Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of the TENANG Method as a Participatory Educational Approach in Self-Monitoring of IUD Strings Annisa Andriyani; Indarwati Indarwati; Tri Susilowati; Anjar Nurrohmah
Media of Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Media of Health Research, May 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/mohr.v4i2.542

Abstract

The intrauterine device (IUD) is a highly effective long-term contraceptive; however, failure still occurs, often due to limited acceptor involvement in routine self-monitoring. Existing educational approaches tend to focus on information delivery and lack structured, participatory components that support consistent self-monitoring practices. This study aims to analyze the effectiveness of the TENANG (Find the Thread) method as a participatory educational approach to improve knowledge and the application of IUD string self-monitoring among contraceptive acceptors. A quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test was used with 336 IUD acceptors in Banjarsari District. The intervention was conducted over three months using structured education and monitoring tools. The results showed a significant increase in knowledge after the intervention (χ² = 325.000; p < 0.001), with 94.9% of respondents attaining a high level of knowledge. In addition, 75.3% of participants applied the TENANG method. Educational level was identified as a significant factor influencing implementation (p = 0.002). The study highlights the novelty of integrating participatory education with structured self-monitoring tools in improving contraceptive-related behavior. The TENANG method demonstrates potential as a practical and scalable approach to strengthen acceptor involvement and enhance the effectiveness of long-term contraceptive use.
Penerapan Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Post Sectio Caesarea di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Novita Dwi Safitri; Annisa Andriyani
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 4 (2024): October : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i4.374

Abstract

Background: One of the effects that occurs after Sectio Caesarea surgery is complaints of pain. Data from the World Health Organization (WHO) SC prevalence is 46% in China and 25% in Asia, Europe and Latin America. Based on 2021 RISKESDAS data, the number of deliveries using the Sectio Caesarea method in Indonesia is 17.6%. The data obtained at PKU Muhammadiyah Hospital included 1045 mothers giving birth by Sectio Caesarea. Post SC pain data is mostly on the moderate pain scale with 66.0%, mild pain with 25.7%, and severe pain with 7.7%. One non-pharmacological intervention is providing early mobilization measures. Objective: To determine the results of implementing early mobilization measures to reduce the intensity of Post Sectio Caesarea pain. Method: Descriptive observational research using a case study method carried out by 2 respondents from Post SC mothers who underwent early mobilization in the first 6 hours after caesarean section until the third day. Results: The pain scale in respondents after early mobilization was on the mild pain scale. Conclusion: There is a reduction in pain for Post Sectio Caesarea mothers by early mobilization.
Penerapan Senam Kaki terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Riska Suci Ramadani,; Annisa Andriyani
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.263

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara mandiri adalah senam kaki diabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan sesudah penerapan senam kaki pada penderita DM tipe II. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua responden penderita DM tipe II di wilayah kerja UPT Puskesmas Gambirsari. Penerapan senam kaki dilakukan selama empat hari berturut-turut dengan durasi 30 menit setiap sesi. Pengukuran kadar glukosa darah sewaktu dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer, sedangkan proses pelaksanaan dicatat melalui lembar observasi. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada kedua responden. Pada hari terakhir penerapan, kadar glukosa darah sewaktu Ny. S menurun dari 181 mg/dL menjadi 162 mg/dL, dengan selisih 19 mg/dL, sedangkan Ny. M menurun dari 190 mg/dL menjadi 156 mg/dL, dengan selisih 34 mg/dL. Secara keseluruhan, kadar glukosa darah sewaktu menunjukkan kecenderungan menurun setelah penerapan senam kaki selama empat hari. Kesimpulan: Penerapan senam kaki diabetes menunjukkan adanya perubahan dan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada penderita DM tipe II. Senam kaki dapat digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dan aktivitas mandiri untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah pada penderita DM tipe II.
Penerapan Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Congestive Heart Failure Di Kelurahan Andong Ida Febriani; Annisa Andriyani
Public Health and Safety International Journal Vol. 3 No. 02 (2023): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v3i02.376

Abstract

Latar Belakang: Congestive Heart Failure merupakan kelainan fungsi jantung yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Salah satu gejala klinis adalah sesak nafas merupakam kurangnya oksigen yang masuk kedalam paru paru. Posisi semi fowler sebagai salah satu tindakan keperawatan yang mampu mengurangi sesak nafas sehingga asupan oksigen meningkan dan sesak nafas berkurang. Tujuan: Mengetahui perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien CHF di Kelurahan Andong. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif pada 2 responden perempuan yang dilakukan dari tanggal 9 – 11 Juni 2023 di Dusun Sugihan RT 22 RW 09 Kelurahan Andong, Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali dengan tiap responden diberikan intervensi selama 3 hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan oxymeter untuk mengukur nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah penerapan. Hasil: nilai saturasi oksigem sebelum dilakukan penerapan kedua responden termasuk hipoksia ringan dengan responden ke-1 nilai 93% pada responden ke-2 nilai 94% dan setelah dilakukan penerapan kedua responden termasuk kategori normal dengan responden ke-1 nilai 98% dan responden ke-2 skor 98%. Kesimpulan: Penerapan posisi semi fowler ini mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF di Kelurahan Andong.
Penerapan Massage Payudara Terhadap Bendungan Asi Pada Ibu Post Partum Di Kelurahan Potronayan Kabupaten Boyolali Indah Fitri Lestari; Annisa Andriyani
Public Health and Safety International Journal Vol. 3 No. 02 (2023): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v3i02.379

Abstract

Latar Belakang: Post partum pada ibu dimulai dari hari kelahiran sampai dengan 6 minggu setelah kelahiran pada masa ini ibu wajib memberikan ASI kepada bayi. Masalah kegagalan pemberian ASI secara eksklusif pada bayi yang perlu diperhatikan adalah karena ibu yang mengalami bendungan asi sehingga ASI tidak lancar. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan bendungan ASI dan meningkatkan kelancaran ASI bisa dengan perawatan payudara seperti Massage Payudara. Tujuan: Mengetahui hasil penerapan Massage payudara terhadap ibu post partum dengan bendungan asi di Kelurahan Potronayan Kabupaten Boyolali. Metode: jenis penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Hasil: Bendungan asi sebelum dilakukan Massage payudara pada Ny. I dan Ny. Y di dapatkan mengalami bendungan asi dengan tidak keluarnya asi. Bendungan asi setelah dilakukan Massage payudara pada Ny. I dan Ny. Y mengalami penurunan dengan kelancaran pengeluaran asi. Kesimpulan: Terdapat perubahan bendungan asi sebelum dan setelah dilakukan Massage payudara pada kedua responden ibu post partum.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kegagalan KB IUD di Surakarta Annisa Andriyani; Mariya; Ayu Pratika Cahyanadia; Fitri Rizki Amelia
Public Health and Safety International Journal Vol. 4 No. 02 (2024): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v4i02.935

Abstract

Urgensi Terdapat Prevalensi kegagalan IUD di Surakarta selama 2022. Dampak kegagalan IUD bagi ibu antara lain meningkatnya risiko abortus, sepsis, kehamilan ektopik, bagi janin antara lain meningkatnya risiko BBLR, kelahiran prematur. Faktor yang mempengaruhi kegagalan IUD adalah umur, paritas, jenis IUD, riwayat ginekologi (penyakit payudara, kejadian ekspulsi), panjang rongga rahim, pendidikan, pengalaman menggunakan IUD, lama waktu penggunaan IUD. Penelitihan ini penting dilakukan karena akan mempengaruhi Ketertarikan aseptor KB IUD. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan IUD di Kota Surakarta pada tahun 2022.[1] Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional, menggunakan total sampling. Sampel penelitian ini adalah akseptor IUD yang terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.Variabel yang diteliti adalah umur, paritas, lama waktu penggunaan, kejadian ekspulsi, Pengumpulan data dengan melihat catatan pelaporan KB IUD dan telusur ke tempat pelayanan KB. Hasil penelitihan didapatkan  83,3 % berumur kurang dari 35 tahun, 100 % dialami multipara, Lama waktu pengguaan KB 66,6 % telah lebih dari 1 tahun, 100% aseptor yang mengalami kegagalan KB IUD tidak melakukan control sesuai jadwal yang telah ditetapkan.dan 83,3 % IUD berada dalam rahim. Kesimpulan dari penelitihan ini adalah Sebagian besar aseptor yang mengalami kegagalan KB mempunyai usia kurang dari 35 tahun, mempunyai paritas lebih satu, Lama penggunaan IUd dengan kejadian kegagalan lebih dari 1 tahun, Kepatuhan dalam control tidak patuh, dan kondisi  IUD berada di dalam rahim