Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MELATIH KETERAMPILAN KOLABORASI SEBAGAI KETERAMPILAN ABAD 21 DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Syafriani, Dewi; Amdayani, Susilawati; Puspita Sari, Dwy; Agustina Nst, Mutiara
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i2.64828

Abstract

Absract: Collaboration skills are 21st century skills that are very important to be trained to learners, especially to students as a provision for entering the world of work.. Collaboration skills can be trained in learning with a continuous process through the right learning model and teaching materials. This study aims to see the effect of the Project Based Learning (PjBL) learning model using teaching materials developed with the PjBL model on collaboration skills and improving student learning outcomes in the Kapita Selecta Chemistry course. In addition, a correlation test was conducted to see if there was a positive and significant correlation between collaboration skills and improved student learning outcomes. This study involved 32 students of Chemistry Education study program. The instrument used to measure collaboration skills is an observation sheet rubric, while the instrument used to measure the improvement of student learning outcomes is in the form of multiple choice questions of 20 questions that have been valid and reliable. The results showed that the application of the PjBL learning model using teaching materials developed in accordance with the PjBL learning model can train student collaboration skills with a percentage of 85.42% with a very high category and can improve student learning outcomes of 77.1% with an effective category. This study shows that there is a positive and significant correlation between collaboration skills and improving student learning outcomes in capita selecta courses (sig.2-tailed 0.000 <0.05). Keyword: Collaboration Skills, Project Based Learning, Capita Selekta Kimia Abstrak: Keterampilan kolaborasi merupakan keterampilan abad 21 yang sangat penting untuk dilatihkan kepada peserta didik, khususnya kepada mahasiswa sebagai bekal untuk masuk dalam dunia kerja. Keterampilan kolaborasi dapat dilatih dalam pembelajaran dengan proses yang terus-menerus melalui model pembelajaran dan bahan ajar yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) menggunakan bahan ajar yang dikembangkan dengan model PjBL terhadap keterampilan kolaborasi dan peningkatan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kapita Selekta Kimia. Selain itu dilakukan uji korelasi untuk melihat apakah terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara keterampilan kolaborasi terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini melibatkan 32 orang mahasiswa program studi Pendidikan Kimia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan kolaborasi berupa rubrik lembar observasi, sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar mahasiswa berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 soal yang telah valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PjBL menggunakan bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan model pembelajaran PjBL dapat melatih keterampilan kolaborasi mahasiswa dengan hasil persentase 85,42% dengan kategori sangat tinggi serta dapat meningkatkan hasil belajar mahassiwa yang sebesar 77,1% dengan kategori efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasiyang positif dan signifikan antara keterampilan kolaborasi dengan peningkatan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kapita selekta (sig.2-tailed 0,000 <0,05). Kata Kunci: Keterampilan Kolaborasi, Project Based Learning, Kapita Selekta Kimia
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN STEM-PBL BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENT (AI) UNTUK MGMP KIMIA SMA KABUPATEN DELI SERDANG Sari, Dwy Puspita; Dibyantini, Ratu Evina; Silitonga, Agnes Irene; Nst, Mutiara Agustina; Ardila, Mutia
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i5.11338

Abstract

This activity aimed to enhance partners’ expertise in developing AI-based STEM-PBL learning materials, thereby advancing education, science, technology, and human resource development. It also provided training, technology application, and support to improve the quality of education through innovative learning media. Key issues identified included teachers’ low motivation to create technology-based resources, students’ lack of enthusiasm, limited technology use in chemistry classes, and teachers’ insufficient skills in utilizing digital tools. To address these challenges, strategies such as socialization, training, technology deployment, mentorship, and evaluation were implemented. These efforts focused on encouraging teachers and students to engage in problem-solving and innovative learning practices. The program’s effectiveness was reflected in the improvement of participants’ understanding, shown by an increase in the mean pretest score (51.43) to the posttest score (79.13). Thus, the objectives of enhancing mastery of the material and applying knowledge in practice were successfully achieved.
Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan dengan Ekstrak Daun Gatal Sebagai Upaya Mendukung Gerakan Madrasah Sehat Darmana, Ayi; Nasution, Mutiara Agustina; Nasution, Zuhairiah; Sari, Dwy Puspita; Faradilla, Putri; Dalimunthe, Makharany; Nasution, Mhd. Sholeh Kurniawan; Nugroho, Arfito; Nasution, Haqqi Annazili; Karimah, Fithriyyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i1.145

Abstract

Gerakan Madrasah Sehat (Germas) merupakan program usaha kesehatan madrasah yang sejalan dengan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di madrasah. Salah satu tujuan PHBS adalah pembiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk membantu kelompok mitra meningkatkan pengetahun PHBS sebagai pendukung germas, meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang sabun cuci tangan berbasis daun jelatang sebagai anti bakteri, serta membantu meningkatkan keterampilan mitra dalam pembuatan sabun cuci tangan berbasis daun jelatang sebagai anti bakteri. Peserta pada kegiatan ini terdiri atas guru dan pegawai MTsN 3 Medan yang berjumlah 20 orang. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi PHBS, Sosialisasi mengenai pembuatan sabun cuci tangan dengan tambahan ekstrak daun jelatang serta praktek langsung pembuatan sabun cuci tangan. Setelah kegiatan dilaksanakan, pengetahuan mitra mengenai program PHBS, pembuatan sabun cuci tangan serta potensi antibakteri daun jelatang pada sabun cuci tangan mengalami peningkatan sebesar 4,16%, 50,80%, dan 62,53%. Kesimpulan yang diperoleh adalah kegiatan yang dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan kelompok mitra terkait sabun cuci tangan dengan ekstrak daun jelatang.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MODEL ADVANCE ORGANIZER DENGAN MEDIA INTERNET TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA Nasution, Mutiara Agustina; Sari, Dwy Puspita; Putri, Intan Permata; Perdana Simanjuntak, Yanthy Leonita
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 1: Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i1.52375

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana efektifitas model pembelajaran advance organizer dengan media internet terhadap hasil belajar dan tingkat kemandirian siswa. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di MAN 3 Medan. Tiga kelas eksperimen yaitu X1, X2 dan X3 sebagai sampel melalui teknik random sampling, masing-masing 27 orang siswa. X1 adalah kelas dengan pembelajaran model direct instruction, X2 diberi  pembelajaran advance organizer dan media internet  dan X3 diberi  pembelajaran model pembelajaran advance organizer tanpa media. Untuk mengukur hasil belajar digunakan instrument tes, sedang instrument non-tes digunakan dalam pengukuran karakter kemandirian. Dengan Uji ANOVA One Way, didapati rata-rata hasil belajar kelas X1, X2 dan X3 berturut sebesar 68.44, 72.26, dan 72.04 serta hasil karakter kemandirian siswa sebesar 36.22, 38.48, dan 35.96. Dari data didapat bahwa kelas dengan nilai rata-rata hasil belajar dan karakter kemandirian yang paling tinggi adalah kelas X2. Nilai signifikansi uji ANOVA One Way sebesar 0,016 untuk hasil belajar dan 0,019 untuk karakter kemandirian, ini membuktikan pengaruh variasi model pembelajaran terhadap hasil belajar juga karakter kemandirian siswa. Dari hasil uji korelasi antara hasil belajar dan kemandirian didapat nilai sig. 0.011, ini memperlihatkan ada hubungan yang signifikan antara hasil belajar dan karakter kemandirian siswa.
Development of web-based media in instrument analysis college to improve student competence Sugiharti, Gulmah; Nasution, Haqqi Annazili; Nasution, Mutiara Agustina; Siregar, Muhammad Isa
Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 16 No. 1 (2024): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v16i1.50775

Abstract

This research aims to develop and obtain Web-based learning media that meets the eligibility requirements according to BSNP criteria, determine the increase in student competency by using the developed Web-based media and determine the percentage of student responses to Web-based media used in lectures on the topic of instrument analysis. This research method is a research and development method using the ADDIE model. Web-based media was validated by media experts and material experts, then the valid media was presented to 26 Chemistry Education students at Medan State University to see the influence of the Webb media developed and get responses on the web-based media used. The research results show that the Web-based learning media developed meets the BSNP eligibility criteria with an average percentage of 91.25%. The use of Web-based media can increase student competency in lectures on the topic of Instrument Analysis, namely 75% for experimental classes that use Web media and 56% for classes without Web media. Learning outcomes using Webb media are better than without using Webb media and student responses to the use of Webb-based media in lectures Topic evaluation Instrument analysis is very high. Thus, over all the Web-based media developed is good for use in lectures on the topic of Instrument Analysis, to provide students with learning experiences in using the Web.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SOAL KIMIA BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) SESUAI TAKSONOMI BLOOM & ANBERSON-KRATHWOHL DI MAN BINJAI KOTA BINJAI Nasution, Mutiara Agustina; Sutiani, Ani; Dibyantini, Ratu Evina; Sari, Dwy Puspita; Syafriani, Dewi; Sianturi, Yonaria Agustina; Nasution, Irma Yuliani
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1777

Abstract

High Order Thinking Skills (HOTS) is a thinking process at a higher cognitive level, including the ability to solve problems, think creatively, think critically, argue and make decisions. This ability is expected to be possessed by students in the era of modernization and globalization of the 21st century. This achievement can occur if learning and assessment have implemented HOTS. However, in practice, many teachers still do not use HOTS questions to evaluate students in schools because of their low understanding of how to analyze and create HOTS questions according to Bloom's Taxonomy. This PkM activity aims to: 1) help partner groups increase insight and understanding regarding HOTS and its implementation in learning; 2) Helping partner groups improve skills in creating HOTS questions; and 3) meet the partners' needs for creating HOTS-based questions according to Bloom & Anderson-Krathwohl's Taxonomy independently. The methods used in this PKM are socialization of PKM activities, program preparation, implementation, mentoring and program monitoring and evaluation. The results that have been achieved are increasing partners' understanding of HOTS by 37.75%. This PKM activity can increase the knowledge and skills of madrasa stakeholders, especially teachers and staff. With independence in creating questions, teachers will better understand how questions can be connected to objectives and indicators, and in accordance with Bloom & Anderson-Krathwohl's Taxonomy and can improve teachers' ability to create questions independently, which will ultimately improve their skills in answering and analyze the questions.
PENDAMPINGAN DESA MANDIRI PEDULI GAMBUT DI SUMATERA UTARA Sudibyo, Mufti; Syarifuddin, Syarifuddin; Prastowo, Puji; Eddiyanto, Eddiyanto; Sihite, Onggal; Syahputra, Ricky Andi; hutahaean, Harvei Desmon; Nasution, Zuhairiah; Nst, Mutiara Agustina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61372

Abstract

The Peatland Care Independent Village (DMPG) program in North Sumatra, implemented in 2024, was designed to enhance environmental quality, protect, and sustainably manage peatland ecosystems. The program involved structured community engagement through various stages, including the recruitment of community facilitators, technical training, the establishment of peatland ecosystem task forces, the development of community activity plans (RKM), and the implementation and presentation of these plans. It was carried out in 12 villages across four districts in North Sumatra. Activities focused on local economic development, such as crop and livestock farming, handicraft production, and capacity building for the community. The stages of the DMPG program are implemented simultaneously and continuously, involving all levels of society and monitored by the university and a delegation from the Ministry of Environment and Forestry. At the end of the program, an evaluation was conducted to measure the impact on the quality of the peatland environment and the economic improvement of the communities in the 12 target villages. The results showed significant improvements in the environmental quality of peatland areas and local economic growth. A survey conducted across 12 villages revealed that 10 villages considered the program highly beneficial in improving the environmental quality of peatland areas, while 2 villages found it beneficial. Regarding economic benefits, 8 villages reported significant improvements in local economies, and 4 villages reported moderate benefits. The program successfully raised community awareness of the importance of peatland conservation and fostered an effective collaborative model involving universities, government agencies, and local communities. These findings underscore the importance of an integrated approach to restoring the ecological functions of peatlands and improving the welfare of surrounding communities.Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di Sumatera Utara tahun 2024 dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan, melindungi, dan mengelola ekosistem gambut secara berkelanjutan. Program ini melibatkan pendampingan masyarakat melalui tahapan yang mencakup rekrutmen fasilitator masyarakat, bimbingan teknis, pembentukan tim kerja ekosistem gambut, penyusunan rencana kegiatan masyarakat (RKM), hingga pelaksanaan dan ekspos RKM. Program ini diterapkan di 12 desa yang tersebar di empat kabupaten di Sumatera Utara. Aktivitas melibatkan pengembangan ekonomi berbasis lokal seperti budidaya tanaman dan ternak, produksi kerajinan, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Tahapan program DMPG dilaksanakan secara bersamaan dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta mendapat pendampingan dari Universitas Negeri Medan serta di monitoring oleh delegasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di akhir program, dilakukan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap kualitas lingkungan lahan gambut serta peningkatan ekonomi masyarakat di 12 desa sasaran. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas lingkungan sekitar ekosistem gambut serta pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian gambut dan menciptakan model kolaborasi yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 12 desa, Dari segi peningkatan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, 10 desa menyatakan program DMPG ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekitar lahan gambut, dan 2 desa menyatakan bermanfaat. Dari segi peningkatan ekonomi masyarakat, 8 desa menyatakan sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan 4 desa menyatakan bermanfaat. Program DMPG memiliki manfaat Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan terintegrasi untuk memulihkan fungsi ekologis gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
DESAIN KEMASAN CASSAVA CHIPS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN INCOME DI KELURAHAN DENDANG KABUPATEN LANGKAT Sari, Dwy Puspita; Nst, Mutiara Agustina; Haniyyah, Ummu; Br Rambe, Imelda Wardani; Sanimah
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.5967

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan utama mitra, yaitu Warung Keripik Aisrah di Kelurahan Dendang yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, khususnya pada aspek manajemen produksi, desain kemasan, identitas usaha, serta pemasaran digital dan non-digital. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola bisnis secara lebih profesional melalui pengembangan produk kreatif, pembuatan desain dan kemasan keripik yang lebih menarik, serta pelatihan manajemen usaha berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, pendampingan langsung, praktik pembuatan desain kemasan, simulasi pemasaran, serta implementasi media promosi seperti spanduk usaha untuk memperkuat identitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang prinsip dasar manajemen usaha, branding, dan pemasaran. Mitra mampu memproduksi desain kemasan baru yang lebih kompetitif dan mudah dikenali oleh konsumen, serta memahami strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong diversifikasi produk lokal dan inovasi nilai tambah, sehingga meningkatkan daya saing keripik singkong pada pasar yang lebih luas. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan peluang pendapatan mitra dan memperkuat potensi ekonomi kreatif masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain secara mandiri dan berkelanjutan.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Wordwall Pada Materi Termokimia Hanum, Carrin Malika; Andoni, Tri; Panjaitan, Azkiyah Humairah; Sianturi, Yonaria Agustina; Sihite, Nita Melisa; Nst, Mutiara Agustina; Khairunisa, Dira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada materi termokimia melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan aplikasi interaktif Wordwall. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan kurangnya partisipasi aktif siswa saat pembelajaran kimia, khususnya materi termokimia yang bersifat abstrak dan seringkali sulit dipahami. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus di kelas XI-F1 G MAN 2 Model Medan, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Strategi yang diterapkan memadukan unsur kerja sama dalam kelompok, kompetisi sehat melalui permainan berbasis Wordwall, dan diskusi untuk membangun pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik pada hasil belajar siswa. Rata-rata nilai posttest siswa meningkat dari 78,57 pada siklus I menjadi 91,42 pada siklus II, dengan nilai normalized gain (n-gain) mencapai 0,85 yang termasuk kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbantuan Wordwall mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan kompetitif, sehingga memotivasi siswa untuk lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan memahami materi kimia yang kompleks. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran bagi guru, serta menjadi referensi bagi penelitian serupa untuk diterapkan pada materi atau konteks pembelajaran lainnya.