Claim Missing Document
Check
Articles

REVIEW ARTIKEL: PRODUKSI ENZIM STREPTOKINASE DENGAN TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN ERLIN ELISABETH HUTAPEA; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7749.503 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22263

Abstract

Trombosis merupakan penyumbatan pembuluh darah akibat gumpalan yang dapat menyebabkan infark miokard akut dan stroke iskemik. Pengobatan efektif dalam menangani penyakit tersebut adalah dengan pemberian agen trombolisis, Streptokinase. Akibat besarnya kebutuhan Streptokinase, terutama di negara berkembang, dilakukan produksi melalui Teknologi DNA Rekombinan. Dari berbagai penelitian, bakteri Streptococcus sp merupakan sumber utama produksi Streptokinase. Streptokinase rekombinan yang didapatkan beragam, dengan rata-rata massa molekular 47 kDa. Uji aktivitas trombolisis juga dilakukan dengan membandingkan Streptokinase rekombinan dengan Streptokinase komersial dan didapatkan hasil sebanding antar keduanya.
Polimorfisme CYP2D6 dan Pengaruhnya Terhadap Metabolisme Kodein: Review ANNISA MAYANGSARI; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 14, No 4 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.129 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i4.10584

Abstract

Setiap individu dapat memberikan respon yang berbeda terhadap obat yang sama. Perbedaan respon ini diakibatkan adanya variabilitas genetik hasil dari polimorfisme pada DNA yang mengkode enzim metabolisme dan eliminasi obat. Salah satu polimorfisme yang sering ditemukan yaitu pada gen CYP2D6, yang mengkode enzim CYP2D6. Enzim CYP2D6 merupakan salah satu enzim yang berperan dalam metabolisme beberapa obat, salah satunya kodein. Kodein merupakan analgesik golongan opiat lemah yang digunakan untuk beberapa pengobatan. CYP2D6 berperan dalam mengkonversi kodein menjadi bentuk aktifnya yaitu morfin. Adanya polimorfisme pada gen CYP2D6 mempengaruhi aktivitas metabolisme enzim yang dikodenya. Terdapat empat macam metabolisme hasil polomorfisme pada CYP2D6, yaitu Extensive Metabolizer (EM), Intermediate Metabolizer (IM), Poor Metabolizer (PM) dan Ultra-rapid Metabolizer (UM). Perbedaan metabolisme kodein ini akan mempengaruhi kadar metabolit aktif kodein dan efek analgesik yang ditimbulkan. Berdasarkan fakta tersebut, perlu dilakukannya penyesuaian terapi kodein untuk tiap individu berdasarkan polimorfisme CYP2D6.
Perkembangan Bioteknologi dalam Produksi Kolkisin Farmasetis Anggita Putri Unggaran; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.02 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17577

Abstract

Kolkisin merupakan alkaloid utama yang terkandung dalam tanaman Colchicum autumnale dan Gloriosa superba L. Senyawa kolkisin memiliki beberapa khasiat terapeutik, di antaranya sebagai antimitotik, anti-inflamasi dan antifibrotil. Kebutuhan pasar yang tinggi akan suplai kolkisin mendorong berbagai penelitian untuk menemukan metode yang paling efisien guna meningkatkan produksi kolkisin. Budidaya konvensional tidak mampu mencukupi kebutuhan yang tinggi akan produk metabolit kolkisin, sementara sintesis kimia tidak dapat menjadi solusi yang tepat karena sulitnya mensintesis senyawa metabolit sekunder dengan struktur kimia yang kompleks. Solusi yang paling tepat untuk meningkatkan produksi kolkisin adalah kultur sel tanaman secara in vitro. Namun metode ini pun masih memiliki beberapa keterbatasan sehingga perlu dioptimalkan. Artikel ini meninjau delapan strategi untuk optimalisasi kultur sel, di antaranya elisitasi, product removal in situ, imobilisasi kultur sel tanaman, suspensi kultur sel tanaman dalam bioreaktor, demetilasi kolkisin dengan bantuan mikroba, mikrotuberisasi, kultur biorhizoma dengan bantuan enzim khusus, dan kultur biorhizoma dalam bioreaktor. Berdasarkan hasil tinjauan, dapat disimpulkan bahwa mikrotuberisasi, kultur biorhizoma dengan bantuan enzim khusus, dan kultur biorhizoma menggunakan bioreaktor merupakan strategi yang tengah banyak dikembangkan saat ini dan dinilai efisien untuk produksi kolkisin secara komersil.Kata Kunci: kolkisin, kultur sel tanaman, biorhizoma, bioreaktor
EVALUASI SENSITIVITAS BAKTERI PENYEBAB ISPA PNEUMONIA TERHADAP ANTIBIOTIKA AMOKSISILIN, SEFADROKSIL, TRIMETOPRIM, SULFAMETOKSAZOL, SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM BERBASIS MOLEKULAR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SLAMET KABUPATEN GARUT Risrina Nur Ekawati; Anas Subarnas; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.08 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12338

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi resistensi, pemberian antibiotika harus berdasarkan pola bakteri penyebab infeksi dan kepekaan bakteri terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola bakteri, sensitivitas dan resistensinya terhadap antibiotika di RSUD Dr. Slamet Kabupaten Garut. Sampel bakteri diambil dari sputum pasien ISPA pneumonia yang dirawat di ruang rawat inap Zamrud RSUD. Dr. Slamet Garut. Prosedur mikrobiologi standar yang digunakan yaitu analisis Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengidentifikasi gen resistensi sedangkan uji difusi disk digunakan untuk menentukan pola resistensi antimikroba dari sputum pasien ISPA penumonia. Dari sampel sputum yang diteliti teridentifikasi bakteri Staphylococcus aureus. S. aureus sudah resisten terhadap antibiotika amoksisilin,  sefadroksil dan sulfametoksazol serta mengalami penurunan aktivitas terhadap antibiotika trimetoprim, seftriakson dan sefotaksim
REVIEW ARTIKEL : STRUKTUR, REPLIKASI DAN INHIBITOR RNA-DEPENDENT RNA POLYMERASE CORONAVIRUS ERVITA INDRIANI; TINA ROSTINAWATI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27769

Abstract

Coronavirus (CoV) merupakan virus patogen yang dapat menginfeksi manusia dan vertebrata. Wabah sindrom pernapasan akut yang parah (SARS) pada tahun 2003 dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) pada tahun 2012 menunjukkan kemungkinan penularan dari hewan ke manusia dan manusia ke manusia pada infeksi CoV yang baru muncul pada Desember 2019. Pengobatan suportif dapat digunakan untuk menangani kasus infeksi oleh CoV seperti obat yang dapat menghambat RNA-dependent RNA Polymerase (RdRp). RdRp merupakan bagian dari virus RNA yang berperan untuk mengkatalisasi sintesis virus dan memainkan peran sentral dalam siklus replikasi dan transkripsi. Tujuan dari artikel review ini yaitu untuk mengkaji struktur dan replikasi Coronavirus, dan obat yang dapat menghambat RdRp. Metode yang digunakan dalam review ini yaitu berupa penelusuran pustaka berbasis Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci “Coronavirus”, “Coronavirus replication” “Structure coronavirus”, dan “Inhibitor RdRp”. Simpulan dari review ini yaitu CoV termasuk virus RNA untai tunggal positif ((+) ssRNA), terdiri dari protein struktural dan non-struktural. RdRp termasuk protein non-struktural yang dapat dihambat aktivitasnya dengan analog nukleotida. Analog nukleotida tersebut yaitu remdesivir, favipirafir, sofosbuvir dan ribavirin. Remdesivir dapat digunakan sebagai terapi infeksi CoV terbukti dengan pengujian yang telah dilakukan secara in vitro maupun in vivo.Kata kunci : Coronavirus, RNA-dependent RNA Polymerase, replikasi coronavirus, inhibitor RdRp dan remdesivir
KLONING FRAGMEN DNA PENGKODE S80-180 GALUR ALAMI DAN MUTAN G145R VIRUS HEPATITIS B PADA ESCHERICHIA COLI JM109 TINA ROSWATI ROSTINAWATI; debbie sofie retnoningrum
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.714 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8558

Abstract

Virus hepatitis B (HBV) merupakan penyebab infeksi hepatitis kronis di dunia. Pemberian vaksin yang mengandung protein S dapat menginduksi antibodi protektif melawan semua subtipe HBV. Sebuah mutasi titik pada gen pengkode determinan “a” HBsAg yang menyebabkan substitusi glisin (G) oleh arginin (R) pada posisi 145 (mutan G145R) menurunkan kemampuan pengikatan antibodi yang diinduksi oleh antigen HBsAg galur alami dan ini merupakan salah satu contoh mutan lolos vaksin. Protein rekombinan dapat melengkapi uji imunologi yang saat ini hanya spesifik untuk HBsAg galur alami. Penelitian ini difokuskan pada gen pengkode fragmen S80-180 (merentang residue pada posisi 80 hingga 180 protein S). Tujuan penelitian adalah mengkonstruksi gen pengkode protein S80-180 galur alami dan mutan G145R pada vektor kloning pGEM-T pada Escherichia coli  ( E. coli ) JM109. Fragmen DNA pengkode protein S80-180 galur alami dan mutan G145R diamplifikasi dengan reaksi polimerase berantai (PCR) menggunakan cetakan HBV. Produk PCR tersebut diligasikan pada vektor kloning pGEM-T dan hasil ligasi ditransformasikan ke E. coli JM109. Transforman diskrining dengan ampisilin dan  sistem seleksi biru / putih. Plasmid dari transforman putih resisten ampisilin diisolasi dan dikarakterisasi dengan analisis migrasi, PCR, pemotongan ganda, dan penentuan urutan nukleotida DNA sisipan. Hasil analisis migrasi menunjukkan bahwa pGEM-T rekombinan bermigrasi lebih lambat dibandingkan dengan pGEM-T non rekombinan. PCR menggunakan primer T7 dan SP6 menghasilkan pita DNA yang berukuran sekitar 500 pasangan basa (pb) yang hampir sama dengan ukuran teoritis , 545 pb. . Analisis pemotongan dengan enzim BamHI dan NdeI memberikan pita DNA sisipan yang berukuran di bawah 500 pb (secara teoritis 339 pb)  dan pGEM-T linier yang berukuran sekitar 3000 pb.  Analisis terhadap hasil penentuan urutan nukleotida menggunakan program BLAST (Basic Local Alignment Tool) menunjukkan bahwa DNA sisipan untuk gen pengkode S80-180 galur alami dan mutan G145R memiliki homologi  99% dengan urutan nukleotida gen S (kode akses GenBank AB113220.1 dan AB 113238.1). Hasil pensejajaran urutan nukleotida gen pengkode S80-180 galur alami dengan mutan G145R   
PERKEMBANGAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DAN RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) SEBAGAI PENGUJIAN COVID-19 KENNY DWI SIDHARTA; JAMES PRASETYO LAKSONO; TINA ROSTINAWATI
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.29823

Abstract

Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 saat ini tengah menjadi masalah kesehatan global. Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi fatal terutama pada pasien-pasien tertentu. Salah satu tahapan dalam menegakkan diagnosis COVID-19 adalah dengan uji laboratorium. Saat ini, WHO telah menetapkan beberapa metode untuk pengujian laboratorium COVID-19, di antaranya menggunakan PCR dan RDT. Artikel ini mengulas perkembangan metode PCR dan RDT saat ini sebagai pengujian COVID-19.  Ditemukan bahwa sampai saat ini metode PCR lebih direkomendasikan dalam pemeriksaan infeksi SARS-CoV-2 sementara pengembangan dan validasi dari metode RDT masih diperlukan untuk meningkatkan efektifitasnya.
PRODUKSI ENZIM METIONIN GAMMA-LYASE (MGL) SEBAGAI ANTIKANKER DAN PENGEMBANGAN KEJU DENGAN TEKNOLOGI DNA REKOMBINAN Reza Laila Najmi; Tina Rostinawati
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.718 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22278

Abstract

Metionin gamma-lyase (MGL) adalah enzim yang mendegradasi asam amino yang mengandung belerang yang berperan dalam proses biologis . Enzim MGL ditemukan di beberapa bakteri anaerob, protozoa parasite, dan tumbuhan. MGL telah digunakan dan dikembangkan untuk kebutuhan terapetik terutama sebagai antikanker dan pengembangan keju dengan cara teknologi DNA rekombinan. Pengujian dilakukan dengan elektroforesis atau SDS PAGE dengan memisahkan DNA berdasarkan massa molekular . 
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dari Lima Tanaman Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Dengan Metode Mikrodilusi M7 – A6CLSI Shendi Suryana; Yen Yen Ade Nuraeni; Tina Rostinawati
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.948 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i1.8982

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun Leucaena leucocephala, Camellia sinensis, Psidium guajava L, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis dan Solanum nigrum L. terhadap Staphylococcus epidermidis menggunakan metode mikrodilusi. Sebagai pembanding digunakan antibiotik tetrasiklin HCl, kloramfenikol dan amoksisilin. Ekstrak etanol Leucaena leucocephala, Camellia sinensis dan Psidium guajava L memiliki aktivitas sebagai antibakteri, sedangkan ekstrak etanol uji lainnya memiliki aktivitas antibakteri yang tidak signifikan. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol Leucaena leucocephala terhadap Staphylococcus epidermidis adalah 62,5 μg/ml. Nilai Konsentrasi Bakterisidal Minimum (KBM) ekstrak etanol Camellia sinensis dan Psidium guajava L adalah 125 μg/ml.
Mutasi Gen blaCTX-M sebagai Faktor Risiko Penyebab Resistensi Antibiotik Devinna Kang; Rano K. Sinuraya; Tina Rostinawati; Rizky Abdulah
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7051.55 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2017.6.2.135

Abstract

Saat ini, lebih dari setengah antibiotik yang digunakan di dunia merupakan kelompok β-laktam namun efektivitas klinis antibiotik tersebut kini terbatas karena resistensi antibiotik terhadap mikroorganisme penyebab penyakit infeksius. Beberapa mekanisme resistensi terhadap Enterobacteriaceae terutama disebabkan hidrolisis antibiotik oleh enzim spesifik, yang disebut dengan β-laktamase. Enzim β-laktamase menunjukkan kelompok besar enzim yang berbeda secara genetik dan fungsional yaitu extended-spectrum β-lactamase (ESBL) yang diketahui menimbulkan ancaman resistensi yang serius. Lokalisasi plasmid dari gen yang disandi terhadap distribusi enzim pada patogen meningkat setiap tahunnya. ESBL yang memiliki penyebaran yang luas dan relevan secara klinis adalah ESBL kelas A yaitu jenis Temoniera (TEM), Sulphydryl variable (SHV) dan Cefotaxime (CTX-M). Tujuan penulisan review ini adalah untuk mengkaji varian gen blaCTX-M yang banyak menyebabkan peningkatan resistensi antibiotik. Metode yang digunakan pada review ini yaitu penelusuran data berbasis Pubmed, Scopus dan Google Scholar tanpa pembatasan indeks faktor dengan kata kunci “blaCTX-M”, “Extended-spectrum β-lactamase”, dan “antibiotic resistance”. Simpulan dari review ini yaitu ESBL jenis CTX-M telah menggantikan jenis TEM dan SHV secara dominan pada dekade terakhir. ESBL yang dihasilkan oleh Klebsiella pneumoniae diketahui muncul sebagai salah satu patogen nosokomial utama. Infeksi nosokomial yang disebabkan oleh CTX-M-15 pada Klebsiella pneumoniae mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir ini.Kata kunci: CTX-M, ESBL, extended-spectrum β-lactamase, Klebsiella pneumoniae Gene blaCTX-M Mutation as Risk Factor of Antibiotic ResistanceAbstractCurrently there are more than half from all antibiotics used in the world which is belong to β lactam group, but clinical effectiveness of the antibiotics are limited by antibiotic resistance of microorganisms as causative agents from infectious diseases. Several resistance mechanisms for Enterobacteriaceae are mostly caused by enzymatic hydrolysis of antibiotics specific enzymes, called β lactamases. β lactamases represent a large group of enzyme which is genetically and functionally different as extended‑spectrum β-lactamase (ESBL) and known as greatest threat of resistence. Plasmid localization from the encoded gene and enzyme distribution among the pathogen increases every year. Most widespread and clinically relevant ESBL are class A ESBL of Temoniera (TEM), Sulphydryl variable (SHV) and Cefotaxime (CTX-M) types. The purpose of this review was to analyze variant of blaCTX-M gene which cause the most increase incidence of antibiotic resistance. The methods of this review were data-based searching based on Pubmed, Scopus and Google Scholar, without limitation of index factor by using the keyword “blaCTX-M”, “Extended-spectrum β-lactamase”, and “antibiotic resistance”. The conclusion of the review is CTX-M type ESBL have replaced TEM and SHV type as dominant enzyme in last decade. ESBL produced by Klebsiella pneumoniae have emerged as one of major nosocomial pathogens. Nosocomial infection caused by CTX-M-15 in Klebsiella pneumoniae dramatically increased in recent years.Keywords: CTX-M, ESBL, extended-spectrum β-lactamase, Klebsiella pneumoniae
Co-Authors Adinda Putri Lestari, Adinda Putri Adnyanaschah, Rahadhyan AMALIA, NISA AYU Anas Subarnas Anggita Putri Unggaran Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anna Safarrida, Anna Annisa Khalilah ANNISA MAYANGSARI Apriani, Diana Kurnia ASMAN SADINO, ASMAN Assyifa, Fahroziah Astrina Fuji Nurfadilah ATHIYAGUSTI PONCO PUTRI Atmedi Surendra Atmedi Surendra Auliya A. Suwantika Cynthia Retna Sartika, Cynthia Retna Cysilia K Hindarto Debbie Retnoningrum, Debbie Debbie S Retnoningrum DEBBIE SOEFIE RETNONINGRUM DEBBIE SOFIE RETNONINGRUM Devinna Kang Dihan Laziba Dika P. Destiani Driyanti Rahayu Dudi Hardianto, Dudi Dwiya, Reiva Farah Efrida Martius Elfahmi Elfahmi, Elfahmi ERLIN ELISABETH HUTAPEA Ernawati Giri Rahman, Ernawati Giri ERVITA INDRIANI Facicilia, Geofanny Fadhlillah, Muhammad Fadhlurrahman, Ahmad Fahim Fajar, Desi Reski Fajrin, Maulida FEBBY VALENTINE PURWADI Fitri Qoriawaty Hotma Hutapea, Hotma IIS NURAENI Imam Adi Wicaksono IMAM ADI WICAKSONO, IMAM ADI Irma Melyani Puspitasari Ismail, Dzava Prawinsyah Fairus JAMES PRASETYO LAKSONO Jutti Levita Juwartina Ida Royani, Juwartina Ida K Hindarto, Cysilia Kang, Devinna KENNY DWI SIDHARTA Laniyati Hamijoyo, Laniyati Lestari, Hilda Shinta Mahardika, Bintang Satrio Melisa Intan Barliana, Melisa Intan Moelyono Muktiwardojo Mohammad R. Akbar Muchtaridi Muchtaridi Mutakin Mutakin Norisca A. Putriana Nugrahani, Hanny Nuraeni, Yen Yen Ade Pamungkas, Barolym Tri Putri, Yolla Adellia Rano K. Sinuraya Renggana, Hesti Resmi Mustarichie Reza Laila Najmi Risrina Nur Ekawati Rizky Abdulah Ronny Lesmana S Retnoningrum, Debbie Salma Tri Octaviany SANTOSO, IVANA SARAH SYAFIRA Shafa, Nafis Sinuraya, Rano K. Sitinjak, Bernap Dwi Putra Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Steffi Liem Sumirtapura, Yeyet Cahyati Surendra, Atmedi Suryana, Shendi Suryanto Suryanto Suwandi, Deden Winda Taofik Rusdiana TIANA MILANDA Woro Supadmi Yen Yen Ade Nuraeni