Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Effectiveness Of Implementing Population Administration Service In Order To Increase Ownership Of E-KTP Documents In Subdistrict Merauke District Merauke Rachmat, Rachmat Agung; Aenal Fuad Adam; Frederikus Antonius Mana; Syahruddin; Syahrabudin Husein Enala; Muhammad Novan Prasetya
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 22 No. 2 (2024): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v22i2.257

Abstract

Providing services to the community is the main goal of a government agency. One of the services provided is creating E-KTP documents. E-KTP is an update of the conventional KTP which is considered less effective in providing data validity. This E-KTP document can only be owned by one person under one identity, therefore ownership of an E-KTP document is very important to support people's lives. The aim of this research is to find out how effective the implementation of population administration services is in order to increase ownership of E-KTP documents in Merauke District, Merauke Regency. This research uses Emitai Etzioni's effectiveness measurement theory which has four theories, namely: adaptation, integration, member motivation, and production and uses qualitative research methods with a descriptive approach. The data collection technique used in this research is by using field studies and literature studies. The results of the research show that the E-KTP service in Merauke District has been running effectively as indicated by the availability of adequate facilities and the existence of human resources who adapt quickly, however there are still several obstacles in its implementation, namely the failure to disseminate information to the community, limited availability of blanks and still poor employee attitude.
PELATIHAN DAN PERENCANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAMPUNG WISATA KWEEL KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA SELATAN Mana, Frederikus Antonius; Enala, Syahrabudin Husein; Munfarikhatin, Anis; Adam, Aenal Fuad; Prasetya, Muhammad Novan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37742

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata Kampung Kweel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Meskipun memiliki potensi besar, pengembangan pariwisata di daerah ini belum optimal. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk mempromosikan pariwisata berbasis komunitas, yang melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan perencanaan kegiatan wisata. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan keterampilan manajemen pariwisata, dan difusi teknologi. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang potensi wisata, keterampilan dalam pengelolaan pariwisata, serta terbentuknya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kesimpulannya, pengembangan kampung wisata di Kweel diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal.
Kelembagaan dan Model Kolaborasi Multi-Pihak dalam Pengelolaan Sawit Swadaya di papua Selatan Enala, Syahrabudin Husein; Nur Jalal; Antonius Nggewaka; Frederikus Antonius Mana
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kelembagaan dan model kolaborasi multi-pihak dalam pengelolaan sawit swadaya di Papua Selatan. Pengelolaan sawit swadaya memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, namun dihadapkan pada tantangan kelembagaan yang lemah, rendahnya kapasitas petani, serta keterbatasan akses terhadap rantai pasok berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan lokal memiliki peran penting sebagai penghubung antara petani, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Model kolaborasi multi-pihak yang efektif ditandai oleh kejelasan peran, kepercayaan antar-aktor, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan inklusivitas. Kajian ini merekomendasikan pembentukan kelembagaan koperasi berbasis digital (smart cooperative) yang mampu menjamin transparansi dan ketertelusuran (traceability) rantai nilai sawit swadaya di Papua Selatan.
Pemetaan Digital Rantai Nilai Sawit Swadaya: Analisis Kesiapan Petani Papua Selatan terhadap Implementasi Sistem Ketertelusuran Enala, Syahrabudin Husein; Nur Jalal; Antonius Nggewaka; Frederikus Antonius Mana
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor kelapa sawit menjadi penopang utama perekonomian Indonesia, termasuk di kawasan timur seperti Papua Selatan yang mulai berkembang sebagai wilayah penghasil sawit swadaya. Namun, perkembangan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan tata kelola yang kuat dan penerapan sistem digitalisasi rantai nilai yang menjamin keberlanjutan serta transparansi. Sebagian besar petani sawit swadaya di Papua Selatan masih menghadapi kendala pada literasi digital, akses teknologi, kelembagaan yang lemah, serta belum adanya sistem ketertelusuran (traceability system) yang memenuhi standar keberlanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan petani sawit swadaya terhadap implementasi sistem pemetaan digital rantai nilai di Papua Selatan, dengan fokus pada tiga dimensi utama: kelembagaan lokal, kapasitas digital petani, dan dukungan kebijakan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap petani, aparat kampung, koperasi, dan dinas terkait di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan daerah dan laporan keberlanjutan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan digital petani masih tergolong rendah hingga sedang akibat minimnya literasi dan infrastruktur penunjang, namun terdapat potensi penguatan kelembagaan koperasi serta dukungan pemerintah daerah. Penelitian ini menawarkan kerangka kesiapan digital petani sawit berbasis konteks lokal Papua Selatan yang mengintegrasikan aspek kelembagaan, teknologi, dan kebijakan untuk mewujudkan sistem ketertelusuran berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif Digital di daerah 3T: Studi Awal tentang Potensi KIM di Kabupaten Merauke Enala, Syahrabudin Husein; Nurdin
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat lokal dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, peran, dan tantangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Merauke dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan anggota KIM, tokoh adat, serta pelaku ekonomi kreatif lokal. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Marind, seperti gotong royong, solidaritas sosial, dan keberlanjutan alam, menjadi fondasi utama dalam membangun identitas ekonomi kreatif lokal yang berkelanjutan. KIM berperan penting sebagai fasilitator literasi digital, mediator komunikasi pembangunan, serta penghubung antara masyarakat dan ruang ekonomi digital yang lebih luas. Namun, keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kapasitas teknologi, dan minimnya dukungan kebijakan menjadi hambatan utama dalam proses pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di wilayah ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat 3T. Penguatan kapasitas digital KIM dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Merauke.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Kabupaten Merauke: Studi Kasus Penerapan Prinsip Berkelanjutan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Lokal Syahruddin; Nur Jalal; Syahrabudin Husein Enala
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Papua Selatan mengalami dinamika sosial yang kompleks akibat interaksi antara masyarakat adat Papua dan pendatang dari wilayah lain di Indonesia. Konflik identitas yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan perbedaan budaya dan agama, tetapi juga menyangkut ketimpangan ekonomi, marginalisasi politik, dan pembangunan yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang memicu konflik identitas dan menilai upaya integrasi sosial yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sipil. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara sekunder, penelitian ini menemukan bahwa konflik identitas di Papua Selatan bersifat struktural dan historis, serta membutuhkan pendekatan interkultural yang berkelanjutan untuk menciptakan integrasi sosial yang inklusif.
Peran Pemerintah Kampung Dalam Mendorong Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kampung Turiram Distrik Kimam Kabupaten Merauke Edmundus Cuku; Aenal Fuad Adam; Antonius Nggewaka; Syahrabudin Husein Enala
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah kampung dalam mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di Kampung Turiram, Distrik Kimam, Kabupaten Merauke. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan kunci yang terdiri atas kepala kampung, ketua koperasi, ketua Bamuskam, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kampung memiliki empat peran utama yaitu sebagai perencana, fasilitator, dinamisator, dan pengawas. Meskipun inisiatif pemerintah kampung cukup tinggi, partisipasi masyarakat masih rendah akibat keterbatasan sumber daya manusia dan akses informasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat dan dukungan pemerintah daerah dalam penguatan kelembagaan ekonomi kampung. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemerintah kampung sebagai agen pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi berbasis koperasi lokal.
Kearifan Lokal dan Sistem kepemimpinan Adat Suku Kanum dalam Pengelolaan Ruang Hidup di Wilayah Perbatasan Merauke Jalal, Nur; Syahrabudin Husein Enala
Papsel Journal of Humanities and Policy Vol. 2 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : PAPSEL Research and Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal dan sistem kepemimpinan adat Suku Kanum dalam pengelolaan ruang hidup di wilayah perbatasan Merauke, Papua Selatan. Sebagai masyarakat adat yang mendiami kawasan strategis nasional dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Suku Kanum memiliki sistem nilai, struktur sosial, serta praktik pengelolaan sumber daya alam yang berakar pada prinsip keseimbangan ekologis dan solidaritas komunal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adat Kanum berfungsi tidak hanya sebagai otoritas sosial, tetapi juga sebagai pengatur tata ruang berbasis kearifan lokal, yang memastikan pemanfaatan lahan, hutan, dan perairan secara berkelanjutan. Struktur kepemimpinan berbasis marga (clan-based leadership) memainkan peran penting dalam menjaga batas-batas teritorial adat dan mencegah konflik antar komunitas. Namun, modernisasi dan ekspansi proyek pembangunan nasional di wilayah perbatasan memunculkan tantangan baru, terutama terkait pergeseran nilai, marginalisasi otoritas adat, dan tumpang tindih regulasi antara hukum adat dan hukum negara. Temuan ini menegaskan bahwa pengakuan formal terhadap sistem kepemimpinan adat serta integrasi nilai-nilai kearifan lokal Kanum dalam kebijakan tata ruang merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Papua Selatan.
Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Platform Digital untuk Literasi Hukum Kesehatan: Inovasi Edukasi Hak Anak dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Perbatasan Indonesia–Papua Nugini Klau, Ricardo Goncalves; Fahmi, Mohammad Saiful; Buono, Lintang Cahyo; Enala, Syahrabudin Husein
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1485

Abstract

A community service activity entitled socialization and training on the use of digital platforms for health legal literacy: innovation in child rights education in stunting prevention in the indonesia-papua new guinea border area was held on november 1-3, 2025, in kweel village, eligobel district, merauke regency, south papua. This activity was motivated by the low legal and health literacy of border communities, particularly regarding children's rights, nutrition, and stunting prevention. The program's objective was to improve children's health legal knowledge and digital skills in accessing and disseminating educational information. Implementation methods included health law socialization, training on the use of digital platforms, and community mentoring in family and school environments. Participants included teachers, community leaders, and youth from Kweel Village. Evaluation results showed an average increase of 35% in understanding of children's health legal matters and 40% in the ability to utilize digital platforms. This program supports the achievement of SDGs 3, 4, and 16 and contributes to IKU 2 and IKU 3 of higher education through the involvement of lecturers and students in real-impact activities.
SISTEM INFORMASI ARSIP DIGITAL KAMPUNG MATARA: SOLUSI INOVATIF BERBASIS EXCEL MACRO UNTUK EFISIENSI PELAYANAN ADMINISTRATIF Frederikus, Frederikus Antonius; Nurkholis Syukron; Syahrabudin Husein Enala
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 6 (2025): Nusantara Hasana Journal, November 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i6.1805

Abstract

Effective and well-organized village administrative services are essential for supporting good governance. However, many villages in Indonesia still rely on manual and unstructured archiving systems that are inefficient and prone to document loss. This condition was also found in Matara Village, Merauke Regency. This community service program aims to improve the efficiency of administrative services through the implementation of a digital archiving information system based on Microsoft Excel Macro as an appropriate technology solution. The method employed a participatory qualitative approach involving observation, interviews, system development, training, mentoring, and evaluation. The results indicate that the digital archiving system significantly accelerates document retrieval, improves administrative orderliness, and enhances the capacity of village officials to utilize simple information technology. The system operates offline, is easy to use, and is well suited to the village’s limited infrastructure conditions. This program demonstrates that context-based and simple technological innovations can generate tangible and sustainable impacts on improving administrative service quality and strengthening village governance.