Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM IMPLEMENTASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER Novika, Revi Gama Hatta; Afifah, Ani; Saputro, Dedi Ari; Damayanti, Emmy; Wandansari, Novia Erliana; Ramadhani, Linda Alfath
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v3i4.2308

Abstract

Primary Health Care Transformation positions health cadres as key actors in implementing Integrated Primary Care (IPC). Although flipcharts are widely used in health education, evidence on their effectiveness in improving cadre readiness for IPC remains limited. This study aimed to assess the effectiveness of flipcharts in increasing Posyandu cadres’ IPC knowledge. A quasi-experimental one-group pre-test–post-test design without a control group was conducted among 30 purposively selected cadres in Sragen Regency in September 2025. IPC knowledge was measured using a structured questionnaire and analyzed with the Wilcoxon Signed Ranks Test. The mean knowledge score increased from 9.17 to 9.97, with a Wilcoxon test result of p = 0.002 (p < 0.05), indicating a significant improvement. These findings support previous evidence on the usefulness of simple visual media in strengthening cadre comprehension. Flipcharts are a practical educational tool to enhance cadre capacity and support IPC implementation at the community level.
Analisis Siswa Dalam Mengatasi Kecemasan Matematis Terhadap Pemecahan Masalah Di Tinjau Dari Teori Polya Nisa’, Fatma Zahrotun; Fuat; Afifah, Ani
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.982

Abstract

Kecemasan matematis merupakan faktor yang dapat menghambat kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika, khususnya yang membutuhkan penalaran sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana siswa mengatasi kecemasan tersebut berdasarkan langkah-langkah Polya: memahami masalah, merencanakan, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini dilakukan di MTs Yayasan Tarbiyah Islam Nguling. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas VIII B yang mengikuti tes pemecahan masalah, di mana tiga siswa dengan gejala kecemasan dipilih untuk wawancara mendalam. Instrumen penelitian mencakup tes berbasis langkah-langkah Polya, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan siswa muncul pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Meskipun demikian, siswa memilikicara mengatasi diri, seperti menenangkan diri, membaca ulang soal, menghubungkan dengan konsep yang dikuasai, serta mencari bantuan dari teman atau guru. Dapat disimpulkan bahwa cara pengendalian diri ini mampu membantu siswa menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan Polya meskipun kecemasan matematis memengaruhi proses pemecahan masalah mereka.
Developing Mathematical Creativity in Early Grades: Impact Analysis of Geometric Problem Solving on Student Cognitive Levels Afifah, Ani; Karim, Samuel
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7 No 3 (2025): Child Education Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v7i3.8424

Abstract

In today's digital era, critical and creative thinking skills are crucial for students to adapt to the demands of the 21st century. Creative and effective teaching, such as geometric problem solving, is considered an attractive strategy to enhance these skills. This study was conducted to evaluate the impact of geometric problem solving teaching on students' cognitive development at the elementary level, where previous research has focused more on the development of cognitive and psychomotor skills. The main objective of this study was to analyze the level of mathematical creativity of early grade students in solving geometric problems involving triangles and quadrilaterals. Using a qualitative descriptive approach, this study involved three students with different levels of mathematical ability. Data were collected through validated problem-solving tasks, in-depth interviews, and documentation, then analyzed based on indicators of fluency, flexibility, originality, and elaboration. The results showed significant differences in students' cognitive levels: students with high ability achieved Creative Thinking Level (CTL) 4, students with medium ability achieved CTL 2, and students with low ability achieved CTL 0. The integration of non-routine geometric problems from the early grades is crucial for mapping and stimulating students' creative potential. These findings provide practical implications for educators in designing inclusive learning interventions to accelerate the achievement of basic numeracy literacy and 21st-century skills in accordance with the global mandate of the SDGs.
Pengembangan Media Pembelajaran Transformasi Fungsi untuk Mengukur Kreativitas Siswa Kelas XI SMA 2 Pasuruan Puspitasari, Bhunga Anggrainy; Afifah, Ani; Supriyo, Supriyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis GeoGebra Classroom pada materi transformasi fungsi untuk mengukur dan meningkatkan kreativitas siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Pasuruan. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi dari ahli materi dan ahli media, serta tes kreativitas berupa pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memiliki tingkat kevalidan yang sangat baik, yaitu sebesar 89,38% dari ahli media dan 88,10% dari ahli materi. Penggunaan GeoGebra Classroom juga menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek kreativitas siswa, ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata skor dari 68,33 pada pretest menjadi 92,33 pada posttest. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan efektif dalam memfasilitasi pemahaman konsep secara visual dan interaktif, serta mampu mendorong siswa untuk berpikir kreatif. Dengan demikian, GeoGebra Classroom dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika yang selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.