkarier sebagai mekanik otomotif pada siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel jenuh 33 siswa yang telah menyelesaikan praktik. Data dikumpulkan melalui dua angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja industri berada pada kategori tinggi (mean = 98,67) dan minat menjadi mekanik juga tinggi (mean = 72,79). Koefisien korelasi sebesar r = 0,440 dengan p = 0,010 mengindikasikan hubungan positif yang signifikan, dengan kontribusi 19,4% terhadap variasi minat karier. Temuan ini menegaskan pentingnya desain program praktik kerja industri yang berkualitas sebagai strategi sekolah kejuruan untuk memperkuat orientasi karier siswa di bidang otomotif. This study examines the contribution of industrial work-practice experience to students’ interest in pursuing a career as automotive mechanics among Grade XII Light Vehicle Engineering students at SMKN 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was applied with a saturated sample of 33 students who had completed their internship. Data were collected using two validated and reliable Likert-scale questionnaires and analysed through descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The findings show that industrial work-practice experience is in the high category (mean = 98.67) and interest in becoming a mechanic is also high (mean = 72.79). The correlation coefficient r = 0.440 with p = 0.010 indicates a significant positive relationship, with a contribution of 19.4% to the variance in career interest. These results highlight the importance of well-designed internship programmes in vocational schools for strengthening students’ career orientation in the automotive sector.
Evaluasi Eksperimental Aftermarket Catalytic Converter Berbahan Stainless Steel terhadap Emisi CO dan HC pada Honda Beat FI (KZL) 2014 M. Fatih Meutuah Nasution; Donny Fernandez; Toto Sugiarto; Nuzul Hidayat
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.398

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemasangan catalytic converter aftermarket berbahan stainless steel (Brand KR 49 Racing, diameter 50 mm) terhadap kadar emisi gas buang karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) pada sepeda motor Honda Beat FI seri KZL tahun 2014. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan dua kondisi pengujian, yaitu knalpot standar tanpa catalytic converter dan knalpot dengan catalytic converter, pada tiga variasi putaran mesin (1600, 2500, dan 6000 rpm) dengan tiga kali pengulangan pada setiap kondisi. Emisi CO (%) dan HC (ppm) diukur menggunakan exhaust gas analyzer. Hasil menunjukkan bahwa pemasangan catalytic converter menurunkan rata-rata CO dari 5,16% menjadi 4,40% (1600 rpm), 0,93% menjadi 0,54% (2500 rpm), dan 0,51% menjadi 0,37% (6000 rpm). Rata-rata HC juga menurun dari 279 ppm menjadi 209 ppm (1600 rpm), 91 ppm menjadi 75 ppm (2500 rpm), dan 39 ppm menjadi 37 ppm (6000 rpm), dengan persentase penurunan rata-rata HC berturut-turut 25,08%, 17,58%, dan 5,12%. Temuan ini mengindikasikan bahwa catalytic converter berbahan stainless steel berpotensi menurunkan emisi CO dan HC pada konfigurasi pengujian yang digunakan. This study evaluates the effect of installing an aftermarket stainless-steel catalytic converter (Brand KR 49 Racing, 50 mm diameter) on carbon monoxide (CO) and hydrocarbon (HC) exhaust emissions of a 2014 Honda Beat FI KZL-series motorcycle. An experimental design was applied under two conditions: a standard exhaust without a catalytic converter and an exhaust equipped with the catalytic converter, tested at three engine speeds (1600, 2500, and 6000 rpm) with three repetitions per condition. CO (%) and HC (ppm) were measured using an exhaust gas analyzer. The results show that the catalytic converter reduced mean CO from 5.16% to 4.40% (1600 rpm), from 0.93% to 0.54% (2500 rpm), and from 0.51% to 0.37% (6000 rpm). Mean HC decreased from 279 ppm to 209 ppm (1600 rpm), from 91 ppm to 75 ppm (2500 rpm), and from 39 ppm to 37 ppm (6000 rpm), corresponding to mean HC reductions of 25.08%, 17.58%, and 5.12%, respectively. These findings indicate that a stainless-steel catalytic converter can reduce CO and HC emissions under the tested conditions.
Penerapan Modul Ajar Berbasis iSpring Suite untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Daya Pikir Kritis Siswa pada PMKR Aditya Pratama; Ahmad Arif; Toto Sugiarto; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Perawatan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) serta perlunya media pembelajaran digital yang lebih interaktif untuk mendukung kemandirian belajar dan daya pikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan modul ajar berbasis iSpring Suite terhadap peningkatan hasil belajar, kemandirian belajar, dan daya pikir kritis siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui angket, tes pretest–posttest, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar meningkat dari 25,00% pada pretest siklus I menjadi 71,88% pada posttest siklus I, lalu meningkat menjadi 84,38% pada posttest siklus II. Nilai praktikalitas modul mencapai 76,03% dengan kategori praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis iSpring Suite layak digunakan untuk mendukung pembelajaran PMKR yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. This study was motivated by the low learning outcomes of students in Light Vehicle Engine Maintenance (PMKR) and the need for more interactive digital learning media to support students’ self-directed learning and critical thinking. This study aimed to analyze the use of an iSpring Suite-based teaching module in improving learning outcomes, self-directed learning, and critical thinking of Grade XI TKR students at SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan. The study employed a quantitative approach using a two-cycle Classroom Action Research design. The subjects consisted of 32 students. Data were collected through questionnaires, pretest–posttest tests, and documentation. The results showed that learning mastery increased from 25.00% in the pretest of cycle I to 71.88% in the posttest of cycle I, and further increased to 84.38% in the posttest of cycle II. The module practicality score reached 76.03%, categorized as practical. These findings indicate that the iSpring Suite-based teaching module is feasible for supporting more interactive and student-centered PMKR instruction.