Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SPASIAL TERHADAP FASILITAS UMUM UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DIFABEL DI KOTA BITUNG Abdullah, Nurfia Ayuni; Sangkertadi, -; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung merupakan sebuah kota di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki karakteristik unik yakni adanya 3 dimensi keruangan yang berbeda, yaitu: ruang daratan (continent), perairan laut dan pulau. Setiap pengadaan sarana dan prasarana umum yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat wajib menyediakan aksesibilitas yang dapat berbentuk fisik dan non fisik untuk kebutuhan semua kelompok masyarakat, termasuk untuk golongan masyarakat difabel. Pentingnya meneliti kesesuaian pemenuhan kebutuhan difabel pada Fasilitas Umum yang ada di Kota Bitung yakni untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesesuaian kota Bitung dalam meraih predikat standar kota ramah difabel. Peneliti menggunakan teknik analisis skoring untuk mengetahui nilai dan bobot dari masing-masing kriteria indikator pada masing-masing variabel. Ada 6 kriteria yang akan di nilai yaitu transportasi umum, rehabilitasi, pendidikan, bantuan alat, peran serta pembangunan dan lapangan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bitung termasuk dalam klasifikasi “tidak sesuai sebagai kota ramah difabel”. Terdapat empat kriteria aksesibilitas yang belum memenuhi standar sebagai kota ramah difabel yaitu: kriteria aksesibilitas transportasi umum, rehabilitasi, peran serta pembangunan dan lapangan pekerjaan.Kata Kunci: Disabilitas, Kebutuhan difabel, Kota Ramah Difabel.
TAMAN BERMAIN DAN BELAJAR ANAK–ANAK DI MANADO (Language of Space Sebagai Pendekatan Desain) Montol, Ewin A.; Mastutie, Faizah; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10722

Abstract

ABSTRAK Masa anak-anak adalah masa dalam proses tumbuh kembang. Pada usia ini segala aspek perkembangan anak mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan keterampilannya yang masih terbatas, anak-anak melakukan aktifitas bermain untuk mendapatkan informasi tentang dunia sekitarnya. Sehingga dapat dikatakan bermain bagi anak-anak merupakan atau menmungkinkan iklim belajar yang paling optimal bagi anak-anak. Kota Manado  dengan jumlah penduduk anak yang cukup tinggi dihadapkan pada permasalahan yang umum terjadi yaitu sarana dan prasarana dan prasarana yang ada belum memenuhi kebutuhan untuk menunjang perkembangan anak-anak. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diadakan suatu wadah untuk menunjang pertkembangan anak-anak yaitu dengan Taman Bermain dan Belajar Anak-anak. Taman bermain dan belajar anak-anak dengan menggunakan tema Language of Space sebagai pendekatan desain, objek ini diharapkan mampu menyampaikan atau memberi kesan sebagai tempat untuk bermain dan belajar, serta fungsinya untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Taman bermain dan belajar anak-anak di Manado ini adalah wadah atau suatu fasilitas untuk menampung kegiatan anak-anak dengan memakai pendekatan desain Language Of Space. Sesuai dengan peruntukkannya maka objek terletak di Kecamatan Malalayang dengan dalam hal ini  menggunakan metode deskriptif yang melalui berbagai tahapan, yaitu pengumpulan data, analisa data, transformasi konsep. Dengan adanya Taman Bermain dan Belajar ini diharapkan mampu mewadahi kebutuhan akan tumbuh kembang anak. Kata kunci : Anak-anak, Taman, Bermain, Belajar, Language of space
Sekolah Luar Biasa Bagian B di Manado ”Arsitektur Bagi Penyandang Cacat Tunarungu, Mata Yang Mendengar” Bolang, Steward F.; Van Rate, Johannes; Mastutie, Faizah M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6653

Abstract

Karakteristik yang dimiliki oleh seorang penyandang cacat tunarungu berbeda dengan orang normal. Kekurangan mereka dalam indera pendengaran menyebabkan mereka kesulitan dalam bersekolah dan kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di Kota Manado, para penyandang cacat tunarungu hanya bersekolah dengan menumpang di sekolah-sekolah luar biasa yang lain. Hal ini dapat menyebabkan kurang efektifnya sistem pembelajaran bagi anak-anak penyandang cacat tunarungu. Untuk itulah sangat dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai guna untuk mencerdaskan anak-anak penyandang cacat tunarungu. Perancangan Sekolah Luar Biasa bagian B di Manado sangat dibutuhkan oleh anak-anak tunarungu dengan memakai tema ”arsitektur bagi penyandang cacat tunarungu, mata yang mendengar” bertujuan untuk merancang Sekolah Luar Biasa bagian B yang didalamnya mereka tidak saja menuntut ilmu, tapi juga dapat melatih diri mereka sendiri agar ketika berada di dunia luar, mereka tidak dianggap rendah oleh orang-orang normal. Kata Kunci : tunarungu, sekolah, manado
TIPOLOGI FASAD BANGUNAN MASJID DI INDONESIA Humariah, Siti; Mastutie, Faizah
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan bangunan yang penting bagi umat islam karena disanalah tempat segala kegiatan keislaman berlangsung, Masjid adalah tempat bersujudnya makhluk kepada Allah SWT pencipta alam semesta. Penampilan dan isi masjid mencerminkan derajat hubungan manusia dengan Allah SWT, dan antara manusia dengan manusia. Pada umumnya wajah masjid akan bergantung kepada taraf iman manusia, makin tinggi iman maka makin makmurlah masjid itu ataupun sebaliknya.Pengaruh kebudayaan Islam di Indonesia yang begitu beragam telah menghasilkan tipologi fasad bangunan masjid yang berbeda dari berbagai wilayah, dengan mendefinisikan atau mengklasifikasikan objek arsitektural khususnya fasad bangunan masjid, kajian tipologi juga dapat mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu objek. Analisa perubahan tersebut menyangkut bentuk dasar objek atau elemen dasar, sifat dasar, fungsi objek serta proses transformasi bentuknya.Kata kunci: Tipologi, Fasad, Masjid.
MALL DAN HYPERMARKET DI KOTAMOBAGU (IMPLEMENTASI COPYING BEHAVIOR MENURUT P A BELL DALAM ARSITEKTUR) Warouw, Hilda; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i3.3728

Abstract

ABSTRAK Kota Kotamobagu merupakan kota yang sedang berkembang dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi. Sehingga, masyarakat membutuhkan sebuah pusat perbelanjaan yang lengkap, inovatif dan rekreatif. Penggunaan tema copying behavior sebagai penyesuaian terhadap tingkah laku masyarakat dan menjadi langkah awal dalam pembentukan kepribadian atau perilaku manusia terhadap lingkungannya. Adanya penyesuaian terhadap tingkah laku dapat menjadi acuan dalam merancang Mall dan Hypermarket. Tujuan perancangan ini untuk mewadahi dan menunjang aktifitas perekonomian di Kota Kotamobagu, dengan kelengkapan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu setelah mengambil salah satu aspek makna sosial yang ada dimasyarakat yaitu kebiasaan yang ada. Sehingga objek yang nantinya dihadirkan dapat diterima dan mudah beradaptasi dengan masyarakat yang ada. Kata kunci : Mall, Hypermarket, copying, behavior
Model Perancangan Kawasan Wisata Musik di Kota Ambon Dengan Pendekatan Arsitektur Simbiosis Matias Sabono; Noviar Nurdin Kasim; Faizah Mastutie
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol.7 No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ambon City is the center of the port, tourism, and education in the Maluku archipelago. Ambon City and music cannot be separated, even music has become the core movement of the city known as Ambon Manise because musical intuition is naturally inherent in Ambonese life. The development of music in the city of Ambon is very fast, Ambon is a city that has a lot of music enthusiasts, and has even become one of the cities that produce famous music artists in Indonesia. In the mid-20th century, Ambon produced famous singers from national to international levels. This makes Ambon city chosen by UNESCO as one of the world's creative music cities. In developing Ambon City as a world music city, the Ambon City government has prepared 25 plans which are divided into five pillars, namely musicians and communities, infrastructure, education, industrial development, and socio-cultural values. The five pillars are development priorities and development towards one icon, namely Ambon City of Music "Music Tourism". To realize Ambon City of Music "Music Tourism", it is necessary to design a Music Tourism Area as a development priority and development of the five pillars that have been planned by the Ambon city government and the Indonesian creative economy agency. The design of this music tourism area will use symbiotic architecture as a design approach. Symbiotic architecture is expected to combine the diversity of functions that exist in this design so that it can form a complex area
ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK (Studi Kasus: Kelurahan Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat) Indah Cipta Gobel; Faizah Mastutie; Windy Mononimbar
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v7i1.8278

Abstract

Permasalahan sanitasi lingkungan terhadap sistem pengelolaan air limbah domestik masih kurang memadai pada wilayah–wilayah yang termasuk dalam lingkup wilayah pusat kota dan hal ini terjadi pula pada wilayah Kelurahan Mongkonai sebagai bagian dari pusat Kota. Dengan bertambahnya volume air limbah yang dihasilkan masyarakat maka diperlukan proses pengelolaan air limbah yang tepat agar tidak berdampak buruk bagi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Airlimbah domestik khususnya black water di Kelurahan Mongkonai hingga saat ini masih dibuang pada saluran terbuka dan ke badan air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisiscara pengelolaan air limbahdomestik di KelurahanMongkonai. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan serta wawancara/kuesioner. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pengelolaan air limbah domestik khususnya black water di Kelurahan Mongkonai hanya mencapai 35% atau belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal.
Tinjauan Pengelolaan Sistem Ruang Parkir Daerah Tujuan Wisata Belanja Pasar Butung Kota Makassar Cahyani, Erna; Syamsuddin, Syamsuddin; Safaruddin, Safaruddin; Mastutie, Faizah; Ibrahim Yunus, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1984

Abstract

Pasar menjadi sarana kegiatan perekonomian tempat bertemunya penjual dan pembeli. Salah satu pasar di Makassar yang cukup ramai adalah Pasar Butung yang merupakan daerah tujuan wisata belanja dimana sebagian besar penjual maupun pembeli memakai sepeda motor sebagai sarana transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sistem ruang parkir Pasar Butung berupa distribusi jumlah kendaraan maksimum yang masuk sebanyak 67 kendaraan dan yang keluar sebanyak 41 kendaraan, akumulasi parkir maksimum sebesar 265 kendaraan, volume parkir maksimum sebesar 702 parkir/kendaraan, pergantian parkir maksimum sebesar 1,95 kendaraan/kapasitas, dan indeks parkir maksimum sebesar 0,73. Hasil penelitian diperoleh kapasitas ruang parkir saat ini ternyata belum dapat memenuhi kebutuhan kendaraan yang akan parkir maka perlu penambahan ruang parkir. The market is a means of economic activity where sellers and buyers meet. One of the most crowded markets in Makassar is Butung Market, which is a shopping destination where most sellers and buyers use motorbikes as a means of transportation. This study aims to determine the management of the Pasar Butung parking space system in the form of the distribution of the maximum number of vehicles entering as many as 67 vehicles and leaving as many as 41 vehicles, the maximum accumulation of parking is 265 vehicles, the maximum parking volume is 702 parking lots/vehicles, the maximum parking turnover is 1,95 vehicles/capacity, and a maximum parking index of 0.73. The results of the study showed that the current parking space capacity was not able to meet the needs of vehicles to be parked, so additional parking spaces were needed.
Efektifitas Penerapan SMKK Pada Perencanaan dan Pelaksanaan Pekerjaan MEP Pembangunan Hotel sebagai Destinasi Wisata Kota Makassar Ahmad Thamrin Dahri; Andi Ibrahim Yunus; Faizah Mastutie; Erna Cahyani
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 3, No 2 (2023): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v3i2.51812

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) nilai efektivitas/tingkat keberhasilan dan (2) gambaran pelaksanaan, penerapan SMKK pada perencanaan dan pekerjaan MEP (Mekanikal Electrical Plambing) pembangunan hotel sebagai destinasi wisata. Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian Deskriptif Kualitatif. Variabel penelitian yaitu. Metode pengumpulan data menggunakan kusioner, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data menggunakan metode skala Likert. Pada Analisis data menggunakan proses sistematis mensintesi. Hasil analisis data dapat disimpulkan; (1). Nilai efektifitas/tingkat keberhasilan penerapan SMKK pekerjaan MEP (Mekanikal Electrical Plambing) pada pembangunan hotel sebagai destinasi wisata mencapai nilai rata-rata 73% yang termasuk kategori baik (2). Gambaran pelaksanaan SMKK termasuk dalam kategori baik, tetapi masih ada beberapa kekurangan yang terjadi, yaitu: kurangnya kesadaran pekerja/tukang untuk memakai APD, kurang jelasnya rambu-rambu K3 yang ada di lingkungan pekerjaan, dan kurangnya teguran kepada para pekerja sehingga sering kali mengabaikan hal kecil tersebut. Keywords: SMKK, MEP, dan Hotel.
TAMAN BUDAYA KIE RAHA DI KOTA TERNATE. Regionalism Architecture Fatimah K. Assagaf; Faizah Mastutie; Ricky M. S. Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24629

Abstract

Budaya merupakan kekayaan bangsa yang penting untuk diketahui, dipahami, dikembangkan serta dilestarikan sebagaimana yang tertera dalam Undang – Undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, karena budaya mecerminkan identitas dan jati diri masing - masing daerah. Indonesia memiliki beragam seni dan budaya yang berasal dari beragam suku dengan kekhasan serta keunikan masing-masing  yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Maluku Utara merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang juga kaya akan seni dan budayanya. Maluku Utara masih sangat melekat dengan kesultanan, hal ini dikarenakan istilah Maluku yang merujuk pada keempat pusat kesultanan di Maluku Utara, yaitu Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan yang dikenal dengan sebutan Moloku Kie Raha yang artinya Empat gunung Maluku dengan semboyan Marimoi Ngone Futuru yang artinya Bersatu Kita Teguh. Seiring waktu berjalan, dunia semakin canggih dan keinginan masyarakat untuk mengetahui, mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya daerah semakin memudar. Hal ini dikarenakan  belum tersedianya suatu wadah arsitektural yang dapat menampung kegiatan – kegiatan seni dan kebudayaan  yang bersifat edukatif dan rekreatif. Jadi, perancangan Taman Budaya Kie Raha Di Kota Ternate merupakan alternatif dalam pengembangan serta pelestarian seni dan budaya yang bersifat edukatif serta rekreatif. Regionalism Architecture merupakan tema yang diterapkan dalam perancangan Taman Budaya Kie Raha ini, dimana tema ini memadukan teknologi modern dan bahan bangunan yang berkesan masa lampau serta penggunaan ornamen – ornamen khas budaya yang memberi kesan unik pada Taman Budaya Kie Raha ini.  Kata kunci:Moloku Kie Raha, Taman Budaya, Regionalism Architecture.
Co-Authors - Sangkertadi - Suryono - Suryono Abdullah, Nurfia Ayuni Ahmad Thamrin Dahri Alvin J. Tinangon Andi Fatimah Andi Ibahim Yunus Andi Ibrahim Yunus Andi Nur Insan Andi Sompa B, Syamsuddin Bahar - Bahar Bawole, Andretha M. V. Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Deddy Erdiono Dennis M. Rumangu Eldija, Fadillah D. Erna Cahyani Erna Cahyani Esli D. Takumansang Ewin A. Montol, Ewin A. Fachry Abda El Rahman Fadillah D. Eldija Fandi O. P. Salettia Farawowan, Yusuf Fatimah K. Assagaf Febrian Ch. Rembet Fela Warouw Frits O. P. Siregar Hanny Poli Hilda Warouw Ibrahim Yunus, Andi Imannudin, Imannudin Indah Cipta Gobel Indah Cipta Gobel, Indah Cipta Insan, Andi Nur Johannes Van Rate Johannes Van Rate Judy O Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kiriman, Juan O. Kurnia, Widya C. P. Kushelmy R. Astuty, Kushelmy R. Leidy M. Rompas Linda Tondobala Luther Betteng Luther Betteng Maabuat, Jeniver G. L. Maretifanny Caesaria, Maretifanny Matias Sabono Medica P. Tahalea, Medica P. Melo, Rizania M. T. Michael Rengkung Mirza A. P. Kuta Noviar Nurdin Kasim Octavianus H. A. Rogi Papehaseng, Ervi R. Papia J. C. Franklin Paputungan, Dwi Pratiwi Ponga, Gisella T. Porajouw, Eva Fransina Prasitio Lintong R. J. Poluan, R. J. Rachmat Prijadi Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Ricky M. S. Lakat Rismayanti Rismayanti Rizky Brando Sepang, Rizky Brando Rohman, Dede Rondonuwu, Carolina Veny Ruwayan, Dicha K.H. Safaruddin Safaruddin Salilo, Michael Silangen, Johanis K Sinaga, Putri Mulianti Pradani Siti Humariah Sompa, Andi Steward F. Bolang Suci R. Muslim, Suci R. Supardjo, Rinda H. Syafaruddin Syafaruddin Syamsuddin Syamsuddin Tangkere, Yosua Triyan Arif Wibowo, Triyan Turyanto, Ceryn V. Umanailo, Hamdi Veronica A. Kumurur Veronica Kumurur Vicky H. Makarau Windy Mononimbar Yunus, Andi Ibrahim Zulharnah, Zulharnah