Claim Missing Document
Check
Articles

PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA KOMPLEKS PERKANTORAN PEMERINTAHAN KOTA KOTAMOBAGU Prasitio Lintong; Veronica A. Kumurur; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25054

Abstract

Kota Kotamobagu berada di Provinsi Sulawesi Utara dan salah satu Kota yang berada di Suku Mongondow. Kota Kotamobagu adalah kota yang saat ini sedang berkembang. Pemerintah Kota Kotamobagu akan membangun Pusat Perkantoran Pemerintahan yang terpusat dalam satu kawasan. Dimana dalam satu kawasan tersebut terdapat kantor Walikota dan Kantor Dinas Pemerintahan. Pembangunan Kawasan Perkantoran Pemerintahan di Kota Kotamobagu menggunakan pendekatan tematik Arsitektur Neo-Vernakular. Melalui pendekatan tematik tersebut objek diharapkan menghadirkan bangunan yang mencerminkan kehidupan dan tidak akan meninggalkan indentidas dari suku mongondow dan juga menghadirkan suatu bentuk arsitektural yang menjadikan sebagai icon atau simbol dari suku mongondow itu sendiri. Dalam bangunan maksimal tidak hanya kualitas (fungsi) tapi juga kuantitas (estetika). Dalam perancangan ini, objek ditutur agar mampu mengoptimalkan perkembangan kota Kotamobagu yang berada dalam satu kawasan perkantoran dalam menjalankan kepemimpinan, serta tugas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.Kata Kunci: Perkantoran Pemerintahan, Kota Kotamobagu, Arsitektur Neo-Vernakular
CREATIVE CENTER DI MANADO. Arsitektur Kontemporer Dennis M. Rumangu; Octavianus H. A. Rogi; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25587

Abstract

Dewasa ini di era milenial industri kreatif merupakan industri yang sangat menjanjikan, di mana pemerintah juga turut mendorong industri kreatif dalam rangka memperkuat ekonomi dalam negeri. Salah satu upaya dalam mendukung hal tersebut adalah dengan membina insan-insan milenial lewat pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing. Penyediaan sarana pendidikan yang dapat menampung beberapa bidang industri kreatif, seperti desain, fotografi, musik, seni pertunjukkan dan lain-lain. Di Manado terlihat adanya  antusiasme generasi mudanya terhadap industri kreatif, yang tercermin dari diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan industri kreatif dan munculnya komunitas-komunitas yang berhubungan dengan industri kreatif. Dari beberapa hal diatas, perancangan “Creative Center” di Manado dianggap sebagai sarana perlu untuk dihadirkan, di mana sarana ini dapat menanpung bukan saja aktivitas pendidikan/edukasi namun juga kegiatan pendukung lainnya. Adapun tema perancangan yang di angkat adalah “Arsitektur Kontemporer” karena sama halnya dengan industri kreatif yang berkembang seiring zamannya gaya arsitektur kontemporer bersifat dinamis dan secara konstan akan selalu berubah seiring perkembangan arsitektur. Dalam metode perancangan sendiri “Creative Center” di Manado terdiri dari pengumpulan data, analisis data dan sintesa konsep yang berlandaskan pada proses desain generasi kedua demi mendapatkan output desain yang optimal.Kata Kunci :    Industri Kreatif, Creative Center, Arsitektur Kontemporer, Manado
PUSAT KREATIVITAS SENI DAN BUDAYA MINAHASA DI TONDANO. Arsitektur Vernakular Febrian Ch. Rembet; Cynthia E. V. Wuisang; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27552

Abstract

Batu adalah “rumah”. Kayu adalah “Rumah”. Tanah adalah “Rumah”. Gunung dan Lembah pun adalah “Rumah. Bahan dan tempat bukanlah merupakan suatu yang menentukan berdirinya sebuah “rumah”. Akal, cara berpikir, dan menentukan situasi adalah dasar utama dalam mendirikan sebuah “rumah”1. Dalam adat dan budaya, kita mewarisi segala hal yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita, yang mana salah satu dari antara warisan tersebut adalah karya arsitektur2. Implementasi dari budaya dan adat ke arsitektur adalah suatu karya yang mewarisi garis estafet nenek moyang dalam bertahan hidup dan meneruskan kehidupan. Di Sulawesi Utara sendiri, terdapat suatu bangsa yang bernama Minahasa. Orang Minahasa sendiri adalah orang-orang yang terikat akan budaya. Yang mana pasti mempengaruhi gaya arsitektur. Terdapat empat suku besar Minahasa yaitu, Tontemboan, Tombulu, Tolour, dan Tonsea yang memilik gaya arsitektur yang serupa, namun memiliki arti yang berbeda-beda. Arsitektur Vernakular menafsirkan suatu gaya arsitektur yang tidak lekang oleh adat dan budaya. Dengan segala keunikan dari daerah, ataupun memiliki suatu tradisi adat terlebih dahulu. Arsitektur Vernakular memiliki makna yaitu dalam membangun sesuatu haruslah menggunakkan adat dan budaya terebih dahulu. Seperti yang terjadi pada masyarakat Minahasa pada jaman dahulu, dimana mereka mendirikan rumah di tempat yang mereka diami pada waktu itu juga dengan memanfaatkan hasil alam yang ada di sekitar dan tradisi-tradisi yang harus dilakukan sebelum membangun rumah. Kata Kunci: Rumah, Minahasa, Adat, Budaya, Vernakular
PENGARUH BISING LALU LINTAS UDARA BANDARA SAM RATULANGI TERHADAP KENYAMANAN PENGHUNI PERUMAHAN DI SEKITARNYA - Suryono; Luther Betteng; Faizah Mastutie
MEDIA MATRASAIN Vol. 9 No. 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v9i3.675

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi pengaruh bising lalu-lintas pesawat terbang bandar udara Sam Ratulangi, terhadap rasa nyaman dan rasa aman para penghuni permukiman disekitarnya perumahan: CBA, Griya 4, dan Permata Klabat. Obyek penelitian tersebut dipilih karena jarak dari Bandar udara Sam Ratulangi relatif dekat, sekitar 300 meter hingga 4.000 meter dan berada satu garis lurus dengan landasan pacu, sehingga permukiman tersebut patut diduga terkena dampak negatif penting dari bising yang bersumber dari aktifitas take off dan landing pesawat udara. Adapun metoda penelitian yang digunakan: pertama, Observasi yakni pemetaan letak bandara dan tiga lokasi perumahan, data penerbangan, kedua adalah pengukuran bising obyektif, yaitu bising latar belakang dan kebisingan dengan menggunakan sound level meter dan pengukuran subyektif yakni dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuisener untuk mendapatkan tanggapan responden, perihal rasa nyaman dan rasa aman para penghuni. Dari hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa rasa nyaman dan aman secara obyektif dan subyektif, terdapat perbedaan yang cukup signifikan, untuk rekomendasi guna mengantisipasi dampak negatif dari bising bagi pihak terkait antara lain: penghuni, pengembang dan pemerintah sebagai pembuat dan pengontrol kebijakan Kata kunci: bising, gangguan rasa nyaman, aman dan antisipasi
TIPOLOGI FASAD BANGUNAN MASJID DI INDONESIA Siti Humariah; Faizah Mastutie
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i2.4113

Abstract

Masjid merupakan bangunan yang penting bagi umat islam karena disanalah tempat segala kegiatan keislaman berlangsung, Masjid adalah tempat bersujudnya makhluk kepada Allah SWT pencipta alam semesta. Penampilan dan isi masjid mencerminkan derajat hubungan manusia dengan Allah SWT, dan antara manusia dengan manusia. Pada umumnya wajah masjid akan bergantung kepada taraf iman manusia, makin tinggi iman maka makin makmurlah masjid itu ataupun sebaliknya.Pengaruh kebudayaan Islam di Indonesia yang begitu beragam telah menghasilkan tipologi fasad bangunan masjid yang berbeda dari berbagai wilayah, dengan mendefinisikan atau mengklasifikasikan objek arsitektural khususnya fasad bangunan masjid, kajian tipologi juga dapat mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu objek. Analisa perubahan tersebut menyangkut bentuk dasar objek atau elemen dasar, sifat dasar, fungsi objek serta proses transformasi bentuknya.Kata kunci: Tipologi, Fasad, Masjid.
PANOPTIC ARCHITECTURE Fadillah D. Eldija; Faizah Mastutie
MEDIA MATRASAIN Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v13i1.14518

Abstract

hitectuBanyaknya kasus mantan narapidana yang kembali ke jeruji lembaga pemasyarakatan, membuktikan kurang ampuhnhya sistem kelembagaan yang saat ini diterapkan. Sistem pembimbingan atau pembinaan dengan usaha rehabilitasi dan reintegrasi  bermaksud agar para tahanan atau mantan nara pidana siap untuk kembali ke masyarakat dan dapat diterima kembali kedalamnya, justru seakan memberikan efek  yang  ‘santai dan biasa’ sehingga tidak adanya efek kejeraan atau citra momok mengerikan yang seharusnya melekat dengan suatu lembaga/penjara. Selain kasus diatas banyak pula kasus perkelahian yang sering terjadi antara penghuni lapas, ini menegaskan ketidak efektifitasnya sistem yang ada dengan penerapan desain bangunan yang saat ini digunakan pada bangunan Penjara. Proses perancangan dalam memecahkan permasalahan yang ada, mengarah pada model proses desain Panopticon/ pendisiplinan oleh Jeremy Bentham.Kata kunci: Lembaga, Panoptic, Penjara
Pelatihan Pembuatan Kursi Sofa dari Bahan Botol Plastik Bekas untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Pemuda Lingkungan Palemba Kelurahan Pattalassang Kabupaten Takalar Erna Cahyani; Andi Ibahim Yunus; Andi Nur Insan; Faizah Mastutie; Bahar Bahar; Andi Sompa
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/inovasi.v3i2.58755

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan salah satu upaya pemerintah yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat. Salah satu solusi penting dalam pelaksanaan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) adalah pelatihan untuk menambah skill bagi para pemuda Lingkungan Palemba yang kehilangan pekerjaan ataupun yang sementara dalam masa mecari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahliannya. Pembuatan  kursi sofa  dengan  memanfaatkan botol  plastik  bekas  dalam  pengerjaannya. Dalam proses pengerjaan hanya dibutuhkan skill, kreatifitas, dan juga keterampilan yang dikuasai para pemuda Lingkungan Palemba agar dapat menjadi bekal bagi mereka. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dibagi menjadi tiga tahapan: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, terdiri dari: sosialisasi program, penyampaian materi, dan pelatihan, serta tahap evaluasi. Karajinan tangan dengan memanfaatkan bahan botol plastik bekas kemasan minuman mineral. Hasil dari bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kepada Masyarakat Kelurahan Pattalassang, berupa kegiatan pelatihan pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan tangan yang berbahan dasar dari plastik untuk meningkatkan ekonomi kreatif. Luaran yang diharapkan dengan adanya produk pemanfaatan bahan bekas yang berupa kerajinan tangan kursi sofa yaitu produk yang dihasilkan akan menjadi produk yang unggul dan berinovasi bisnis baru di bidang industri rumah tangga sehingga dapat dikenal oleh seluruh masyarakat.Kata Kunci: Kursi Sofa,  Botol Plastik Bekas, Pemuda, Lingkungan Palemba
Mengantisipasi Genangan Air Dengan Pemanfaatan Paralon Bekas Sebagai Biopori Pada Perumahan Subsidi di Kota Makassar (Studi Kasus: Perumahan Nasional Panakukkang) Zulharnah, Zulharnah; Mastutie, Faizah; Yunus, Andi Ibrahim; Sompa, Andi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.970

Abstract

The implementation of construction often causes several problems, one of which is waste resulting from the use of building materials in the form of pipes. Paralon are pipes made of plastic. Biopori infiltration holes are cylindrical holes made of paralon that are made vertically into the ground. Biopori aims to restore soil fertility, protect water systems and preserve the carrying capacity of the environment. The aim of this service activity is to improve the quality of the housing environment by improving sanitation by making biopore holes. The implementation method is carried out by demonstration for subsidized housing. Based on the results of the form of community service activities carried out for housing residents Perumahan Nasional Panakukkang, in the form of training activities on the use of used goods into handicrafts made from used plastic to improve the creative economy, this was carried out after delivering the counseling material followed by the practice of installing biopores around and in the housing yard. Based on the results of activities with housing residents, it can be concluded that the use of paralon is an environmentally friendly alternative to biopori made from polyvynil chloride as the main ingredient of biopori.ABSTRAKPelaksanaan pembangunan sering menimbulkan beberapa masalah, salah satunya limbah hasil penggunaan bahan bangunan berupa pipa. Paralon adalah pipa-pipa yang terbuat dari bahan plastik. Lubang resapan biopori adalah lubang silinder berbahan paralon yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Biopori bertujuan memulihkan kesuburan tanah, melindungi tata air, dan kelestarian daya dukung lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan perumahan melalui perbaikan sanitasi dengan membuat lubang biopori. Metode pelaksanaan dilakukan secara demonstrasi kepada perumahan bersubsidi. Berdasarkan hasil dari bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kepada warga Perumahan Nasional Panakukkang, berupa kegiatan pelatihan pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan tangan yang berbahan dasar dari plastik bekas untuk meningkatkan ekonomi kreatif maka dengan dilakukannya setelah penyampaian materi penyuluhan diikuti dengan praktek pemasangan biopori disekitar dan halaman perumahan. Berdasarkan hasil kegiatan kepada warga perumahan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan paralon ini merupakan alternatif biopori ramah lingkungan yang terbuat dari polyvynil chloride sebagai bahan utama biopori.
Konservasi Hewan Laut Penyu Dalam Upaya Pelestarian Dan Pemanfaatan Sebagai Kawasan Ekowisata Di Kabupaten Kepulauan Selayar Syafaruddin, Syafaruddin; Cahyani, Erna; Rohman, Dede; B, Syamsuddin; Mastutie, Faizah; Rismayanti, Rismayanti
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies (Article in Press)
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i1.76681

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk melestarikan penyu di Kabupaten Kepulauan Selayar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung ke pengelola kawasan terkait dan observasi atau pengamatan langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 (empat) jenis penyu yang pernah ditemukan di Kampung Penyu Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu, (1) Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) tingkat frekuensi kemunculan 70 %, (2) Penyu hijau (Chelonia mydas) sebanyak 2 %, (3) Penyu Tempayan (Caretta caretta) sebanyak 15 %, dan (4) Penyu sisik Eretmochelys imbricate) sebanyak 13%.  Namun hanya tersisa 2 jenis penyu yang berhasil di konservasikan yaitu Penyu hijau dan Penyu Lekang. Tahun 2013-2019 sebanyak 443 ekor indukan dan 43.664 butir berhasil diselamatkan. Dari sejumlah telur tersebut, sebanyak 68,53 % berhasil ditetaskan. Pada tahun 2020 hingga awal tahun 2021 tidak ada aktivitas yang dilakukan di Kampung Penyu disebabkan oleh pandemic Covid-19. Dan sekitar pertengah tahun 2022 kembali melakukan aktivitas hingga tahun 2023 berpindah ke lokasi yang baru dan pada tahun 2024 aktivitas peneluran kembali dilakukan dengan jumlah indukan telur sebanyak 6.698 periode Maret-Juli. Adapun upaya yang dilakukan untuk melestarikan kampung penyu yaitu membangun fasilitas konservasi penyu, rehabilitasi pantai peneluran, monitoring dan pengawasan wilayah, pemindahan sarang telur dan rehabilitas indukan penyu, pemeliharaan sementara tukik yang baru menetas, dan kampanye serta memberikan edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian penyu.  Kata Kunci: Penyu, Ekowisata, Pelestarian, Konservasi, rehabilitasi.
Peran Pengabdian Masyarakat dalam Upaya Pemberdayaan Keluarga Ekonomi Lemah di Kelurahan Pa’baeng- baeng Kecamatan Tamalate Kota Makassar Cahyani, Erna; Yunus, Andi Ibrahim; Insan, Andi Nur; Mastutie, Faizah; Safaruddin, Safaruddin; Syafaruddin, Syafaruddin; Sompa, Andi
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2024): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v3i3.65084

Abstract

Abstrak. Sampah plastik merupakan hasil pembuangan laigkungan oleh manusia/ penduduk setelah pemakaian dari manfaat produk buangan plastic tersebut, dimana plastic merupakan salah satu produk industri yang banyak dimanfaatkan manusia sebagai dalam kehidupan sehari-hari, dengan adanya aktivitas manusia dalam pemanfataan dan penggunaan produk plastic ini maka salah satu dampaknya adalah akan adanya selalu potensi limbah lingkungan dari plastic tersebut, atau biasanya kita sebut sampah plastik. Akibat dari sampah yang tidak dikelola dengan sebaik-baiknya maka dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor. Pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan salah satu upaya pemerintah yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat. Salah satu solusi penting dalam pelaksanaan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) adalah pelatihan untuk menambah keterampilan dan meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat  ekonomi lemah di linkungan Kelurahan Pa’baeng- baeng Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Diantara pemanfaatan limbah bahan bekas adalah diantaranya limbah botol plastic, pemanfaatan bahan bekas plastic tersebut termasuk pelatihan Pembuatan  kursi atau sofa berbahan botol plastik bekas, serta pemanfataan bahan bekas dari ranting, kayu, dan bambu.Kata Kunci: Pemberdayaan, ekonomi lemah, limbah.
Co-Authors - Sangkertadi - Suryono - Suryono Abdullah, Nurfia Ayuni Ahmad Thamrin Dahri Alvin J. Tinangon Andi Fatimah Andi Ibahim Yunus Andi Ibrahim Yunus Andi Nur Insan Andi Sompa B, Syamsuddin Bahar - Bahar Bawole, Andretha M. V. Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Deddy Erdiono Dennis M. Rumangu Eldija, Fadillah D. Erna Cahyani Erna Cahyani Esli D. Takumansang Ewin A. Montol, Ewin A. Fachry Abda El Rahman Fadillah D. Eldija Fandi O. P. Salettia Farawowan, Yusuf Fatimah K. Assagaf Febrian Ch. Rembet Fela Warouw Frits O. P. Siregar Hanny Poli Hilda Warouw Ibrahim Yunus, Andi Imannudin, Imannudin Indah Cipta Gobel Indah Cipta Gobel, Indah Cipta Insan, Andi Nur Johannes Van Rate Johannes Van Rate Judy O Waani Judy O. Waani Julianus A. R. Sondakh Kiriman, Juan O. Kurnia, Widya C. P. Kushelmy R. Astuty, Kushelmy R. Leidy M. Rompas Linda Tondobala Luther Betteng Luther Betteng Maabuat, Jeniver G. L. Maretifanny Caesaria, Maretifanny Matias Sabono Medica P. Tahalea, Medica P. Melo, Rizania M. T. Michael Rengkung Mirza A. P. Kuta Noviar Nurdin Kasim Octavianus H. A. Rogi Papehaseng, Ervi R. Papia J. C. Franklin Paputungan, Dwi Pratiwi Ponga, Gisella T. Porajouw, Eva Fransina Prasitio Lintong R. J. Poluan, R. J. Rachmat Prijadi Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Ricky M. S. Lakat Rismayanti Rismayanti Rizky Brando Sepang, Rizky Brando Rohman, Dede Rondonuwu, Carolina Veny Ruwayan, Dicha K.H. Safaruddin Safaruddin Salilo, Michael Silangen, Johanis K Sinaga, Putri Mulianti Pradani Siti Humariah Sompa, Andi Steward F. Bolang Suci R. Muslim, Suci R. Supardjo, Rinda H. Syafaruddin Syafaruddin Syamsuddin Syamsuddin Tangkere, Yosua Triyan Arif Wibowo, Triyan Turyanto, Ceryn V. Umanailo, Hamdi Veronica A. Kumurur Veronica Kumurur Vicky H. Makarau Windy Mononimbar Yunus, Andi Ibrahim Zulharnah, Zulharnah