Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peningkatan literasi sastra anak melalui media audio visual cerita islami Kisah Turunnya Wahyu Pertama Q.S Al-Alaq 1-5 bagi anak TQA Al-Amanah Gunung Sindur Susanti, Susan; Chamalah, Evi; Azizah, Aida
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.175

Abstract

Meningkatkan literasi sastra anak-anak merupakan langkah penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan nilai-nilai kehidupan. Media audio-visual telah terbukti menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan minat dan pengetahuan anak-anak terhadap karya sastra, khususnya cerita-cerita Islami. Subjek penelitian adalah anak TQA Al-Amanah Gunung Sindur yang berusia 7–12 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audio-visual dalam meningkatkan literasi sastra anak dengan menceritakan kisah turunnya wahyu pertama, khususnya Q.S Al-Alaq ayat 1-5, pada anak TQA Al-Amanah Gunung Sindur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Materi audio visual yang digunakan meliputi animasi, narasi, dan grafik untuk membantu anak-anak memahami pesan cerita dan moral dari wahyu pertama. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa media audio-visual dapat meningkatkan ketertarikan anak terhadap konten yang disajikan, meningkatkan pemahaman mereka terhadap pesan moral dalam cerita, dan mendorong mereka untuk lebih terlibat dalam kegiatan literasi dan studi Islam. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa memasukkan teknologi ke dalam pembelajaran sastra Islam dapat meningkatkan keterlibatan anak, baik secara kognitif maupun afektif. Dengan demikian, menggunakan media audio-visual untuk mengajarkan literasi sastra Islam dapat menjadi teknik yang sangat baik untuk membentuk kepribadian anak-anak sejak usia dini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa metode berbasis teknologi interaktif sangat efektif dalam meningkatkan minat baca, kemampuan analisis, dan pemahaman anak terhadap konsep-konsep yang terkandung dalam cerita Islami. Improving children's literary literacy is an important step towards developing critical thinking skills and life values.  Audio-visual media has proven to be an effective way to increase children's interest and knowledge of literary works, especially Islamic stories. The research subjects were TQA Al-Amanah Gunung Sindur students aged 7-12 years old. The purpose of this study is to determine the effectiveness of using audio-visual media in improving children's literary literacy by telling the story of the first revelation, especially Q.S Al-Alaq verses 1-5, to TQA Al-Amanah Gunung Sindur students.  The research method used was qualitative, with data collected through observation and interviews.  The audio visual materials used include animation, narration, and graphics to help children understand the story and moral message of the first revelation. The findings of this study revealed that audio-visual media can increase students' interest in the content presented, improve their understanding of the moral messages in the story, and encourage them to be more involved in literacy activities and Islamic studies.  In addition, the study found that incorporating technology into Islamic literature learning can increase student engagement, both cognitively and affectively.  Thus, using audio-visual media to teach Islamic literacy can be an excellent technique to shape children's personalities from an early age. The findings of this study indicate that interactive technology-based methods are highly effective in increasing students' reading interest, analytical skills and understanding of the concepts contained in Islamic stories.
PERAN GURU MELALUI MAXIM OF TEACHING DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA PESERTA DIDIK Nursyita Laelatul Fitriyah; Azizah, Aida; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5421

Abstract

Guru terampil memiliki kecakapan yang baik dalam mengolah pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memilih strategi dan prinsip-prinsip pembelajaran yang tepat. Tujuannya agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif. Dalam hal ini, salah satu konsep pendekatan pembelajaran, yakni yang dapat berpihak pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik melalui prinsip maxim of teaching. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh merupakan data dari berbagai literatur artikel, jurnal, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik Interaktif Analysis Model, yaitu dengan mengumpulkan, mereduksi, mendisplay, dan memverifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pengajar memiliki peran yang penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Prinisip maxim of teaching yang berisi prinsip-prinsip pedoman pengajaran dapat menjadi pedoman bagi guru agar pembelajaran lebih berpihak pada peserta didik, pembelajaran inklusif, bermakna, dan dapat menjadi wadah peserta didik untuk mengambangkan potensi, kemampuan yang dimiliki tiap peserta didik.
PENGGUNAAN BAHASA PERSUASIF IKLAN PINJAMAN ONLINE DALAM APLIKASI TIKTOK Roy, Fahmi; Azizah, Aida
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol. 15 No. 2 (2025): Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pembahsi.v15i2.18325

Abstract

Bahasa persuasif merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan membujuk atau memengaruhi seseorang agar menerima suatu ide, melakukan tindakan tertentu, atau mengubah pandangannya melalui pendekatan yang meyakinkan, baik secara logis maupun emosional (Evi Chamalah dkk., 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahasa persuasif dalam iklan pinjaman online di aplikasi TikTok, dengan fokus pada teknik persuasi rasionalisasi dan sugesti. Rumusan masalah yang dikaji adalah bagaimana bentuk penggunaan bahasa persuasif dalam iklan pinjaman online pada platform TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Teknik pengumpulan data meliputi penelusuran pustaka, studi kasus, dan pencatatan. Data yang dianalisis berasal dari 25 video pada akun @akulakuoficial. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam iklan pinjaman online ditemukan beragam bentuk penggunaan bahasa, baik yang bersifat persuasif maupun non-persuasif. Dari keseluruhan data, terdapat 8 teks dengan teknik rasionalisasi, 5 teks dengan teknik sugesti, serta 7 teks yang tergolong non-persuasif. Temuan ini mengindikasikan bahwa iklan pinjaman online di TikTok memanfaatkan strategi bahasa untuk membentuk opini dan memengaruhi audiens secara halus dan sistematis.
Improving the Poetry Writing Skills of Grade VIII Students of SMP IT Al-Fateeh Semarang Using Wordwall Media Shohib, Ahmad Mujib; Arsanti, Meilan; Azizah, Aida
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 42 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v42i2.33288

Abstract

The implementation of student learning activities is more attracted to media involving gadgets. Students who like games on gadgets sometimes make them prefer similar activities. The purpose of this study is to describe wordwall media in poetry writing skills for class VIII in order to test the increase in students' understanding of poetry writing material. The method used is PTK (Classroom Action Research) with qualitative descriptive techniques. The results of this study can be used as a fun learning media to improve students' understanding of poetry writing material for class VIII using wordwall media. The process of learning to write poetry using wordwall media is carried out well and smoothly, students can understand the material of writing poetry well. So there is an increase from pre-cycle to cycle I to cycle II. The percentage of classical completeness criteria increases from pre-cycle to cycle I to cycle II for class VIII B from 27% to 60% to 80% and for class VIII C from 31% to 54% to 85%.
SATIRE PADA KANAL YOUTUBE SANTOON TV SERTA IMPLIKASINYA PADA MATERI TEKS ANEKDOT DI KELAS X SMA Kurniasih, Rahma Mardiana; Wardani, Oktarina Puspita; Azizah, Aida
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i2.633

Abstract

Penelitian mengkaji tentang jenis-jenis satire pada kanal Youtube Santoon TV serta hasil implikasi dari penelitian terhadap materi teks anekdot di kelas X SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis-jenis satire pada kanal Youtube Santoon TV berdasarkan teori milik Holbert (2011). Hasil implikasi dari penelitian ini terhadap materi teks anekdot di kelas X SMA berupa media komik digital mengenai tuturan satire yang disesuaikan dengan data penelitian dalam bentuk percakapan melalui dua karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik simak bebas libat cakap serta catat. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik padan. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 67 untuk data satire, dengan 26 data jenis horation dan 41 data untuk jenis juvenalian. Pada hasil implikasi penelitian yang diterapkan dalam materi teks anekdot ialah berbentuk media komik digital dengan jenis komik strip dengan dua data yakni menggunakan data dengan jenis juvenalian.
Menumbuhkan Budaya Literasi Anak Sejak Dini melalui Pelatihan Mendongeng Bagi Ibu-Ibu Kelompok Dawis Kacang Tanah III, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Arsanti, Meilan; Wardani, Oktarina Puspita; Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Setiana, Leli Nisfi; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3659

Abstract

ABSTRACT Storytelling is a very beneficial activity for children because it can teach children about morals, like language, help achieve development in emotional learning, improve the learning atmosphere, and introduce new values and cultural values to children. Apart from that, storytelling can also foster an interest in reading in children from an early age so that it can foster a culture of literacy in Indonesia. Therefore, storytelling skills are very important for parents, especially mothers who have children under five. To foster a culture of literacy in children, it must be done from an early age and starting from the family environment. Therefore, this PKM was carried out to provide storytelling skills training to the women of the Dawis Kacang Tanah III group in Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City. This training was attended by 13 members of the Dawis Kacang Tanah III group. The method used is training with four stages, namely 1) planning, 2) implementing actions, 3) observation and evaluation, and 4) reflection. The results obtained from the training include mothers who have 1) knowledge about the benefits of fairy tales for young children, 2) storytelling skills using storybooks and finger puppets, and 3) a growing love of storytelling in young children.  Keywords: storytelling, literacy culture, early childhood  ABSTRAK Mendongeng merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi anak karena dapat mengajarkan anak tentang moral, menyukai bahasa, membantu pencapaian perkembangan dalam pembelajaran emosi, meningkatkan suasana belajar, dan mengenalkan nilai-nilai baru serta nilai-nilai budaya pada anak. Selain itu, mendongeng juga dapat menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini sehingga mampu menumbuhkan budaya litersi di Indonesia. Oleh karenanya keterampilan mendongeng sangat penting dimiliki oleh orang tua khususnya ibu yang memiliki anak balita. Untuk menumbuhkan budaya literasi pada anak harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, PKM ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan keterampilan mendongeng pada ibu-ibu kelompok Dawis Kacang Tanah III di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh anggota kelompok Dawis Kacang Tanah III sebanyak 13 orang. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan empat tahapan, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi. Adapun hasil yang diperoleh dari hasil pelatihan tersebut antara lain ibu-ibu telah memiliki 1) pengetahuan tentang manfaat dongeng bagi anak usia dini, 2) keterampilan mendongeng dengan media buku cerita dan boneka jari, dan 3) tumbuhnya rasa suka terhadap mendongeng pada anak usia dini.      Kata Kunci: mendongeng, budaya literasi, anak usia dini
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Chamalah, Evi; Azizah, Aida; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi; Wardani, Oktarina Puspita; Turahmat, Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka
Campur Kode Ekstern pada Interaksi Tidak Formal Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung di Kumaira Unissula (Kajian Sosiolinguistik) Ma'rufah, Lifthihah Anis; Azizah, Aida; Chamalah, Evi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4207

Abstract

Abstrak— Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh terhadap penggunaan bahasa dalam berbagai lingkup kehidupan. Masyarakat dalam menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi semakin beraneka ragam. Bahasa yang beraneka ragam yang digunakan mengakibatkan adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam kegiatan komunikasi manusia. Keragaman bahasa, keterbatasan penggunaan bahasa, dan kepopuleran bahasa menjadi faktor fenomena campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis campur kode ekstern pada situasi tidak formal interaksi mahasiswa Unissula di Kumaira. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, SLBC (simak bebas libat cakap), teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya data yang diperoleh peneliti, yaitu campur kode ekstern berjumlah 24 data. Campur kode ekstern terdiri dari campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Arab, bahasa Jawa dan bahasa Inggris, dan bahasa Jawa dan bahasa Arab. Penyebab adanya peristiwa campur kode disebabkan oleh identifikasi peranan dan keinginan untuk menjelaskan.Kata kunci— campur kode, interaksi mahasiswa unissula, sosiolinguistik Abstract— The development of science and technology has an influence on the use of language in various spheres of life. People use language to communicate and interact increasingly diversely. The diverse languages used result in the use of two or more languages in human communication activities. Language diversity, limitations in language use, and language popularity are factors in the code-mixing phenomenon. This research aims to describe the types of external code mixing in informal situations of interaction between Unissula students in Kumaira. The method used is descriptive qualitative using observation techniques, SLBC (skillful free-involved listening), recording techniques, and note-taking techniques. The results of the research show that there is data obtained by the researcher, namely external code mixing totaling 24 data. External code mixing consists of code mixing Indonesian and English, Indonesian and Arabic, Javanese and English, and Javanese and Arabic. The cause of code mixing events is caused by role identification and the desire to explain.Keywords— code mixing, Unissula student interaction, sociolinguistics 
PERAN GURU MELALUI MAXIM OF TEACHING DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG BERPIHAK PADA PESERTA DIDIK Nursyita Laelatul Fitriyah; Azizah, Aida; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5421

Abstract

Guru terampil memiliki kecakapan yang baik dalam mengolah pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memilih strategi dan prinsip-prinsip pembelajaran yang tepat. Tujuannya agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif. Dalam hal ini, salah satu konsep pendekatan pembelajaran, yakni yang dapat berpihak pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik melalui prinsip maxim of teaching. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh merupakan data dari berbagai literatur artikel, jurnal, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik Interaktif Analysis Model, yaitu dengan mengumpulkan, mereduksi, mendisplay, dan memverifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pengajar memiliki peran yang penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Prinisip maxim of teaching yang berisi prinsip-prinsip pedoman pengajaran dapat menjadi pedoman bagi guru agar pembelajaran lebih berpihak pada peserta didik, pembelajaran inklusif, bermakna, dan dapat menjadi wadah peserta didik untuk mengambangkan potensi, kemampuan yang dimiliki tiap peserta didik.
TANTANGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SD NEGERI GENUKSARI 01 Aini, Durota Nurul; Azizah, Aida
Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Laboratorium Pembelajaran Bahasa, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the challenges of implementing the Independent Curriculum in Indonesian learning in grade V of SD Negeri Genuksari 01. The Independent Curriculum is an educational innovation that provides freedom of learning according to the needs of students. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews and documentation. The results of the study show that the implementation of the Independent Curriculum at SD Negeri Genuksari 01 has been carried out comprehensively, although there are obstacles such as limited digital access, teachers' adaptation to learning methods, and students' ability to think critically that needs to be improved. The proposed solution includes the provision of interactive learning based on digital literacy and collaboration between teachers, students, and parents. The Independent Curriculum is considered effective in increasing interest in learning, providing space for innovation for educators, and preparing students to become a superior generation in the future.   Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap tantangan implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD Negeri Genuksari 01. Kurikulum Merdeka merupakan suatu inovasi pendidikan yang memberikan kebebasan belajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dnegan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SD Negeri Genuksari 01 telah dilakukan secara menyeluruh, meski terdapat kendala seperti keterbatasan akses digital, adaptasi guru terhadap metode pembelajaran, dan kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis yang perlu ditingkatkan. Solusi yang diusulkan meliputi penyediaan pembelajaran interaktiif berbasis literasi digital serta kolaborasi antar guru, peserta didik, dan orang tua. Kurikulum Merdeka dinilai efektif dalam meningkatkan minat belajar, memberikan ruang inovasi bagi tenaga pendidik, serta mempersiapkna peserta didik menjadi generasi unggul di masa depan.