Claim Missing Document
Check
Articles

Adsorpsi Paraquat dan Sifat Tanah pada Tiga Subgrup Tanah Akibat Pemberian Amelioran Rija Sudirja; Mahfud Arifin; Benny Joy
Agrikultura Vol 26, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.891 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i1.8459

Abstract

ABSTRACTParaquat adsorption and Soil Properties on Three Soil Subgroups Due to Ameliorant ApplicationParaquat (Bipyridylium biclorida) is known as a highly toxic herbicide and quite widely used by the farmers. The material can be adsorbed by soil colloids and can contaminate soil and water. The study aimed to determine the ability of three of soil subgroups of different orders (Typic Hapludult, Typic Hapludand,and Chromic Endoaquert) to adsorb paraquat, finding the best kind of ameliorant in reducing residues, and studying its effect on corn crops. The study was conducted in two stages, namely (1) to test the maximum adsorption capacity of paraquat on the three of soil subgroups based on the Langmuir equation, and (ii) to study the influence of the type and ameliorant dose on three soil subgroups saturated with paraquat. Methods used were completely randomized design experiment nested models. The results of laboratory experiments showed that the topsoil layer of Typic Hapludands was dominated by halloysite and little amorphous clay minerals. While predominantly Typic Hapludult was dominated by kaolinite and little smectite. Chromic Endoaquert contained little kaolinite and was dominated by smectite. Saturation points in all three soil subgroups were 1.883 cmol kg-1, 20.833 cmol kg-1, and 9.346 cmol kg-1 paraquat, respectively. The type and dose of each ameliorant signifancty affected paraquat adsorption capacity, soil pH and electrical conductivity in all three soil subgroups, except for paraquat adsorption capacity and pH which were not affected in Typic Hapludults. The highest dose of activated charcoal adsorbed paraquat markedly higher compared with other treatments on Typic Hapludands, whereas Chromic Endoaquerts activated charcoal had the same effect with the zeolite, but higher than straw and control. Furthermore, on Typic Hapludults ameliorant did not significantly affect the adsorption capacity of paraquat, except when compared with controls.Keywords: Paraquat, soil subgroups, adsorption, ameliorant.ABSTRAKParaquat (Bipyridylium biclorida) dikenal sebagai herbisida yang sangat toksik dan pengunaannya cukup luas di kalangan petani. Bahan ini dapat diadsorpsi oleh koloid tanah dan dapat mencemari tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tiga subgrup tanah berlainan ordo (Hapludult Tipik, Hapludand Tipik, dan Endoequert Kromik) mengadsorpsi paraquat, menemukan jenis amelioran yang paling baik dalam menekan residu paraquat, serta mempelajari pengaruhnya terhadap hasil tanaman jagung. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) Uji kapasitas adsorpsi maksimum paraquat pada tiga subgrup tanah berdasarkan persamaan Langmuir, dan (2) pengaruh jenis dan dosis amelioran pada tiga subgrup tanah terjenuhi paraquat terhadap adsorpsi, pH, dan daya hantar listrik. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap model percobaan Tersarang. Hasil percobaan di laboratorium menunjukkan titik jenuh paraquat pada ketiga subgrup tanah tersebut masing-masing sebesar 1,883 cmol kg-1, 20,833 cmol kg-1, dan 9,346 cmol kg-1. Jenis dan dosis amelioran masing-masing berpengaruh nyata terhadap kapasitas adsorpsi paraquat, pH tanah dan daya hantar listrik pada ketiga subgrup tanah, kecuali kapasitas adsorpsi paraquat dan pH tidak dipengaruhi pada Hapludult Tipik. Arang aktif dosis 20% media tanah mampu mengadsorpsi paraquat nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada Hapludand Tipik, sedangkan pada Endoaquert Kromik, arang aktif memiliki pengaruh yang sama dengan zeolit, tetapi lebih tinggi dari jerami dan kontrol.
Aplikasi Sitokinin untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Teh di Dataran Rendah Santi Rosniawaty; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Rija Sudirja
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v5n1.2018.p31-38

Abstract

Teh (Camellia sinensis [L.] O. Kuntze) merupakan salah satu komoditas primadona Jawa Barat. Upaya ekstensifikasi teh di dataran rendah dan lahan suboptimal diyakini dapat berkontribusi nyata terhadap perbaikan kesejahteraan petani. Perbedaan suhu di dataran rendah dengan di dataran tinggi akan berpengaruh pada metabolisme tanaman teh. Secara kultur teknis, untuk membentuk perdu dengan percabangan ideal, perlu dilakukan centering (pemangkasan). Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian sitokinin terhadap pertumbuhan tanaman teh setelah centering di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, mulai bulan November 2016 sampai Juni 2017, dengan bahan tanaman teh berumur 10 bulan setelah tanam. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang diulang 4 kali, dengan perlakuan perbedaan konsentrasi sitokinin. Sitokinin yang digunakan berasal dari air kelapa, dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, serta benzil amino purin (BAP) dengan konsentrasi 60 ppm, 90 ppm, dan 120 ppm, serta kontrol (tanpa sitokinin). Hasil penelitian menunjukkan pemberian sitokinin yang berasal dari air kelapa atau berupa BAP pada tanaman teh setelah centering hanya efektif hingga 3 bulan setelah aplikasi. Pada 1 dan 3 bulan setelah aplikasi, pemberian air kelapa 50% atau BAP 60 ppm meningkatkan pertambahan diameter batang, jumlah daun, panjang tunas, dan jumlah tunas. Oleh karena itu, air kelapa 50% atau BAP 60 ppm dapat dijadikan sumber sitokinin untuk tanaman teh di dataran rendah setelah centering.
GERAKAN PENGHIJAUAN DAS CITARUM HULU DI DESA CIKONENG KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG Rachmat Harryanto; Rija Sudirja; Daud Siliwangi Saribun; Ganjar Herdiansyah
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.312 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14858

Abstract

Penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Desa Cikoneng merupakan salah satu desa yang cukup aktif dalam mendukung program penghijauan di DAS Hulu Citarum. Dalam upaya penyelamatan lingkungan, masyarakat bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai kegiatan penghijauan. Kegiatan bertujuan untuk mengkaji tentang bagaimana bentuk keterlibatan masyarakat dalam upaya penghijauan pada kawasan DAS Hulu Citarum. Masyarakat sebetulnya telah terlibat dalam proses perencanaan, penyediaan, pemeliharaan, serta pengawasan kegiatan penghijauan. Namun, masyarakat menilai kondisi ruang hijau di Hulu DAS Citarum saat ini sudah sangat minim. Kegiatan penghijauan dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain : untuk menambah nilai ekologi, manambah nilai estetika, mendapatkan manfaat ekonomi, serta alasan untuk mendukung program pemerintah. Keberadaaan stakeholder yang terdiri dari Pemerintah Kota, Pemerintah Kelurahan, Lembaga Non Pemerintah, Swasta/CSR, dan Komunitas/Akademisi telah berkontribusi besar membantu perkembangan kegiatan penghijauan di wilayah pengabdian.
PENGARUH JENIS INOKULAN DAN DOSIS KOMPOS DALAM FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN RAMI Desvia Diyanti Nursyabani; Pudjawati Suryatmana; Rija Sudirja
Jurnal Penelitian Saintek Vol 25, No 1 (2020)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.061 KB) | DOI: 10.21831/jps.v25i1.20035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian jenis inokulan dan kompos rami terhadap laju degradasi hidrokarbon, total populasi Azospirillum sp., dan diameter batang rami. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2017 sampai dengan Februari 2018 di Laboratorium Biologi Tanah, Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Rumah Kaca dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis inokulan dan dosis kompos. Perhitungan total populasi Azospirillum sp. dengan metode Total Plate Count (TPC) dan pengukuran kadar Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) dengan metode gravimetri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor perlakuan jenis inokulan dan dosis kompos pada fitoremediasi tanah tercemar hidrokarbon minyak bumi tidak menunjukkan adanya pengaruh interaksi terhadap laju degradasi hidrokarbon, total populasi Azospirillum sp., dan diameter batang tanaman rami. Terjadi pengaruh mandiri faktor perlakuan dosis kompos terhadap laju degradasi hidrokarbon dan diameter batang tanaman rami. Pengaruh mandiri dosis kompos rami memberikan hasil terbaik pada dosis 2,5% (w/w) terhadap peningkatan diameter batang tanaman rami.THE EFFECT OF INOCULANT TYPE AND COMPOST DOSAGE IN PHYTOREMEDIATION PROCESS USING RAMIE PLANTThis study was aimed at determining the interaction between the administration of inoculant types and hemp compost to the rate of hydrocarbon degradation, the total population of Azospirillum sp., and the diameter of the hemp stem. This study was conducted from November 2017 to February 2018 in the Soil Biology Laboratory, Soil Chemistry, and Plant Nutrition Laboratory, Greenhouse and Experimental Gardens, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. This study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of two factors: the type of inoculant and compost dose. Calculation of the total population of Azospirillum sp. by the Total Plate Count (TPC) method and measurement of Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) levels by the gravimetric method. Based on the results, it can be concluded that the factor of inoculant treatment and compost dosage in phytoremediation of petroleum hydrocarbon polluted soils does not show any interaction effect on the rate of hydrocarbon degradation, total population of Azospirillum sp., and stem diameter of hemp plants. There is an independent effect of compost dose treatment factor on the rate of hydrocarbon degradation and stem diameter of the hemp plant. The independent effect of hemp compost dose gives the best results at a dose of 2.5% (w/w) to increase the diameter of the hemp plant stems. 
AKUMULASI BAHAN KERING DAN INDEKS KLOROFIL BIBIT KAKAO AKIBAT APLIKASI AIR KELAPA DENGAN KONSENTRASI BERBEDA Santi Rosniawaty; Cucu Suherman; Mochamad Arief Sholeh; Rija Sudirja; Dimas Nur Annisa
Jurnal Agroekoteknologi Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v13i1.12158

Abstract

Cocoa seedling are plant material to be planted in the field, superior seedling can produce maximum cocoa pods. Good cacao seeds can be produced from superior cultivar, one of the superior cultivar was the ICCRI 08H cultivar. Fertilization was required so that the cocoa seeds can grow perfectly. The fertilizer was used usually inorganic fertilizers, there was an alternative to fertilizing using coconut water. The purpose of this study was to see the results of photosynthesis reflected in the dry weight due to coconut water in various concentrations. The research was conducted at the Experimental Garden of the Ciparanje Faculty of Agriculture, Jatinangor in October 2018 until March 2019. The experiment used a randomized block design (RBD). The treatments used were several concentrations of coconut water and their combination with inorganic fertilizers. The results showed that the dry weight accumulation of cocoa seedlings was influenced by various concentrations of coconut water, but had no effect on the chlorophyll index. The concentration of coconut water of 50% is the optimum concentration for better dry matter accumulation of cocoa seedlings and can be an alternative fertilizer for cocoa seedlings. 
Modifikasi Pupuk N Untuk Peningkatan Efisiensi Penyerapan Hara Tanaman Jagung Eso Solihin; Rija Sudirja; Anni Yuniarti
Agro Wiralodra Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v2i2.19

Abstract

Upaya peningkatan produksi jagung, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi, selalu diiringi oleh penggunaan pupuk. Dalam meningkatkan hasil produksi perlu dilakukan pemupukan N, P, K sebagai unsur hara makro primer yang diimbangi dengan pupuk hara makro sekunder seperti Ca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk N hasil inovasi berupa kalsium amonium nitrat dengan N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah Inceptisol dengan kesuburan yang rendah. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai dengan Januari 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan susunan perlakuan sebagai berikut; A (kontrol), B (N,P,K Tunggal), C (1 N,P, K Tunggal + 1/2 Ca-N), D (1 N,P,K Tunggal + 1 Ca-N), E (1 N,P,K Tunggal + 1 1/2 Ca-N), F (3/4 N,P,K Tunggal + 1/2 Ca-N), G (3/4 N,P,K Tunggal + 1 Ca-N), H (3/4 N,P,K Tunggal + 1 1/2 Ca-N), I (1/2 N,P,K Tunggal + 1 Ca-N) dan J (1 Ca-N). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk Ca-N yang diberikan bersama N,P,K Tunggal dapat meningkatkan hasil Jagung dibandingkan dengan perlakuan mandiri N,P,K Tunggal. Perlakuan dengan hasil tertinggi ialah 150 kg/ha dosis Ca-N yang diberikan bersama ¾ dosis N,P,K Tunggal. Perolehan hasil panen jagung manis berkisar 14,96 ton per hektar.
Modifikasi Penggunaan Subsoil Melalui Penambahan Bahan Organik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Santi Rosniawaty; Asmi Maulina; Cucu Suherman; Mochamad Arief Soleh; Rija Sudirja
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v8i1.157

Abstract

Sub soil is soil under the top soil layer, with low fertility. The use of sub soil as an Arabica coffee seedling planting media needs to be considered because the top soil layer has been much reduced by erosion or run off. Needs modification in sub-soil soils to increase fertility. Increased sub soil fertility can be done using organic materials, both solid and liquid. Coffee seedling using the right planting media will determine the growth and production of coffee in the field later. The purpose of this study was to determine the use of subsoil growing media with the addition of organic material for the growth of Arabica coffee seeds. The experiment was conducted at the Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Sumedang Regency, in March to June 2019 with altitude of ± 780 meters above sea level. The experiment used a randomized block design (RBD) with 9 treatments repeated three times. The treatments are as follows: 100% topsoil; subsoil 100%; topsoil: chicken manure (2: 1); subsoil: chicken manure (1: 1); subsoil: chicken manure (2: 1); subsoil: chicken manure (3: 1); subsoil + 25% coconut water; subsoil + 50% coconut water; subsoil + 75% coconut water. The results showed that the modification of subsoil with the addition of organic matter affected the growth of Arabica coffee seedlings on stem diameter variables of 8 MST and leaf chlorophyll index of 16 MST. Subsoil media with the addition of chicken manure (3: 1) had a good effect on leaf chlorophyll index and subsoil media with 25% coconut water had a good effect on the diameter of Arabica coffee seedling stems. Subsoil can replace topsoil by adding organic matter. 
Pengaruh Aplikasi Air Kelapa Tua dengan Cara dan Interval yang Berbeda terhadap Bobot Kering Bibit Kakao Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti; Cucu Suherman; Rija Sudirja; Syfani Fitria
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v10i1.322

Abstract

In order to properly grow, cocoa seedling requires adequate nutrients. In a usual practice nutrient in the form of 2g of urea is given once every two weeks. The source of nutrition for cocoa seeds can come from organic materials such as coconut water. Coconut water contains nutrients and growth hormones. The purpose of this study was to determine whether coconut water could be used to fulfill the nutrition of cocoa seedling through different application methods and intervals expressed by plant dry weight. The experiment was conducted from October 2019 until February 2020 in Ciparanje experimental field, Universitas Padjadjaran, Jatinangor with the altitude of 760 meter above the sea level. Experimental design used was randomized block design (RBD) with nine treatments and each treatment was repeated three times. The treatments consisted of control (urea 2 g every 12 days), coconut water application towards plant every 3, 7, 14, 21 days, and to the soil every 3, 7, 14, 21 days. The results of the experiment showed that there was no effect of coconut water application in different methods and intervals on shoot dry weight, root dry weight, shoot root ratio and leaf area of cocoa seedling, therefore coconut water can be used as an alternative source of nutrition for cocoa seedlings.
Respon Tanaman Kopi Muda terhadap Pemberian Jenis Bahan Organik yang Berbeda Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti; Rija Sudirja; Syariful Mubarok; Erika Wahyuni Saragih
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 1, No 2 (2018): AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.725 KB) | DOI: 10.33603/.v1i2.1929

Abstract

Tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh petani.  Namun demikian produksi kopi Indonesia menurun yang salah satunya diakibatkan oleh teknik budidaya yang belum optimal. Peningkatan produksi dapat dilakukan sejak awal penanaman. Aplikasi bahan organik pada awal tanam diharapkan dapat meningkatkan produksi kopi saat panen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis dan jenis bahan organik yang tepat untuk pertumbuhan tanaman kopi arabika. Percobaan dilakukan mulai bulan Agustus – November 2017 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unpad, di Jatinangor. Ketinggian tempat percobaan adalah 752 m dpl dengan ordo Tanah Inceptisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan yang diulang tiga kali. Perlakuannya adalah tanpa diberi bahan organik, Dosis asam humat ( 5,10,15,20 ml/tanaman) dan dosis pupuk kotoran sapi (5, 10, 15, 20 kg/tanaman).  Hasil penelitian menunjukkan Respon tanaman kopi muda terhadap pemberian jenis pupuk organik hanya terdapat pada variabel indeks klorofil umur 8 MSP.  Aplikasi asam humat 10 ml memberikan pengaruh terbaik pada indeks klorofil dan terdapat kecenderung lebih baik pada pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang dan pertambahan jumlah daun. Kata kunci : bahan organik, kopi
Pengaruh Cara Aplikasi Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Kultivar Sulawesi 1 Santi Rosniawaty; Rija Sudirja; Mira Ariyanti; Intan Ratna Dewi Anjarsari; M. Arief Sholeh; Syfani Fitria
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 2, No 2 (2019): Agrosintesa: Jurnal ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.298 KB) | DOI: 10.33603/jas.v2i2.3196

Abstract

Cokelat merupakan salah satu produk makanan dengan bahan dari biji kakao. Terjadi penurunan produksi kakao Indonesia. Peningkatan produksi kakao harus ditingkatkan karena akan berdampak pada penerimaan devisa negara. Peningkatan produksi kakao dapat dilakukan sejak tahap pembibitan. Tujuan percobaan ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kakao melalui pemberian pupuk anorganik. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, UNPAD dengan ketinggian tempat 750m di atas permukaan laut dan tipe iklim C.  Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 10 perlakuan dan  diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan pada percobaan ini sebagai berikut : Tanpa pemupukan; Urea 2g/tanaman; NPK 2g/tanaman; NPK 4g/tanaman; NPK 6g/tanaman; NPK 8g/tanaman; NPK cair 2g/tanaman; NPK cair 4g/tanaman; NPK cair 6g/tanaman; NPK cair 8g/tanaman.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik dari  pupuk anorganik yang dicairkan dengan dosis 6g/tanaman pada variabel jumlah daun. Media tanam menggunakan pupuk organik (kotoran domba) mampu menyediakan hara untuk pertumbuhan bibit kakao yang baik pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang walaupun tidak ditambah pupuk anorganik. Kata Kunci : kakao, bibit, pupuk anorganik
Co-Authors Abdul Halim luthfi Abraham Suriadikusumah Ade Ismail Ade Setiawan Ade Setiawan Ade Setiawan Agung Karuniawan Agus Susanto Agus Wahyudin Ainun Fadilah Al- Adawiah, Alin Robial Alin Robial Al- Adawiah Andre R. Daud Anne Nurbaity Anni Yuniarti Apong Sandrawati Asep Anang Asmi Maulina Bahjatien, Isnaini Dzatie Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Benny Joy Betty Natalie Fitriatin Budi Nugroho Budy Frasetya Taufik Qurrohman Chamid Itmam Citra Bakti, Citra Cucu Suherman Daud Siliwangi Saribun Dedi Ruswandi Desvia Diyanti Nursyabani Dimas Nur Annisa Dimas Nur Annisa Istiqomah Dirga Sapta Sara Diyan Herdiyantoro Djuansah, Muhamad Rahman Djuwansah, Muhamad Rachman Elisabeth Mora Emma Trinurani Emma Trinurani Sofyan Encep Hidayat Salim Erika Wahyuni Saragih Erna Dewi Erna Dewi . Erni Suminar Eso Solihin Eso Solihin Fadhilah, Rifat Ferdy Firmansyah Furqan Mubarak Djula Ganjar Herdiansyah Ganjar Herdiansyah, Ganjar H. Afrianto H. Afrianto, H. Haris Maulana Hendi Hidayat Hendi Hidayat, Hendi Hermawan, Mega Kartika Husein, Anne Yuliana Iin Susilawati Indra Permana Intan Ratna Dewi Anjarsari Islamy Hasan Hermawan Johar Arifin Leony Agustine Leony Agustine Liana Sari, Stefina Lindung Tri Puspasari Lubis, Ary Satria M. Arief Sholeh Mahfud Arifin Masruri, Muhammad Kholil Maulana, Haris Maya Damayani Maya Damayani Maya Damayani Meddy Rachmadi Mieke Rochimi Setiawati Mira Ariyanti Mochamad Arief Sholeh Mochamad Arief Soleh Mubarok, Zakka Tafwidh Muhammad Farghan Fauzan Nadia N. Kamaluddin Nadia Nuraniya Kamaluddin Oviyanti Mulyani Pudjawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Purwono Purwono, Purwono Rachmad Akbar Rachmat Harryanto Rachmat Harryanto Rachmat Haryanto Rachmat Haryanto, Rachmat Rani Ros Reginawanti Hindersah Rhazista Noviardi Rhendika Indra Yunianto Rina Devnita Rizky Febria RR Darlita RR Darlita Rudianto, Safira Damayanti Salsabila Dwi Ananda Sandrawati, Apong Santi Rosniawaty Santoso, Dwi Andreas Sari, Stefina Liana Sri Muji Rahayu Stefina Liana Sari Suryatma, Pujawati Suryo Firnato Syaiful Anwar Syariful Mubarok Syfani Fitria Syfani Fitria Tualar Simarmata Vera Oktavia Subardja Vera Oktavia Subarja Wawan Sutari Wicaksono, Ficky Yulianto Wulan Sri Damayanti Yulianti Machfud Yuliati Machfud Yusup Hidayat Zahra, Siti Revita