Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Demam Berdarah Dengue pada Pasien BPJS Rawat Inap di RSUD dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Tahun 2014–2015 Woro Supadmi; Fitri Qoriawaty; Tina Rostinawati; Auliya A. Suwantika
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.81 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2016.5.3.196

Abstract

Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia mencapai 129.650 orang dengan jumlah kematian 1.071 orang pada tahun 2015. Jumlah pendertita DBD di Provinsi Banten pada tahun 2013 mencapai 4.291 kasus dengan jumlah kematian 31 orang. Penyakit DBD memberikan beban ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya pengobatan DBD pada pasien rawat inap di RSUD dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak. Rancangan penelitian ini adalah observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data biaya dan penggunaan obat DBD pada pasien rawat inap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2014 dan 2015 di RSUD dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak diperoleh dari bagian rekam medik dan keuangan. Penilaian kuantitas dan kualitas penggunaan obat menggunakan metode cost/defined daily dose (DDD) drug utilization (DU) 90% dan cost-effectiveness analysis. Jumlah rekam medik pasien yang sesuai kriteria inklusi tahun 2014 dan 2015 masing-masing adalah 134 dan 259 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cost/DDD DU90% tahun 2014 (Rp32.506) lebih kecil dari tahun 2015 (Rp32.800). Rata-rata rasio efektivitas biaya per 1% penurunan hematokrit tahun 2014 (Rp21.624) lebih kecil dibandingkan tahun 2015 (Rp22.640). Persentase perbandingan rata-rata biaya tiap pasien berdasarkan data rumah sakit dengan tarif INA CBG’s tahun 2014 (14,60%) lebih rendah dibandingkan tahun 2015 (15,28%). Pengobatan pasien DBD pada tahun 2014 lebih cost-minimum dan cost-effective dibandingkan tahun 2015. Kata kunci: Analisis efektivitas biaya, BPJS, DBD, penggunaan obat Cost-effectiveness Analysis of Dengue Hemorrhagic Fever Treatment on BPJS Patients in dr. Adjidarmo Hospital, Lebak District, Year 2014–2015AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the major infectious diseases in Indonesia, which reached 129.650 cases in 2015 with the death of 1.071 people. In Banten Province, DHF reached 4.291 cases in 2013 and caused death of 31 people. Dengue fever provides an economic burden for government and society. This study was aimed to analyze the effectiveness of medical costs in dr. Adjidarmo hospital, Lebak district, Indonesia. The design of thif study was analytic observational with retrospective data collection. Data were obtained from the medical record section relating to the use of drugs and the financial section for the cost of drug use in DHF patients National Health Insurance (JKN) in year 2014 and 2015. Data were analyzed using cost/defined daily dose (DDD) drug utilization (DU) 90% and cost-effectiveness analysis of hospital perspective and payer perspective (social insurance administration/BPJS). The number of medical records of patients which met the inclusion criteria in the year of 2014 and 2015 was 134 and 259 patients, respectively. The results showed that the value of cost/DDD DU90% in 2014 (Rp32.506) was lower than that in 2015 (Rp32.800). Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) value per 1% decrease in hematocrit in 2014 (Rp21.624) was lower than that in 2015 (Rp22.640). The percentage comparison of the average cost of each patient based on hospital data with the INA CBG’s rate in 2014 (14.60%) was lower than that in 2015 (15.28%). Treatment of DHF in 2014 is more cost-minimum and cost-effective than that in 2015.Keywords: BPJS, cost-effectiveness analysis, drug use, DHF
Modulation of Caspase-3 Expression by Arcangelisia flava Post Acetaminophen-Induced Hepatotoxicity in Rat’s Liver Steffi Liem; Tina Rostinawati; Ronny Lesmana; Sri Adi Sumiwi; Tiana Milanda; Mutakin Mutakin; Irma Melyani Puspitasari; Jutti Levita
The Indonesian Biomedical Journal Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v10i2.412

Abstract

BACKGROUND: Acetaminophen, when used at low doses is a safe drug, but at higher doses it induces apoptosis in hepatoma cells. Arcangelisia flava that grows widely in Kalimantan Island, Indonesia, contains berberine which is effective in protecting the liver. This work was aimed to study the effect of A. flava extract on the modulation of caspase-3 in acetaminophen-induced hepatotoxicity.METHODS: Thirty-five Wistar male rats were divided into groups: I the normal control (water); II the negative control (Arabic gum powder or PGA, 2% in suspension); III the positive control (silymarin); IV-VII (A. flava extract 100, 200, 400, and 800 mg/Kg of body weight (BW), respectively) for 14 days. At day 15th, group II-VII were induced with acetaminophen 1000 mg/Kg of BW per oral for 7 days along with the extracts. At day 22nd, the animals were measured for their serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) and gamma-glutamyl transferase (GGT), histological examination, and Western blotting.RESULTS: Acetaminophen elevated the SGOT and SGPT (3x compared to normal group), and GGT (5x compared to normal group) of the animals in group II. Pre-treatment with higher doses of A. flava extract (group VI and VII) significantly prevented the biochemical changes induced by acetaminophen. Normal histology of the liver was showed by group I, III, VII, whereas dilated sinusoids, central vein (CV) lesion, and local haemorrage were observed in group II, IV, V and VI. Western blotting showed an inhibition of caspase-3 expression by A. flava extract in dose-dependent manner.CONCLUSION: A. Higher dose A. flava extract shows hepatoprotective activity by preventing the elevation of serum transaminases and transferase levels. Eventually, no damage in the acetaminophen-induced rat’s liver was observed. This plant modulates the expression of caspase 3 protein in dose-dependent manner.KEYWORDS: Arcangelisia sp, caspase-3, berberine, hepatoprotective activity, NSAIDs, yellow root
REVIEW : APLIKASI TEKNOLOGI NANOPARTIKEL DAN BIOSENSOR DALAM DIAGNOSIS KANKER Atmedi Surendra; Tina Rostinawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.599 KB) | DOI: 10.37874/ms.v4i1.119

Abstract

Penderita kanker global diperkirakan telah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seiring dengan banyaknya kemajuan dalam pengobatan kanker, pengembangan menggunakan pendekatan baru untuk diagnosis kanker yang akurat dan untuk terapi yang ditargetkan berdasarkan penanda spesifik kanker. Nanomedicines bisa menjadi kandidat ideal untuk mencapai tujuan ini. Berbagai nanopartikel dikembangkan untuk pengiriman yang ditargetkan agen diagnostik / terapeutik ke situs kanker, dimaksudkan untuk menghasilkan efektivitas yang lebih besar dan efek samping yang lebih kecil. Biosensor perlu dikembangkan sebagai perangkat bioanalitik yang terkait dengan atau terintegrasi dengan transduser fisikokimia untuk analisis biomarker. Konsep penggunaan nanopartikel dalam pengembangan biosensor untuk diagnosis biomarker akan membuat perangkat ini semakin sensitif. Metode diagnostik yang sederhana dan sensitif yang dapat mendeteksi banyak biomarker kanker akan membantu dalam diagnosis dini dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker.
IDENTIFIKASI MUTASI PADA DAERAH DNA POLIMERASE DAN HBsAg VIRUS HEPATITIS B Cysilia K Hindarto; Tina Rostinawati; Debbie S Retnoningrum
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.058 KB) | DOI: 10.33751/jf.v1i2.161

Abstract

Infeksi virus hepatitis B (HBV) menyebabkan hepatitis akut dan kronis, dengan angka kematian 1,2 juta per tahun di seluruh dunia. Antivirus analog nukleosida dan vaksinHBV dapat menekan perkembangan infeksi HBV namun penggunaan untuk terapi jangkapanjang dilaporkan menginduksi terjadinya mutasi. Mutasi yang menyebabkan timbulmutan resisten-antivirus dan mutan lolos-vaksin menjadi kendala utama dalam pengobatandan pencegahan infeksi HBV. Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi mutasipada gen pengkode reverse transcriptase (RT) DNA polimerase dan HBsAg virus hepatitisB. Penelitian menggunakan 24 sampel cetakan HBV yang berasal dari penderita hepatitisB dari Medan (3), Jakarta (10), Bandung (9), Yogyakarta (1), dan Surabaya (1). Metodeyang dilakukan adalah amplifikasi fragmen gen pengkode DNA polimerase dan HBsAg,konfirmasi produk PCR dengan elektroforesis gel agarosa, pemurnian produk PCR dengan GFX column kit, penentuan urutan nukleotida, dan analisis hasil penentuan urutan nukleotida. Hasil penelitian menunjukkan sampel 12273 dari Jakarta mengalami mutasi di daerah gen pengkode RT DNA polimerase. Mutasi tersebut menyebabkan substitusi asam amino M475L, V519L, L526M, dan M550V. Sampel 12273 juga mengalami mutasi pada gen pengkode HBsAg yang menyebabkan substitusi asam amino M120L, V164L, L171M, dan M195V. Mutasi tersebut terjadi di daerah yang tumpang tindih dengan gen pengkode DNA polimerase, dan di luar determinan a. Mutan diklasifikasikan sebagai mutan resistenantivirus dengan substitusi asam amino ganda L526M dan M550V, dan tidak ditemukan mutasi pada daerah DNA pengkode determinan a.Kata kunci : HBV, RT DNA polimerase, HBsAg, Mutasi
Pola Resistensi Antibiotik Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Tina Rostinawati
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.551 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.27-34.2021

Abstract

Bakteri penyebab Infeksi saluran kemih (ISK) telah mengalami resistensi terhadap berbagai antibiotik. Pola resistensi bakteri tersebut perlu diperbaharui datanya untuk memastikan pemberian antibiotik yang tepat. Tujuan penelitian mengidentifikasi dan melihat pola resistensi bakteri penyebab ISK di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Koloni bakteri yang berasal dari urin 9 pasien  suspect ISK ditumbuhkan dan hanya sampel yang berasal dari 3 pasien memenuhi persyaratan terindikasi  ISK karena adanya jumlah koloni di atas  105 cfu/ml. Selanjutnya dilakukan penentuan Gram bakteri, isolasi DNA total kromosom bakteri, amplifikasi gen pengkode 16S rRNA, sekuensing (penentuan urutan nukleotida) dan uji resistensi terhadap antibiotik golongan penisilin, penisilin+inhibitor β-lactamase, sefalosporin (generasi 1,2,3,4), fluorokuinolon, aminoglikosida dan karbapenem. Hasinya didapatkan tiga isolat (P1,P2,P3) yang teridentifikasi secara genetik Escherichia coli. Isolat P1 resisten terhadap penisilin, penisilin+inhibitor β-laktamse, sefalosporin generasi 1 dan fluorokuinolon. isolat P2 resisten terhadap penisilin. Isolat P3 resisten terhadap penisilin, penisilin+inhibitor β-laktamse, sefalosporin (generasi 1,2,3,4) dan fluorokuinolon. E. coli penyebab ISK telah mengalami resistensi terhadap antibiotik penisilin, penisilin+inhibitor β-lactamase, sefalosporin (generasi 1,2,3,4) dan fluorokuinolon. Aminoglikosida dan karbapenem masih memiliki aktivitas terhadap ketiga isolat E. coli resisten.Kata kunci: bakteri; ISK; isolasi; identifikasi; resistensi
Evaluation of Warfarin Use in Cardiac Clinic Outpatients Norisca A. Putriana; Taofik Rusdiana; Tina Rostinawati; Mohammad R. Akbar; Dika P. Destiani
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v7i1.39666

Abstract

The use of warfarin was monitored using the International Normalized Ratio (INR) value. This study aims to determine the relationship between the patient’s demographic variables and INR, as well as the therapy result and differences in their INR value. A cross-sectional study was used with retrospective observational data collected by tracing secondary information of medical records from outpatients with heart disease on warfarin therapy at Dr. Hasan Sadikin hospital Bandung between 2016 to 2020. Subsequently, the difference in patients’ INR value was analyzed with the Mann-Whitney test based on dosage. At the same time, the relationship between demographic variables and INR was examined using the Chi-square test and Spearman correlation. The INR examination results in 192 subjects showed 124 patients (64.6%) reached the target with an average value of 2.37 ± 0.21 and a warfarin dose of 19.31 ± 6.25 mg weekly, while 68 (35.4%) had an average of 1.82 ± 0.73 and a dose of 20.24 ± 6.24 mg weekly. Subsequently, the difference test with Mann Whitney (p = 0.004) showed a variation in the INR value based on the warfarin dose. The Spearman correlation analysis results indicated a relationship between BMI (p = 0.009), daily (0.010), and weekly dose (0.008) on the INR value with the correlation coefficient of 0.188; 0.186; and 0.192;  indicating a negative association with very weak correlation strength. This study showed that a majority of patients reached the INR value of 2-3, and the demographic variables associated with this ratio were BMI and warfarin dose. The decision to increase and decrease the warfarin dose is determined by INR value and BMI.
REVIEW: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN AKALIFA (Acalypha wilkesiana Müell. Arg.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Astrina Fuji Nurfadilah; Imam Adi Wicaksono; Tina Rostinawati
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pharmauho.v7i2.15881

Abstract

Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri gram negatif yang bersifat anaerob fakultatif. E. coli merupakan penyebab utama penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan persentase 80-95% dan diare sebesar 25%. Saat ini, E. coli telah mengalami resisten terhadap beberapa antibiotik sehingga perlu dilakukan upaya untuk mencari senyawa baru yang berpotensi sebagai antibakteri. Daun akalifa (Acalypha wilkesiana Müell. Arg.) mempunyai aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan bawang putih, daun sirsak, daun sirih, serta buah maja. Daun akalifa mengandung senyawa tannin, saponin, flavonoid, fenol serta alkaloid sebagai antibakteri. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun akalifa terhadap bakteri E. coli yang dapat dilihat dari diameter zona hambat dan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) serta Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Ekstrak daun akalifa diperoleh dengan metode ekstraksi maserasi, perkolasi, refluks dan soklet menggunakan pelarut air, etanol, methanol, etil asetat, n-hexan dan aseton. Ekstrak daun akalifa mempunyai akivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan zona hambat terbesar yaitu 30,2 mm pada konsentrasi ekstrak 10 mg/ml dan nilai KHM 20 μg/ml pada konsentrasi ekstrak 10 mg/ml serta KBM 5 mg/ml pada konsentrasi ekstrak 20 mg/ml dengan menggunakan metode soklet pelarut etanol.
REVIEW ARTIKEL : Penggunaan Antivirus pada Pasien Covid-19 Athiyagusti Ponco Putri; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i2.34941

Abstract

SARS CoV-2 merupakan virus yang menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan. Saat ini,  belum tersedia obat antivirus khusus untuk melawan infeksi COVID 19 untuk terapi potensial pada manusia. Tujuan dibuatnya review artikel ini adalah untuk menghimpun tata laksana antivirus pada pasien Covid-19 dengan memaparkan data penggunaan dan bagaimana mekanisme antivirus tersebut bekerja terhadap virus SARS CoV-2 melalui metode review 36 jurnal penelitian. Sehingga dapat diketahui terkait respon dan efektivitas penggunaan antivirus terhadap pasien Covid-19 yang merupakan penyakit yang belum ditemukan pengobatan spesisiknya, serta dapat membantu penentuan penggunaan antivirus terhadap pasien Covid-19.Kata Kunci: SARS CoV-2, penyakit pada saluran pernafasan, Antivirus
REVIEW : APLIKASI TEKNOLOGI NANOPARTIKEL DAN BIOSENSOR DALAM DIAGNOSIS KANKER Atmedi Surendra; Tina Rostinawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.119

Abstract

Penderita kanker global diperkirakan telah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seiring dengan banyaknya kemajuan dalam pengobatan kanker, pengembangan menggunakan pendekatan baru untuk diagnosis kanker yang akurat dan untuk terapi yang ditargetkan berdasarkan penanda spesifik kanker. Nanomedicines bisa menjadi kandidat ideal untuk mencapai tujuan ini. Berbagai nanopartikel dikembangkan untuk pengiriman yang ditargetkan agen diagnostik / terapeutik ke situs kanker, dimaksudkan untuk menghasilkan efektivitas yang lebih besar dan efek samping yang lebih kecil. Biosensor perlu dikembangkan sebagai perangkat bioanalitik yang terkait dengan atau terintegrasi dengan transduser fisikokimia untuk analisis biomarker. Konsep penggunaan nanopartikel dalam pengembangan biosensor untuk diagnosis biomarker akan membuat perangkat ini semakin sensitif. Metode diagnostik yang sederhana dan sensitif yang dapat mendeteksi banyak biomarker kanker akan membantu dalam diagnosis dini dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker.
REVIEW: POTENSI TANAMAN OBAT SEBAGAI TERAPI DERMATITIS SEBOROIK Fadhlurrahman, Ahmad Fahim; Mustarichie, Resmi; Rostinawati, Tina
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.37989

Abstract

ABSTRAKDermatitis seboroik adalah gangguan kulit yang biasanya muncul pada bagian tubuh yang memiiki kelenjar sebasea dengan kepadatan yang tinggi, seperti pada wajah, dada, dan kulit kepala. Manifestasi klinis yang umumnya muncul seperti kulit bersisik dan eritema. Pengobatan yang dapat digunakan pada dermatistis seboroik yaitu antijamur, antiinflmasi, karatolitik, dan tar batubara. Muncul kehawatiran terkait kepatuhan yang buruk, resistensi, dan beberapa efek samping dari obat-obatan yang telah digunakan dalam terapi dermatitis seboroik. Menanggapi kondisi tersebut, berbagai penelitian telah dilakukan untuk menemukan agen antijamur baru yang efektif dan banyak penelitian telah dilakukan dengan tanaman obat. Ulasan ini membahas potensi beberapa tanaman obat yang dapat digunakan untuk pengobatan dermatitis seboroik. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Taylor & Francis, dan SpringerLink menggunakan Boolean Operator sehingga didapatkan 25 artikel yang cocok dengan kata kunci yang digunakan. Dari 25 artikel, enam artikel adalah studi in vivo pada manusia, sedangkan 19 artikel adalah studi in vitro terhadap Malassezia. Beberapa tanaman memiliki potensi sebagai agen terapeutik yang menjanjikan untuk terapi dermatitis seboroik melalui penghambatan terhadap pertumbuhan Malassezia, penurunan sekresi sebum, dan penurunan terkait gejala pada dermatitis seboroik seperti gatal, nyeri atau sensasi terbakar, dan kemerahan.ABSTRACT Insulin is a hormone that plays an important role in the treatment of diabetes mellitus. Generally, the used of insulin therapy is given subcutaneously, causing discomfort or inconveniences to the patient and various other side effects Various studies have developed oral insulin preparations as a solution to this problem. However practically, oral insulin administration is hampered by the character of insulin which is easily degraded in the gastrointestinal tract. Therefore, another study found another solution by applying a nano-carrier system as an insulin carrier. This review article aims to discuss the formulation of insulin preparations with nano-carrier systems. The data sources used as references in this article review consist of 25 international journals. From the review of this article, it was found that the nano-carrier system has good potential to be further developed as an oral insulin delivery system. Several oral insulin formulations with good nanoparticle characteristics are nano-carrier systems based on PLGA-lipid-PEG, TMC-PLGA, Ch-PLGA, Ch-PSS-PGA, CMCD-g-Ch, TMC-β-cyclodextrin, and Ch-TGA-based SNEDDS.
Co-Authors Adinda Putri Lestari, Adinda Putri Adnyanaschah, Rahadhyan AMALIA, NISA AYU Anas Subarnas Anggita Putri Unggaran Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anna Safarrida, Anna Annisa Khalilah ANNISA MAYANGSARI Apriani, Diana Kurnia ASMAN SADINO, ASMAN Assyifa, Fahroziah Astrina Fuji Nurfadilah ATHIYAGUSTI PONCO PUTRI Atmedi Surendra Atmedi Surendra Auliya A. Suwantika Cynthia Retna Sartika, Cynthia Retna Cysilia K Hindarto Debbie Retnoningrum, Debbie Debbie S Retnoningrum DEBBIE SOEFIE RETNONINGRUM DEBBIE SOFIE RETNONINGRUM Devinna Kang Dihan Laziba Dika P. Destiani Driyanti Rahayu Dudi Hardianto, Dudi Dwiya, Reiva Farah Efrida Martius Elfahmi Elfahmi, Elfahmi ERLIN ELISABETH HUTAPEA Ernawati Giri Rahman, Ernawati Giri ERVITA INDRIANI Facicilia, Geofanny Fadhlillah, Muhammad Fadhlurrahman, Ahmad Fahim Fajar, Desi Reski Fajrin, Maulida FEBBY VALENTINE PURWADI Fitri Qoriawaty Hotma Hutapea, Hotma IIS NURAENI Imam Adi Wicaksono IMAM ADI WICAKSONO, IMAM ADI Irma Melyani Puspitasari Ismail, Dzava Prawinsyah Fairus JAMES PRASETYO LAKSONO Jutti Levita Juwartina Ida Royani, Juwartina Ida K Hindarto, Cysilia Kang, Devinna KENNY DWI SIDHARTA Laniyati Hamijoyo, Laniyati Lestari, Hilda Shinta Mahardika, Bintang Satrio Melisa Intan Barliana, Melisa Intan Moelyono Muktiwardojo Mohammad R. Akbar Muchtaridi Muchtaridi Mutakin Mutakin Norisca A. Putriana Nugrahani, Hanny Nuraeni, Yen Yen Ade Pamungkas, Barolym Tri Putri, Yolla Adellia Rano K. Sinuraya Renggana, Hesti Resmi Mustarichie Reza Laila Najmi Risrina Nur Ekawati Rizky Abdulah Ronny Lesmana S Retnoningrum, Debbie Salma Tri Octaviany SANTOSO, IVANA SARAH SYAFIRA Shafa, Nafis Sinuraya, Rano K. Sitinjak, Bernap Dwi Putra Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Steffi Liem Sumirtapura, Yeyet Cahyati Surendra, Atmedi Suryana, Shendi Suryanto Suryanto Suwandi, Deden Winda Taofik Rusdiana TIANA MILANDA Woro Supadmi Yen Yen Ade Nuraeni