Claim Missing Document
Check
Articles

Empowerment of posyandu cadres in creating healthy villages free of stunting Indarwati Indarwati; Tri Susilowati; Annisa Andriyani
Community Empowerment Vol 9 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12201

Abstract

The stunting rate in Kedungan Village remains unchanged, with 19 toddlers affected in 2023 and one reported death in 2024. The primary objective of the community service activities is to enhance the knowledge of posyandu cadres regarding stunting and its prevention, as well as to improve their skills in food preparation and presentation to support the nutritional resilience of stunted toddlers. These activities are conducted in stages, beginning with coordination, followed by socialization about stunting and its prevention, training on food processing and serving techniques, and mentoring cadres in providing supplementary feeding (PMT) to stunted toddlers. The outcomes of these activities demonstrated a significant increase in participants' knowledge about stunting and its prevention, with the average correct answers rising from 54.1% in the pre-test to 74.3% in the post-test. Regarding practical application, the processed PMT distributed at the posyandu has adhered to the techniques taught during the training, including proper food preparation and presentation. Meals were served in an appealing manner, following the examples provided during the training sessions.
Relationship between healthy diet and prevalence of obesity among adults Annisa Andriyani; Erny Elviany Sabarudin; Fitri Ardiani; Jean Henry Raule
Oshada Vol. 1 No. 5 (2024): Oshada Journal - October
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/ns3rkh90

Abstract

This study aims to analyze the relationship between healthy eating and the prevalence of obesity in adults, with reference to various literature studies. Obesity has become a significant global health problem, which is associated with an increased risk of chronic diseases such as type 2 diabetes, hypertension, heart disease, as well as some types of cancer. Furthermore, obesity also contributes to physical and cognitive disabilities in adults, especially among older adults. Although weight loss can reduce this risk, there are concerns among healthcare providers about the potential risks that can arise from weight loss, such as loss of muscle mass and bone density. Intentional weight loss has been shown to be effective in improving glycemic control, reducing cardiovascular risk factors, and improving physical function, but it should be done with close supervision. A healthy diet, including a balanced intake of macronutrients, as well as essential micronutrients such as vitamins D and B-12, is essential in reducing the prevalence of obesity and maintaining a healthy body. The study emphasizes the importance of health policies that strengthen access to nutritious food and educational programs that focus on dietary changes and increased physical activity
Pemberdayaan Kader Kesehatan Aisyiyah dalam Penanganan Kegagalan KB IUD di Surakarta Jawa Tengah Andriyani, Annisa; Latif, Nazaruddin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1768

Abstract

Tingginya angka kegagalan KB IUD di Surakarta menjadi tantangan utama bagi kader kesehatan Aisyiyah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kurangnya pemahaman kader tentang penyebab dan penanganan kegagalan KB IUD, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang perawatan KB IUD, memperparah masalah ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan Aisyiyah dalam memahami penyebab kegagalan KB IUD serta cara penanganannya, sehingga mereka dapat memberikan edukasi yang lebih efektif kepada masyarakat. Metode Pelaksanaan melalui pelatihan dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Sebanyak 40 kader kesehatan dari 27 ranting Aisyiyah di Surakarta dilibatkan dalam pelatihan ini. Materi pelatihan mencakup penyebab kegagalan KB IUD, langkah pencegahan, dan teknik edukasi kepada masyarakat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 75% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penyebab kegagalan KB IUD dan langkah-langkah pencegahannya. Kader kesehatan juga menjadi lebih terampil dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang KB IUD dan metode kontrasepsi lainnya. Program ini berdampak positif pada peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat. Kader merasa lebih percaya diri dan siap untuk mendeteksi serta menangani kasus kegagalan KB IUD, sekaligus mempromosikan metode kontrasepsi yang aman dan efektif.
EVALUATION OF A SANTUN SEJATI WEB-BASED APPLICATION: MOTHER AND BABY CARE WITH COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY APPROACH Maryatun; Bangkit Ary Pratama; Indarwati Indarwati; Annisa Andriyani; Ratnawati Kusumaningsih; Sri Mulyani; Endang Sri Wahyuni; Nur Wulan Agustina
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aplikasi berbasis web yang menggunakan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam perawatan bayi dan ibu nifas. Metode penelitian adalah studi evaluasi dengan peserta pengguna santunan sejatiaplikasi berbasis web. Ini menyediakan informasi, sumber daya, dan panduan berdasarkan prinsip CBT untuk membantu ibu dalam mengatasi stres, depresi pascapersalinan, dan mengembangkan pola pikir positif terkait perawatan bayi dan ibu pascapersalinan. Pada tahap ini, data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kepuasan pengguna terhadap aplikasi. Kuesioner dilakukan untuk mengukur kepuasan penerapannya. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menjelaskan kepuasan mereka terhadap pengetahuan, kegunaan aplikasi, kejelasan informasi, dan tampilan menarik dari aplikasi yang tersedia. Pengguna memberikan umpan balik positif mengenai kemudahan penggunaan aplikasi, kualitas informasi, dan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian,
Determinants of Reusing Implant Contraception Through The Safari KB Program in Surakarta Indarwati; Andriyani, Annisa; Maryatun; Handayani, Sri; Susilowati, Tri
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 2 (2024): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i2.760

Abstract

Purpose This research analyzes the characteristics and determinants of repeat users of Implan contraception in Surakarta. Method This is a quantitative-research using a cross-sectional survey approach with 117 purposively selected samples. Data was collected using a questionnaire that has been tested for validity and reliability using the Cronbach's Alpha formula, with a reference value of ≥ 0.07. The data was analyzed through univariate and bivariate analyses using the chi-square test and multivariate analysis with logistic regression. The analysis was developed through a three-stage backward conditional modeling process. The first stage involved screening variables that met the criteria for inclusion in multivariate analysis. The second stage analyzed variables that were significantly related to the dependent variable. In the third stage, the variables contributing the most to the dependent variable were determined. Results: In the first stage of modeling analysis, it was found that the education level variable could not be included in the multivariable analysis. In the second stage, six variables were analyzed, and only three variables showed a strong and significant relationship, which were employment status with an Odds Ratio (OR) of 3.05, parity with an OR of 4.62, and the age of the last child with an OR of 2. In the third stage, by examining the magnitude of the Odds Ratio, it was determined that the parity variable with an OR of 4.62 was the strongest variable related to the dependent variable. Conclusion; The characteristics of repeated Implan method users are working mothers, having children aged at least three years, having at least two children, being married for more than 10 years, and having both male and female children.
Upaya Mencegah Infeksi Luka Pasca Operasi Di Bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Annisa Andriyani; Yessi Lela Sari; Nabila Putri; Lisa Kumala Dewi; Fara Harum Anisa; Nabilla Felicia Az Zahra; Muh Bintang Prabowo
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 10 (2024): GJMI - OKTOBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i10.992

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan dengan menggunakan prosedur invasif, dengan tahapan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang ditangani. Pembukaan bagian tubuh yang dilakukan tindakan pembedahan pada umumnya dilakukan dengan membuat sayatan, setelah yang ditangani tampak, maka akan dilakukan perbaikan dengan penutupan serta penjahitan luka (Sjamsuhidayat & Jong, 2016). Setelah dilakukan pembedahan/operasi maka akan terbentuk sebuah luka dari sayatan yang dibuat tersebut. Luka terdiri dari dua jenis yaitu luka bersih dan luka kotor. Luka yang disebabkan karena tindakan pembedahan/operasi sering disebut dengan luka bersih, yang dapat pulih kembali dalam kurun waktu 6-8 minggu. Dalam masa penyembuhan luka perlu diperhatikan kebersihan dari luka tersebut. Hal ini dikarenakan saat fase penyembuhan, luka sangat rentan terkena infeksi. Infeksi adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit masuk dan berkembang biak di dalam tubuh, sehingga membuat masa penyembuhan luka memanjang atau bahkan dapat juga menyebabkan penyakit. Gejala yang biasa muncul saat luka terjadi infeksi antaralain : luka terasa nyeri, bengkak, berwarna kemerahan, dan terdapat nanah/pus pada luka.
Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera) pada Ibu Pasca Melahirkan untuk Meningkatkan Produksi ASI Maryatun, Maryatun; Andriyani, Annisa; Lusia, Eka; Ikhsan, Maulida Nur; Siyama, Anis
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i2.1712

Abstract

Latar Belakang: Produksi ASI yang optimal sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayi. Namun, banyak ibu pasca melahirkan menghadapi kesulitan dalam memproduksi ASI yang cukup, yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk kandungan nutrisi tinggi seperti vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian kapsul Moringa oleifera terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu pasca melahirkan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan melibatkan 15 ibu pasca melahirkan yang memenuhi kriteria inklusi. Partisipan diberi kapsul Moringa oleifera dosis 500 mg dua kali sehari selama dua minggu. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi, dan analisis data dilakukan menggunakan uji t-berpasangan. Hasil: Rata-rata produksi kolostrum meningkat dari 7,39 ml menjadi 16,73 ml setelah intervensi, dengan deviasi standar 7,39 ml. Nilai p < 0,001 menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan: Moringa oleifera terbukti efektif sebagai suplemen tambahan untuk meningkatkan produksi ASI, terutama bagi ibu yang menghadapi kendala laktasi. Selain itu, kandungan nutrisi daun kelor dapat mendukung kesehatan ibu secara keseluruhan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi variasi dosis, durasi pemberian, serta efek jangka panjangnya pada laktasi dan kesehatan ibu serta bayi.  
The Karakteristik Ibu Hamil dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Nurrohmah, Anjar; Indarwati; Andriyani, Annisa
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.124

Abstract

Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator penting pada kualitas pelayanan kesehatan di suatu negara, salah satu penyebab tidak langsung angka kematian ibu adalah kejadian anemia saat kehamilan. Anemia pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah usia, pendidikan, status nutrisi, kunjungan antenatal, paritas,  jarak kehamilan, pola makan,  dan  konsumsi zat besi. Puskesmas Grogol merupakan salah satu Puskesmas yang menempati urutan pertama dengan kasus ibu hamil yang menderita anemia di wilayah Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Ibu hamil dengan anemia di wilayah Puskesmas Gogol Kabupaten Sukohajo, Jawa Tengah. Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptik analitik dengan pendekatan cross sectional survey. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 274 orang. Sample dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 2-3 di wilayah Puskesmas Grogol yang mengalami anemia dan bersedia menjadi responden yaitu berjumlah 53 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa mayoritas responden berusia 20-35 tahun (73.6%), berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar (SMA 65%), sebagian besar ibu tidak bekerja (73.6%), sebagian besar adalah ibu baru mempunyai satu anak (77.4%), dan berdasarkan perilaku kepatuhan minum tablet besi (Fe) sebagian besar (66%) patuh dengan anemia ringan sebesar 98%.  Sebagian besar responden mempunyai level anemia ringan dengan usia sebagaian besar pada rentang 20-35 tahun, Pendidikan SMA, ibu tidak bekerja, dengan paritas anak lebih dari satu dan patuh mengkonsumsi suplemen zat besi dan sebagian besar mempunyai level anemia ringan
Trends in Ultra-Processed Food Consumption and Its Correlation to Obesity Risk in Urban Adolescents Zuhrotunida Zuhrotunida; Irwan Hadi; Annisa Andriyani
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 2 (2025): JULY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/5fwa9050

Abstract

The trend of ultra-processed food (UPF) consumption among urban adolescents has increased along with the modern, fast-paced lifestyle. This consumption pattern has the potential to increase the risk of obesity, especially in school-age groups. This study aims to analyze the relationship between the level of ultra-processed food consumption and the risk of obesity in adolescents based on Body Mass Index (BMI). The study was conducted with a quantitative approach and cross-sectional design on 200 high school students in the DKI Jakarta area. Data were collected through a Food Frequency Questionnaire (FFQ) and anthropometric measurements (weight and height). The analysis technique used the Kolmogorov-Smirnov normality test, Pearson correlation test, and simple linear regression with a significance level of p < 0.05. The results showed that the majority of respondents consumed ultra-processed foods in the moderate to high category. The highest average BMI was recorded in the high UPF consumption group (24.3), while the low consumption group had an average BMI of 21.4. The Pearson correlation test yielded an r value of 0.479 (p = 0.000), and linear regression showed a 23% contribution of UPF consumption to BMI variation (R² = 0.230). This study concluded that there is a significant positive relationship between ultra-processed food consumption and obesity risk in urban adolescents. These results provide an important basis for strengthening nutrition education programs, limiting unhealthy food advertising, and implementing healthy canteen policies in school environments.
The Impact of Traditional and Modern Practices on Maternal Health During the Postpartum Period Andi Muhammad Multazam; Isah Fitriani; Annisa Andriyani
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 5 (2026): JANUARY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/wa2v2k33

Abstract

This mixed-method study demonstrates that postpartum care practices significantly influence maternal health outcomes, with modern practices and integrated traditional–modern approaches yielding better results than reliance on traditional practices alone. Quantitative findings indicate that mothers who adopted evidence-based postpartum care experienced improved physical recovery and overall health status, while qualitative insights reveal that traditional practices continue to play an important psychosocial and cultural role. The integration of both approaches emerged as the most beneficial model, suggesting that maternal health outcomes are optimized when biomedical care is complemented by culturally meaningful practices that provide emotional support and social reassurance. The findings carry important implications for maternal health policy and practice. Health professionals should avoid framing traditional postpartum practices as inherently harmful and instead adopt culturally sensitive strategies that encourage safe integration with modern care. Training programs for midwives and postpartum care providers should emphasize respectful communication and cultural competence to enhance maternal trust and service utilization. However, this study has limitations. The findings are context-specific and may not be fully generalizable to regions with different cultural or healthcare systems. Additionally, the cross-sectional nature of the quantitative phase limits causal inference, and self-reported health measures may be subject to recall bias. Future research should employ longitudinal designs and broader geographic coverage to further examine the long-term health effects of integrated postpartum care models.