Claim Missing Document
Check
Articles

MUSEUM BAHARI DI MAKASSAR ‘EKSPRESI BUDAYA MASYARAKAT BUGIS-MAKASSAR DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR’ Kuta, Mirza A. P.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8116

Abstract

ABSTRAK Indonesia adalah negara kepulauan terbesar didunia berupa hamparan laut sepanjang 3.000 mil yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan jumlah pulau lebih dari 17.500 meliputi wilayah laut yurisdiksi nasional lebih kurang 5,8 juta km2. Indonesia terletak pada posisi yang sangat strategis, yaitu pada persilangan dua benua dan dua samudera, serta memiliki wilayah laut yang memiliki kekayaan laut yang besar, sekaligus sebagai urat nadi perdagangan dunia. Posisi geografis Indonesia yang sangat bersifat kelautan membuat Bangsa Indonesia terus mengembangkan tradisi, budaya, dan kesadaran bahari serta menjadikan laut sebagai tali kehidupannya dengan kata lain mempunyai hak dan kewajiban dalam mengatur, mengelola, dan memanfaatkan kekayaan laut tradisional yang merupakan salah satu kebudayaan Bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim untuk kepentingan rakyat. Untuk mewujudkan gagasan ini, diterapkan model proses desain generasi II yang terdiri dari dua fase. Fase pertama yaitu pengembangan wawasan komprehensif dengan pendekatan konvensional berupa kajian tipologi objek serta kajian tapak dan lingkungan. Fase kedua yaitu berupa Execute Image-Present-Test Cycle. Ekspresi Budaya masyarakat Bugis-Makassar dalam perancangan arsitektur ” dipakai sebagai acuan untuk merancang objek arsitektural Museum Bahari di Makassar. Tema ini mengacu kepada pengekspresian serta menggali segala unsur-unsur kebudayaan suku Bugis-Makassar, maupun sisi sejarahnya, kemudian di implementasikan kedalam objek rancangan museum bahari. Unsur-unsur kebudayaan yang dimaksud yaitu terdiri dari : Bahasa, Ilmu Pengetahuan, Sistem Ekonomi (Mata Pencaharian), Sistem Politik (Organisasi Kemasyarakatan), Sistem teknologi dan peralatan, Sistem Religi serta kesenian. Hasil desain yang berupa penyajian gambar - gambar arsitektural, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kualitas perancangan museum bahari di Makassar dengan implementasi tema konsep ada.   Kata Kunci: Museum Bahari, Ekspresi Budaya Masyarakat Bugis-Makassar.
ISLAMIC HOTEL DI KOTAMOBAGU. “KONTEKSTUAL REVIVE” Supardjo, Rinda H.; Prijadi, Rachmat; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15363

Abstract

Hotel dengan Konsep syariah Islam, yaitu Hotel yang menerapkan Syariah dalam Agama Islam ke dalam operasional Hotel. Kehadiran Hotel dengan Konsep Syariah ini mengurangi image masyarakat bahwa Hotel menjadi tujuan atau tempat maksiat, karena dengan Hotel Konsep Syariah, maka peraturan-peraturan yang dijadikan acuan untuk menjalankan operasionalnya adalah Hukum Syariah Islam. Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007. Tema yang dipilih ialah “Arsitektur Kontekstual Revive” karena dengan menggunakan tema ini diharapakan objek hotel yang nantinya di desain dapat menciptakan lingkungan yang lebih menarik, dan objek rancangan mengangkat tema Revive yaitu menghidupkan kembali atau menyadarkan kembali, aplikasinya kedalam objek rancangan adalah membuat bentukan islami yg lampau kedalam bentukan modern tanpa mengurangi esensi dari bentukan islam. Kata Kunci : Arsitektur Kontekstual Revive, Hotel syariah, Kota Kotamobagu
PENGARUH BISING LALU LINTAS UDARA BANDARA SAM RATULANGI TERHADAP KENYAMANAN PENGHUNI PERUMAHAN DI SEKITARNYA Suryono, -; Betteng, Luther; Mastutie, Faizah
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi pengaruh bising lalu-lintas pesawat terbang bandar udara Sam Ratulangi, terhadap rasa nyaman dan rasa aman para penghuni permukiman disekitarnya perumahan: CBA, Griya 4, dan Permata Klabat. Obyek penelitian tersebut dipilih karena jarak dari Bandar udara Sam Ratulangi relatif dekat, sekitar 300 meter hingga 4.000 meter dan berada satu garis lurus dengan landasan pacu, sehingga permukiman tersebut patut diduga terkena dampak negatif penting dari bising yang bersumber dari aktifitas take off dan landing pesawat udara. Adapun metoda penelitian yang digunakan: pertama, Observasi yakni pemetaan letak bandara dan tiga lokasi perumahan, data penerbangan, kedua adalah pengukuran bising obyektif, yaitu bising latar belakang dan kebisingan dengan menggunakan sound level meter dan pengukuran subyektif yakni dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuisener untuk mendapatkan tanggapan responden, perihal rasa nyaman dan rasa aman para penghuni. Dari hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa rasa nyaman dan aman secara obyektif dan subyektif, terdapat perbedaan yang cukup signifikan, untuk rekomendasi guna mengantisipasi dampak negatif dari bising bagi pihak terkait antara lain: penghuni, pengembang dan pemerintah sebagai pembuat dan pengontrol kebijakan Kata kunci: bising, gangguan rasa nyaman, aman dan antisipasi
PANOPTIC ARCHITECTURE Eldija, Fadillah D.; Mastutie, Faizah
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

hitectuBanyaknya kasus mantan narapidana yang kembali ke jeruji lembaga pemasyarakatan, membuktikan kurang ampuhnhya sistem kelembagaan yang saat ini diterapkan. Sistem pembimbingan atau pembinaan dengan usaha rehabilitasi dan reintegrasi  bermaksud agar para tahanan atau mantan nara pidana siap untuk kembali ke masyarakat dan dapat diterima kembali kedalamnya, justru seakan memberikan efek  yang  ‘santai dan biasa’ sehingga tidak adanya efek kejeraan atau citra momok mengerikan yang seharusnya melekat dengan suatu lembaga/penjara. Selain kasus diatas banyak pula kasus perkelahian yang sering terjadi antara penghuni lapas, ini menegaskan ketidak efektifitasnya sistem yang ada dengan penerapan desain bangunan yang saat ini digunakan pada bangunan Penjara. Proses perancangan dalam memecahkan permasalahan yang ada, mengarah pada model proses desain Panopticon/ pendisiplinan oleh Jeremy Bentham.Kata kunci: Lembaga, Panoptic, Penjara
KANTOR DPRD KABUPATEN KEPULAUA TALAUD (Semiotika Aspirasi Masyarakat Talaud) Salettia, Fandi O. P.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.1698

Abstract

ABSTRAK Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten kepulauan Talaud yang berarti, yang mewakili seluruh suara warga masyarahkat TALAUD dalam hal ini berarti DPRD memiliki peran langsung dan tanggung jawab yang besar          bagi masyarakat TALAUD demi mensejahterakan warga TALAUD. Suatu upaya dalam meningkatkan kinerja para wakil rakyat dan mempermudah seluruh masyarakat  untuk menyampaikan aspirasinya yaitu harus memiliki suatu wadah atau tempat penampungan aspirasi dan menyediakan fasilitas yang sesuai dengan  aktivitas kerja DPRD untuk lebih mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama beraktivitas. Dalam hal ini gedung kantor DPRD Talaud belum optimal dalam penyediaan fasilitas untuk mendukdung aktivitas yang DPRD dan belum mampu menampung seluruh aspirasi masyarakat TALAUD. Oleh sebab itu, di lakukan pemindahan tempat atau pemindahan lokasi serta membangun gedung kantor DPRD yang baru dengan tema Semiotika Aspirasi masyarakat Talaud. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Dan aspirasi adalah sebuah ungkapan yang menyampaikan keinginan untuk di capai/. Maka pemindahan tempat serta pembanguna kantor DPRD yang baru ini  di harapkan dapat menjadi Tanda atau simbol dari kinerja para wakil rakyat dan sumber kehidupan masyarakat TALAUD. Serta dapat menjadi ikon baru atau landmark di daerah                 kepulaua TALAUD Kata kunci : DPRD, Aspirasi Masyarahkat Talaud.Semiotika, Simbol, Ikon. Kata kunci : DPRD, Aspirasi Masyarahkat Talaud.Semiotika, Simbol, Ikon.
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA MANADO (Studi Kasus: Kecamatan Malalayang, Sario, dan Wenang) Rondonuwu, Carolina Veny; Tarore, Raymond Ch; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UU Republik Indonesia No. 27 Tahun 2007, wilayah pesisir adalah daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang di pengaruhi oleh perubahan di darat dan laut. Kawasan pesisir Kota Manado membawa pengaruh besar bukan hanya pada bertumbuhnya perekonomian Kota Manado, peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, tapi juga membawa pengaruh terhadap lingkungan alam dan kelangsungan ekosistem kawasan pesisir. Batasan masalah dari penelitian ini adalah Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, dan Kecamatan Wenang karena tiga kecamatan ini merupakan daerah reklamasi yang memiliki banyak perubahan. Kelurahan-kelurahan yang termasuk dalam lingkup penelitian yaitu: Kecamatan Malalayang: Kelurahan Malalayang I, Malalayang II, Malalayang I Timur, Bahu Kecamatan Sario: Kelurahan Sario Tumpaan, Sario Utara, Titiwungen Selatan, Titiwungen Utara, Kecamatan Wenang: Kelurahan Wenang Selatan, Wenang Utara, Calaca. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif serta mengoverlay peta penggunaan lahan pada tahun 2009 dan 2019. Kawasan ini memiliki banyak perubahan penggunaan lahan oleh sebab itu perlu adanya analisis perubahan penggunaan lahan di kawasan pesisir kota manado sehingga bisa mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab perubahan penggunaan lahan yang terjadi di kawasan tersebut.Kata Kunci: Kawasan Pesisir, Penggunanaan Lahan, Perubahan Lahan
KAJIAN KETERSEDIAAN SARANA PENDIDIKAN DI KAWASAN PERKOTAAN AMURANG Farawowan, Yusuf; Poli, Hanny; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkotaan Amurang adalah pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan dan pusat perdagangan dan jasa. Perkotaan Amurang yang merupakan wilayah penelitian ini terutama Sarana Pendidikan diharapkan menjadi prioritas penunjang dalam melengkapi ketersediaan infrastruktur sosial. Berdasarkan data Kawasan perkotaan Amurang dalam angka tahun 2018, fasilitas pendidikan di kawasan perkotaan Amurang belum memenuhi standar pelayanan minimum berdasarkan jumlah penduduk. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi kebutuhan sarana pendidikan tingkat SD, SMP, SMA, mengidentifikasi sebaran sarana pendidikan SD, SMP, SMA dan menganalisis kesesuaian sarana pendidikan dengan penempatan lahan di perkotaan Amurang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Yang mendukung penelitian ini adalah data demografi penduduk, persebaran lokasi sekolah, dan jarak jangkauan pelayanan tiap unit sekolah yang merupakan kualitas persebaran lokasi sekolah. Kajian ketersediaan sarana pendidikan di kawasan perkotaan Amurang menyajikan hasil kebutuhan sarana pendidikan berdasarkan jumlah penduduk di perkotaan Amurang sudah memenuhi standar yang berlaku. Persebaran sarana pendidikan di Perkotaan Amurang belum sepenuhnya memenuhi standar contohnya di Kelurahan Lopana Satu yang memiliki kepadatan penduduk paling padat hanya mempunyai satu unit SD dan SMP. Untuk Kesesuaian sarana pendidikan di Perkotaan Amurang ada yang beberapa desa yang perlu untuk di perhatikan karena ketersediaan sarana pendidikan belum sesuai dengan standar yang berlaku contohnya seperti Desa Bitung, Uwuran Dua, Ranoyapo dan Desa Wakan.Kata Kunci : Sarana  Pendidikan, Analisis Kesesuaian, Perkotaan Amurang
BARUGA DI KAWASAN FESTIVAL DANAU POSO ARSITEKTUR NUSANTARA Caesaria, Maretifanny; Tinangon, Alvin J.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8883

Abstract

Kawasan Festival Danau Poso (FDP) adalah salah satu tujuan wisata yang berlokasi di Tentena, Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah dan merupakan fasilitas yang dikelola pemerintah untuk  event tahunan Festival Danau Poso. Kawasan FDP memiliki potensi keindahan alam yang patut dipertahankan namun, hal ini tidak bersinergi dengan keadaan kawasan FDP yang kualitas bangunan  dan ruang terbuka hijaunya (RTH) sudah mengalami penurunan fungsi, karena hanya dirawat dan digunakan pada event berlangsung. Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai dari Kawasan FDP ini, adalah dengan menghadirkan sebuah objek rancangan ‘Baruga’ dengan penerapan tema Arsitektur Nusantara, yang dapat menjadi karya arsitektur yang optimal. Metode Perancangan yang digunakan meliputi pendekatan tematik, tipologi objek, kajian tapak serta lingkungan dan desain eksperimental. Sedangkan proses perancangan menggunakan proses desain generasi II karena cenderung tidak membatasi permasalahan. Dalam proses perancangan dilakukan program ruang berdasarkan tipologi objek Baruga, kajian lokasi dan tapak berdasakan lokasi kawasan FDP serta analisis tema arsitektur nusantara meliputi; bentuk gubahan massa, material struktur dan utilitas. Penerapan konsep umum perancangan juga berdasarkan analisis-analisis, juga optimalisasi meliputi implementasi tema, konsep perancangan tapak dan ruang luar, konsep vegetasi, konsep gubahan bentuk, selubung, struktur bangunan dan konsep utilitas. Substansi utama perancangan Baruga di Kawasan Festival Danau Poso yaitu  lokasi rancangan yang tetap berada di kawasan FDP, Baruga sebagai transformasi fungsi baruga sebelumnya yang dikinikan, tema yang digunakan adalah Arsitektur Nusantara, fungsi utama objek rancangan adalah komersial dan edukasi yang dilengkapi dengan fasilitas umum dan pendukung, penggunaan material yang didasarkan pada tema serta struktur dan utilitas. Kata kunci: Baruga, Kawasan Festival Danau Poso, Arsitektur Nusantara
MUSEUM PERDAMAIAN MALUKU DI AMBON “ECO-DESIGN FOR RESPECT THE SPIRIT AND CULTURE OF MOLUCCAN” Tahalea, Medica P.; Tondobala, Linda; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10743

Abstract

ABSTRAK Museum merupakan salah satu wadah pelayanan publik yang bersifat edukatif dan informatif serta menyimpan dan memamerkan koleksi-koleksi yang memliki makna. Akan tetapi, terkadang museum dianggap ketinggalan jaman dan dibiarkan begitu saja sehingga dianggap kurang menarik sehingga kurang mendapat perhatian publik. Perdamaian adalah impian semua orang didunia. Kerusuhan Maluku pada tahun 1999 membuat citra Maluku sebagai negeri yang aman dan damai berubah mejadi negeri yang tak lagi aman dan penuh dengan pertumpahan darah. Perbedaan suku, ras dan agama menjadi alasan untuk berselisih sehigga tali persaudaraan yag telah dibina mejadi rusak. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyatukan perbedaan ini hingga tercipta kembali perdamaian dan mempererat tali persaudaraan Pela Gandong yang telah ada sejak jaman leluhur. Oleh karena itu, dibutuhkan sarana publik yang dapat memberikan edukasi dan informasi tentang sejarah sekaligus sebagai pengenang perdamaian Maluku. Maka dihadirkanlah Museum Perdamaian Maluku dengan tema perancangan Eco-Design for Respect the Spirit and Culture of Moluccan. Dengan konsep bangunan yang dirancang berdasarkan pertimbangan lingkungan dan kebudayaan Maluku. Dimana penataan ruang luar dan dalam tertata sesuai dengan konsep eco-design sehingga terciptalah bangunan yang ramah lingkungan serta hemat energi dan dapat memberikan kesan lebih bagi para pengunjung. Sehingga nantinya minat dan ketertarikan publik untuk berkunjung ke museum dapat bertambah. Kata kunci: eco-design, museum, perdamaian Maluku.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LAHAN DI PULAU BUNAKEN Ruwayan, Dicha K.H.; Kumurur, Veronica; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung dan daya tampung lahan merupakan instrumen yang menjelaskan proses kajian ilmiah untuk menentukan atau mengetahui kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kebutuhan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Pulau Bunaken adalah salah satu pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bunaken dan merupakan salah satu kawasan lindung yang menjadi tujuan wisata andalan di kota Manado Pulau ini merupakan bagian dari Kota Manado yang merupakan  Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara. Perkembangan wilayah pesisir dan lebih khusus pulau - pulau kecil di Kota Manado pada umumnnya masih belum mencapai kondisi ideal khususnya pada daya dukung dan daya tampung lahan. Tujuan dari penelitian ini ialah Menganalisis daya dukung lahan di Pulau Bunaken dan daya tamping lahan di Pulau Bunaken. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial. Berdasarkan hasi studi, analisis daya dukung lahan di Pulau Bunaken terbagi menjadi dua kawasan yang  mendukung kebutuhan pengunaan lahan seluas 187.19 ha atau 23.21 % dari total luas Pulau Bunaken dan kawasan yang tidak mendukung kebutuhan pengunaan lahan seluas 619.28 ha atau 76.79 % dari total luas Pulau Bunaken dan daya tamping lahan di Pulau Bunaken terbagi menjadi tiga kelas yaitu : kelas redah dengan luas 85.55 ha, sedang dengan luas 582,21 ha dan tinggi dengan luas 138,71 ha berdasarkan ketersediaan air pada pulau bunaken bagi kebutuhan penduduk.Kata Kunci : Daya Dukung, Daya Tampung, Lahan, Pulau Bunaken
Co-Authors - Sangkertadi - Suryono - Suryono Abdullah, Nurfia Ayuni Ahmad Thamrin Dahri Alvin J. Tinangon Andi Fatimah Andi Ibahim Yunus Andi Ibrahim Yunus Andi Nur Insan Andi Sompa B, Syamsuddin Bahar - Bahar Bawole, Andretha M. V. Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Deddy Erdiono Dennis M. Rumangu Eldija, Fadillah D. Erna Cahyani Erna Cahyani Esli D. Takumansang Ewin A. Montol, Ewin A. Fachry Abda El Rahman Fadillah D. Eldija Fandi O. P. Salettia Farawowan, Yusuf Fatimah K. Assagaf Febrian Ch. Rembet Fela Warouw Frits O. P. Siregar Hanny Poli Hilda Warouw Ibrahim Yunus, Andi Imannudin, Imannudin Indah Cipta Gobel Indah Cipta Gobel, Indah Cipta Insan, Andi Nur Johannes Van Rate Johannes Van Rate Judy O Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kiriman, Juan O. Kurnia, Widya C. P. Kushelmy R. Astuty, Kushelmy R. Leidy M. Rompas Linda Tondobala Luther Betteng Luther Betteng Maabuat, Jeniver G. L. Maretifanny Caesaria, Maretifanny Matias Sabono Medica P. Tahalea, Medica P. Melo, Rizania M. T. Michael Rengkung Mirza A. P. Kuta Noviar Nurdin Kasim Octavianus H. A. Rogi Papehaseng, Ervi R. Papia J. C. Franklin Paputungan, Dwi Pratiwi Ponga, Gisella T. Porajouw, Eva Fransina Prasitio Lintong R. J. Poluan, R. J. Rachmat Prijadi Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Ricky M. S. Lakat Rismayanti Rismayanti Rizky Brando Sepang, Rizky Brando Rohman, Dede Rondonuwu, Carolina Veny Ruwayan, Dicha K.H. Safaruddin Safaruddin Salilo, Michael Silangen, Johanis K Sinaga, Putri Mulianti Pradani Siti Humariah Sompa, Andi Steward F. Bolang Suci R. Muslim, Suci R. Supardjo, Rinda H. Syafaruddin Syafaruddin Syamsuddin Syamsuddin Tangkere, Yosua Triyan Arif Wibowo, Triyan Turyanto, Ceryn V. Umanailo, Hamdi Veronica A. Kumurur Veronica Kumurur Vicky H. Makarau Windy Mononimbar Yunus, Andi Ibrahim Zulharnah, Zulharnah