Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

COMMUNITY CENTER DI PULAU SIAU: Nearly Zero-Energy Building David I. Rottie; Sangkertadi; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi utara, karena usianya yang terbilang masih muda, tentu masih banyak kekurangan. Salah satunya adalah fasilitas pusat pelayanan publik yang berfungsi untuk menampung berbagai kegiatan masyarakat. Adanya fasilitas-fasilitas pelayanan publik sangat penting bagi suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama bagi komunitas yang melakukan kegiatan rutin, juga bagi anak-anak muda yang membutuhkan medium bagi mereka untuk berkreasi. Untuk menjawab permasalah-permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu bangunan Community Center. Dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat maka Communtity Center yang akan dirancang akan memiliki fungsi utama untuk kegiatan-kegiatan Olahraga. Dan untuk mengedukasi masyarakat tentang energi terbarukan maka Communtity Center yang akan dirancang akan mengangkat tema Nearly Zero-Energy Building agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk tidak lagi bergantung pada energi tak terbarukan. Comuunity Center ini dilakukan dengan menggunakan metode dan analisis yang baik. Dalam hal ini, metode yang digunakan untuk perancangan adalah metode kotak kaca. Dalam metode ini, desainer terlebih dahulu mengidentifikasi desain mana yang akan dibuat. Dalam hal ini adalah Community Center. Penelitian tentang kebutuhan listrik dan pemanfaatan panel surya merupakan salah satu Langkah dari metode kotak kaca, kemudian studi yang didapatkan dpat diterapkan agar dapat merancang sebuah bangunan yang hemat energi. Dari latar belakang, tujuan dan metode yang dijelaskan di atas, diharapkan perancangan Community Center akan menjadi sebuah tempat yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat dimana objek ini dapan menjadi sarana bagi masyarakan untuk berolahraga maupun bersantai serta bisa menarik perhatian wisatawan local maupun non-lokal. Kata Kunci : Pulau Siau, Community Center, Nearly Zero-Energy Building
REDESAIN OBJEK WISATA BUNTU SINGKI DI KABUPATEN TORAJA UTARA: Arsitektur Neo Vernakular Widyal Sara; Fela Warouw; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi perekonomian Perekonomian Indonesia, sektor pariwisata merupakan sektor yang sangat penting. Keindahan alam, tradisi budaya, dan warisan asli Indonesia merupakan permata berharga yang patut kita hargai dan kumandangkan. Salah satu objek wisata yang ada di kabupaten Toraja Utara adalah objek wisata Buntu Singki yang merupakan objek wisata religi dengan daya tarik salib raksasa, di bangun di atas bukit di kota Rantepao membuat objek wisata ini dapat dilihat dari seluruh penjuru kota Rantepao sehingga menjadi vocal point kota dan juga menjadi wajah Kabupaten Toraja Utara. Namun objek wisata Buntu Singki sekarang ini terbengkalai imbas sepi pengunjung di momen natal. Dikatakan bahwa objek wisata tersebut tak mendapat perhatian Pemerintah. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa objek wisata ini tidak memiliki unsur 3A yang lengkap. maka dari itu mendesain ulang objek wisata Buntu Singki ini dilakukan dengan harapan dapat mengundang kembali wisatwaan untuk berkunjung. Objek wisata ini akan di redesain dengan menggunakan tema arsitektur Neo Vernakular, karena tema ini diharapkan dapat menjadi acuan dasar untuk menghasilkan karya dengan tampilan visual yang baru dengan menggunakan bentuk-bentuk bangunan tradisional sebagai identitas suku Toraja yang di transfirmasikan kedalam bentuk yang lebih modern. Kata Kunci: Objek Wisata, Buntu Singki, Neo Vernakular
LEARNING CENTER MANADO: Arsitektur Biofilik Adinda E. Lumentah; Jefrey I. Kindangen; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Learning Center di Kota Manado dengan tema Arsitektur Biofilik mengusung konsep integrasi harmonis antara bangunan dan alam untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan ruang belajar yang memaksimalkan keterlibatan manusia dengan alam, meningkatkan kesejahteraan pengguna, dan memberikan dampak positif pada pembelajaran. Melalui pendekatan Arsitektur Biofilik, bangunan ini diharapkan dapat menggabungkan elemen-elemen alam seperti cahaya alami, udara segar, dan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan pengalaman belajar dan kreativitas pelajar. Dengan pemikiran ini, Learning Center di Kota Manado diharapkan menjadi model desain edukatif yang mengutamakan keberlanjutan dan keseimbangan ekologis, menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan ramah lingkungan. Kata Kunci: Learning Center, Pendidikan, Arsitektur Biofilik