Claim Missing Document
Check
Articles

REVIEW : APLIKASI TEKNOLOGI NANOPARTIKEL DAN BIOSENSOR DALAM DIAGNOSIS KANKER Atmedi Surendra; Tina Rostinawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.119

Abstract

Penderita kanker global diperkirakan telah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seiring dengan banyaknya kemajuan dalam pengobatan kanker, pengembangan menggunakan pendekatan baru untuk diagnosis kanker yang akurat dan untuk terapi yang ditargetkan berdasarkan penanda spesifik kanker. Nanomedicines bisa menjadi kandidat ideal untuk mencapai tujuan ini. Berbagai nanopartikel dikembangkan untuk pengiriman yang ditargetkan agen diagnostik / terapeutik ke situs kanker, dimaksudkan untuk menghasilkan efektivitas yang lebih besar dan efek samping yang lebih kecil. Biosensor perlu dikembangkan sebagai perangkat bioanalitik yang terkait dengan atau terintegrasi dengan transduser fisikokimia untuk analisis biomarker. Konsep penggunaan nanopartikel dalam pengembangan biosensor untuk diagnosis biomarker akan membuat perangkat ini semakin sensitif. Metode diagnostik yang sederhana dan sensitif yang dapat mendeteksi banyak biomarker kanker akan membantu dalam diagnosis dini dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN TUBA LAUT (Derris trifoliata Lour) ASAL INDONESIA TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus ATCC BAA-44 Anis Puji Rahayu; Aghnia Dwijunnisa Zabir; Rokhimatul Maula; Tina Rostinawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.752

Abstract

Daun tuba laut (Derris trifoliata Lour.) banyak digunakan masyarakat pesisir pantai utara pulau Jawa sebagai tanaman herbal bermanfaat. Hal ini menarik perhatian banyak peneliti untuk menelaah kandungan senyawa dan aktivitas farmakologi yang dimiliki daun tersebut. Daun tuba laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap 25 jenis bakteri patogen. Namun kajian aktvitasnya terhadap bakteri resisten yang salah satunya adalah Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) ATCC BAA-44 belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol dan tiga jenis fraksi (air, etil asetat, n-heksan) dari daun tuba laut terhadap MRSA. Ekstraksi dilakukan melalui proses maserasi dan dilanjutkan dengan fraksinasi bertingkat. Skrining aktivitas antibakteri diawali menggunakan metode difusi padat untuk mengamati adanya diameter hambat. Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dilakukan melalui metode dilusi padat. Ekstrak metanol daun tuba laut menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada kosentrasi 50% (b/v). Sedangkan hasil skrining aktivitas antibakteri pada sampel fraksi teramati adanya zona inhibisi pada fraksi etil asetat dan tidak teramati pada fraksi air ataupun n-heksana. Nilai KHM dan KBM fraksi etil asetat daun tuba laut secara berturut-turut diperoleh sebesar 10 mg/ml dan 15 mg/ml. Kata kunci : aktivitas antibakteri; daun tuba laut; MRSA
REVIEW: POTENSI TANAMAN OBAT SEBAGAI TERAPI DERMATITIS SEBOROIK Fadhlurrahman, Ahmad Fahim; Mustarichie, Resmi; Rostinawati, Tina
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.37989

Abstract

ABSTRAKDermatitis seboroik adalah gangguan kulit yang biasanya muncul pada bagian tubuh yang memiiki kelenjar sebasea dengan kepadatan yang tinggi, seperti pada wajah, dada, dan kulit kepala. Manifestasi klinis yang umumnya muncul seperti kulit bersisik dan eritema. Pengobatan yang dapat digunakan pada dermatistis seboroik yaitu antijamur, antiinflmasi, karatolitik, dan tar batubara. Muncul kehawatiran terkait kepatuhan yang buruk, resistensi, dan beberapa efek samping dari obat-obatan yang telah digunakan dalam terapi dermatitis seboroik. Menanggapi kondisi tersebut, berbagai penelitian telah dilakukan untuk menemukan agen antijamur baru yang efektif dan banyak penelitian telah dilakukan dengan tanaman obat. Ulasan ini membahas potensi beberapa tanaman obat yang dapat digunakan untuk pengobatan dermatitis seboroik. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Taylor & Francis, dan SpringerLink menggunakan Boolean Operator sehingga didapatkan 25 artikel yang cocok dengan kata kunci yang digunakan. Dari 25 artikel, enam artikel adalah studi in vivo pada manusia, sedangkan 19 artikel adalah studi in vitro terhadap Malassezia. Beberapa tanaman memiliki potensi sebagai agen terapeutik yang menjanjikan untuk terapi dermatitis seboroik melalui penghambatan terhadap pertumbuhan Malassezia, penurunan sekresi sebum, dan penurunan terkait gejala pada dermatitis seboroik seperti gatal, nyeri atau sensasi terbakar, dan kemerahan.ABSTRACT Insulin is a hormone that plays an important role in the treatment of diabetes mellitus. Generally, the used of insulin therapy is given subcutaneously, causing discomfort or inconveniences to the patient and various other side effects Various studies have developed oral insulin preparations as a solution to this problem. However practically, oral insulin administration is hampered by the character of insulin which is easily degraded in the gastrointestinal tract. Therefore, another study found another solution by applying a nano-carrier system as an insulin carrier. This review article aims to discuss the formulation of insulin preparations with nano-carrier systems. The data sources used as references in this article review consist of 25 international journals. From the review of this article, it was found that the nano-carrier system has good potential to be further developed as an oral insulin delivery system. Several oral insulin formulations with good nanoparticle characteristics are nano-carrier systems based on PLGA-lipid-PEG, TMC-PLGA, Ch-PLGA, Ch-PSS-PGA, CMCD-g-Ch, TMC-β-cyclodextrin, and Ch-TGA-based SNEDDS.
Review Artikel: Metode Analisis Kontaminasi Aflatoksin Dalam Produk Pangan Lestari, Adinda Putri; Rostinawati, Tina
Farmaka Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i2.46807

Abstract

Aflatoksin merupakan toksin bersifat karsinogenik yang dihasilkan dari spesies jamur Aspergillus. Toksisitas dari aflatoksin berbahaya bagi kesehatan, dan telah diklasifikasikan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) sebagai senyawa kelompok 1 yang bersifat karsinogenik. Analisis dan penentuan kadarnya dalam pangan menjadi hal yang sangat penting, namun jumlahnya yang sangat sedikit dalam produk pangan menjadi suatu tantangan. Oleh karena itu dibutuhkan metode analisis yang sangat sensitif, spesifik, dan mudah dalam penanganannya. Ulasan yang dibahas memuat beberapa metode yang digunakan untuk analisis aflatoksin. Metode yang digunakan dalam penulisan review artikel ini, yaitu dengan studi literatur dari jurnal ilmiah nasional dan internasional yang dilakukan secara online.  Metode yang sering digunakan dalam analisis aflatoksin diantaranya Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Mass Spectroscopy, dan yang berbasis immunoassay seperti Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Dari perbandingan masing-masing metode tersebut, terdapat kelebihan dan kekurangan dalam analisisnya. Untuk mengatasi masalah dari metode sebelumnya, dikembangkan metode pembaruan lain. Kata Kunci: Teknik analisis, aflatoksin, produk pangan
Pengembangan Peptida Antimikroba Sintesis (KR-12) dalam Sistem Vesikular Liposom Apriani, Diana Kurnia; Dwiya, Reiva Farah; Chaerunisaa, Anis Yohana; Rostinawati, Tina
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.51534

Abstract

Peptida Antimikroba (PAM) merupakan salah satu kandidat yang memiliki potensi sebagai anti-infeksi baru yang memiliki aktivitas biologi yang luas dengan peptida yang panjang. Peptida antimikroba dengan jumlah peptida yang lebih pendek juga menarik untuk dikembangkan yaitu peptida antimikroba sintesis KR-12. Namun, peptida antimikroba memiliki keterbatasan dalam hal stabilitas. Liposom merupakan pembawa vesikular yang dapat digunakan sebagai pembawa untuk mengatasi keterbatasan peptida sintesis KR-12. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan karakterisasi liposom berbahan aktif antimikroba sintesis KR-12 dengan variasi waktu sonikasi dan hidrasi. Metode yang digunakan pada formulasi liposom yaitu metode hidrasi lapis tipis dengan pengecilan ukuran partikel menggunakan sonikator. Liposom KR-12 yang dihasilkan menunjukkan liposom dispersi berwarna putih susu, berbau khas lesitin dan tanpa endapan. Terdapat variasi formula yaitu F1 (8:2) (30 menit sonikasi, 100 menit hidrasi); F2 (8:2) (45 menit sonikasi, 120 menit hidrasi); F3 (9:1) (30 menit sonikasi, 100 menit hidrasi); F4 (9:1) (45 menit sonikasi, 120 menit hidrasi). Berdasarkan hasil didapatkan ukuran partikel berturut yaitu 311,3 nm; 300,0 nm; 298,8 nm; 254,2 nm. Nilai indeks polidispersitas sebesar 0,393; 0,457; 0,354; dan 0,294, serta zeta potensial sebesar -71,2 mv; -56,3 mv; -68,48; dan -53,9 mv. Waktu sonikasi dan hidrasi yang lebih lama menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil. Konsentrasi kolesterol yang lebih rendah menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil. Berdasarkan hasil analisis efisiensi enkapsulasi didapatkan hasil yaitu F4 88,76%; F3 97,75%; F2 96,09%; F1 99,37%. Waktu hidrasi mempengaruhi penjerapan KR-12, semakin lama waktu hidrasi, semakin tinggi penjerapan KR-12 pada liposom. Preparasi  liposom KR-12 dengan metode hidrasi lapis tipis optimal pada waktu sonikasi 45 menit dan waktu hidrasi 120 menit
Aktivitas Ekstrak Akar Bixa orellana L. terhadap Isolat Klinis Escherichia coli Resisten Rostinawati, Tina; Wicaksono, Imam Adi; Amalia, Nisa Ayu
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.718 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i1.34987

Abstract

Resistensi antibiotik telah menjadi permasalahan klinis yang utama terhadap kualitas hidup pasien infeksi saluran kemih (ISK) yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Perlu dilakukan pengujian zat aktif yang berasal dari bahan alam terhadap bakteri resisten tersebut. Ekstrak akar Bixa orella L. diketahui memiliki aktivitas terhadap E. coli yang sensitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas akar Bixa orellana L. terhadap isolat klinis E. coli resisten. Metode yang digunakan adalah difusi agar dengan kertas cakram untuk uji aktivitas antibakteri dan metode pengenceran padat untuk penentuan KHM dan KBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar kesumba keling (Bixa orellana L.) memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 50%, 40%, 30%, 20%, dan 10% dengan nilai KHM 1450 µg/mL untuk isolat pasien 1, dan 2970 µg/mL untuk isolat pasien 2. Nilai KBM 1480 µg/mL untuk isolat pasien 1, dan 3000 µg/mL untuk isolat pasien 2. Nilai kesetaraan aktivitas antibakteri gentamisin terhadap ekstrak etanol Bixa orella L. keling untuk E. coli resisten isolat klinis pasien 1 dan isolat klinis pasien 2 masing-masing sebesar 1 : 1,341x103 dan 1 : 1,254x103 .
Aktivitas Ekstrak Akar Anting-Anting (Acalypha indica) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Sensitif dan Resisten Rostinawati, Tina Roswati; Chaniago, Rahadatul Aisy; Zuhrotun, Ade
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.51031

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang paling sering menginfeksi manusia. Bakteri tersebut dapat menjadi resisten dan membentuk biofilm sehingga menyulitkan pengobatan infeksi. Salah satu cara mengatasi infeksi selain obat yaitu dengan menggunakan bahan alam. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu tanaman anting-anting. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas tanaman tersebut terhadap pertumbuhan S. aureus dan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi, uji kandungan kimia dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry, uji aktivitas antibakteri metode sumuran, penentuan konsentrasi hambat minimum, dan uji penghambatan pembentukan biofilm. Senyawa dengan aktivitas antibakteri yang ditemukan pada kedua ekstrak yaitu hexadecanoic acid methyl ester, metil ferulat dan actinidine. Hasil penelitian menunjukkan nilai KHM ekstrak akar anting-anting terhadap S. aureus dan MRSA yaitu 50 dan 100 mg/mL
PELATIHAN BERBASIS WIRAUSAHA PADA MURID SMK KEPERAWATAN MELALUI PEMBUATAN PRODUK INHALASI ANTITUBERKULOSIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Kusuma, Sri Agung Fitri; Fadhlillah, Muhammad; Rostinawati, Tina; Rahayu, Driyanti
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.43032

Abstract

Soft skill dan ketrampilan yang dimiliki oleh siswa SMK keperawatan Baabul Kamil yang kompeten dapat menjadi peluang besar untuk membuka wirausaha baru yang berkontribusi di bidang kesehatan. Pada kegiatan pengabdian ini, siswa SMK dibekali dengan pelatihan pembuatan produk inhalasi antituberkulosis berbahan aktif minyak sereh dengan metode sederhana.  Produk yang dihasilkan ini dapat menginduksi para siswa untuk mampu melakukan komunikasi interpersonal dalam melaksanakan tindakan keperawatan dalam memasarkan produk aromaterapi inhalasi antituberkulosis ini. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membentuk kemandirian ekonomi dan kualitas lulusan para siswa didik SMK Baabul Kamil melalui peningkatan keterampilan dengan diperolehnya produk inhalasi antituberkulosis serta meningkatnya kemampuan komunikasi siswa didik SMK Baabul Kamil jurusan keperawatan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai perpanjangan tangan dari Puskesmas dalam memutus rantai penularan tuberkulosis. Metode program ini meliputi pre-test, dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan, post test, pembuatan produk parfum padat antituberkulosis dan penyuluhan manajemen kewirausahaan. Hasil yang diperoleh adalah didapatkan data tingkat pengetahuan siswa SMK tentang penyakit tuberkulosis dan pemantauan pengobatannya yaitu 55,56% berpengetahuan baik dan 44,44% berpengetahuan cukup. Data ini menunjukkan bahwa keberhasilan sistem pengajaran di SMK Baabul Kamil dalam pengajaran pengetahuan dasar kesehatan secara umum. Setelah diadakan penyuluhan khusus tentang tuberkulosis, tingkat pengetahuan siswa meningkat menjadi menjadi 83,33% berpengetahuan baik dan 16,67% berpengetahuan cukup. Antusiasme siswa SMK Baabul Kamil dalam pelatihan pembuatan produk parfum padat juga sangat tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa bekal ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa SMK ini meningkat dan mampu menginduksi peminatan siswa untuk membuatnya secara mandiri untuk meniti kewirausahaan secara dini.
In vitro Production of Dendritic Cells as Cancer Immunotherapy: Highlights on Sample Source, Culture Period, Differentiation and Maturation Cytokines Facicilia, Geofanny; Sartika, Cynthia Retna; Rostinawati, Tina
Molecular and Cellular Biomedical Sciences Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Cell and BioPharmaceutical Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21705/mcbs.v7i3.357

Abstract

Dendritic cells (DC) are antigen-presenting cells between innate and adaptive immune cells and commonly used as immunotherapy. Despite this promising potential, protocols detailing the specifics of the DC production are varied, affecting the potency of dendritic as immunotherapy. There are various factors affecting the production and DC potency, such as sample source, culture period, differentiation and maturation cytokines. Due to the limited number and quality of DC in humans, the monocyte could be isolated and differentiated to mature DC. The purity and viability monocytes shall be maintained to produce a high yield of DC. Negative sorting maintains the potency of DC as a therapeutic agent. Monocytes from umbilical cord blood (UCB) are naïve and can be differentiated to DC easily. Meanwhile, the tumor microenvironment (TME) may inhibit DC maturation from monocyte-derived peripheral blood. Without pro-inflammatory cytokines and a short maturation period, DC remain immature and fails to activate T cells. Long-period culture correlates with decreased DC viability and function. This review outlines several factors which can produce higher cytotoxic T cells and pro-inflammatory cytokines that might help each facility in developing its protocol to ensure the best procedure in DC production. Increasing purity and yield through close and automatic system under GMP production are mandatory to decrease risk of contamination during DC production.Keywords: differentiation cytokines, maturation cytokines, culture period, sample source, isolation technique
Cloning and Extracellular Expression of Glargine in Pichia pastoris Hardianto, Dudi; Martius, Efrida; Rostinawati, Tina; Safarrida, Anna; Royani, Juwartina Ida; Assyifa, Fahroziah; Laziba, Dihan
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.2.248-255

Abstract

Patients with diabetes mellitus increase significantly every year. The increasing number of people with diabetes mellitus results in increased insulin requirements. There are two types of insulin used for diabetes mellitus treatment: human insulin and insulin analogues. Escherichia coli, Pichia pastoris, Saccharomyces cerevisiae, or Hansenula polymorpaha has been used to produce human insulin and insulin analogues. Pichia pastoris can produce glargine in large quantities, and the insulin protein produced will be secreted outside the cell to facilitate the purification process. The advantage of glargine has a long working time of up to 24 hours. Hence, glargine is more effective because patients with diabetes receive glargine injections only once daily. The research started with cloning the glargine gene, transforming pPICZαA-G plasmid into Pichia pastoris, and testing glargine production. 20 recombinant Pichia pastoris colonies were selected and regenerated. Eight recombinant Pichia pastoris colonies were tested for glargine production, and six colonies were detected producing glargine by electrophoresis SDS-PAGE gel stained with Coomassie blue. This study aims to produce glargine using Pichia pastoris as an expression system capable of producing glargine extracellularly, thus simplifying the purification process.
Co-Authors Ade Zuhrotun Adinda Putri Lestari, Adinda Putri Adnyanaschah, Rahadhyan Aghnia Dwijunnisa Zabir AMALIA, NISA AYU Ami Tjitraresmi, Ami Anas Subarnas Anas Subarnas Anggita Putri Unggaran Anis Puji Rahayu Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anna Safarrida, Anna Annisa Khalilah ANNISA MAYANGSARI Apriani, Diana Kurnia ASMAN SADINO, ASMAN Assyifa, Fahroziah Astrina Fuji Nurfadilah ATHIYAGUSTI PONCO PUTRI Atmedi Surendra Atmedi Surendra Auliya A. Suwantika AZIZA, SYAFILA ZAHRA NUR Chaniago, Rahadatul Aisy Cynthia Retna Sartika, Cynthia Retna Cysilia K Hindarto Debbie Retnoningrum, Debbie Debbie S Retnoningrum DEBBIE SOEFIE RETNONINGRUM DEBBIE SOFIE RETNONINGRUM Devinna Kang Dihan Laziba Dika P. Destiani Driyanti Rahayu Dudi Hardianto, Dudi Dwiya, Reiva Farah Efrida Martius Elfahmi Elfahmi, Elfahmi ERLIN ELISABETH HUTAPEA Ernawati Giri Rahman, Ernawati Giri ERVITA INDRIANI Facicilia, Geofanny Fadhlillah, Muhammad Fadhlurrahman, Ahmad Fahim Fajar, Desi Reski Fajrin, Maulida FEBBY VALENTINE PURWADI Fitri Qoriawaty Hotma Hutapea, Hotma IIS NURAENI Imam Adi Wicaksono Imam Adi Wicaksono IMAM ADI WICAKSONO, IMAM ADI Irma Melyani Puspitasari Ismail, Dzava Prawinsyah Fairus JAMES PRASETYO LAKSONO Jutti Levita Juwartina Ida Royani, Juwartina Ida K Hindarto, Cysilia Kang, Devinna KENNY DWI SIDHARTA Kevin Gabriel Kusumastuti, Pinastya Purwakaning Laniyati Hamijoyo, Laniyati Lestari, Hilda Shinta Mahardika, Bintang Satrio Melisa Intan Barliana Moelyono Muktiwardojo Mohammad R. Akbar Muchtaridi Muchtaridi Mutakin Mutakin Ningrum, Sri Rahayu Widya Norisca A. Putriana Nugrahani, Hanny Nugrahani, Hanny Nuraeni, Yen Yen Ade Pamungkas, Barolym Tri Putri, Yolla Adellia Rano K. Sinuraya Renggana, Hesti Resmi Mustarichie Reza Laila Najmi Rikadianan rikadianan Risrina Nur Ekawati Rizky Abdulah Rokhimatul Maula Ronny Lesmana S Retnoningrum, Debbie Salma Tri Octaviany SANTOSO, IVANA SARAH SYAFIRA Shafa, Nafis Sinuraya, Rano K. Sitinjak, Bernap Dwi Putra Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Steffi Liem Sulistyaningsih, Widya Ayu Sumirtapura, Yeyet Cahyati Surendra, Atmedi Suryana, Shendi Suryanto Suryanto Suwandi, Deden Winda Taofik Rusdiana TIANA MILANDA Woro Supadmi Yasmiwar Susilawati Yen Yen Ade Nuraeni Zakia, Syifa