Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi sampah domestik sebagai pupuk organik melalui pemanfaatan biopori ramah lingkungan berbahan plastik bekas (studi kasus: Perumahan Taman Safira Lestari) Zulharnah, Zulharnah; Mastutie, Faizah; Yunus, Andi Ibrahim; Fatimah, Andi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31701

Abstract

AbstrakMasyarakat sebagai konsumen selalu menghasilkan sampah. Pemerintah bersama seluruh masyarakat mengolah sampah agar tidak berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penggunaan material berbahan dasar dari plastik secara berlerbihan, mengakibatkan jumlah sampah semakin bertambah banyak. Tumpukan sampah tersebut tentu mengganggu keindahan lingkungan. Bahan plastik banyak digunakan sebagai wadah kemasan minuman mineral. Sampah plastik merupakan sampah an-organik berupa botol plastik bekas kemasan minuman mineral dan sampah yang berasal dari makhluk hidup merupakan sampah organik berupa sisa makanan, daun, kulit buah, dan lainnya, yang berbentuk padat. Salah satu upaya untuk menganggulangi sampah an-organik dan sampah organik dengan membuat kerajinan tangan, berupa biopori ramah lingkungan dan pupuk organik. Perumahan Taman Safira Lestari berada di Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa merupakan lokasi kegiatan PKM, dalam pengelolaan sampah organik dan an-organik. Biopori ramah lingkungan adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah, biasanya diisi dengan bahan organik seperti daun kering, sisa sayuran, atau sampah organik lainnya. Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode andragogi menekankan pada partisipasi aktif, relevansi dengan kehidupan sehari-hari, dan pemecahan masalah nyata. Materi dalam kegiatan PKM ini, yaitu pengenalan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan metode dan tata cara pembuatan biopori ramah lingkungan ramah lingkungan dan pupuk organik. Hasil kegiatan PKM diperoleh hasil warga umumnya telah mempunyai pengetahuan tentang aspek kesehatan lingkungan terkait kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik dan warga mulai sadar akan pentingnya metode yang dapat dilakukan dalam kegiatan pengelolaan sampah organik agar tidak merusak lingkungan, dengan biopori ramah lingkungan yang juga dapat menghasilkan pupuk organik. Kata kunci: sampah; sampah; biopori; pupuk; plastik. Abstract Society as consumers always produces waste. The government together with the entire community processes waste so that it does not have a negative impact on the surrounding environment. Excessive use of plastic-based materials has resulted in an increasing amount of waste. The piles of waste certainly disrupt the beauty of the environment. Plastic materials are widely used as containers for mineral drink packaging. Plastic waste is inorganic waste in the form of used plastic bottles for mineral drink packaging and waste originating from living things is organic waste in the form of food scraps, leaves, fruit peels, and others, which are solid. One effort to overcome inorganic waste and organic waste is by making handicrafts, in the form of environmentally friendly biopores and organic fertilizers. Taman Safira Lestari Housing is located in Romang Polong Village, Somba Opu District, Gowa Regency, which is the location of PKM activities, in managing organic and inorganic waste. Environmentally friendly biopores are cylindrical holes made vertically into the ground, usually filled with organic materials such as dry leaves, vegetable scraps, or other organic waste. This activity is carried out using the andragogy method emphasizing active participation, relevance to everyday life, and solving real problems. The material in this PKM activity is the introduction and problem solving related to the method and procedure for making environmentally friendly biopores and organic fertilizers. The results of the PKM activity obtained the results that residents generally have knowledge about environmental health aspects related to household waste management activities, especially organic waste and residents are beginning to realize the importance of methods that can be carried out in organic waste management activities so as not to damage the environment, with environmentally friendly biopores that can also produce organic fertilizers. Keywords: waste; garbage; biopores; fertilizer; plastic.
PUSAT EDUKASI BIOTANIKAL DI SULAWESI UTARA. Implementasi Eko Arsitektur dalam Desain. Melo, Rizania M. T.; Wuisang, Cynthia E. V.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16806

Abstract

Sulawesi Utara adalah salah satu daerah yang memiliki kekayaan Keanekaragaman Hayati Ekosistem Flora di kawasan Wallacea. Ekosistem Terestial hutan di Sulawesi Utara saat ini berada dalam kondisi baik, dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia, namun seiring dengan semakin bertambahanya usia tumbuhan dan  perubahaan iklim yang sangat drastis dapat mengancam keberadaan sebuah ekosistem hayati dalam suatu daerah, kekayaan flora tersebut diperkenalkan kepada masyarakat secara luas guna menanggulangi pengrusakan lingkungan. Oleh karena itu maka pusat edukasi botanical merupakan wadah pengenalan flora Sulawesi Utara dengan ditunjang oleh sarana edukasi di dalamnya, sehingga pengenalan ekosistem hutan kepada masyarakat dapat menumbuhakan rasa penghargaan terhadap peran tanaman dalam kehidupan.Perancangan Pusat Edukasi botanikal di Sulawesi Utara ditujukan untuk masyarakat umum  peneliti khususnya di Sulawesi Utara agar kehidupan flora dapat memiliki kesempatan bertumbuh dan berkembang biak lebih baik dan bagaimana mengkomunikasikan manusia dengan tanaman secara intim dalam membentuk sebuah hubungan agar timbulnya rasa kesadaran akan pentingnya pelestarian keanekagaraman hayati. Besarnya suatu habitat sangat berpengaruh pada keterbatasan identifikasi, ekplorasi juga pengembangbiakkan tanaman untuk itu perlu dihairkannya ekosistem buatan yang dapat wadah penghasil informasi bagi setiap spesies tumbuhan dari berbagai daerah dan dunia. Kemudian bagaimana sistem kontrol terhadap iklim yang berperan sebagai kelangsungan hidup tumbuhan, dalah satu di dalamnya adalah respon tapak terhadap sirkulasi udara dan cahaya. Dari permasalahan yang ada tema Eko-Arsitektur adalah yang menjadi solusi karena tema merupakan bagian dari arsitektur lingkungan dengan permasalahan dari setiap dampak negatif yang di timbulkan dari perubahan Iklim. Dengan menggunakan media komunikasi berupa dome conservatory yang menyediakan display tanaman dari berbagai daerah di Indonesia, juga dari berbagai iklim di dunia, display rumah kaca dengan display tanaman hpengembangbiakkan secara hidroponik, juga untuk mempercepat penyerbukan dalam tanaman. Sistem ini juga dapat menjadi sarana komunikasi antar manusia dan tumbuhan karena adanya wahana edukasi habitat tumbuhan secara langsung.Kata Kunci : Botanikal, Lingkungan, Pusat Edukasi 
PERPUSTAKAAN DI MANADO. MIMESIS DALAM ARSITEKTUR Turyanto, Ceryn V.; Franklin, Papia J. C.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17087

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Gedung perpustakaan saat ini tersingkir akibat hadirnya teknologi semakin canggih yang berdampak pada menurunnya animo masyarakat keperpustakaan. Oleh sebab itu, di Indonesia, khususnya di Kota Manado, perancangan diperlukan inovasi suatu sarana baca yang tidak hanya bersifat edukatif dan informatif, tetapi juga bersifat rekreatif. Perancangan Perpustakaan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. Dari data yang telah terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur bangunan perpustakaan. Perancangan perpustakaan ini terletak di Kota Manado, ibukota dari provinsi Sulawesi Utara, dimana masyarakatnya mudah tertarik terhadap suatu hal yang baru dan menarik. Untuk memaksimalkan, maka diterapkan ruang akan keperpustakaan dalam tema mimesis dalam arsitektur. Mimesis merupakan salah satu wacana yang ditinggalkan plato dan Aristoteles sejak masa keemasan filsafat Yunani Kuno, hingga pada akhirnya Abrams memasukannya menjadi salah satu pendekatan utama menganalisa seni selain pendekatan ekspresif, pragmatic, dan objektif. Penerapan Arsitektur Mimesis dituntut bukan hanya sekedar meniru saja melainkan merupakan suatu proses pemikiran peniruan yang membutuhkan imajinasi dan fantasi seseorang, namun juga memerhatikan perancangan arsitektur yang dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Kata Kunci : Arsitektur, Mimesis, Perpustakaan
MANADO DESAIN CENTER. Semiotika Arsitektur Tangkere, Yosua; Mastutie, Faizah; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17624

Abstract

Kebutuhan masyarakat  akan fasilitas penunjang kegiatan  merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. Kebutuhan  desain, informasi tentang desain dan hasil desain dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana atau wadah  yang bukan hanya terbatas pada satu jenis desain pada gedung, melainkan beberapa desain yang digabungkan dan menjadi sesuatu yang terpusat. Bangunan Desain Center di Manado mewadahi beberapa jenis desain.Manado Desain Center merupakan sebuah aset berharga bagi sebuah kota atau negara yang menjadikan sebagai salah satu daya tarik wisatanya dan bisa menjadi brand imagenya sebuah kota.  Melalui tampilan visual bangunan, orang awam akan mampu mengidentifikasi apa makna yang terdapat pada desain bangunan tersebut, dan fungsi dari bangunan tersebut. Jika kita memaknai arsitektur sebagai sebuah bahasa yang digunakan para perancang untuk bekomunikasi dengan masyarakat awam, maka tampilan visual bangunan itulah yang menjadi media pertama perancang dalam berkomunikasi. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengidentifikasi sebuah tanda. Di dalam semiotika arsitektur terdapat tiga unsur yaitu sintaksis, pragmatik, dan semantik. Untuk menelusuri makna dalam sebuah desain arsitektur maka digunakan pendekatan melalui unsur semiotika. Melalui pendekatan semiotika arsitektur terhadap tanda – tanda visual pada sebuah desain Manado Desain Center, diketahui bahwa desain sebuah bangunan Desain center merupakan gambaran dari nilai – nilai lokal dan gambaran bentang alam dari lokasi bangunan tersebut berada yang terwujud dalam pengaplikasian desain, terutama pada struktur bangunan tersebut.  Kata Kunci: Manado Desain Center, Semiotika Arsitektur
REDESAIN EX SHOPPING CENTER PASAR 45 & GEDUNG PARKIR DI MANADO. Arsitektur Simbiosis (Symbiosis Nature & History and Present) Bawole, Andretha M. V.; Siregar, Frits O. P.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18397

Abstract

Shopping center yang populer pada tahun 1980-1990an kini sudah tidak seperti dulu. Selain karena bermunculan tempat-tempat perbelanjaan yang baru, secara arsitektural bangunan ini sudah tidak representatif lagi. Walaupun begitu, kawasan ini merupakan salah satu tempat yang memiliki nilai historis terhadap perkembangan kota Manado, baik pelabuhan, perkampungan Cina, perkampungan Arab, hingga Taman Kesatuan Bangsa. Untuk itu diperlukan sebuah pendekatan perancangan yang mampu menghidupkan kawasan ini serta memaksimalkan potensi akan zona-zona tersebut. Dengan melakukan redesain gedung ex Shopping Center serta menghadirkan gedung parkir diharap mampu menjawab permasalahan yang ada di kawasan ini. Konsep Arsitektur Simbiosis ((Nature & History and Present) dipakai dalam rancangan ini dengan memadukan bangunan terhadap kondisi lingkungan sekitar, menggabungkan nilai-nilai masa lalu serta masa yang sekarang. Berdasarkan Analisa pada site, bangunan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan yang ada. Selain menghadirkan suasana yang baru, bangunan ini juga mampu mengakomodir nilai-nilai masa lalu namun tetap menonjolkan kesan yang modern.Kata kunci: Arsitektur Simbiosis, Gedung Parkir, Redesain Shopping Center 
HOTEL WISATA DI KOTAMOBAGU. Arsitektur Nusantara Kiriman, Juan O.; Waani, Judy O.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19023

Abstract

Perkembangan perekonomian Kota Kotamobagu ke depan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang pesat dikarenakan dinamika sosial ekonomi yang sangat aktif. Dapat dibayangkan saat ini Kota Kotamobagu telah menjadi simpul utama bagi beberapa kabupaten sekitar yang berdekatan seperti: Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan bahkan Minahasa Selatan.            Pada bagian lain Kota Kotamobagu telah berkembang jasa hotel dan restoran yang sangat mendukung pengembangan pariwisata di daerah, baik di Kota Kotamobagu sendiri maupun kabupaten-kabupaten sekitar serta provinsi dan nasional, maka untuk lebih mendukung wisatawan datang ke Kota Kotamobagu, harus ada hotel-hotel mewah yang menarik para wisatawan berkunjung ke Kotamobagu.            Pengembangan Hotel Wisata dengan Tema Arsitektur Nusantara akan menjadi prospek yang menjanjikan dimasa moderen sekarang ini dengan berbagai alasan. Dengan menghadirkan hotel yang berkarakter Kotamobagu akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Kota Kotamobagu.     Kata Kunci : Hotel, Kotamobagu, Arsitektur Nusantara
ISLAMIC FASHION COLLEGE DI MANADO. Kongruensi Islamic Fashion dalam Rancangan Arsitektur Kurnia, Widya C. P.; Mastutie, Faizah; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19307

Abstract

Perkembangan Islamic fashion atau busana muslim saat ini berkembang sangat pesat. Beragam faktor yang membuat Islamic fashion terus berkembang. Mulai dari semakin banyaknya perempuan muslim yang memakai jilbab, munculnya banyak komunitas seperti Hijabers Community, semakin banyaknya Islamic fashion designer baru yang bermunculan sampai diselenggarakannya beragam bazar, dan peragaan busana muslim . perkembangan pesat itu tak lepas dari perhatian dan rencana pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai world Islamic fashion center di tahun 2020.Perkembangan Islamic fashion juga dirasakan di Kota Manado, walaupun Kota Manado bukan merupakan kota dengan mayoritas beragama muslim, tapi dampaknya kian terlihat. Melihat perkembangan minat dalam bidang fashion di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, hal itu mendorong penulis untuk dapat menghadirkan Islamic fashion college sebagai suatu sarana pendidikan dan pelatihan tata busana, sarana informasi, promosi dan sekaligus dapat menampung seluruh aktifitas dan kegiatan bagi para penggiat mode yang ada di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado. Dengan tema “Kongruensi Islamic Fashion Metaphoric Dalam Rancangan Arsitektur” mencoba mendukung objek agar kehadirannya di Manado melalui Islamic Fashion College tidak hanya menghadirkan suatu bangunan yang hanya mengutamakan fungsinya saja namun juga dapat menggambarkan bangunan tersebut sebagai fasilitas yang ditujukan khusus untuk penggiat fashion, sehingga memberikan perasaan visual bagi yang menempati maupun yang hanya sekedar melihatnya.Kata Kunci: Islamic fashion, Manado, kongruensi Islamic fashion metaphoric
SEKOLAH SEPAK BOLA DI MANADO. Self Enclosed Modernity - Tadao Ando Salilo, Michael; Warouw, Fela; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21251

Abstract

Sepakbola adalah  salah satu media olahraga untuk mengenali diri dan mengasah mind body-soul, dimana mengacu pada pengalaman yang dicapai melalui latihan terus menerus sampai mencapai chemistry tubuh, pikiran dan jiwanya. Sekolah Sepak Bola” adalah suatu lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan vokasi cabang olahraga sepak bola pada anak sejak usia dini yang akan dilatih baik secara teori maupun praktek sesuai dengan kurikulum yang sudah dibuat oleh sekolah sepak bola tersebut dengan kurun waktu tertentu.Dalam hal ini Self Enclosed Modernity – Tadao Ando merupakan sebuah konsep perancangan yang pada dasarnya merupakan gabungan dari konsep kesederhanaan bentuk, kealamian, dan konsep kekosongan pada diri manusia itu sendiri. Jadi dengan kata lain, Self Enclosed Modernity sangat menjamin rancangan bangunan Sekolah Sepak bola terutama untuk menghadirkan perasaan ketenangan, kesederhanaan, dan harmonisasi yang menyediakan kebutuhan akan kenyamanan dan penunjang aktivitas dari setiap pengguna bangunan didalamnya, terutama dalam membentuk kebutuhan spiritualnya melalui olahraga, sehingga mampu mencapai chemistry mind body-soul.Kata Kunci: Sekolah Sepak Bola, Self Enclosed Modernity, Tadao Ando  
PUSAT REHABILITASI PENDERITA STROKE DI MANADO. Pendekatan Tema Arsitektur Tropis Ponga, Gisella T.; Syafriny, Reny; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21265

Abstract

Stroke merupakan penyakit yang tergolong berbahaya karena dapat menyerang seseorang dengan usia produktif maupun usia lanjut yang berakibat pada kematian dan kecacatan baik secara fisik maupun mental. Sulawesi Utara merupakan tempat yang kasus strokenya tertinggi, melihat pola gaya hidup orang Manado yang pola makannya kurang baik yang sering mengonsumsi daging sehingga dapat menyebabkan stroke. Orang yang telah menderita stroke pastinya membutuhkan rehabilitasi untuk memulihkan kembali bentuk atau fungsi yang normal setelah pasca stroke. Pusat rehabilitasi penderita stroke sebagai tempat pasien melakukan rehabilitasi untuk mendapatkan terapi secara intensif baik terapi fisik maupun terapi psikologi sehingga mampu menekan angka kematian di Sulawesi Utara. Tema yang diangkat dalam perancangan bangunan Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke di Manado yaitu Arsitektur Tropis. Konsep perancangan dengan tema Arsitektur Tropis ini memberikan kenyamanan dan pemulihan yang cepat bagi pasien dalam menjalani rehabilitasi. Tema arsitektur tropis ini diimplementasi pada bangunan baik mengenai sirkulasi ruang, bukaan pada bangunan untuk mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami, serta penataan taman ruang dalam (interior) maupun luar bangunan (eskterior) yang dimanfaatkan untuk ruang hidroterapi outdoor dan gymnasium outdoor.Kata kunci : Arsitektur Tropis, kota Manado, Pusat Rehabilitasi Penderita Stroke, Stroke
RUMAH SAKIT BERSALIN di KOTA MANADO. Arsitektur Perilaku Maabuat, Jeniver G. L.; Makarau, Vicky H.; Mastutie, Faizah
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21300

Abstract

Peranan seorang ibu untuk sebuah Negara sangatlah penting, hal ini dikarenakan seorang ibu akan melahirkan seorang anak  yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Suatu Negara dapat dikatakan Negara maju apabila kasus kematian ibu atau Angka Kematian Ibu (AKI)  saat melahirkan berkurang setiap tahun.oleh karena itu para pemerintah semakin membenah diri dengan memperhatikan kesehatan ibu dan anak yaitu dengan prioritasnya yaitu program pelayanan kesehatan khususnya ibu dan anak. Di kota Manado sendiri ketersediaan rumah sakit bersalin masih sedikit sementara untuk fasilitasnya masih kurang memadai serta design bangunan yang belum sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan anak.Kurangnya ketersediaan fasilitas yang diperuntukan untuk ibu dan anak di kota Manado ini menjadi daya tarik untuk peulis dalam merencanakan pembangunan Rumah Sakit Bersalin di Kota Manado. Perancangan Rumah Sakit Bersalin ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk para ibu dan anak di kota Manado.Dalam perancangan Rumah Sakit Bersalin ini menggunakan  konsep “Arsitektur Perilaku” dimana design bangunan ini menguutamakan keperluan ibu dan anak yang memperhatikan perilaku dari paenggunanya.Kata Kunci : Arsitektur Perilaku, Kota Manado, Rumah Sakit Bersalin
Co-Authors - Sangkertadi - Suryono - Suryono Abdullah, Nurfia Ayuni Ahmad Thamrin Dahri Alvin J. Tinangon Andi Fatimah Andi Ibahim Yunus Andi Ibrahim Yunus Andi Nur Insan Andi Sompa B, Syamsuddin Bahar - Bahar Bawole, Andretha M. V. Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Deddy Erdiono Dennis M. Rumangu Eldija, Fadillah D. Erna Cahyani Erna Cahyani Esli D. Takumansang Ewin A. Montol, Ewin A. Fachry Abda El Rahman Fadillah D. Eldija Fandi O. P. Salettia Farawowan, Yusuf Fatimah K. Assagaf Febrian Ch. Rembet Fela Warouw Frits O. P. Siregar Hanny Poli Hilda Warouw Ibrahim Yunus, Andi Imannudin, Imannudin Indah Cipta Gobel Indah Cipta Gobel, Indah Cipta Insan, Andi Nur Johannes Van Rate Johannes Van Rate Judy O Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kiriman, Juan O. Kurnia, Widya C. P. Kushelmy R. Astuty, Kushelmy R. Leidy M. Rompas Linda Tondobala Luther Betteng Luther Betteng Maabuat, Jeniver G. L. Maretifanny Caesaria, Maretifanny Matias Sabono Medica P. Tahalea, Medica P. Melo, Rizania M. T. Michael Rengkung Mirza A. P. Kuta Noviar Nurdin Kasim Octavianus H. A. Rogi Papehaseng, Ervi R. Papia J. C. Franklin Paputungan, Dwi Pratiwi Ponga, Gisella T. Porajouw, Eva Fransina Prasitio Lintong R. J. Poluan, R. J. Rachmat Prijadi Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Ricky M. S. Lakat Rismayanti Rismayanti Rizky Brando Sepang, Rizky Brando Rohman, Dede Rondonuwu, Carolina Veny Ruwayan, Dicha K.H. Safaruddin Safaruddin Salilo, Michael Silangen, Johanis K Sinaga, Putri Mulianti Pradani Siti Humariah Sompa, Andi Steward F. Bolang Suci R. Muslim, Suci R. Supardjo, Rinda H. Syafaruddin Syafaruddin Syamsuddin Syamsuddin Tangkere, Yosua Triyan Arif Wibowo, Triyan Turyanto, Ceryn V. Umanailo, Hamdi Veronica A. Kumurur Veronica Kumurur Vicky H. Makarau Windy Mononimbar Yunus, Andi Ibrahim Zulharnah, Zulharnah